Menjelajah Pulau Sabu : Objek Wisata Alam Nan Eksotis

Ditulis oleh Teks & foto Rizki Indriyanah on . Posted in Destination

Susunan batu alam dengan warna merah dan orange terlihat amat cantik. Batu-batu tersebut tidak saja tersusun rapi, tetapi juga bentuknya menyerupai seperti bongkahan kawah. Itulah sekelumit objek wisata alam Kelabbha Maja yang memikat di Pulau Sabu.
Lokasi wisata alam ini berada tidak jauh dari Bandara Tardamu. Kurang lebih satu jam perjalanan, kita  sudah sampai ke lokasi. Namun, karena infrastruktur jalan yang kurang baik dan berkelok, sehingga membuat perjalanan akan terasa lama.
Lokasi wisata alam ini berada di atas bukit, di mana kita juga dapat menikmati pemandangan eksotis Pulau Sabu dan deburan ombak pantai selatan.
Pulau Sabu adalah salah satu pulau yang berada di Indonesia bagian timur yang merupakan daerah terluar, tepatnya berada di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Pulau ini juga merupakan kabupaten pemekaran yakni Kabupaten Sabu Raijua. Mengunjungi Pulau Sabu kurang lengkap rasanya jika tidak mengeksplore wisata di pulau tersebut.
Di Pulau Sabu terdapat sebuah istana peninggalan Kerajaan Sabu yang bernama Istana Teni Hawu. Artinya adalah tempat berkumpul orang Sabu. Istana tersebut dibangun tahun 1875 silam oleh raja Sabu ke IX-XI.
Istana Teni Hawu hingga kini masih berdiri kokoh dan belum ada satu bagian pun yang rapuh. Dinding istana tersebut terbuat dari tuak, tali putri, dan kulit kerbau. Istana ini ramai dikunjungi oleh wisatawan juga peneliti yang melakukan riset tentang kerajaan Sabu.
Kepala Bandara Tardamu Sabu, M. Arwin, yang menemani awak Majalah Bandara menjelajahi Pulau Sabu mengemukakan bahwa Pulau Sabu memiliki banyak destinasi wisata yang belum banyak diketahui oleh wisatawan.
“Banyak sekali tempat wisata di Pulau Sabu yang bisa dinikmati. Salah satunya adalah Istana Teni Hawu sebagai situs budaya yang harus dilestarikan,” katanya.
Keseruan menjelajah Pulau Sabu tidak hanya itu saja. Turun sebentar dari kawasan wisata alam Kelabbha Maja, para wisatawan akan disuguhkan keindahan Pantai Raerobo yang merupakan bagian dari pantai selatan.
Ombaknya yang cantik, tentu memberikan tantangan tersendiri bagi wisatawan yang menyukai olahraga surfing. “Ombak di sini sangat bagus untuk melakukan surfing. Pantai di Pulau Sabu ini bisa dikatakan sebagai Hawai kedua. Hanya saja belum terekspos,” ujar Arwin.
Perjalanan menjelajah Pulau Sabu akan terbayar dengan keindahan dan keeksotisan pulau tersebut. Saat menuju lokasi wisata alam Kelabbha Maja, kita akan melewati puncak tertinggi Pulai Sabu, yakni Puncak Teriwu. Dari Puncak Teriwu ini seluruh permukaan Sabu, dari laut hingga pemukiman dapat dilihat.
Semua rasa lelah akan hilang dengan keindahan alam Sabu yang tidak ada duanya. Saat berdiri di Puncak Teriwu, kita akan merasakan betapa dekatnya dengan alam. “Kalau pariwisata di Pulau Sabu mulai ramai dikunjungi oleh wisatawan, tentu akan memberikan dampat positif terhadap bandara. Penumpang semakin banyak, bandara pun semakin ramai,” tutup Arwin yang turut berkontribusi mengembangkan pariwisata di Pulau Sabu. I

