Pentas Seni Pemkab Langkat di PRSU  : Aneka Tarian & Makanan Disukai Pengunjung

Ditulis oleh Teks & Foto Andrey Saragih, istimewa on . Posted in Information

Malam pentas seni Kabupaten Langkat di panggung Keong Mas PRSU Rabu malam (22/3/2017) mampu menghipnotis para pengunjung. Bermacam tarian dan nyanyian dari Kabupaten Langkat turut menghibur para penonton.
Acara malam itu dimulai dengan lagu melayu, disambung dengan lagu etnis Karo dan dibuka dengan tarian Jampin Salam dari Sanggar Bungan Tanjung, tarian kebudayaan Melayu. Selain itu, tarian asal etnis Melayu, pengunjung kemudian dihibur Tari Jaripah dari Jawa. 
Tarian Etnis Nusantara tarian yang merupakan gabungan 13 etnis di Langkat diantaranya Karo, Melayu, Jawa, Batak Toba, Phakpak Barat, Mandailing, Tionghoa, Nias, Aceh, Dairi, Bali dan terakhir Banjar turut memeriahkan malam pentas seni. 
Sementara di Pavilion Pemkab Langkat, pengunjung bisa melihat dan membeli kerajinan tangan, gerabah dan hasil UMKM. “Yang paling dicari oleh pengunjung adalah Dodol Langkat,” kata Yana, pemandu Pavilion Pemkab Langkat.
Menurut Yana, hasil pertanian Kabupaten Langkat juga beragam mulai dari udang lobster dari laut, daging sapi, susu dan kevir atau susu fermentasi khas Langkat. “Tak cuma itu, manisan khas Kabupaten Langkat juga banyak dicari pengunjung,” katanya.
Banyak pengunjung mencari dodol langkat, manisan, wortel, buah renda, terong, asam glugur, pepaya, kedondong, jambu monyet, sedangkan di lantai dua Pavilion Pemkab Langkat, pengunjung bisa melihat pelaminan adat melayu. I

Pavilion Samosir di PRSU ke-46 : Suguhkan Kerajinan Tangan dan Hasil Pertanian

Ditulis oleh Teks & Foto Andrey Saragih, istimewa on . Posted in Information

Pavilion Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Samosir di Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) ke-46 tahun ini menyuguhkan budaya dan hasil alam kabupaten setempat mulai dari ulos, hasil pertanian dan ukiran tangan dipajang dan dijual di Pavilion tersebut.
Penyelenggara mendatangkan langsung pengukir kerajinan tangan dari Kabupaten Samosir. Sedangkan untuk produk pertanian ada Kacang Rondam, kacang khas tanah berjuluk Negeri Indah Kepingan Surga ada di Pavilion tersebut.
Donnaria Sinaga, salah seorang penjaga stand pada Minggu (19/3/2017) dengan cekatan menunjukkan hasil bumi Kabupaten Samosir mulai dari beras, bawang, kentang dan terakhir andaliman.
Sebagai kabupaten yang termasuk dalam program-program pemerintah menjadikan Danau Toba sebagai Monaco of Asia, Pemkab Samosir terus berbenah. Pemda setempat mengadakan event wisata untuk semakin mengenalkan Pulau Samosir tidak hanya di kancah nasional, namun lebih ke dunia Internasional.
Pada tahun ini, terdapat 10 event yang akan digelar di Samosir antara lain Festival di Pasir Putih Parbaba (25 Maret), kemudian Festival Godang Naposo (29-30 April) di Parbaba, Samosir Band Festival (12-13 Mei) di Pantai Pasir Putih dan Batak Fiesta (27-29 Juni) di Tuktuk Siadong.
Festival Horja Bius (7-8 Juni) di Tomok, Samosir Music International (12 Agustus) di Tuktuk Siadong, Samosir Lake Toba Ultra (22-23 September) di Pangururan-Sianjur-Harian, dan Samosir Jazz Seasons (28 Oktober) di Samosir, Sigale-gale Carnival (25 November) di Tuktuk Siadong dan terakhir Festival Sipinggan (28 Desember) di Sipinggan, Samosir.
Pengunjung yang ingin membeli ulos khas Samosir, panitia menyediakan ulos dengan kualitas terbaik yang ditenun langsung oleh penenun ulos. “Ada ulos yang pakai benang sutra dan benang katun,” katanya.
Di pavilun tersebut dipamerkan juga produk Usaha Kecil Menengah (UKM) yang merupakan perpaduan ulos seperti tas dan dompet. Penyelenggara juga menyedia proses pembuatan dengan alat tenun yang hampir menyerupai alat tenun pembuatan ulos.
Selain bisa melihat langsung proses penenunan khas Samosir, pengunjung juga disuguhkan video tentang keindahan Pulau Samosir. Pulau Samosir adalah kawasan yang menarik dan sangat perlu untuk dikunjungi. “Adat budaya dan keindahan alam Samosir sudah sejak dari dulu menjadi destinasi wisata dan perlu dikunjungi, “kata Donnaria. I

