HUT ke-267 Kabupaten Langkat : Panitia Adakan Sunat Massal

Ditulis oleh Release Kab Langkat on . Posted in Information

Panitia penyelenggara Hari Ulang Tahun Langkat ke-267 Kabupaten Langkat melaksanakan kegiatan Sunat Massal bertempat di Gedung Majelis Adat Budaya Melayu Indonesia.
Kegiatan yang diadakan pada Senin (16/1/2017) itu diikuti oleh 248 orang yang terdiri dari anak-anak dari 23 Kecamatan yang ada di Langkat.
Acara sunnat massal itu terselenggara atas kerjasama dengan Dinas Kesehatan Langkat, Rumah Sakit Umum Delia, Rumah Sakit Umum Bidadari, Rumah Sakit Umum Insani,  dan Bank Sumut yang bertindak sebagai  donator  mensupport dana kegiatan.
Bupati Langkat H. Ngogesa Sitepu yang hadir langsung bersama Ketua TP PKK Ny.Hj. Nuraida dalam kegiatan sunat massal menyatakan dukungannya atas penyelenggaraan kegiatan tersebut.
Menurutnya, kegiatan ini dapat mengurangi beban para orang tua yang kurang mampu  di Langkat yang akan menyunatkan anaknya sesuai dengan ajaran Agama Islam.
Sementara itu Ketua TP. PKK Langkat Ny. Hj. Nuraida Ngogesa menyambut baik kegiatan sunat massal yang dilakukan oleh Panitia HUT Kab. Langkat ke-2017.
“Anak-anak  merasa senang, orang tua merasa bersyukur dan masyarakat Langkat semakin terbiasa dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan positif seperti sunna massal ini, “katanta.
Nuraida berharap kegiatan sunat massal dapat menjadi agenda tahunan yang disosialisasikan kepada seluruh masyarakat setiap tahunnya dalam menyambut Hari Jadi Kabupaten Langkat. I

Menpar Arief Yahya : Launching Banyuwangi Festival 2017

Ditulis oleh Release Kemenpar.co.id on . Posted in Information

Menteri Pariwisata Arief Yahya bersama Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas me-launching  Banyuwangi Festival 2017 di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona Jakarta, kantor Kementerian Pariwisata Jumat (3/1/2017).
Banyuwangi Festival 2017 akan disemarakkan dengan 72 gelaran event besar yang menjadi ikon daerah dan event anyar yang akan menjadi magnet baru pariwisata Banyuwangi sepanjang tahun ini. 
Menpar Arief Yahya menyambut baik Banyuwangi Festival 2017. “Banyuwangi Festival (B-Fest) masuk dalam kalender event pariwisata nasional yang tahun ini menyiapkan lebih dari 100 kegiatan festival di berbagai daerah di Tanah Air untuk mendatangkan 15 juta wisman dan menggerakkan 265 juta wisnus.
Menpar Arief Yahya menjelaskan, B-Fest yang digelar sejak 2012 dan gencar dipromosikan di media digital menjadikan Banyuwangi sebagai destinasi yang paling populer di Tanah Air maupun mancanegara, sehingga tren kunjungan wisman dan wisnus ke daerah ini terus meningkat.
“Sampai November 2016 kunjungan wisman ke Banyuwangi mencapai 75.000, sekitar 30% di antaranya mengunjungi Gunung Ijen, sedangkan wisnus sebanyak 2,7 juta atau jauh melampaui target yang ditetapkan. Keberhasilan ini antara lain karena strategi menggunakan digital tourism,” kata Arief Yahya.
Bupati Banyuwangi Abudllah Azwar Anas mengatakan penyelenggaraan B-Fest tidak hanya untuk mempromosikan pariwisata, namun juga untuk memaksimalkan potensi daerah dan memberikan semangat ke masyarakat untuk bersama-sama membangun daerah serta sebagai wadah dalam menampung potensi kreativitas anak muda.
“B-Fest kami hadirkan tiap tahun ibarat rangkuman bagi segenap potensi Banyuwangi, mulai seni dan budaya, kekayaan alam, dan kreativitas rakyat. Termasuk event dan kreasi baru juga akan kami sajikan. Tahun ini bakal lebih kaya kandungan budaya dan potensi kreativitas masyarakat,” katanya. I