Pemerintah Kabupaten Solok : Buatkan UPT Promosi Daerah di Jakarta

Ditulis oleh Teks dan foto Rubiakto on . Posted in Destination

Bupati Kabupaten Solok, Provinsi Sumatera Barat, H Gusmal Dt Rajo Lelo akan memperjuangkan pembentukan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Promosi Daerah Kabupaten Solok di Jakarta untuk lebih mengenalkan potensi daerah
Menurut Bupati, untuk meningkatkan industri pariwisata di daerah memerlukan berbagai bentuk promosi supaya orang mengenal daerah Kabupaten Solok. “Pemerintahan Kabupaten Solok ingin membuat UPT Promosi Daerah Kabupaten Solok di Jakarta untuk mengenalkan potensi daerahnya, “katanya.
H. Gusmal Dt Rajo Lelo mengatakan perantau asal Kabupaten Solok hingga saat ini belum benar-benar terorganisir, sehingga perlu wadah untuk menyatukan para perantau yang ada di luar Kabupaten Solok, khususnya di Jakarta dan sekitaranya.
Dia mengemukakan bahwa pihaknya berencana membangun gedung penghubung antara Pemkab Solok dan perantau melaui UPT Promosi Daerah yang rencananya akan dibangun di Lebak Bulus. “Bentuk promosi itu kan macam-macam, dan kami ingin membuat UPT Promosi Daerah yang rencananya akan dibangun di Lebak Bulus,” kata H Gusmal.
Pemkab Solok, katanya, ingin lebih gencar untuk mengembangkan kesenian anak nagari supaya lebih dikenal oleh masyarakat luas. “Setiap daerah di Provinsi Sumatra Barat memiiki keseniannya masing-masing. Ini perlu dikembangkan dan dikenalkan kepada masyarakat luas, “katanya. B

Pagelaran Seni Minangkabau di TMII : Bangun Ekonomi Kerakyatan

Ditulis oleh Teks dan foto Rubiakto on . Posted in Destination

Pemerintah Kabupaten Solok melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Solok adakan  pagelaran seni asal Minangkabau di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) guna mengobati rasa rindu masyarakat Kabupaten Solok yang ada di Jakarta dan sekitarnya.
Bupati Solok H Gusmal Dt Rajo Lelo mengemukakan bahwa kecintaan terhadap tanah kelahiran memang tidak bisa dielakan meski jauh berada di tanah rantau. “Untuk itulah Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Solok menggelar pergelaran pentas seni asal Minangkabau, “katanya.
Bupati mengatakan potensi perantau yang ada di luar Kabupaten Solok sangat besar untuk mengembangkan budaya Kabupaten Solok. “Kegiatan yang dilakukan di anjungan Sumatra Barat ini sekaligus untuk mengembangkan ekonomi kerakyatan Kabupaten Solok dibidang Pariwisata dan Kebudayaan, “katanya.
Dengan menggelar pentas seni budaya di Taman Mini Indonesia Indah, katanya,  diharapkan mampu mengenalkan budaya Minangkabau, sehingga dapat mewujudkan masyarakat yang berbudaya. “Seni budaya Kabupaten Solok harus selalu bersinergi dan mendapat dukungan dari para perantau,” kata H Gusmal.
Dia mengatakan bahwa Kabupaten Solok siap untuk membangkitkan kembali seni budaya Sumatera Barat. “Penampilan khas nagari akan kita bangkitkan lagi, sehingga yang berada di TMII seperti berada di kampung halaman,” kata H Gusmal.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Kabupaten Solok, Yandra Prasat juga mengatakan atas usulan dari sejumlah warga Kabupaten Solok yang berada di tanah rantau, pihaknya akan menggelar acara serupa setiap tahun.
“Kami berencana menggelar kegiatan serupa setiap tahun, sehingga warga Kabupaten Solok yang ada di rantau bisa menikmati pertunjukan seni dan sama-sama mengembangkan seni dan budaya Sumatera Barat, khususnya Kabupaten Solok,” kata Yandra Prasat. B

Gunung Merah Putih : Legenda Bendera Indonesia

Ditulis oleh Teks Suwantin Oemar foto Rizki Indriyanah on . Posted in Destination

