Kereta

Ditulis oleh Foto Istimewa on . Posted in Information

Kereta Api Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) yang dibangun oleh PT Railink mulai beroperasi pada awal tahun 2018. Ikhwal operasional kereta itu dikemukakan oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. Kemudian operasionalnya diserahkan kepada KAI.
PT Railink selaku operator kereta Bandara Soetta telah menyiapkan 10 trainset kereta Bandara Soekarno-Hatta dengan kapasitas 33.000 penumpang setiap harinya. Jadwal pengoperasian kereta akan tiba setiap 30 menit sekali, mulai dari pukul 3 dini hari hingga jam 23 malam.
Operasional kereta itu menegaskan konektivitas transportasi melibatkan berbagai moda. Untuk moda udara, misalnya, kenyamanannya tak lepas dari dukungan moda darat. Jika menuju bandara sudah dipusingkan urusan macet, maka rasa nyaman menggunakan transportasi udara juga ikut berkurang. Nyaman, dalam hal ini, adalah bagaimana penumpang tidak terlalu lama menunggu di terminal. Faktanya banyak penumpang lama di terminal karena jarak tempuh ke bandara sulit diprediksikan. Akhirnya penumpang memilih untuk pergi lebih awal ketimbang ketinggalan pesawat lantaran macet. Sisa waktu menunggu boarding dihabiskan di terminal.
Kereta Bandara Soetta membuat
masyarakat Jakarta dan kota penyangganya merasakan cepat, mudah, aman, dan nyaman mencapai Bandara Soekarno-Hatta (Soetta). Selama ini, akses ke Bandara Soetta hanya terjangkau dengan bus, taksi, dan mobil pribadi yang berarti harus melalui ruas jalan dan lalu lintas yang padat, belum lagi di jam-jam sibuk. Akibatnya, waktu perjalanan pun banyak yang tersita hanya untuk menuju dari dan ke bandara. Adanya kereta bisa diperkirakan kapan penumpang berangkat ke bandara karena waktu tempuh ke bandara nantinya bisa dicapai hanya sekitar 40 hingga 50 menit dari Stasiun Sudirman Baru.
Kenyamanan berkereta juga diprioritaskan walau harus membayar lebih mahal. Kereta bandara dirakit PT INKA, dengan mesin produksi Bombardier Swedia. Satu trainset terdiri dari 6 kereta yang mampu mengangkut 272 penumpang. Interior keretanya sendiri seperti di dalam pesawat, kemiringan kursi dan sandaran tangan dapat diatur oleh penumpang, jarak antarbangku juga cukup lebar sekitar 50 cm.
Kereta juga dilengkapi pendingin udara, pengisi daya ponsel (charging port), toilet terpisah antara pria dan wanita. Di tiap kereta juga dilengkapi bagasi khusus untuk menempatkan barang bawaan penumpang serta 4 layar TV LED untuk hiburan dan juga memberikan informasi posisi kereta.
Tampaknya terobosan di Bandara Soetta itu sudah saatnya dilakukan di bandara lain, terutama bandara sibuk. Kabarnya kereta Bandara Internasional Minangkabau di Padang juga bakal beroperasi. Begitupun Bandara Adisoemarmo di Solo juga bakal terhubung dengan kereta. Rasanya lebih afdol jika Bandara Juanda di Surabaya juga bisa terhubung dengan kereta.
Senyampang sedang tahap awal pembangunan, selayaknya bandara baru di Kulon Progo Yogyakarta juga dirancang pakai kereta. Lokasi bandara sekitar 30 km dari pusat kota Jogja sepantasnya dilayani dengan kereta karena waktu tempuh terprediksikan tanpa gangguan macet.
Mudah-mudahan kereta Bandara Soetta ini akan menjadi inspirasi bagi bandara lain. Kenyamanan penumpang tidak saja di terminal, tetapi juga nyaman saat menuju bandara itu sendiri. (*/B)

Launching SAS10K 2018: Promosikan Keindahan Pariwisata Kab. Solok

Ditulis oleh Teks dan Foto Erwin Nurdin on . Posted in Information

Event Sulit Air Solok 10 K (SAS 10K) adalah salah satu event yang telah berhasil diselenggarakan oleh Majalah Bandara. Jalan santai sejauh 10 kilometer di Sulit Air, Solok, Sumatera Barat menjadi kegiatan utama dari event ini. Bukan hanya itu, pariwisata Solok pun ikut terangkat dengan adanya SAS 10K.
Dengan niat mengulang sukses SAS10K 2017, Majalah Bandara dengan pemerintah kota Solok yang diwakili oleh Bupati Kabupaten Solok Gusmal pada 14 November lalu menghadiri  launching SAS10K 2018 di Hotel Borobudur. Event ini diselenggarakan kembali dengan harapan akan semakin memajukan pariwisata di daerah Solok, Sumatera Barat. B

