Wisata Nabire : Berenang Bersama Hiu Paus

Ditulis oleh Teks Rizki Indriyanah, Foto Istimewa on . Posted in Destination

Nabire adalah salah satu kabupaten di Provinsi Papua yang terletak di kawasan Teluk Cendrawasih dan Samudera Pasifik. Kabupaten yang memiliki luas 12.075 kilometer persegi ini memiliki ikon wisata yang mampu menarik perhatian wisatawan untuk berkunjung ke daerah tersebut, yaitu berenang bersama Hiu Paus. Tepat di Teluk Cendrawasih ini terdapat sebuah lokasi di mana Hiu Paus sering bermunculan ke permukaan.
Mendengar nama jenis ikan terbesar di dunia ini yang terkenal ganas dan pemangsa, mungkin membuat kita berpikir ulang untuk berenang bersamanya. Tapi tidak perlu takut dan khawatir, karena Hiu Paus ini sangat jinak dan bersahabat dengan manusia. Di kedalaman laut yang jernih, kawanan Hiu Paus ini akan berenang dan menari bersama.  Mereka berenang bagaikan lumba-lumba yang sudah terlatih di wahana sirkus yang sangat ramah dengan manusia.
Untuk dapat berenang bersama Hiu Paus, kita dapat menjumpainya di Tanjung Kwatisore. Mereka muncul bergerombolan hingga enam ekor. Biasanya, mereka muncul pada pagi dan sore hari saat mencari makan. Uniknya, Hiu Paus ini muncul di sekitar bagan (rumah terapung tempat menangkap ikan) yang bertebaran di sepanjang Tanjung Kwatisore.
Perjalanan dari Kota Nabire menuju Tanjung Kwatisore dapat ditempuh melalui jalur darat selama 3 – 4 jam. Tentu lama perjalanan ini akan terbayar dengan kepuasan ketika dapat berenang bersama Hiu Paus dan mengabadikannya di dalam foto. Berfoto bersama terumbu karang dan ikan - ikan kecil di sekitarnya saat berenang atau menyelam ke dalam laut sudah biasa. Tetapi, berfoto dengan Hiu Paus di habitatnya langsung, yakni laut lepas adalah sesuatu yang tidak akan terlupakan. B

Nihi Sumba Island : Hotel Terbaik Dunia 2017

Ditulis oleh Teks Lili Handayani, Foto Kemenpar.co.id on . Posted in Destination

Nihi Sumba Island, Nusa Tenggara Timur (NTT) terpilih sebagai hotel terbaik di dunia (World Best Award) tahun 2017 oleh Majalah Travel + Leisure, mengalahkan hotel-hotel lainnya di tengah upaya pemerintah untuk menarik wisatawan mancanegara sebanyak-banyaknya untuk datang ke Indonesia.
Pengumuman kemenangan sebagai hotel terbaik didunia diterima oleh Nihi Sumba Island pada selasa 11 Juli 2017. Penghargaan bergengsi Internasional itu akan memberikan dampak pada formula 3C: Confidence, Credibility, Calibration.
Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya didampingi Bupati Sumba Barat Agustinus Niga Dapawole yang diwakili Kepala Badan Pemerintah Daerah (Bapeda) Sumba Barat Aloysius Serandan Managing Partner Nihiwatu James McBride memimpin jumpa pers atas terpilihnya Nihi Sumba Island sebagai hotel terbaik di dunia pada 2017.
Menteri Pariwisata Arief Yahya memberikan ucapan selamat kepada Nihi Sumba Island yang berhasil memperoleh penghargaan bergengsi Internasional sebagai World’s Best Awards berturut-turut pada 2016 dan 2017. “Penghargaan seperti ini akan memberikan dampak positif terhadap meningkatnya kepercayaan (confidence) terhadap daya saing pariwisata Indonesia di tingkat global, “katanya.
Menurut Menteri, Nihiwatu terpilih karena ada value yang berbeda dari hotel lainnya yaitu peduli lingkungan dan kebudayaan lokal serta memperdayakan masyarakat sekitar dengan mempekerjakan lebih dari 90% penduduk lokal.
Menpar Arief Yahya mengatakan environment sustainability atau tourism sustainability menjadi global serta menjadi perhatian masyarakat Internasional termasuk pada traveler dunia. “Para traveler akan memberikan apresiasi antara lain berupa harga yang lebih tinggi kepada industri pengelola akomodasi yang berhasil menerapkan tourism sustainability atau di industri perhotelan dikenal dengan Green Hotel, “katanya.
Dia menjelaskan bahwa meningkatnya kepercayaan insan pariwisata Indonesia  telah menaikkan pamor dan daya saing Indonesia ke peringkat 42 yang dikeluarkan secara resmi oleh World Economic Forum (WEF) pada 6 April 2017.
Dengan kenaikan peringkat TTCI, menurut Arief Yahya, otomatis level kepercayaan diri bangsa ini naik dan secara internal, ke dalam negeri semakin percaya diri bahwa bangsa ini mampu bersaing di level dunia.   