Apa yang menarik dari event SAS 10?
Pertanyaan ini dilontarkan banyak orang setelah menyaksikan ratusan spanduk, baliho dan ribuan brosur dtemui dari Sabang hingga Merauke. Hotel di Medan sampai ke Bali memuat promosi kegiatan ini, termasuk baliho besar di Bandara Internasional Minangkabau Padang.
Managing Director Majalah Bandara, media yang memprakarsai event SAS 10K ini,  Wita
Anggraini mengatakan sedikitnya ada tiga hal yang menarik dari kegiatan jalan santai wisata keliling Sulit Air.
Pertama kegiatan jalan santai ini menarik karena ditaburi puluhan sponsor dengan total hadiah Rp 100 Juta. Hadiah sepeda motor, sepeda gunung, hingga televisi, kulkas dan beragam peralatan elektronik, voucher hotel dan tiket pesawat Padang-Jakarta pergi pulang. Meski peserta harus merogoh kocek Rp 50.000 dan khusus pelajar Rp 30.000, namun animo peserta luar biasa.
Kedua, kehadiran produsen handphone Oppo dengan balon besar dan puluhan tenda warna hijaunya. Lapangan Koto Tuo semarak dan wow bak perhelatan marathon sekelas dunia. Seorang pengunjung mengatakan event Tour de Singkarak saja tidak semeriah ini sponsornya.
Daya tarik ketiga, beredar cerita legenda dari  mulut ke mulut, bahwa Gunung Merah Putih yang menjadi icon Sulit Air, konon menurut cerita menjadi sumber inspirasi warna merah putih bendera Indonesia.
“Cerita yang saya dapat, katanya inspirasi warna merah putih bendera kita berawal dari warna dinding Gunung Merah Putih. Apa cerita ini benar, biarlah ahli sejarah atau waktu yang membuktikan,” ujar Wita Anggraini. I

Tour de Sulit Air Solok 10K : Pesona Oppo & Spektakuler

Ditulis oleh Teks Suwantin Oemar foto Rizki Indriyanah on . Posted in Destination

Perhelatan akbar jalan wisata  Tour de Sulit Air Solok 10K (TdeSAS 10K) yang baru pertama kali digelar di Sulit Air, sebuah nagari nan elok 30 kilometer dari kota Solok, berlangsung meriah, spektakuler dan royal dengan total hadiah  Rp100 juta.
CEO Sianok Travel Darmawan Kasim dengan mata berbinar dan penuh senyum  tak kuasa menyembunyikan kekagumannya melihat balon Oppo dengan ukuran raksasa dan puluhan tenda merek handphone produk China itu bertebaran di Lapangan Koto Tuo, tempat start dan penyerahan hadiah berlangsung.
“Wow keren SAS 10K. Spektakuler dan hebaaat. Tim Majalah Bandara bekerja profesional dan penuh pengabdian,” puji Darmawan Kasim, yang pada event pertama ini mensponsori satu unit sepeda motor.
Menurut ketua SAS Padang ini,  Tour de Sulit Air Solok 10K yang akrab disingkat dengan nama gaul SAS 10K, merupakan event terbesar dalam penyediaan total hadiah untuk ukuran event yang dilakukan di nagari (setingkat desa) dan  kabupaten.
Kekaguman yang sama diungkapkan Zarkasyi Nurdin. Ketua umum DPP SAS yang membawahi sekitar 90 cabang SAS, organisasi perantau Sulit Air di pelosok Nusantara, termasuk di luar negeri, mengatakan kegiatan jalan santai SAS 10K tidak hanya menjadi kebanggaan warga Sulit Air dan Solok, tetapi juga masyarakat Sulit Air di perantauan dan luar negeri.
“Sebagai warga Sulit Air di perantauan, kami bangga dengan SAS 10K, semoga event ini jadi kegiatan tahunan,” ujar Zarkasyi Nurdin yang juga Sekjen Gebu Minang.  I