Rury : Membangun Kepercayaan, Untuk Meraih Loyalitas Tamu

Ditulis oleh Teks dan Foto Release Ibis Pasteur Bandung on . Posted in Information

Rury, pria kelahiran Pandeglang, Banten, 19 tahun sudah ia melanglang buana di dunia perhotelan, tepatnya adalah sejak tahun 1999 sebagai Concierge. Tekad dan kegigihannya dalam mempelajari hal-hal baru terus ia lakukan, hingga mengikuti berbagai pelatihan untuk menjadi pribadi yang profesional dan berpengalaman.
Selain itu, pria yang pernah mengenyam pendidikan di Sekolah Tinggi Akuntansi Negara ini juga sangat menguasai bidang front office, finance & accounting. Di samping itu, tahun 2006  lalu Rury pun mengambil kesempatan untuk bergabung dengan team sales & marketing. “Kesempatan untuk bertemu dengan berbagai macam karakter individu membuat saya lebih tertarik dengan bidang ini. Mencoba memahami apa yang mereka butuhkan dengan melakukan pendekatan personal, membangun kepercayaan dan hubungan yang kuat dengan mereka, sehingga menjalani bisnis ini pun menjadi semakin mudah dan saling menguntungkan bagi kedua belah pihak,” katanya.
Karena kegigihan dan kerja kerasnya dalam menekuni bidang perhotelan, tahun 2015 Rury mendapatkan sebuah kepercayaan untuk mengelola salah satu hotel bintang tiga yang berada di bawah naungan Accor Group, yaitu Hotel Ibis Pasteur yang terletak di Jalan Dr. Djunjunan N0. 22, Bandung. Berbagai kesempatan mempelajari hal-hal baru dan pelatihan-pelatihan di bidang manajemen pun ia ikuti, salah satunya adalah melalui program yang diselenggarakan oleh Accor untuk mencetak leader-leader baru sebagai program regenerasi yang berkesinambungan. Bersama Hotel Ibis Pasteur pengalamannya sebagai General Manager berawal.
 “Di hotel ini saya mendapatkan kepercayaan untuk mengemban tugas sebagai General Manager. Tidak hanya dengan tamu, tapi dengan team pun saya menerapkan open management. Saya ingin para tamu mendapatkan pengalaman yang unik saat menginap di Ibis Pasteur, merasa seperti di rumah sendiri. Begitu pun dengan team, saya ingin mereka merasakan ini adalah rumah kedua bagi mereka,” tutupnya. B

El Café Lounge : Lounge Pertama di Bandara Umbu Mehang Kunda

Ditulis oleh Teks Erwin Nurdin dan Foto dok istimewa on . Posted in Information

Bandara Umbu Mehang Kunda pintu gerbang utama ke Waingapu, ibukota Kabupaten Sumba Timur, kini bisa sejajar dan berbangga dengan bandara kelas dunia sejenis di daerah lain.
Kehadiran lounge El Café di terminal keberangkatan bandara tersebut memberi warna lain dalam memberikan pelayanan dan kenyamanan kepada penumpang yang akan berpergian dari bandara di Bagian Timur Sumba tersebut.
“ Konsep utama kami memberikan pelayanan dan kenyamanan kepada tamu” ujar Deny Sinatra, pemilik El Café Lounge.
Berdiri sejak 20 September 2017, atau sekitar empat bulan lalu, El Café  merupakan lounge pertama yang ada di bandara tersebut.
Makanan yang disajikan, lanjut Deny Sinatra, jajanan dan menu nusantara.
Selain mengelola El Café, Deny Sinatra dikenal sebagai pemilik café dan resto di pusat kota Waingapu.
Bagi tamu yang merokok, El Café menyediakan tempat khusus sehingga kebutuhan bisa terpenuhi.
El Café juga sangat  memperhatikan aspek kebersihan dan kenyamanan. B

