Bupati Tapanuli Utara dan Menteri Pertanian : Panen Perdana IP2

Ditulis oleh Release Tapanuli Utara on . Posted in Information

Bupati Tapanuli Utara (Taput) Sumatera Utara, Nikson Nababan, melaksanakan Panen Perdana IP2 secara manual dan juga panen menggunakan mesin Combine Harvester serta pencanangan Gerakan Percepatan Luas Tambah Tanam.
Acara itu dilaksanakan bersama dengan Menteri Pertanian yang diwakili Staf Ahli Bidang Lingkungan Mukti Harjono, Ketua Tim Upsus Provinsi Sumut Ali Jamil Harahap, Ketua DPRD Taput Ottoniyer Simanjuntak, Ketua TP. PKK Taput Ny. Satika Nikson Nababan, Kapolres Diwakili, Dandim 0210 diwakili bertempat di Desa Hutatoruan I Kec. Tarutung pada Jumat (3/1/2017).
Nikson Nababan mengemukakan bahwa dengan dengan dimulainya Program IP2 di Desa Hutatoruan I ini akan semakin menumbuhkan semangat para petani di wilayah Taput, sehingga kemakmuran dan kesejahteraan akan hadir di tengah-tengah masyarakat.
Dia menyampaikan terima kasih kepada Menteri Pertanian yang telah memberikan perhatian terhadap pertanian di Taput termasuk atas pemberian bantuan alat-alat pengolah pertanian.
Pada tahun ini, katanya, selain program jaminan harga beberapa jenis tanaman horticultura dan pupuk subsidi bayar pasca panen, Pemkab Taput juga telah menargetkan perluasan lahan IP2 hingga 300 Ha. Pada tahun lalu Pemkab Taput telah membeli 5 unit traktor, sehingga jumlah menjadi 10 unit traktor, namun jumlah itu dirasa masih kurang untuk membuka lahan-lahan tidur yang ada di tiap kecamatan.
Staf Ahli Menteri Pertanian Bidang Lingkungan, Mukti Harjono, menyatakan bahwa potensi pertanian yang dimiliki Taput harus terus dikembangkan termasuk beberapa program yang telah dilaksanakan oleh bupati.
“Kementrian Pertanian akan mendukung seluruh kerja keras ini termasuk memberikan alat tanam, pompa, hand traktor untuk mendukung produksi pangan. Program IP2 ini bertujuan untuk meningkatkan penghasilan para petani, “katanya. I

Rangkaian Kegiatan Hari Jadi Langkat ke-267 : Berlangsung Meriah

Ditulis oleh Release Kab Langkat on . Posted in Information

Kegiatan karnaval kendaraan hias berkaitan dengan peringatan hari jadi ke-276 Kabuapten Langkat yang berlangsung di Jalan T. Proklamasi Stabat berlangsugn meriah.
Kegiatan karnaval yang berlangsung Selasa (17/1/2017) berjalan sukses dan berhasil menghibur masyarakat. Sebelumnya, Senin, (16/1), panitia hari jadi sudah melaksanakan kegiatan sunatan massal yang juga diikuti oleh 248 anak-anak se-Kabupaten Langkat.
Kegiatan karnaval kendaraan hias diikuti oleh sejumlah dinas, para pelajar dan masyarakat, kegiatan dilanjutkan dengan Sidang Paripurna Istimewa  di Gedung DPRD Langkat.
Resepsi hari jadi Kabupaten Langkat ke-267 ditandai dengan pemotongan nasi tumpeng oleh Gubernur Sumatera Utara  serta pameran stand pembangunan Langkat yang berlangsung di Alun-Alun T. Amir Hamzah.
Gubernur Sumatera Utara H. T. Erry Nuradi yang hadir dalam kegiatan itu mengatakan, hari jadi Langkat adalah momentum untuk merenung dan mengevaluasi sejauh mana perjalanan yang telah dilalui oleh Pemerintah Kabupaten Langkat selama ini, baik dari kekurangannya maupun kelebihanya.
“Dalam perjalananya, berbagai prestasi telah berhasil diukir Pemkab. Langkat, seperti penghargaan Adipura ataupun Anugerah Parahita Ekapraya yang baru saja diraih baru-baru ini” kata Erry.
Sementara itu, Bupati Langkat H. Ngogesa Sitepu menjelaskan bahwa tanggal 17 Januari 1750 adalah hari bersejarah bagi Kabupaten Langkat. “Pada tanggal tersebut,  Langkat secara resmi terbentuk menjadi sebuah Kabupaten yang sampai saat ini umurnya sudah 267 tahun, “katanya.
Ngogesa berharap Kabupaten Langkat akan terus unggul dalam segala sektor, terutama sektor kesejahteraan yang menjadi indikator Langkat yang maju, unggul dan mandiri.
Untuk itu, dia mengajak seluruh masyarakat di Langkat untuk bekerjasama sehingga kemajuan Langkat dapat terwujud dan terealisasi dengan baik.
Terkait rangkaian kegiatan menyambut hari jadi Langkat ke-267 tahun 2017, Bupati menjelaskan bahwa ini adalah hiburan yang ditujukan untuk masyarakat, akan tetapi, ada hikmah yang bisa diambil dari rangkaian kegiatan ini, yakni, kepedulian sosial dan semangat persatuan.
Selama pelaksanaan hari jadi Langkat, anggota DPR- RI Delia Pratiwi Br. Sitepu hadir bersama dengan Ketua DPRD Sumut Wagirin Arman. Disamping itu, Assisten Pemerintahan Setda Provinsi Sumatera Utara Jumsadi Damanik, seluruh unsur Forkopimda Langkat H. Sulistianto, Ketua TP. PKK Langkat Ny. Hj. Nuraida Ngogesa dan undangan lainnya juga turut hadir. I

