Adelaide Surga Anggur di Australia

Ditulis oleh Teks Puti Nadhira & Foto Istimewa on . Posted in Destination

Waktu libur telah tiba! Masih bingung mau liburan kemana? Adelaide bisa menjadi pilihan destinasi selanjutnya untuk Anda.
Adelaide adalah ibu kota dan kota terbesar di negara bagian Australia Selatan, Australia. Kota pesisir ini memiliki penduduk dengan jumlah sekitar 1.500.000 jiwa.
Ketika berada di Adelaide, Anda dapat menikmati kuliner yang luar biasa, pameran seni dan acara kelas dunia. Anda juga dapat berbelanja lalu bersantai di bar yang ramai dan minum anggur khas Adelaide. Apa bedanya minuman anggur di Indonesia dengan Adelaide?
 Jangan salah, Adelaide dikenal sebagai ibukota anggur dunia. Tidak peduli musim apa liburannya, berada di Adelaide memungkinkan Anda  untuk mencicipi yang terbaik di Australia.
Jika Anda penasaran untuk datang langsung ke kebun anggurnya, Anda bisa mengunjungi Adelaide Hills. Perbukitan ini bukan hanya bagus untuk selfie dengan latar kota Adelaide, tetapi tempat tersebut merupakan penghasil sebagian besar makanan kota dan distrik perkebunan anggur utama dengan sekitar 50 tempat untuk mencicipi anggur.
Selain itu, tidak lengkap jika tidak melihat binatang khas Australia ketika berada di Adelaide. Anda bisa melihat berbagai satwa liar di Kebun Binatang Adelaide, hanya 10 menit berjalan kaki dari pusat kota, rumah bagi lebih dari 1800 binatang, termasuk kanguru, koala dan spesies asli lainnya.
Jadi tunggu apa lagi? Kunjungi Adelaide secepatnya! B

Raja Ampat Surga Tersembunyi

Ditulis oleh Teks dan Foto Vianty Manullang on . Posted in Destination

Secara umum Raja Ampat adalah kepulauan yang terdiri dari banyak sekali pulau karang dan tersebar luas di seluruh wilayahnya. Kepulauan yang berada di ujung barat laut Papua ini memang sudah dikenal luas sebagai kawasan penuh tantangan bagi para penggila petualang. Sedangkan bagi para penyelam dalam dan luar Indonesia, Raja Ampat dianggap sebagai surga yang tidak dapat diungkapkan kata-kata.
Raja Ampat punya banyak diving sport yang digilai para diver dunia. Tidak hanya kekayaan alam bawah lautnya, Raja Ampat juga memiliki banyak hal menarik di atas permukaan lautnya. Banyak sekali pantai-pantai yang indah tersebar di seluruh Kepulauan Raja Ampat. Selain itu, pulau-pulau yang membentuk deretan tebing tinggi pun banyak terdapat di Raja Ampat. Seperti yang terlihat di bukit Piaynemo ini.  Dari bukit gugusan pulau terlihat seperti layaknya gugusan bukit di Pulau Wayag yang telah menjadi ikon Raja Ampat. Bedanya, bentuk gugusan pulau karang di Piaynemo lebih kecil karena itu banyak yang menyebutkan Piaynemo sebagai Pulau Wayag mini.
Hutan-Hutan tropis pun tidak kalah menariknya, bahkan ada beberapa tempat seperti Desa Sawinggrai yang menyuguhkan pengalaman tak terlupakan yaitu bisa melihat burung Cendrawasih. Seperti yang kita ketahui, burung Cendrawasih adalah burung langka dan cantik khas Papua yang sering disebut sebagai burung surga.
Belum selesai sampai di kekayaan alam saja, Raja Ampat juga memiliki berbagai kebudayaan dan kesenian yang sangat unik dan menarik. Salah satunya adalah Desa Arborek. Desa yang berada di satu pulau kecil ini memiliki banyak sekali kesenian, mulai tarian-tarian tradisional, makanan sinole yang dibuat dari sagu, hingga kerajinan anyaman daun pandan khas arborek yang sudah diwariskan secara turun-temurun antar generasi.
Betapa kayanya alam dan budaya kepulauan Raja Ampat. sehingga membuat dunia berdecak kagum. Perlindungannya masih ada dan sangat terlindungi serta mampu memberi edukasi terhadap lingkungannya agar tidak merusak karang dan ikannya. kini Raja Ampat sudah menjadi salah satu tujuan wisata terkenal di dunia. B