Menpar Arief Yahya : Lantik Pejabat Eselon I hingga IV

Ditulis oleh Release Kemenpar on . Posted in Information

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya melantik pejabat Eselon I, II, III, dan IV di lingkungan Kementerian Pariwisata (Kemenpar). Pelantikan pejabat yang akan menempati posisi baru dalam program restrukturisasi organsisasi Kemenpar itu berlangsung di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona Kementerian Pariwisata, Jakarta, pada hari Kamis, 04 Januari 2018.
Menpar Arief Yahya mengatakan, para pejabat yang dilantik ini akan menempati posisi dalam struktur organisasi baru Kemenpar yang dibentuk dalam rangka memenuhi tuntutan strategis mencapai visi mendatangkan 20 juta wisatawan mancanegara (wisman) di tahun 2019. “Saya sudah mencermati struktur organisasi yang selama ini kita gunakan dan saya berkesimpulan bahwa dengan struktur organisasi tersebut mustahil kita bisa mewujudkan visi 2019,” kata Arief Yahya.
Menpar juga menjelaskan, bahwa struktur organisasi lama masih dominan menggunakan dimensi fungsi (functional structure), sedangkan dalam organisasi baru menggunakan dimensi customer sebagai primary dimension. “Pada hakekatnya Kemenpar adalah kementerian pemasaran yang bertugas memasarkan  produk destinasi wisata untuk mendatangkan 20 juta wisman, bukan sekedar menjalankan aktivitas rutin kepemerintahan,” lanjutnya.
Menurut Arief,  Kemenpar itu tak beda jauh dengan perusahaan, yaitu punya target tahunan dan punya omset, yakni jumlah devisa wisman yang dihasilkan tiap tahun.  Bedanya, kalau di perusahaan, omset (profit) itu masuk ke kantong pemegang saham, sedangkan  di Kemenpar omset itu dikembalikan ke masyarakat demi kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia.
Melalui restrukturisasi organisasi, Menpar juga berharap agar Kemenpar menjadi lebih fokus pada pelanggan atau wisatawan dan  diharapkan akan lebih sensitif dalam memahami kebutuhan wisatawan juga lebih adaptif menciptakan produk-produk wisata untuk memenuhi kebutuhan mereka (wisatawan). “Karena pada hakekatnya bisnis pariwisata adalah bisnis pengalaman (experience), maka dengan struktur organisasi baru ini kita harus mampu menciptakan extraordinary experience kepada wisatawan,” jelas Menpar.
Arief Yahya juga menambahkan, bahwa struktur baru organisasi Kemenpar kini cukup compact terdiri dari empat deputi, yaitu Deputi Pengembangan Pemasaran (Zona I dan II), Deputi Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata, Deputi Bidang Industri dan Kelembagaan Pariwisata yang semuanya akan  lebih fokus kepada wisatawan. Untuk struktur Deputi Pengembangan Pemasaran disusun dengan menempatkan dimensi area sebagai primary dimension (area-based structure) mewakili originasi wisatawan atau customer yang terbagi dalam dua kelompok besar area yaitu: Zona I (Indonesia, ASEAN, Australia, Oceania) dan Zona II (Asia, Afrika, Amerika, Eropa).
Sementara struktur Deputi Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata juga  menempatkan area sebagai primary dimension dengan menempatkan tiga area kerja yaitu: Regional I (wilayah Barat), Regional II (wilayah Tengah), dan Regional III (wilayah Timur). “Di samping mengembangkan destinasi wisata di tiga regional tersebut, deputi ini juga bertanggung jawab mengembangkan investasi pariwisata dan mengembangkan infrastruktur/ekosistem kepariwisataan,” kata Arief Yahya.
Di samping itu, Menpar juga mengingatkan bahwa untuk mewujudkan visi mendatangkan 20 juta wisman di tahun 2019 diperlukan tim kerja yang solid. “Untuk ini para pejabat yang baru dilantik merupakan tim yang bekerja dalam satu kesatuan dalam rangka mencapai target  dan  indikator  kinerja utama yang jelas dan terukur secara kuantitatif maupun kualitatif,” ujarnya. B

Moh Iksan Tatang

Ditulis oleh Teks Rizki Indriyanah, Foto dok Ikhsan Tatang on . Posted in Information