HUT ke-267 Kabupaten Langkat : Panitia Adakan Sunat Massal

Ditulis oleh Release Kab Langkat on . Posted in Information

Panitia penyelenggara Hari Ulang Tahun Langkat ke-267 Kabupaten Langkat melaksanakan kegiatan Sunat Massal bertempat di Gedung Majelis Adat Budaya Melayu Indonesia.
Kegiatan yang diadakan pada Senin (16/1/2017) itu diikuti oleh 248 orang yang terdiri dari anak-anak dari 23 Kecamatan yang ada di Langkat.
Acara sunnat massal itu terselenggara atas kerjasama dengan Dinas Kesehatan Langkat, Rumah Sakit Umum Delia, Rumah Sakit Umum Bidadari, Rumah Sakit Umum Insani,  dan Bank Sumut yang bertindak sebagai  donator  mensupport dana kegiatan.
Bupati Langkat H. Ngogesa Sitepu yang hadir langsung bersama Ketua TP PKK Ny.Hj. Nuraida dalam kegiatan sunat massal menyatakan dukungannya atas penyelenggaraan kegiatan tersebut.
Menurutnya, kegiatan ini dapat mengurangi beban para orang tua yang kurang mampu  di Langkat yang akan menyunatkan anaknya sesuai dengan ajaran Agama Islam.
Sementara itu Ketua TP. PKK Langkat Ny. Hj. Nuraida Ngogesa menyambut baik kegiatan sunat massal yang dilakukan oleh Panitia HUT Kab. Langkat ke-2017.
“Anak-anak  merasa senang, orang tua merasa bersyukur dan masyarakat Langkat semakin terbiasa dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan positif seperti sunna massal ini, “katanta.
Nuraida berharap kegiatan sunat massal dapat menjadi agenda tahunan yang disosialisasikan kepada seluruh masyarakat setiap tahunnya dalam menyambut Hari Jadi Kabupaten Langkat. I

Menpar Arief Yahya : Launching Banyuwangi Festival 2017

Ditulis oleh Release Kemenpar.co.id on . Posted in Information

Menteri Pariwisata Arief Yahya bersama Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas me-launching  Banyuwangi Festival 2017 di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona Jakarta, kantor Kementerian Pariwisata Jumat (3/1/2017).
Banyuwangi Festival 2017 akan disemarakkan dengan 72 gelaran event besar yang menjadi ikon daerah dan event anyar yang akan menjadi magnet baru pariwisata Banyuwangi sepanjang tahun ini. 
Menpar Arief Yahya menyambut baik Banyuwangi Festival 2017. “Banyuwangi Festival (B-Fest) masuk dalam kalender event pariwisata nasional yang tahun ini menyiapkan lebih dari 100 kegiatan festival di berbagai daerah di Tanah Air untuk mendatangkan 15 juta wisman dan menggerakkan 265 juta wisnus.
Menpar Arief Yahya menjelaskan, B-Fest yang digelar sejak 2012 dan gencar dipromosikan di media digital menjadikan Banyuwangi sebagai destinasi yang paling populer di Tanah Air maupun mancanegara, sehingga tren kunjungan wisman dan wisnus ke daerah ini terus meningkat.
“Sampai November 2016 kunjungan wisman ke Banyuwangi mencapai 75.000, sekitar 30% di antaranya mengunjungi Gunung Ijen, sedangkan wisnus sebanyak 2,7 juta atau jauh melampaui target yang ditetapkan. Keberhasilan ini antara lain karena strategi menggunakan digital tourism,” kata Arief Yahya.
Bupati Banyuwangi Abudllah Azwar Anas mengatakan penyelenggaraan B-Fest tidak hanya untuk mempromosikan pariwisata, namun juga untuk memaksimalkan potensi daerah dan memberikan semangat ke masyarakat untuk bersama-sama membangun daerah serta sebagai wadah dalam menampung potensi kreativitas anak muda.
“B-Fest kami hadirkan tiap tahun ibarat rangkuman bagi segenap potensi Banyuwangi, mulai seni dan budaya, kekayaan alam, dan kreativitas rakyat. Termasuk event dan kreasi baru juga akan kami sajikan. Tahun ini bakal lebih kaya kandungan budaya dan potensi kreativitas masyarakat,” katanya. I