Dari Semen ke Papua

Ditulis oleh Toto TIS Suparto on . Posted in Information

Keinginan Presiden Joko Widodo terhitung sederhana, tetapi cukup rumit untuk diwujudkan. Kepala Negara ingin harga semen di Papua tidak berbeda jauh dengan Pulau Jawa. Jika di Jawa sekitar Rp 50.000 per zak, Presiden berharap di Papua bisa Rp 70.000.
Harapan Presiden yang disampaikan pada peringatan HUT ke- 44 PDI-Perjuangan di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Selasa (10/1/2017), merupakan pekerjaan rumah bagi pemerintah. Butuh kerja keras lintas sektoral.
Mengapa lintas sektoral? Jika dilihat kenyataan di lapangan, harga semen yang sangat mahal dipengaruhi banyak hal. Sekadar gambaran harga semen di Papua, Presiden memberi contoh di  Kabupaten Puncak Rp 800.000-Rp 2,5 juta per zak. Ketika Tim Majalah Bandara berkunjung ke Manggelum, Boven Digoel, pada akhir tahun lalu, harga semen mendekati Rp 1 juta per zak. Wajar jika mahal, mengingat untuk bisa ke daerah terisolir itu semen harus diangkut longboat (perahu kayu berbentuk panjang ) dari Tanah Merah. Butuh dua hari satu malam untuk mengirim semen tersebut.
Jadi pemicu semen mahal adalah persoalan transportasi. Solusi dari persoalan ini adalah kerja sama lintas sektoral yang mengabaikan ego masing-masing. Termasuk di sini adalah Kementerian Perhubungan, khususnya Ditjen Perhubungan Udara. Kontribusi utama dari Kemenhub berupa komitmen pembangunan bandara di daerah terpencil di Papua.
Pemerintah berupaya menurunkan harga distribusi barang. Salah satunya dengan membangun infrastruktur bandara di wilayah terisolir di Papua. Saat ini untuk membuka daerah terisolir di Papua  telah dibangun 34 bandara. “Ini sudah masuk ke dalam tatanan bandar udara,” kata Direktur Bandara Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Yudhi Sari Sitompul di Kemenhub, Jakarta, Selasa (10/1/2017).
Adapun 34 bandara di daerah isolasi itu ada di wilayah Mopah, Kamur, Kimam, Bomakia, Manggelum, Wamena, Kiwirok, Bilorai, Akimuga, Enarotali, Sarmi, Tanah Merah, Mulia, Oksibil, Moanamani, Mindiptanah, Kepi, Kokonao, Okaba, Illu, Ewer, Batom, Bade, Karubaga, Obano, Timika, Waghete, Nabire, Dekai, Rendani, Bintuni, Kaimana, Babo. Dari 34 bandara tersebut, sebanyak 10 bandara berada di perbatasan, yaitu Sentani, Mopah, Manggelum, Enarotali, Sarmi, Tanah Merah, Oksibil, Okaba, Karubaga, Kebar. Pembangunan tersebut berguna untuk pemerataan pembangunan dan mendongkrak pertumbuhan ekonomi.
Keberadaan bandara memang bukan mutlak menurunkan harga semen sampai angka ideal sebagai mana diharapkan oleh Presiden Joko Widodo. Tetapi setidaknya kehadiran bandara menjadi pintu gerbang para investor. Mereka inilah yang menggerakkan ekonomi daerah, sehingga infrastruktur pun pelan-pelan terpenuhi. Tanpa pergerakan ekonomi akan sulit untuk mempercepat pembangunan infrastruktur tersebut. Kenyataannya keduanya memang beriringan.
Kita berharap pembangunan bandara di Papua (baik di provinsi Papua maupun Papua Barat) menjadi pionir perekonomian. Suatu saat harga semen di sana bisa sama dengan di Pulau Jawa. Jika harga semen tidak lagi mahal, harga produk lain pun tidak mahal pula. (tis)