Kementerian Pariwisata : Kabupaten Sumenep Siapkan 36 Event

Ditulis oleh Teks dan Foto Rizki Indriyanah on . Posted in Destination

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Kementerian Pariwisata Esthy Reko Astuti bersama Bupati Sumenep Busyro Karim dan Wakil Bupati Achmad Fauzi me-launching Visit and Calender of Event (CoE) Sumenep 2018 pada 05 Desember 2017 di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Kementerian Pariwisata, Jakarta, dengan tema ‘Interesting and Healthy’.
Peluncuran Visit and CoE Sumenep 2018 ini merupakan upaya mempromosikan potensi pariwisata serta untuk meningkatkan kunjungan wisatawan ke Sumenep, Madura, Jawa Timur, yang ditargetkan dengan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) sebanyak 15.000 dan wisatawan nusantara (wisnus) sebanyak 1,1 juta.
Dalam peluncuran tersebut, Kabupaten Sumenep mengukuhkan diri sebagai Soul of Madura pada tahun 2018 mendatang dan sebanyak 36 event yang akan diselenggarakan sepanjang tahun 2018 telah dipersiapkan, di antaranya adalah Festival Budaya, Religi, Sejarah, Olahraga, serta Festival Kesehatan yang dijadikan tema dan menjadi salah satu icon pariwisata Sumenep.
Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Kementerian Pariwisata Esthy Reko Astuti mengapresiasi launching Visit and Calender of Event Sumenep 2018 yang merupakan sarana untuk mempromosikan pariwisata guna meningkatkan kunjungan wisatawan ke Sumenep, sekaligus untuk mendukung CoE Wonderful Indonesia 2018 dengan menetapkan 100 premier event dalam rangka mencapai target pariwisata 2018, yaitu untuk kunjungan wisman sebanyak 17 juta dan wisnus sebanyak 270 juta.
“Launching Visit and Calender of Event Sumenep 2018 adalah program penting untuk memperkuat unsur 3A, yaitu Atraksi, Amenitas dan Aksesibilitas. Khususnya unsur atraksi wisata berupa festival budaya (culture), alam (nature) dan buatan manusia (manmade),” kata Esthy Reko Astuti.
Esthy juga menambahkan, selain atraksi berupa event dalam berbagai festival yang menarik, Kabupaten Sumenep juga telah didukung dengan aksesibilitas yang memadai dan mendukung, antara lain Bandara Trunojoyo yang sudah diterbangi oleh maskapai Wings Air setiap hari sebanyak satu kali, Pelabuhan Kalianget dan akses jalan darat maupun amenitas berupa hotel serta homestay telah banyak berdiri di destinasi tersebut. “Pariwisata Sumenep sudah didukung oleh unsur 3A yang memadai, sehingga menjadi salah satu destinasi unggulan di Tanah Madura dan Jawa Timur,” lanjutnya.
Esthy juga berharap frekuensi penerbangan di Sumenep dapat ditambah, sehingga wisatawan yang ingin berkunjung ke Sumenep menggunakan transportasi udara pun memiliki banyak pilihan dan waktu tempuh pun menjadi lebih singkat. B

Kementerian Pariwisata : Gelar Consumer Selling d Mumbai

Ditulis oleh Teks dan Foto Erwin Nurdin on . Posted in Destination

Kementerian Pariwisata melalui Deputi Pemasaran Luar Negeri menggelar event Cunsumer Selling di Mumbai India ditengah semakin meningkatnya minat calon wisatawan  dari negara dengan penduduk 1,3 miliar tersebut.

