Menjelajahi 8 Kota Historis Delhi

Ditulis oleh Teks Nadia, Foto istimewa on . Posted in Destination

Meski pun pada pandangan pertama Delhi menampilkan kekacauan India modern, Delhi mempunyai berbagai peninggalan sejarah yang menakjubkan.
Fondasi Pertama Delhi di Lal Kot
Berdasarkan sejarah, Delhi berasal dari kota Lal Kot yang ditemukan oleh Anangpal Tomar, raja Hindu pada abad kedelapan. Tidak ada sisa-sisa kota kecuali dinding benteng di belakang Qutub Minar. Lebih banyak terlihat Qila Rai Pithora atau benteng Rai Pithora yang didirikan oleh Raja Prithviraj Chauhan setelah menaklukkan Lal Kot di abad kesebelas. Kini, benteng pertahanan ini menjadi taman umum di sekitar jalan Saker-Mehrauli.


Qutub Minar dan Mehrauli yang Hebat
Di abad kedua belas, Mamluks, dinasti Turki pertama yang memerintah Delhi, membentuk ibukota baru di Mehrauli. Sultan yang berkuasa, Qutbuddin Aibak, kemudian memulai pembangunan Qutub Minar, menara tertinggi di dunia dengan ketinggian 73 m. Banyak bangunan era Mamluk di sekitar kompleks Qutub Minar termasuk masjid pertama India, Quwwat ul Islam sedangkan lebih banyak toko-toko di area Mehrauli.


Mencari Siri di Hauz Khas
Sultan Alauddin Khilji merupakan orang yang membangun kota ketiga Delhi di akhir abad ke-13. Siri sudah banyak mengalami perubahan mengikuti zaman tetapi kita masih dapat melihat sisa benteng Turki di sekitar Khel Gaon Marg.


Dinding Tinggi Tughlaqabad
Dibangun oleh pendiri dinasti berikutnya , Ghiyas-ud-din Tughlaq, pada abad ke-14, Benteng Tughlaqabad sekarang banyak diabaikan dan dipenuhi rerumputan. Sultan penerusnya, Mohammad bin Tughlaq, kemudian memindahkan ibukota ke Maharashtra meski pun ia kemudian kembali untu membangun Jahanpanah, kota hebat yang juga hilang dalam sejarah. Masjid Khirki adalah salah satu artefak yang tersisa.



Firoz Shah Kotla yang Menarik
Raja terakhir dari dinasti Tughlaq, Firoz Shah, juga memindahkan ibukota ke pinggir Sungai Yamuna, namun sisa bangunan masih dipakai sebagai tempat ibadah. Setiap hari kamis, taman-taman di sekitar reruntuhan dipenuhi jemaah yang akan beribadah di masjid di tengan kompleks. Terdapat juga lapangan kriket Feroz Shah yang dibangun pada 1884 sehingga menjadikan dia lapangan tertua kedua setelah Eden Gardens di Kolkata.
Di akhir abad, Tughlaq dikalahkan oleh Sayyid dan Lodi yang meninggalkan legasi berupa makam-makam yang mewah di Taman Lodi. Liatlah makam sederhana punya Ibrahim Lodi yang kekalahannya membawa era Mughal di 1526.



Purana Qila, Jantung dari Shergarh yang Berumur Pendek
Usaha arsitektural Sher Shah, yang sering disebut Purana Qila, masih dalam kondisi yang baik, berada di area sekitar Jalan Mathura, dekat Stadion Nasional.
Kotak perhiasan segi delapan dari Sher Mandal adalah lokasi Sher Shah meninggal, dan disekitarnya adalah Masjid Qila-e-Kuhna, dibangun dari batu pasir merah dan marmer putih yang berkilau. Pertunjukan suara dan cahaya mewarnai reruntuhan tiap harinya, kecuali Jum’at dari Februari hingga April. Ketika disini, Anda bisa pergi keselatan menuju Kebun Binatang Delhi atau melihat apa yang terjadi di Pragati Maidan, tempat eksibisi sebesar 607.028 m2 yang mengadakan India International Trade Fair pada November.



Mencari Shajahanabad di Jalanan Old Delhi
Di tahun 1648, Shah Jahan, emperor Mughal kelima, membangun kota ketujuh Delhi bernama Shajahanabad yang kelebih dikenal sebagai Old Delhi. Ia membangun berbagai banguan bersejarah Delhi, salah satunya Red Fort.
Untuk melihat lebih banyak keajaiban Shajahanabad, pergilah ke bazar di Chandni Chowk. Di dalamnya terdapat Masjid Jama yang disebut sebagai masjid paling proposinal dan besar di India.