Tour de Flores 2017 : Angkat Flores ke Pentas Dunia

Ditulis oleh Teks Lili Handayani, Foto Rizky Indriyanah on . Posted in Destination

Tour de Flores (TdF) 2017 sukses menarik pesepeda internasional, sehingga ajang tersebut berhasil menarik arus kunjungan wisatawan mancanegara maupun dalam negeri ke Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).
Penyelenggaraan TdF 2017 untuk kedua kalinya sukses menjadi trending topik di media sosial dan pemberitaan sport tourism, sehingga ajang TdF tersebut berhasil mengangkat Flores ke pentas dunia.
Gubernur NTT Frans Lebu Raya menegaskan TdF menjadi event berskala Internasional terbesar yang  diadakan secara berkala setiap tahun di NTT. TdF 2017 digelar selama enam hari, menempuh rute sepanjang 721,6 km.
Acara TdF 2017, secara resmi diluncurkan oleh Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya di Balairung Soesilo Soedarman, Kantor Kementerian Pariwisata, Jakarta, Rabu (5/7/2017). Opening ceremony diadakan Kamis malam, 13 Juli 2017 di Larantuka, Flores Timur.
Ajang balap sepeda di bawah pengawasan Union Cycliste Internasional (UCI) ini diikuti 20 tim, terdiri atas 16 tim luar negeri dan empat tim dalam negeri. Semua atlet yang tergabung dalam 20 tim itu adalah pesepeda bertaraf internasional.
Peserta dari luar negeri, antara lain berasal dari Inggris, Uni Eropa, Afrika, Jepang, Korsel, RRT, Australia, Thailand, dan Malaysia. Sekitar 50% tim yang tahun lalu mengikuti TdF, kini bertarung lagi.
“Tidak hanya menyedot kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) dan wisatawan nusantara (wisnus), event ini juga mampu menggerakan ekonomi daerah dan mendorong perbaikan infrastruktur,” kata Kepala Dinas Pariwisata NTT Marius Jelamu.
Chairman Tour de Flores Primus Dorimulh mengatakan tujuan penyelenggaraan Tour de Flores adalah mempromosikan dan mengangkat pariwisata Flores. “Jadi tidak benar sekedar lomba balap sepeda. Event ini diharapkan dapat mempromosikan pariwisata Flores, mendorong terbentuknya Flores Tourism Authority (FTA) untuk mewujudkan Labuan Bajo sebagai destinasi wisata prioritas, dan mendorong percepatan pembangunan insfrastruktur di Flores,” kata Primus.
Labuan Bajo sudah ditetapkan pemerintah pada akhir 2015 sebagai satu dari 10 destinasi prioritas di Indonesia selain Bali. Labuan Bajo terletak di bagian Barat Flores, satu dari tiga pulau besar di NTT.
Sejak era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono , NTT ditetapkan sebagai provinsi pariwisata, selain sentra ternak sapi. Presiden Jokowi membuat penajaman agar pariwisata mengalami akselerasi.
Pilihan jatuh ke Labuan Bajo karena daerah ini adalah pintu gerbang menuju Komodo National Komodo (Varanus Komodoensis), binatang purba yang masih hidup. Pulau komodo sudah cukup dikenal di dunia sebagai salah satu dari tujuh keajaiban warisan alam yang ada di dunia.
Komodo menjadi daya pikat wisatawan, baik wisatawan mancanegara (wisman) maupun wisatawan nusantara (wisnus). Labuan Bajo menjadi gateway menuju daratan Flores dan ratusan pulau yang ada di utara dan timur Flores.
Pulau ini kaya akan wisata alam dan budaya. Ada danau tiga warna Kelimutu di Ende, danau Taratai Raksasa di Pota, Manggarai Timur, tempat bermain Wisata Flores Timur, Taman Laut di Teluk Maumere, perkampungan tradisional Bena di Ngada dan masih banyak lagi. B