Moh Iksan Tatang  atau yang dikenal dengan panggilan Pak MIT, setelah selesai bertugas sebagai PNS di lingkungan Kementerian Perhubungan pada tahun 2012 yang lalu, dengan jabatan terakhirnya sebagai Sekretaris Jenderal  yang diemban selama tiga tahun tiga bulan, namun Pak MIT masih mendapatkan penugasan sebagai Komisaris Utama PT Angkasa Pura II ( Persero ), yang diembannya sampai Oktober 2014.
Sedangkan Pak MIT sudah mulai bertugas di lingkungan Kementerian Perhubungan sejak Oktober 1977 dan sudah banyak mengalami penugasan, baik di pusat maupun di daerah, khususnya di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara.
Sebelum menjabat sebagai Sekretaris Jenderal, beberapa jabatan juga pernah disandang oleh Pak MIT, di antaranya adalah sebagai Inspektur Jenderal, Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Direktur Bandar Udara, Kepala Direktorat Keselamatan Penerbangan, Kepala Bandara Hang Nadim, Batam, Kepala Bidang Perhubungan Udara Kanwil Perhubungan Provinsi Bali, Kepala Bandara Tabing Padang, Kepala Bidang Teknik Bandara Kanwil IV Perhubungan Udara, Makassar, Kepala Seksi Konstruksi Dit Pelabuhan Udara - DJU, Kepala Seksi Landasan Kanwil V Perhubungan Udara Jayapura.
Meskipun Pak MIT sudah selesai bertugas, namun sosoknya tidak serta merta berhenti bertugas. Rekan dan para koleganya memberikan kepercayaan pada dirinya untuk menjabat sebagai Ketua IABI, yang merupakan asosiasi ekspert atau ahli kebandarudaraan periode 2016 – 2019. Di masa kepengurusannya, selain melakukan pembenahan internal organisasi, IABI juga banyak melakukan kegiatan, seperti pelaksanaan FGD (Focus Group Discussion). Tidak hanya itu saja, Pak MIT juga aktif memberikan pelatihan-pelatihan dasar kebandarudaraan bagi para engineer atau staff yang bekerja di Konsultan, Kontraktor, Pengelola Proyek Bandara, dan lain sebagainya. Saat ini, IABI juga sedang fokus membentuk LSP Kebandarudaraan dengan dukungan dan bimbingan dari BNSP.
Kegiatan Pak MIT tidak hanya IABI saja. Sejak Oktober 2016, Pak MIT mendapatkan amanah dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk mengemban tugas sebagai Dewan Komisaris di PT BIJB, selaku BUMD Provinsi Jawa Barat yang sedang membangun Bandar Udara di Kertajati, Majalengka, serta kawasan aerocity di daerah tersebut. Sesuai dengan rencana, dimana bandara ini akan beroperasi pada semerter II tahun 2018, baik penerbangan domestic maupun internasional.
Walaupun sudah berbagai jabatan sentral diemban oleh Pak MIT, ternyata masih ada satu obsesi yang sudah lama dicita-citakan oleh sosok Pak MIT, yaitu ingin mendirikan sekolah atau lembaga pelatihan yang khusus mendidik dan melatih petugas keamanan bandara (aviation security), termasuk pelatihan untuk petugas teknisi peralatan security bandara.
Cita-cita lamanya tersebut kini sudah terwujud dengan terbentuknya PT SSTDA (Safety Security Training Development Agency), yang berbasis IT (Program CBT) dan telah mendapatkan Izin  dan Rekomendasi serta Persetujuan dari Direktur Jenderal Perhubungan Udara pada tanggal 30 Nopember 2017. Dengan adanya PT SSTDA ini diharapkan dapat membantu terselenggaranya secara baik Prosedur Pengamanan Penerbangan di Bandar Udara sesuai ketentuan yang berlaku.
Inilah Sosok Moh Iksan Tatang alias Pak MIT, yang sudah memasuki usia 66 tahun namun masih tetap energik dan terus berkiprah di dunia yang sudah digelutinya sejak tahun 1977. B