Angkasa Pura I : Danang S. Baskoro Tutup Usia

Ditulis oleh Teks dan Foto Rizki Indriyanah on . Posted in Information

Kabar duka datang dari jajaran manajemen PT Angkasa Pura I. Direktur Utama PT Angkasa Pura I Danang S. Baskoro meninggal dunia pada Sabtu, 18 November 2017 pukul 12.25 pada usia yang ke-56 tahun di RS Pondok Gede, Jakarta.
Jenazah almarhum dimakamkan di Bantul, Yogyakarta, pada Minggu, 19 November 2017 pukul 11.00, setelah sebelumnya disemayamkan di rumah duka di Sunter, Jakarta Utara pada Sabtu 18 November 2017. Upacara pemakaman ini juga dihadiri oleh Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengkubuwono X dan Walikota Yogyakarta Haryadi Suyuti.
“Mewakili Direksi dan Komisaris PT Angkasa Pura I (Persero), kami mengucapkan turut berduka cita atas meninggalnya Direktur Utama PT Angkasa Pura I (Persero) Bapak Danang S. Baskoro. Semoga amal ibadah beliau diterima oleh Tuhan Yang Maha Esa,” ujar Corporate Secretary PT Angkasa Pura I (Persero) Israwadi.
Selama menjabat sebagai Direktur Utama PT Angkasa Pura I, almarhum Danang S. Baskoro, pria kelahiran Semarang, 05 Oktober 1961 ini berhasil membawa beberapa bandara di bawah Angkasa Pura I meraih penghargaan tingkat dunia, salah satunya adalah Bandara I Gusti Ngurah Rai di Bali yang berhasil menduduki peringkat I pada kategori bandara dengan jumlah 15-25 juta penumpang per tahun berdasarkan survei kepuasan penumpang pesawat udara Air Service Quality (ASQ) triwulan III 2017 yang dilakukan oleh Airports Council International (ACI).
Sebelumnya pada 2016, Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali meraih predikat sebagai “The 3rd World Best Airport 2016” untuk kategori bandara dengan 15-25 juta penumpang per tahun dan Bandara Sultan Hasanuddin Makassar menjadi “The Most Improved Airport in Asia-Pacific 2016” dalam ajang ASQ Awards 2016. Begitu juga Bandara Internasional Juanda Surabaya yang dinobatkan sebagai bandara paling tepat waktu di dunia tahun 2016 berdasarkan riset lembaga analis perjalanan udara asal Inggris, OAG. Beberapa capaian internasional ini dicapai Angkasa Pura I berkat upaya dan kepemimpinan Almarhum Danang. S. Baskoro.
Sebagai Direktur Utama PT Angkasa Pura I, Almarhum Danang S. Baskoro mengemban tugas yang cukup berat yaitu membangun dan mengembangkan sembilan bandara sekaligus. Proyek pembangunan bandara terbesar adalah Bandara Internasional Baru Yogyakarta di Kulon Progo yang ditargetkan dapat mulai beroperasi pada awal 2019. Disusul pengembangan Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang yang ditargetkan selesai pada Maret 2018. “Kami berterima kasih atas legacy yang ditinggalkan oleh Bapak Danang S. Baskoro dan akan melanjutkan upaya yang telah beliau mulai untuk membangun bandara baru dan mengembangkan banyak bandara di Indonesia,” ujar Israwadi. B