Pembukaan Consumer Selling dilakukan Konsul Jendral Republik Indonesia di Mumbai Saut Siringoringo, didampingi Head of Section of Special Interest Sales Mission for Asia Pacific Dian Lianingsih dan Station and Services Manager Garuda Indnesia untuk Mumbai Sampriyanto. Consumer Selling pada hari pertama ini selain dikunjungi warga Mumbai, pada acara pembukaan tersebut juga mengundang belasan media online dan cetak.

“Strategi Kementerian Pariwisata melakukan Consumer Selling sangat tepat yakni promosi kepada warga India yang memang sangat potensial berkunjung ke berbagai obyek wisata  Indonesia,” ujar Saut Siringoringo seperti dilaporkan wartawan Bandara Erwin Nurdin dari Mumbai.

Pada event itu mempromosikan ragam destinasi wisatanya di Indonesia, khususnya di kota Mumbai dengan judul Consumer Selling di India 2017. Bertempat di salah satu pusat perbelanjaan besar di kota Mumbai, yakni Mall Infinity Malad, pada 18-19 November 2017, promosi tersebut menyasar langsung masyarakat India.

Asisten Deputi Pengembangan Pasar Asia Pasifik, Vinsensius Jemadu, mangatakan bahwa kegiatan Consumer Selling ini juga akan dimanfaatkan untuk menginformasikan kepada public India, berdasarkan informasi dari Pemerintah Provinsi Bali, bahwa saat ini Bali aman untuk dikunjungi setelah aktivitas kegempaan Gunung Agung menurun sejak beberapa waktu lalu. “Namun begitu, kami menghimbau bagi pengunjung atau wisatawan untuk tidak mendekati atau melakukan aktivitas wisata apapun di sekitar wilayah Gunung Agung” tambahnya kemudian.

Consumer Selling merupakan kegiatan business to consumer, dimana dalam kegiatan ini,selain menampilkan kebudayaan Indonesia dalam bentuk tari tradisonal dan Indonesia carnival, akan ada pula teknologi realitas virtual (VR) yang dipamerkan. Dengan peralatan VR itu, pengunjung bisa merasakan pengalaman unik dalam mencicipi ragam destinasi di Indonesia. Selain itu akan dihadirkan pula tempat untuk meminum kopi asli Indonesia dimana seorang barista akan melayani pengunjung dengan menyuguhkan kopi sambil menjelaskan asal usul kopi tersebut. B

Menjelajahi 8 Kota Historis Delhi

Ditulis oleh Teks Nadia, Foto istimewa on . Posted in Destination

Meski pun pada pandangan pertama Delhi menampilkan kekacauan India modern, Delhi mempunyai berbagai peninggalan sejarah yang menakjubkan.
Fondasi Pertama Delhi di Lal Kot
Berdasarkan sejarah, Delhi berasal dari kota Lal Kot yang ditemukan oleh Anangpal Tomar, raja Hindu pada abad kedelapan. Tidak ada sisa-sisa kota kecuali dinding benteng di belakang Qutub Minar. Lebih banyak terlihat Qila Rai Pithora atau benteng Rai Pithora yang didirikan oleh Raja Prithviraj Chauhan setelah menaklukkan Lal Kot di abad kesebelas. Kini, benteng pertahanan ini menjadi taman umum di sekitar jalan Saker-Mehrauli.


Qutub Minar dan Mehrauli yang Hebat
Di abad kedua belas, Mamluks, dinasti Turki pertama yang memerintah Delhi, membentuk ibukota baru di Mehrauli. Sultan yang berkuasa, Qutbuddin Aibak, kemudian memulai pembangunan Qutub Minar, menara tertinggi di dunia dengan ketinggian 73 m. Banyak bangunan era Mamluk di sekitar kompleks Qutub Minar termasuk masjid pertama India, Quwwat ul Islam sedangkan lebih banyak toko-toko di area Mehrauli.