New Delhi yang Kolonial
Jika Old Delhi merupakan kota Mughal, maka New Delhi merupakan kota koloni Inggris. Pada tahun 1911, King George V menyatakan bahwa Delhi merupakan ibukota British India.
Dinamakan atas arsitek Inggris yang menata Delhi, pemerintahan India sekarang berada di sini. Pengunjung banyak mengetahui Connaught Place dan India Gate, tetapii sekitarnya merupakan perumahan dengan taman yang indah. Setelah Inggris hengkang dari India, bangunan-bangunan itu diambil alih oleh pemerintah. B

Indonesia : Destinasi Terpopuler Wisatawan Australia

Ditulis oleh Teks Puti Mauli Nadia , Foto Istimewa on . Posted in Destination

Menurut data terbaru dari Euromonitor International, Indonesia telah menjadi destinasi luar negeri terpopuler untuk wisatawan Australia di tahun 2017 mengalahkan Amerika Serikat dan New Zealand. Pencapaian ini juga diperkiran akan tetap bertahan lima tahun ke depan.
Bettina Kurnik, analis riset senior di Euromonitor International, mengatakan, bahwa Bali sudah naik peringkat beberapa tahun belakangan.
“Indonesia muncul sebagai destinasi favorit wisatawan Australia di 2017 dan naik 24 persen dari tahun sebelumnya dilihat dari jumlah perjalanan keseluruhan,” katanya.
“Meski pun telah lama menjadi favorit wisatawan Australia dengan secara konsisten berada di lima terbesar destinasi luar negeri dari Australia sejak 2010, Indonesia mempunyai keuntungan berupa jarak yang dekat dengan Australia, harga tiket yang relatif murah untuk perjalanan domestik, dan turunnya popularitas rival Perancis sebagai destinasi wisata karena masalah keamanan,” lanjur Kurnik seperti dikutip travelweekly.com.
Jumlah orang Autralia yang pergi ke Bali di tahun 2017 meningkat 300 orang dan mengalahkan Amerika Serikat dengan lebih dari 200 orang dan 20 persen.
Meski pun begitu, orang Bali bukanlah pengunjung terbanyak di destinasi wisata Australia, melainkan orang New Zealand. B

Danau Sentani : Terluas di Papua

Ditulis oleh Teks Rizki Indriyanah, Foto Istimewa on . Posted in Destination

Danau Sentani sudah tidak asing lagi di telinga masyarakat, khususnya para wisatawan domestik maupun mancanegara. Danau yang memiliki luas 9.360 hektar ini merupakan danau terluas di Papua. Danau yang terbentag antara Kota Jayapura dan Kabupaten Jayapura ini juga terkenal di kancah internasional dengan festivalnya, yakni Festival Danau Sentani yang rutin diselenggarakan setiap tahun.
Hamparan danau yang luas dikelilingi dengan pepohonan hijau nan cantik juga dapat terlihat jelas saat kita berada di atas udara dalam pesawat ketika menuju Bandara Sentani. Danau Sentani berada di bawah lereng Pegunungan Cagar Alam Cyclops dan di danau ini juga tedapat 22 pulau kecil yang menghiasinya sehingga menambah keeksotisannya.
Sebagai obyek wisata yang tidak boleh terlewati saat berkunjung ke Jayapura, di Danau Sentani para wisatawan juga bisa melakukan beberapa hal untuk dapat menikmati keindahan alamnya. Salah satunya yang paling populer adalah naik perahu menyusuri danau dan singgah di salah satu pulaunya. Biasanya pemandu lokal akan membawa wisatawan berhenti di Pulau Asei yang terdekat atau Ayapo dan naik perahunya dari Dermaga Kalkothe di Sentani Timur.
Danau ini memiliki 30 spesies ikan air tawar dan empat di antaranya merupakan endemik Danau Sentani, yaitu ikan gabus Danau Sentani, ikan pelangi Sentani, ikan pelangi merah dan hiu gergaji. Danau ini juga kaya akan beragam biota laut dan sudah dimanfaatkan untuk budidaya ikan tawar.
Berdasarkan catatan sejarah, dulu Danau Sentani menjadi lokasi dari tempat pelatihan untuk pendaratan pesawat amfibi. Dibangun oleh Jepang, namun kemudian diambil alih oleh Angkatan Darat Amerika pada tahun 1944. Konon katanya, Legenda Perang Dunia Kenamaan Amerika, Jenderal McArthur, dikabarkan pernah tinggal di Danau Sentani. B