PPU Torehkan Prestasi Lewat Sepakbola

Ditulis oleh Teks dan foto dok PPU on . Posted in Information

Tim sepakbola Penajam Utama FC Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mulai diperhitungkan dikanca persepakbola nasional. Hal ini terbukti dengan menyabet gelar juara di Piala Soeratin 2017 di tingkat nasional saat mewakili Kaltim.
Penajam Utama FC yang merupakan tim kesebelasan PPU ini telah mampu membuktikan keberadaannya sebagai tim yang diperhitungkan. Keberhasilan tim tidak terlepas dari dukungan dan motivasi seluruh masyarakat dan Pemkab PPU.
Dukungan Pemkab PPU untuk sepakbola tidak diragukan lagi. Terbukti, dengan dibangunnya stadion Panglima Sentik sebagai icon Kabupaten PPU untuk arena olahraga khususnya sepakbola. Bupati PPU, Yusran Aspar mengungkapkan rasa syukur dan bangga karena PPU banyak tersimpan generasi mudah yang berprestasi khususnya dalam dunia olahraga sepakbola yang dapat mengharumkan nama daerah. Menurutnya, generasi tersebut harus dibina oleh orang-orang professional sehingga menjadikan dan menciptakan pemain-pemain yang memiliki kualitas.
“Kami melihat permainan anak-anak kita yang tergabung dalam tim Penajam Utama pada Piala Soeratin U-17 2017 tingkat nasional ini sangat luar biasa dan patut diapresiasi. Mereka ini harus terus di dukung dan terus di bina oleh pelatih yang professional agar menjadi pemain yang handal dan memiliki nurani serta skill yang baik untuk bisa menjadi yang terbaik dan siap mengharumkam nama daerah,” kata Bupati Yusran.
Saat ini Penajam Utama  FC telah menghidupkan kembali persepakbolaan di PPU. Klub yang di Menejeri oleh Alimuddin yang juga Kepala Bapelitbang PPU  tersebut meretas langkah di Liga tingkat nasional mewakili Kaltim  pada piala Soeratin U-17 tahun 2017.
Yusran berharap, di masa depan, melalui kecintaan masyarakat PPU terhadap sepakbola,  diyakini akan berdampak baik pada persepakbolaan di PPU. Bukan tidak mungkin juga Tim  kebanggaan masyarakat PPU dalam hal ini Penajam Utama FC dapat menarik investor atau sponsor untuk mendukung pendanaan bagi kemajuan tim.
“Sepakbola adalah harapan besar seluruh warga masyarakat  daerah ini, untuk setidaknya mengenalkan kabupaten PPU     dan membuktikan bahwa PPU ada di peta sepakbola nasional,” tandasnya. B


Pioneering Tertinggi PPU : Wujud Cinta Tanah Air

Ditulis oleh Teks dan foto dok PPU on . Posted in Information

Sebagia wujud cinta tanah air dan bangsa, Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) membangun pioneering bangunan tiang bendera tertinggi yang diklaim teringgi di dunia. Pioneering tersebut berhasil mengibarkan bendera merah putih berukuran 1.000 meter persegi pada momentum peringatan Hari Sumpah Pemuda yang berlangsung di Pantai Corong, Kelurahan Tanjung Tengah, Kecamatan Penajam, Kabupaten PPU, pada Sabtu (28/10/2017).
Peresmian tower bendera dilakukan pada pukul 00.00 dilakukan oleh Kapolda Kalimantan Timur bersama jajaran Pemrov Provinsi Kaltim dan jajaran Pemkab Kabupaten PPU. Tower yang dibangun sangat istimewa karena menggunakan bahan-bahan lokal seperti, pohon kelapa, pohon nibung, bambu, tali dan kayu pemudar. Tower yang dibangun mencapai ketinggian 110 meter.
Inisiator kibar bendera, Supriadi menjelaskan, sebelumnya empat tahun lalu di Pantai Lamaru, Balikpapan, Kaltim telah menciptakan rekor tiang bendera setinggi 64 meter. Keberadaan tiang tertinggi tersebut mengalahkan rekor Malaysia. “Terwujudnya menara tersebut sebagai bentuk komitmen daerah Kaltim telah membuktikan kepada bangsa Indonesia, hanya bambu yang diuntai dan diikat menjadi arti kebangsaan,” ujarnya disela-sela acara.
Tower yang dibangun terdiri dari 2.500 batang bambu, 350 batang pohon nibung dan 120 batang pohon kelapa yang tertanam di kedalaman empat meter di dalam tanah. Untuk mengikat tower disediakan 2,5 ton tali berdiameter masing-masing delapan millimeter, 10 milimeter dan 12 milimeter sehingga terbentuklah sebuah bangunan tower pioneering.
 “Ini menjadi catatan sejarah bahwa sebelumnya di Kabupaten Situbondo Jawa Timur oleh 1.000 penyelam (top diving) Indonesia mengangkat bendera merah putih serupa dari dalam laut dan mengibarkannya, kini rekor tersebut telah bergeser di Bumi Benuo Taka PPU Kaltim,” ujar Supriadi. B