MUDIK

Ditulis oleh Teks Toto TIS Suparto, Foto istimewa on . Posted in Information

Hari Raya Idul Fitri atau Lebaran merupakan ajang menjalin silaturahmi dengan keluarga. Itu sebabnya mudik ke kampung halaman menjadi ritual para perantau setiap tahun. Transportasi udara merupakan salah satu pilihan. Lebaran ini ada fenomena menarik di transportasi udara, yakni pengguna jasa mulai geser dari penerbangan reguler ke penerbangan eksklusif. Dalam ranah penerbangan eksklusif ini pemudik premium sudah tidak berat merogoh saku untuk menyewa helikopter ataupun jet pribadi.
Adalah PT White Sky Aviation yang menyewakan helikopter Bell 429 untuk keperluan mudik. Ternyata, heli berkapasitas enam penumpang itu habis dipesan untuk rute Jakarta-Bandung pada tanggal keberangkatan 23-27 Juni. Bisa jadi tingginya peminat lantaran promo yang dilancarkan perusahaan itu. Diskon besar diberikan oleh White Sky. Ada tarif  promo Rp 14 juta per unit, belum termasuk biaya pendaratan dan pajak. Tarif promo ini jauh lebih rendah dibanding tarif normal sebesar Rp 41 juta. Diskon besar itu juga dalam rangka memperkenalkan moda helikopter sebagai alternatif.
Pilihan lain bisa di-klik di BliBli.com. Di sana ditawarkan sewa helikopter Bell 407 dengan tarif Rp 53 juta – Rp 159 juta per unit. Helikopter ini dapat mengangkut lima penumpang. Rentang harga itu tergantung lama sewa dan tujuan. Di situs itu tujuan bisa sampai Bali.
Atau, tak terbiasa naik helikopter? Pemudik juga bisa menyewa jet pribadi. Misalnya, pemilik kartu BNI World Emerald Debit difasilitasi untuk menggunakan jet pribadi tersebut. Dari Jakarta bisa menuju Yogyakarta, Cilacap, Solo, Surabaya, Pangkalan Bun, Denpasar, Lombok, Ujung Pandang, dan Singapura. Semua rute dilayani pesawat Phenom 300 yang berkapasitas enam kursi dan Hawker 900 XP yang berkapasitas delapan kursi. Tarifnya? Untuk tujuan Yogyakarta, Cilacap, dan Solo dengan jet Phenom 300 sebesar Rp 151,2 juta dan Hawker 900 XP Rp 189 juta. Sedangkan penerbangan ke Surabaya dan Pangkalan Bun dibanderol Rp 213,3 juta (Phenom 300) dan Rp 276,7 juta (Hawker 900 XP).
Itulah fenomena mudik. Atas dalih kenyamanan, berapa pun yang harus dikeluarkan dari saku, terkadang tidak lagi menjadi persoalan bagi pemudik premium. Apalagi jika di kampung halaman ada yang bertanya, “Mudik naik apa bro?”, lantas dijawab, “Pakai jet pribadi”, maka biaya mahal itu tertutup oleh kenikmatan sosial. Bagaimana pun mudik merupakan ajang menyatakan status kepada teman maupun saudara di kampung halaman.
Tidaklah heran jika makin hari kian bertambah pula pemudik yang menggunakan transportasi udara. Sebab, selain demi kecepatan dan kenyamanan, namun ada juga yang mengambil kesempatan untuk menyatakan status.  Data Kemenhub menunjukkan pemudik yang menggunakan pesawat pada Lebaran 2017 lalu diprediksi mencapai 5,5 juta orang. Jumlah ini melebihi angka 2016 yang tercatat 4,9 juta orang. Jadi prediksi kenaikan sekitar 9,75 persen dari tahun 2016. Jumlah penumpang itu  dihitung selama 16 hari yakni 7 hari sebelum Lebaran, 2 hari saat Lebaran, dan 7 hari setelah Lebaran. Selama 16 hari tersebut, sebanyak 532 pesawat dari 14 perusahaan maskapai melayani penumpang ke 35 bandara domestik dan 7 bandara internasional. Agar transportasi udara lancar, meski angka 5,5 juta penumpang, nyatanya disiapkan 5,75 juta seat. Ada over (kelebihan) atau spare seat yang tidak terpakai.
Kenaikan jumlah penumpang membuat traffic ikut bertambah. Tahun ini, berdasarkan hitungan AirNav Indonesia, kenaikan traffic 17 persen. Apa artinya? Saat ini, moda transportasi udara menjadi pilihan pemudik. Jumlah permintaan tiket pesawat semakin meningkat setiap tahunnya. Traffic di udara naik pertanda daya beli masyarakat meningkat.
Fenomena itu bisa dijadikan moment bagi penyelenggara bandara, maskapai maupun regulator untuk terus meningkatkan pelayanan. Tentu konsumen berharap, di tengah kenaikan daya beli masyarakat terhadap transportasi udara, kasus pesawat “nyaris bertabrakan” di runway tidak akan terjadi lagi. Konsumen berhak memperoleh keamanan dan kenyamanan. (tis)