Pulau Mentawai : Icon Wisata Sumatera Barat

Ditulis oleh Teks Rizki Indriyanah & foto istimewa on . Posted in Destination

Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat memiliki hamparan pantai yang elok dan cantik. Pantai dengan pasirnya yang putih berpadu dengan birunya air laut menjadikan daerah ini menjadi salah satu pesona obyek wisata yang luar biasa di Sumatera Barat.
 Mentawai memiliki ombak yang terkenal dan menjadi surga bagi kalangan surfing, bahkan ombak Mentawai masuk dalam salah satu ombka terbaik di dunia. Terdapat banyak pantai-pantai yang mempesona di Mentawai, misalnya Pantai Mapaddegat, Tuapeijat dan lain-lain.
Kepulauan Mentawai merupakan daerah yang masuk ke dalam Provinsi Sumatera Barat dan pulau ini juga merupakan icon wisata di Sumatera Barat. Mentawai memiliki pulau-pulau indah dan ombaknya yang besar sangat bagus untuk berselancar. Sehingga menjadikan pulau ini banyak dikunjungi oleh wisatawan mancanegara hanya untuk berselancar.
Tidak hanya menyuguhkan pesona pantai yang indah saja, tetapi Mentawai juga menjadi pusat berkumpulnya satwa-satwa endemic seperti Beruk Mentawai, Monyet ekor Babi, Tupai Kasturi, Tupai Terbang Sipora, Tupai Terbang Siberut, dan masih banyak lagi.
Berwisata ke Pulau Mentawai tentu tidak hanya keindahan alam dan lautnya saja yang akan memanjakan para wisatawan, tetapi juga dapat menikmati kuliner khas Mentawai, yakni keripik keladi yang terbuat dari tanaman keladi, yang hanya dapat ditemukan di Sumatera Barat.
Dengan terpilihnya bupati baru Mentawai periode 2017-2022, Yudas Sabaggalet tentu diharapkan dapat membawa perubahan besar yang lebih baik lagi ke arah perkembangan industri pariwisata di daerah Mentawai dan Sumatera Barat pada umumnya.
Jika industri pariwisata Mentawai tumbuh dan berkembang pesat, maka bisa dipastikan bahwa berdampak pula terhadap perekonomian masyarakat setempat menjadi ke arah lebih naik lagi.
Menuju Pulau Mentawai pun aksesnya menjadi lebih mudah. Sehingga wisatawan domestic maupun mancanegara menjadi mudah berkunjung ke pulau tersebut.
Kepulauan Mentawai adalah gugusan pulau-pulau yang secara geografis terletak di Samudera Hindia dan secara administratif masuk ke dalam provinsi Sumatera Barat. Kepulauan Mentawai berada di sisi barat provinsi Sumatera barat.
Penduduk asli Mentawai mempunyai kebudayaan yang berbeda dengan penduduk Minangkabau karena tepisah oleh laut. Kepulauan Mentawai memiliki banyak pantai cantik, serta laut yang biru. B