Candi Prambanan : Icon Wisata Yogyakarta

Ditulis oleh Teks dan Foto Rizki Indriyanah on . Posted in Destination

Candi Prambanan atau dikenal juga dengan nama Candi Roro Jongrang merupakan candi Hindu terbesar di Indonesia, bahkan se-Asia Tenggara. Hingga saat ini, belum dapat dipastikan kapan candi ini dibangun. Namun kuat dugaan, bahwa candi ini dibangun sekitar pertengahan abad ke-9 oleh raja dari Wangsa Sanjaya, yaitu Raja Balitung Maha Sambu. Dugaan tersebut diperkuat oleh temuan isi Prasasti Syiwagrha. Prasasti tersebut berangka tahun 778 saka atau 856 masehi ini ditulis pada masa pemerintahan Rakai Pikatan.
Candi Prambanan adalah salah satu Situs Warisan Dunia UNESCO juga icon wisata Yogyakarta yang terletak di lingkungan Taman Wisata Prambanan, kurang lebih 17 km ke arah timur Yogyakarta, tepatnya di Kecamatan Bokoharjo. Lokasinya hanya berjarak 100 meter saja dari Jalan Raya Yogya – Solo, sehingga untuk menemukannya tidak terlalu sulit.
Keindahan arsitektur dan keeksotisan candi ini mampu menarik perhatian wisatawan dari berbagai belahan dunia untuk melihat situs peninggalan sejarah itu. Terlepas dari itu semua, Candi Prambanan juga meninggalkan cerita di masa lampau tentang besarnya rasa cinta Bandung Bondowoso terhadap Roro Jongrang.
Konon katanya, untuk membuktikan rasa cintanya itu, Roro Jongrang meminta Bandung Bondowoso untuk membuatkannya seribu candi dalam satu malam. Lalu Bandung Bondowoso pun menyanggupinya dan mengerahkan seluruh kesaktiannya untuk membangun seribu candi dan meminta bantuan jin untuk menyelesaikannya. Namun, karena permintaan itu hanya siasat Roro Jongrang untuk mengalahkan Bandung Bondowoso, ia tak rela jika Bandung Bondowoso dapat menyelesaikan seribu candi itu dalam satu malam.
Lalu, Roro Jongrang pun memutar otaknya dan mengatur siasat lainnya untuk menggagalkan segala upaya Bandung Bondowoso membangun seribu candi itu. Siasat Roro Jongrang pun berhasil, pagi telah tiba dan jin yang membantu Bandung Bondowoso pun seketika berhenti bekerja karena dikira hari sudah pagi. Bandung Bondowoso terkejut dan curiga dengan yang terjadi. Ia pun lantas memanggil Roro Jongrang untuk menghitung seluruh candi yang ternyata berjumlah 999.
Menyadari tipu muslihat Roro Jongrang, Bandung Bondowoso menjadi murka dan mengutuk Roro Jongrang menjadi candi yang ke seribu. Seketika, tubuh Roro Jongrang pun berubah menjadi batu. Sejak saat itu Candi Prambanan mulai dikenal oleh masyarakat. B

Pesisir Barat, “Surga” Wisata Lampung

Ditulis oleh Teks Rizki Indriyanah, Foto Istimewa on . Posted in Destination

Kabupaten Pesisir Barat adalah salah satu kabupaten di Provinsi Lampung dan merupakan kabupaten termuda di Lampung yang berbatasan langsung dengan Samudera Hindia. Kabupaten Pesisir Barat merupakan hasil pemekaran Kabupaten Liwa. Meskipun kabupaten termuda, tetapi destinasi wisata di Pesisir Barat ini sudah dikenal luas oleh para traveller, karena sebelumnya daerah wisata ini adalah bagian dari Kabupaten Pesisir Barat.
Tanjung Setia merupakan Desa Wisata, di mana di tempat ini terdapat pantai yang sangat terkenal untuk berselancar dan menghadap langsung Samudera Hindia. Gelombang ombak di pantai ini dari bulan April hingga Oktober mencapai ketinggian empat meter dan panjangnya dua ratus meter, sehingga pantai ini menjadi tempat surfing favorit para wisatawan mancanegara. Ujung Bocor dikenal sebagai spot surfing  left hender yang paling konsisten di wilayah Tanjung Setia. Selama musim ini banyak wisatawan dari berbagai belahan dunia yang datang ke tempat ini untuk surfing.
Selain Tanjung Setia, juga terdapat Pulau Pisang yang merupakan pulau kecil seluas dua ratus hektar yang terletak di lepas Pantai Tembakak di seberang Ibukota Kabupaten Pesisir Barat, Krui. Pulau ini dihuni oleh masyarakat dari delapan desa. Spot yang paling terkenal di pulau ini adalah Batu Guri yang terletak di timur laut Pulau Pisang. Batu Guri memiliki pantai dengan landmark yang khas berupa batu karang di tengah laut yang ditumbuhi dengan pepohonan rimbun.
Berkunjung ke Pesisir Barat kurang lengkap rasanya jika tidak menikmati keindahan alamnya yang masih perawan. Untuk dapat melihat keindahan alamnya, para wisatawan bisa berkunjung ke Rhino Camp Sukaraja Atas. Di sana para wisatawan akan disuguhkan keindahan alam hutan hujan yang eksotis dan melihat sungai dari hutan, jalan - jalan menyusuri hutan hujan untuk melihat berbagai satwa dari burung, owa, gajah dan harimau Sumatera, habitat raflesia flora dan fauna liar lainnya. Semua kegiatan di Rhino Camp dipandu oleh petugas Jagawana untuk memastikan keselamatan dan kenyamanan pengunjung saat menjelajahi kawasan Bukit Barisan Selatan.
Kabupaten Pesisir Barat berjarak 250 Km dari Kota Bandar Lampung. Jika ditempuh melalui jalur darat dapat memakan waktu selama enam jam, sedangkan jika menggunakan transportasi udara hanya 30 menit saja. Kini, akses menuju Pesisir Barat akan semakin mudah dengan hadirnya Bandara Taufiq Kiemas yang terletak di Pekon Serai, Krui, Kecamatan Pesisir Tengah.  Dengan adanya transportasi udara, tentu dapat mempersingkat waktu tempuh perjalanan. B