PRSU ke 46 Resmi Dibuka : Tiap Daerah Akan Punya Pavilion

Ditulis oleh Teks & Foto Andrey Saragih, istimewa on . Posted in Information

Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU), untuk kedepannya, akan membuka Pavilion tiap-tiap daerah sepanjang tahun guna memberikan kesempatan kepada daerah untuk menampilkan potensi dan ciri khas masing-masing daerah.
Gubernur Provinsi Sumatera Utara, Tengku Erry Nuradi, mengemukakan bahwa dengan semangat menjadikan PRSU sebagai miniatur Provinsi Sumut, maka Pavilion-Pavilion itu dibuka tidak cuma sekali dalam sebulan, tapi sepanjang hari dalam setahun.
“Jadi wisatawan lokal maupun internasional yang tidak sempat mengelilingi Provinsi Sumatera Utara bisa melihat ragam kebudayaan dan hasil daerah di PRSU,” kata Gubernur.
Pemprov Sumatera Utara, kata Erry, pada saat membuka PRSU ke-46 pada Jumat (17/3/2016), memberikan subsidi kepada 33 kabupaten/kota untuk membuka stan Pavilionnya sepanjang hari dalam setahun. “Pemprovsu sudah menyiapkan anggaran Rp25 juta per bulan per Pavilion kepada tiap-tiap Pemkab agar dapat membuka Pavilionnya sepanjang tahun. Jadi dengan begitu wisatawan bisa melihat produk-produk unggulan masing-masing daerah,” tuturnya.
Erry berharap PRSU kedepannya dapat mengenalkan Pemprovsu dan daerah-daerah di Sumut hingga tingkat internasional. “Kepada kabupaten/kota yang belum ada Pavilionnya saya harap segera membangun Pavilionnya agar niat kita menjadikan PRSU sebagai miniatur Sumut terealisasi, “kata Erry.
Sementara itu Bupati Humbang Hasundutan (Humbahas), Dosmar Banjarnahor, mengaku bangga setelah mendapat giliran menjadi tuan rumah PRSU kali ini. “Humbahas masuk dalam 10 destinasi pariwisata nasional dan tempat lahir pahlawan nasional Sisingamangaraja. Dan untuk pertama kalinya, Kabupaten Humbahas memiliki Pavilion permanen. Kami berharap ada PRSU kali ini dapat mengenalkan kabupaten kami hingga macanegara,” harap Dosmar.
Hadir dalam pembukaan itu Walikota Medan, Wakil Kepala Kepolisian Daerah Suamtera Utara (Wakapoldasu), Brigjen Pol Agus Andrianto. Anggota DPR RI, Ketua DPRD Sumut Perwakilan Delegasi Kerajaan Negeri Pulau Pinang, Malaysia, bupati dan walikota se Sumut.
Acara PRSU berlangsung meriah, dimulai sejak kedatangan Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Tengku Erry Nuradi dan Wakil Gubernur Sumut Brigjen Pol Nur Azizah Marpaung. Mereka disambut Tarian Panomunomuan pelajar SMP dan SMA Kabupaten Humbahas. Kedatangan keduanya diiringi tari-tarian hingga sampai ke pentas. 
Gubernur Provinsi Sumatera Utara mengatakan bahwa event tahunan PRSU akhirnya masuk dalam kalender nasional Kementerian Pariwisata sebagai event wisata internasional. 
“Kita patut bersyukur memiliki arena PRSU. Sebagai event tingkat provinsi yang berkelanjutan, PRSU akhirnya masuk ke dalam kalender nasional Kementerian Pariwisata sebagai salah satu destinasi wisata Internasional setelah Pesta Danau Toba dan Ramadhan Fair,” kata T Erry. I