UKM Center UNPAB : Gelar Expo Kewirausahaan

Ditulis oleh Teks & Foto Release UNPAB on . Posted in Information

UKM Center Universitas Pembangunan Panca Budi (UNPAB) Medan memperingati hari kebangkitan nasional (Harkitnas) dengan Tema:”Expo Kewirausahaan Mahasiswa Sumut 2017” di lapangan Mahabento UNPAB.
Dalam kegiatan yang digelar pada 17-20 Mei 2017 turut hadir Rektor I UNPAB, Bhakti Alamsyah,, Rektor III UNPAB Samrin, Direktur UKM Center Rahima Br. Purba, Kabid Pengawas Dinas Koperasi Prov Sumut M Haikal, para dekan, dosen dan mahasiswa UNPAB.
Rektor I UNPAB, Bhakti Alamsyah mengharapkan UKM memiliki Income Generating bagi UNPAB, dan panca budi akan mempelopori masyarakat halal. “Mudah-mudahan apa yang kami lakukan dapat sambutan baik dari masyarakat dan Universitas lain”.
Makanan halal merupakan makanan yang diperbolehkan oleh syariah Islam. Kehalalan makanan juga mempunyai keberkahan dan berdampak baik dalam kehidupan manusia. Sari-sari makanan yang dikonsumsi akan diedarkan ke seluruh tubuh melalui pembuluh darah.
Dalam kegiatan ini UKM Center UNPAB juga mengadakan Lomba Bazar bagi mahasiswa UNPAB yang bekerja sama dengan Kopertis Wilayah 1 Sumut yang nantinya akan merebutkan Piala Bergilir Lomba Bazar UKM Terbaik dari Kopertis wilayah I Sumut.
Keluar sebagai pemenang  Lomba Bazar terbaik adalah mahasiswa UNPAB Fakultas Ekonomi Akuntansi atas nama Dewi Trisnawati dengan judul program Usaha Kerajinan Krilik dan Manik-Manik. B