Menpar dan Walikota Solo : Launching Solo Great Sale

Ditulis oleh Release Kemenpar.co.id on . Posted in Information

Menteri Pariwisata Arief Yahya bersama Walikota Solo FX Hadi Rudyatmo me-launching Solo Great Sale (SGS) dan Calendar Event Solo 2017 di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona Jakarta, kantor Kementerian Pariwisata, Senin malam (16/1/17).
Event tahunan SGS ini mengangkat tema “Ceria Bersama Pesona Belanja Kota Budaya” dan akan memanjakan semua wisman dan wisnus selama satu bulan penuh, 1-28 Februari 2017 untuk pesta discount. Lokasinya, di semua pusat perdagangan dan perbelanjaan; hotel & restoran; pertokoan, serta outlet bisnis lainnya yang ada di kota Surakarta, Jawa Tengah.
Menteri memperkirakan SGS 2017 akan dikunjungi oleh wisatawan sebanyak 250.000 orang, yang menginap di hotel 150.000. “Events ini betul-betul akan berdampak signifikan terhadap perekonomian lokal di Solo, dari sektor pariwisata,” kata Menpar Arief Yahya.
Menpar mengemukakan bahwa pariwisata adalah sektor yang sangat kuat menyumbangkan 10% PDB Nasional, dan saat ini Indonesia tertinggi di Asean. “Pertumbuhan PDB Pariwisata di atas rata-rata industry yang lain, “katanya.
Menpar Arief Yahya juga mengapresiasi penyelenggaraan SGS 2017 ini yang diformat untuk upaya mempromosikan dan menarik kunjungan wisatawan ke Kota Solo.
Walikota Solo FX Hadi Rudyatmo menjelaskan SGS 2017 ini merupakan upaya untuk menggerakan perekomian masyarakat maupun dunia usaha diantaranya perbankan, hotel, properti, maskapai penerbangan, kereta api, dealer mobil dan motor, bengkel, restaurant, travel agent.
Selain itu, katanya, juga menggerakkan jasa transportasi, pertokoan, toko elektronik, butik, distro, pusat perbelanjaan, pasar tradisional, komunitas sentra-sentra industri , klinik kecantikan, spa dan salon kecantikan, serta semua perusahaan produk barang maupun jasa di wilayah Solo Raya. B

Menpar Arief Yahya : ASITA Tingkatkan Kemajuan Pariwisata

Ditulis oleh Release Kemenpar.co.id on . Posted in Information

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya mengemukakan bahwa ASITA telah memberikan kontribusi yang besar terhadap kemajuan kepariwisataan nasional.
Menteri mengatakan bahwa pelaku usaha perjalanan yang tergabung dalam ASITA kini juga dihadapkan banyak tantangan sekaligus menjadi acaman. “Untuk ini industri jasa perjalanan di tanah air harus segera mengantisipasi perubahan saat ini dengan kreatif,” kata Menpar Arief Yahya pada acara 46th Anniversary & ASITA Awards di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona pada 9 Januari 2017.
Di era digital saat ini, katanya, telah mengubah perilaku masyarakat yang menginginkan kebutuhan sesuatu serba cepat dan mudah, termasuk para wisatawan yang akan melakukan perjalanan (traveler) mulai dari mencari dan melihat-lihat informasi , kemudian memesan paket wisata yang diminati hingga membayar secara online dilakukan secara digital.
“Gaya hidup wisatawan dalam mencari informasi destinasi, memperbandingkan antar produk, memesan paket wisata, dan berbagi informasi kini telah mereka lakukan secara digital. Dengan kata lain kini wisman melakukan search and share menggunakan media digital,” kata Menpar Arief Yahya.
Sebagai antisipasi terhadap perubahaan pasar tersebut, kata Arief Yahya, Kemenpar bekerjasama dengan PT Telkom baru-baru ini meluncurkan ITX (Indonesia Tourism Exchnage). ITX ini merupakan platform digital market place dalam ekosistem pariwisata atau sebagai pasar digital yang mempertemukan buyer dan seller di mana semua travel agent, akomodasi, atraksi dikumpulkan untuk dapat bertransaksi.
Ketua DPP ASITA Asnawi Bahar mengatakan kegiatan HUT ASITA kali ini bertujuan untuk semakin mendekatkan ASITA dengan masyarakat serta antara pengurus, maupun anggota ASITA yang berjumlah lebih dari 7. 000 perusahaan dan tersebar di seluruh propinsi di Indonesia.
“Saat ini zaman telah jauh berbeda, dunia teknologi informasi telah bergeliat seakan tiada henti. Kehadiran dunia IT dengan segala perkembangannya telah membuat persaingan usaha penyedia jasa perjalanan wisata juga semakin sulit terkendali. Semakin sulit membedakan antara yang legal dan yang illegal. Namun keberadaan ASITA tentu dapat menjadi pembeda di antara keduanya,” kata Asnawi. B