Gedung Kuliah Bersama UINSU H. ANIF : Diresmikan Oleh Menag

Ditulis oleh Teks & Foto Andrey Saragih on . Posted in Information

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin meresmikan Gedung Kuliah bersama H. Anif Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU), pada Kamis (23/3). Gedung megah tiga lantai itu berada di Kampus I UINSU Jl. Sutomo Ujung Medan.
Hadir dalam acara peresmian itu antara lain Wakil Gubernur Sumatera Utara (Wagubsu), Nurhajizah, Wali Kota Medan, H.T Dzulmi Eldin, Kakanwil Kemenag Sumut Tohar Bayoangin, Rektor UINSU, Prof Saidurrahman, mewakili Pangdam I/BB, Kapoldasu, tokoh agama, masyarakat.
Menteri menegaskan bahwa pemerintah Indonesia menyampaikan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada H Anif atas kontribusinya membantu pengembangan dunia pendidikan, khususnya di Sumatera Utara. “ H.Anif telah membantu pembangunan gedung pelayanan di Asrama Haji Medan. Begitu banyak bantuan yang diberikan H. Anif, “ katanya.
Menurut menteri apa yang disumbangkan oleh H. Anif merupakan sesuatu yang memiliki makna, baik secara simbolik maupun hakiki. “Kalau saja semua kita bisa melakukan apa yang diperbuat orangtua kita ini, tentu sangat baik dan mempercepat pengembangan dunia pendidikan, khususnya pendidikan agama Islam,” kata menteri.
Lukman Hakim Saifuddin mengharapkan Gedung Kuliah Bersama H. Anif bisa digunakan seluruh mahasiswa UINSU. “Saya minta agar civitas UINSU menjaga dan merawat Gedung Kuliah Bersama H.Anif ini agar tetap baik. Kehadiran gedung ini akan membantu UINSU menghadapi lonjakan mahasiswa baru,” katanya.
Sebelumnya, Rektor UINSU, Prof Saidurrahmana mengatakan, pembangunan Gedung Kuliah Bersama H. Anif menghabiskan dana Rp7 miliar.”Seluruhnya ditanggung oleh H. Anif, tidak hanya itu, renovasi Masjid Ullul Albab UINSU yang menelan biaya ratusan juta juga atas bantuan dari H. Anif,” katanya
Keberadaan Gedung Kuliah Bersama H. Anif ini menambah kelancaran proses belajar mengajar di UINSU. Apalagi, setiap tahun jumlah mahasiswa terus bertambah.
Sementara itu H Anif mengatakan bahwa pembangunan Gedung Kuliah Bersama ini sebagai wujud rasa syukurnya dan keluarga kepada Allah. Sebab, dalam membangun pendidikan bukan saja tanggung jawab pemerintah, tetapi dituntut keikutsertaan seluruh komponen bangsa.
Ia mengajak semua pihak bergandeng tangan memajukan pendidikan Indonesia, khususnya Sumut.“Hanya dengan meningkatkan pendidikan bangsa ini akan mampu bersaing dengan negara-negara maju lain,” kata H.Anif. B

Festival Pesona Tambora 2017 : Di Dompu Ada yang Berbeda

Ditulis oleh Erwin Nurdin on . Posted in Information

Dahulu, sekitar 202 tahun yang lalu, persisnya 10 April 1815, Gunung Tambora di Nusa Tenggara Barat meletus dahsyat. Dunia pun dikejutkan letusan yang lebih dahsyat dari amukan Gunung Krakatau tahun 1883. Sekarang, kedahsyatan letusan itu diperingati. Untuk memperingati meletusnya gunung tersebut, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat akan menggelar festival bertajuk “Festival Pesona Tambora” pada 11-19 April 2017.
Festival ini sudah menjadi “Calender Event” setelah sukses di tahun 2016 dalam kemasan “Tambora Menyapa Dunia”. Gubernur Nusa Tenggara Barat TGH M. Zainul Majdi berharap event ini dapat bermanfaat bagi masyarakat dan wisatawan selama berkunjung ke Nusa Tenggara Barat. “Semoga kunjungan ke Nusa Tenggara Barat mendapat kesan positif untuk diceritakan kepada semua keluarga dan kerabat lainnya,” kata Gubernur Zainul Majdi.
Festival Pesona Tambora tahun ini dipusatkan di Kabupaten Dompu dan dipersiapkan ide-ide baru untuk memecahkan rekor baru dari event sebelumnya, seperti Festival Katente dan Ngondo Tembe. Tahun lalu target kunjungan dua juta wisatawan sudah tercapai, tahun ini empat juta orang dan Dompu ikut mensukseskan tercapainya target tersebut, salah satunya melalui Festival Pesona Tambora.
Lokasinya masih di Savana Gunung Tambora dan akan dilakukan dengan sesuatu hal yang berbeda dari yang terdahulu agar tetap dikenang dan dikenal orang. Di antaranya ada malam renungan dengan ustads ternama, event motor trail oleh KONI, kemah bhakti pramuka dilakukan oleh Kwarcab. Diakhir kegiatan akan dihadirkan Festival Katente dan Ngondo Tembe. B