Pulau Maratua : Primadona di Ujung Luar Kalimantan

Ditulis oleh Teks Lily Handayani foto Istimewa on . Posted in Information

Senja di Maratua terasa indah. Suasana hening dan deburan ombak yang mulai meyapu seiring air laut yang pasang menawarkan sensasi yang berbeda bila dibandingkan dengan daerah lain.
Di balik ketenaran nama Kepulawan Derawan di Kalimantan Timur, masih ada Pulau Maratua yang tak kalah indah yang menyajikan hamparan laut birunya. Bahkan, pulau yang satu ini masih jarang dikunjungi, cocok bagi yang ingin berbulan madu atau sekadar menikmati keindahan laut tanpa ingar-bingar.
Maratua, salah satu pulau paling luar Indonesia yang begitu eksotis. Pulau yang terletak di Kalimantan Utara dan berbatasan langsung dengan Malaysia (Sabah) dan Filipina memiliki atol dan koral yang begitu indah dan masih alami. Para wisatawan yang mengunjunginya memberi julukan sebagai Paradise Island.
Pulau Maratua berada di Laut Sulawesi, terdapat di bagian selatan kota Tarakan, Kalimantan Utara. Untuk menuju ke tempat ini, Anda bisa melalui dari berbagai akses lokasi yaitu Balikpapan, Tarakan Dan Tanjung Redep kabupaten Berau.
Jika anda melalui akses dari Tanjung Redeb, Anda dapat menggunakan speed boat atau kapal penumpang menuju Pulau Maratua. Dengan speed boat akan membutuhkan waktu sekitar 3 jam menuju Pulau Maratua dari Tanjung Redeb.
Mengingat banyaknya wisatawan ingin mengunjungi Pulau Maratua, maka pada tahun 2015, di Pulau Maratua terdapat Bandara Maratua guan memudahkan akses transportasi. Sehingga Anda bisa langsung menuju Pulau Maratua dengan menggunakan pesawat dengan waktu yang lebih singkat ketimbang menggunakan speed boat.
Maratua terkenal sebagai tempat bertelur yang terbesar bagi penyu hijau. Ratusan penyu bertelur di pulau ini setiap tahunnya. Mungkin bisa dikatakan tempat ini merupakan ibukota bagi penyu hijau karena begitu banyak penyu hijau mengunjungi Pulau Maratua.
Jika Anda tidak bisa menjumpai penyu atau ikan berukuran besar, tidak perlu kecewa.
Karena dive spot di Pulau Maratua selalu terdapat berbagai binatang laut yang unik dan menarik. Beberapa di antaranya seperti ubur-ubur, kuda laut, gurita, lobster, cumi-cumi, barakuda dan bahkan hiu putih. B

Obyek Wisata di Banyuwangi : Keindahan Alam Banyuwangi Yang Eksotis

Ditulis oleh Teks Rizki Indriyanah & foto istimewa on . Posted in Information

Banyuwangi adalah salah satu kabupaten yang berada di Provinsi Jawa Timur, kabupaten terletak di ujung paling timur Pulau Jawa yang berbatasan dengan Selat Bali di timur. Karena lokasinya ini, Banyuwangi menjadi kota transit bagi wisatawan yang ingin menuju Bali melalui Pelabuhan Ketapang.
Banyuwangi memiliki potensi wisata yang sangat menarik dan menawan. Alam pegunungan dan pantai yang berkarakter,  membuat Banyuwangi menjadi salah satu destinasi favorit di Jawa Timur. Beberapa destinasi wisata Banyuwangi yang terkenal adalah Pantai Pulau Merah, Teluk Hijau Green Bay, Pantai Watu Dodol, dan Kawah Ijen yang sangat terkenal melalui sport tourism Tour de Ijen.
Kawah Ijen merupakan sebuah destinasi wisata dengan pemandangan alam yang menakjubkan dari ketinggian 2.368 meter di atas permukaan laut. Lalu, Pantai Pulau Merah yang merupakan primadona Banyuwangi yang terletak di Desa Sumber Agung, Kecamatan Pesanggaran.
Pantai ini memiliki keunikan tersendiri, yakni terdapat sebuah pulau yang terletak di bibir pantai. Wisatawan yang berkunjung ke Pantai Pulau Merah ini akan disuguhkan keindahan laut lepas dan pemandangan eksotis yang mengelilingi pantai tersebut.
Pantai pulau merah adalah salah satu primadona Banyuwangi. Yang membuat beda dari pantai ini adalah adanya sebuah pulau yang terletak di bibir pantai. Keberadaan pulau ini membuat pantai ini semkin eksotis dan menjadi asal mula nama Pulau Merah.
selain pemandangannya yang bagus, gulungan ombaknya yang lumayan besar juga menjadi daya tarik lainnya, tak heran jika banyak surfer pemula atau menengah berselancar di pantai ini.
karena itulah, pantai ini dijadikan tempat untuk menyelenggarakan event tahunan Internasional surfing competition yang diikuti oleh 20 surfer dari berbagai Negara.