Dari Semen ke Papua

Ditulis oleh Toto TIS Suparto on . Posted in Information

Keinginan Presiden Joko Widodo terhitung sederhana, tetapi cukup rumit untuk diwujudkan. Kepala Negara ingin harga semen di Papua tidak berbeda jauh dengan Pulau Jawa. Jika di Jawa sekitar Rp 50.000 per zak, Presiden berharap di Papua bisa Rp 70.000.
Harapan Presiden yang disampaikan pada peringatan HUT ke- 44 PDI-Perjuangan di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Selasa (10/1/2017), merupakan pekerjaan rumah bagi pemerintah. Butuh kerja keras lintas sektoral.
Mengapa lintas sektoral? Jika dilihat kenyataan di lapangan, harga semen yang sangat mahal dipengaruhi banyak hal. Sekadar gambaran harga semen di Papua, Presiden memberi contoh di  Kabupaten Puncak Rp 800.000-Rp 2,5 juta per zak. Ketika Tim Majalah Bandara berkunjung ke Manggelum, Boven Digoel, pada akhir tahun lalu, harga semen mendekati Rp 1 juta per zak. Wajar jika mahal, mengingat untuk bisa ke daerah terisolir itu semen harus diangkut longboat (perahu kayu berbentuk panjang ) dari Tanah Merah. Butuh dua hari satu malam untuk mengirim semen tersebut.
Jadi pemicu semen mahal adalah persoalan transportasi. Solusi dari persoalan ini adalah kerja sama lintas sektoral yang mengabaikan ego masing-masing. Termasuk di sini adalah Kementerian Perhubungan, khususnya Ditjen Perhubungan Udara. Kontribusi utama dari Kemenhub berupa komitmen pembangunan bandara di daerah terpencil di Papua.
Pemerintah berupaya menurunkan harga distribusi barang. Salah satunya dengan membangun infrastruktur bandara di wilayah terisolir di Papua. Saat ini untuk membuka daerah terisolir di Papua  telah dibangun 34 bandara. “Ini sudah masuk ke dalam tatanan bandar udara,” kata Direktur Bandara Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Yudhi Sari Sitompul di Kemenhub, Jakarta, Selasa (10/1/2017).
Adapun 34 bandara di daerah isolasi itu ada di wilayah Mopah, Kamur, Kimam, Bomakia, Manggelum, Wamena, Kiwirok, Bilorai, Akimuga, Enarotali, Sarmi, Tanah Merah, Mulia, Oksibil, Moanamani, Mindiptanah, Kepi, Kokonao, Okaba, Illu, Ewer, Batom, Bade, Karubaga, Obano, Timika, Waghete, Nabire, Dekai, Rendani, Bintuni, Kaimana, Babo. Dari 34 bandara tersebut, sebanyak 10 bandara berada di perbatasan, yaitu Sentani, Mopah, Manggelum, Enarotali, Sarmi, Tanah Merah, Oksibil, Okaba, Karubaga, Kebar. Pembangunan tersebut berguna untuk pemerataan pembangunan dan mendongkrak pertumbuhan ekonomi.
Keberadaan bandara memang bukan mutlak menurunkan harga semen sampai angka ideal sebagai mana diharapkan oleh Presiden Joko Widodo. Tetapi setidaknya kehadiran bandara menjadi pintu gerbang para investor. Mereka inilah yang menggerakkan ekonomi daerah, sehingga infrastruktur pun pelan-pelan terpenuhi. Tanpa pergerakan ekonomi akan sulit untuk mempercepat pembangunan infrastruktur tersebut. Kenyataannya keduanya memang beriringan.
Kita berharap pembangunan bandara di Papua (baik di provinsi Papua maupun Papua Barat) menjadi pionir perekonomian. Suatu saat harga semen di sana bisa sama dengan di Pulau Jawa. Jika harga semen tidak lagi mahal, harga produk lain pun tidak mahal pula. (tis)