Mencari Siri di Hauz Khas
Sultan Alauddin Khilji merupakan orang yang membangun kota ketiga Delhi di akhir abad ke-13. Siri sudah banyak mengalami perubahan mengikuti zaman tetapi kita masih dapat melihat sisa benteng Turki di sekitar Khel Gaon Marg.


Dinding Tinggi Tughlaqabad
Dibangun oleh pendiri dinasti berikutnya , Ghiyas-ud-din Tughlaq, pada abad ke-14, Benteng Tughlaqabad sekarang banyak diabaikan dan dipenuhi rerumputan. Sultan penerusnya, Mohammad bin Tughlaq, kemudian memindahkan ibukota ke Maharashtra meski pun ia kemudian kembali untu membangun Jahanpanah, kota hebat yang juga hilang dalam sejarah. Masjid Khirki adalah salah satu artefak yang tersisa.



Firoz Shah Kotla yang Menarik
Raja terakhir dari dinasti Tughlaq, Firoz Shah, juga memindahkan ibukota ke pinggir Sungai Yamuna, namun sisa bangunan masih dipakai sebagai tempat ibadah. Setiap hari kamis, taman-taman di sekitar reruntuhan dipenuhi jemaah yang akan beribadah di masjid di tengan kompleks. Terdapat juga lapangan kriket Feroz Shah yang dibangun pada 1884 sehingga menjadikan dia lapangan tertua kedua setelah Eden Gardens di Kolkata.
Di akhir abad, Tughlaq dikalahkan oleh Sayyid dan Lodi yang meninggalkan legasi berupa makam-makam yang mewah di Taman Lodi. Liatlah makam sederhana punya Ibrahim Lodi yang kekalahannya membawa era Mughal di 1526.



Purana Qila, Jantung dari Shergarh yang Berumur Pendek
Usaha arsitektural Sher Shah, yang sering disebut Purana Qila, masih dalam kondisi yang baik, berada di area sekitar Jalan Mathura, dekat Stadion Nasional.
Kotak perhiasan segi delapan dari Sher Mandal adalah lokasi Sher Shah meninggal, dan disekitarnya adalah Masjid Qila-e-Kuhna, dibangun dari batu pasir merah dan marmer putih yang berkilau. Pertunjukan suara dan cahaya mewarnai reruntuhan tiap harinya, kecuali Jum’at dari Februari hingga April. Ketika disini, Anda bisa pergi keselatan menuju Kebun Binatang Delhi atau melihat apa yang terjadi di Pragati Maidan, tempat eksibisi sebesar 607.028 m2 yang mengadakan India International Trade Fair pada November.



Mencari Shajahanabad di Jalanan Old Delhi
Di tahun 1648, Shah Jahan, emperor Mughal kelima, membangun kota ketujuh Delhi bernama Shajahanabad yang kelebih dikenal sebagai Old Delhi. Ia membangun berbagai banguan bersejarah Delhi, salah satunya Red Fort.
Untuk melihat lebih banyak keajaiban Shajahanabad, pergilah ke bazar di Chandni Chowk. Di dalamnya terdapat Masjid Jama yang disebut sebagai masjid paling proposinal dan besar di India.



New Delhi yang Kolonial
Jika Old Delhi merupakan kota Mughal, maka New Delhi merupakan kota koloni Inggris. Pada tahun 1911, King George V menyatakan bahwa Delhi merupakan ibukota British India.
Dinamakan atas arsitek Inggris yang menata Delhi, pemerintahan India sekarang berada di sini. Pengunjung banyak mengetahui Connaught Place dan India Gate, tetapii sekitarnya merupakan perumahan dengan taman yang indah. Setelah Inggris hengkang dari India, bangunan-bangunan itu diambil alih oleh pemerintah. B