Satu lagi yang tidak kalah mencuri perhatian mata yang sayang sekali untuk dilewatkan, yaitu pemandangan saat matahari terbenam atau sunset . warna orange dengan kebiruan yang sangat cantik terbenam diantara bukit akan memanjakan mata kita.
Objek wisata lainnya yang tidak kalah menariknya adalah Pantai Plengkung atau lebih dikenal dengan nama G-Land. Pantai Plengkung merupakan salah satu destinasi faforit wisatawan dari berbagai negara, terutama bagi mereka yang memiliki hobi berselancar. pantai ini disebut-sebut sebagai salah satu destinasi surfing terbaik di dunia karena gulungan ombaknya yang sangat besar.
Pantai Plengkung dijuluki “The Seven Giant Waves Wonder” oleh peselancar asing karena memiliki 7 gulungan ombak yang memiliki ketinggian hingga 6 meter. G-Land menjadi idaman dunia surfing internasional dan mempunyai ombak terbaik kedua di dunia setelah Hawaii.
Begitu pun dengan Teluk Hijau yang tidak kalah indahnya dari Pantai Pulau Merah. Teluk ini pun merupakan destinasi wisata favorit yang banyak dikunjungi wisatawan saat bertandang ke Banyuwangi. Hutannya yang masih asri dan pantainya yang masih bersih, membuat suasana di pantai ini sangat menyegarkan.
Pantai teluk hijau atau nama kerennya green bay merupakan destinasi favorit di Banyuwangi. Keindahan alamnya sudah tidak diragukan lagi, hutannya yang masih asri dan pantainya yang masih bersih membuat suasana menyegarkan.
Tak heran jika masih ada hewan hewan yang berkeliaran di sekitar pantai meskipun banyak pengunjung yang berkunjung di teluk hijau. Salah satunya adalah monyet, pengunjung diharapkan berhati hati dengan hewan yang satu ini karena hewan ini bisa mencuri barang barang anda.
Berwisata ke Banyuwangi akan memberikan kesan yang tidak akan terlupakan. Alamnya yang indah, laut birunya yang menawan, membuat siapapun yang berkunjung ke Banyuwangi akan kagum dengan keindahannya. B

Karpet First Class : Raih Penghargaan Rekor Otomotif Indonesia

Ditulis oleh Teks & foto Rizki Indriyanah on . Posted in Information

Karpet PVC coil merek First Class yang baru saja resmi diluncurkan pada bulan Mei 2017 langsung mendapat respon positif yang luar biasa dari berbagai kalangan konsumen karena standart kualitas tinggi yang diterapkan pada bahan karpet First Class.
Christopher Sebastian, CEO Makko Group, sebagai sole distributor First Class di Indonesia optimistis bahwa karpet PVC coil First Class tipe Signature yang dibuat dengan design custom fit ini akan dengan cepat merebut hati konsumen di Indonesia untuk menggantikan karpet konvensional terutama yang selama ini digunakan oleh para pemilik mobil.
Hal itu, katanya, dibuktikan dengan diberikannya penghargaan oleh Rekor Otomotif Indonesia (ROI) melalui Tommy Gunawan, selaku founder ROI kepada First Class sebagai “Karpet PVC dengan Ukuran Coil Paling Tebal dan Paling Kuat” di Jakarta  pada 30/5/2017.
Menurut dia, tentu prestasi ini sangat membanggakan tidak hanya bagi brand First Class saja, tetapi juga untuk Makko Group selaku sole distributor First Class di Indonesia. “Prestasi yang diraih First Class juga sangat membanggakan bagi kami, Makko Group sebagai sole distributor First Class di Indonesia,” katanya.
Karpet First Class terbuat dari bahan PVC murni bukan dari proses daur ulang sehingga tidak berbau  serta mempunyai berbagai kelebihan lainnya antara lain  Nano Care Technology yang berfungsi mencegah timbulnya bakteri/kuman berbahaya dalam karpet.
Selain itu, Royal Clean Technology untuk menyerap kotoran, debu dan air masuk ke dalam karpet sehingga tetap bersih dan sehat, sedangkan Biosafe yaitu bahan kimia yang tidak mudah menguap sehingga mengurangi timbulnya kabut pada kaca dan terhindar dari gangguan kesehatan karena menghirup zat berbahaya.
Selain itu, kata Christopher Sebastian,  karpet First Class juga dilapisi bahan perlindungan yang dapat memantulkan sinar UV sehingga dalam pemakaian sehari-hari warna tidak mudah pudar dan retak. B