Menjelajah Pulau Sabu : Objek Wisata Alam Nan Eksotis

Ditulis oleh Teks & foto Rizki Indriyanah on . Posted in Destination

Susunan batu alam dengan warna merah dan orange terlihat amat cantik. Batu-batu tersebut tidak saja tersusun rapi, tetapi juga bentuknya menyerupai seperti bongkahan kawah. Itulah sekelumit objek wisata alam Kelabbha Maja yang memikat di Pulau Sabu.
Lokasi wisata alam ini berada tidak jauh dari Bandara Tardamu. Kurang lebih satu jam perjalanan, kita  sudah sampai ke lokasi. Namun, karena infrastruktur jalan yang kurang baik dan berkelok, sehingga membuat perjalanan akan terasa lama.
Lokasi wisata alam ini berada di atas bukit, di mana kita juga dapat menikmati pemandangan eksotis Pulau Sabu dan deburan ombak pantai selatan.
Pulau Sabu adalah salah satu pulau yang berada di Indonesia bagian timur yang merupakan daerah terluar, tepatnya berada di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Pulau ini juga merupakan kabupaten pemekaran yakni Kabupaten Sabu Raijua. Mengunjungi Pulau Sabu kurang lengkap rasanya jika tidak mengeksplore wisata di pulau tersebut.
Di Pulau Sabu terdapat sebuah istana peninggalan Kerajaan Sabu yang bernama Istana Teni Hawu. Artinya adalah tempat berkumpul orang Sabu. Istana tersebut dibangun tahun 1875 silam oleh raja Sabu ke IX-XI.
Istana Teni Hawu hingga kini masih berdiri kokoh dan belum ada satu bagian pun yang rapuh. Dinding istana tersebut terbuat dari tuak, tali putri, dan kulit kerbau. Istana ini ramai dikunjungi oleh wisatawan juga peneliti yang melakukan riset tentang kerajaan Sabu.
Kepala Bandara Tardamu Sabu, M. Arwin, yang menemani awak Majalah Bandara menjelajahi Pulau Sabu mengemukakan bahwa Pulau Sabu memiliki banyak destinasi wisata yang belum banyak diketahui oleh wisatawan.
“Banyak sekali tempat wisata di Pulau Sabu yang bisa dinikmati. Salah satunya adalah Istana Teni Hawu sebagai situs budaya yang harus dilestarikan,” katanya.
Keseruan menjelajah Pulau Sabu tidak hanya itu saja. Turun sebentar dari kawasan wisata alam Kelabbha Maja, para wisatawan akan disuguhkan keindahan Pantai Raerobo yang merupakan bagian dari pantai selatan.
Ombaknya yang cantik, tentu memberikan tantangan tersendiri bagi wisatawan yang menyukai olahraga surfing. “Ombak di sini sangat bagus untuk melakukan surfing. Pantai di Pulau Sabu ini bisa dikatakan sebagai Hawai kedua. Hanya saja belum terekspos,” ujar Arwin.
Perjalanan menjelajah Pulau Sabu akan terbayar dengan keindahan dan keeksotisan pulau tersebut. Saat menuju lokasi wisata alam Kelabbha Maja, kita akan melewati puncak tertinggi Pulai Sabu, yakni Puncak Teriwu. Dari Puncak Teriwu ini seluruh permukaan Sabu, dari laut hingga pemukiman dapat dilihat.
Semua rasa lelah akan hilang dengan keindahan alam Sabu yang tidak ada duanya. Saat berdiri di Puncak Teriwu, kita akan merasakan betapa dekatnya dengan alam. “Kalau pariwisata di Pulau Sabu mulai ramai dikunjungi oleh wisatawan, tentu akan memberikan dampat positif terhadap bandara. Penumpang semakin banyak, bandara pun semakin ramai,” tutup Arwin yang turut berkontribusi mengembangkan pariwisata di Pulau Sabu. I