Kabupaten Karimun : Kehadiran Bandara, Akses Menjadi Mudah

Ditulis oleh Teks Rizki Indriyanah, Foto Dok. Bandara Raja Haji Abdullah, Istimewa on . Posted in Destination

Karimun adalah salah satu kabupaten di Provinsi Kepulauan Riau. Letak kabupaten ini sangat strategis, yaitu diapit oleh dua negara tetangga Malaysia dan Singapura, serta dikelilingi oleh pulau-pulau kecil yang memiliki daya tarik sendiri. Sebagian besar wilayah di Provinsi Kepulauan Riau adalah gugusan pulau yang membentang panorama pantai menakjubkan. Tak heran, jika Tanjung Balai Karimun memiliki potensi wisata yang luar biasa untuk digali dan dikembangkan guna mendongkrak perekonomian daerah melalui pariwisata.
Pantai Pelawan adalah salah satu wisata bahari yang terdapat di Karimun. Tepatnya berada di Kecamatan Pangke, Kabupaten Karimun. Pantai ini menyuguhkan pemandangan yang begitu memesona dan menenangkan. Hamparan pasir putih dan laut yang biru berpadu dengan langit cerah diiringi dengan deburan ombak yang cukup kuat, menjadi kekuatan yang utama di wisata ini. Tak heran, jika Pantai Pelawan ini banyak dikunjungi oleh wisatawan domestik dan mancanegara. Selain Pantai Pelawan, bagi Anda yang ingin berlibur bersama pasangan atau berbulan madu, Pantai Telunas sangat cocok untuk menjadi agenda liburan Anda bersama pasangan.
Pantai Telunas menawarkan pengalaman yang tidak akan terlupakan, seperti berada di dalam pulau impian. Laut biru yang jernih seperti kaca, semilir angin di pantai yang sepoi-sepoi dan langit biru serta hamparan pasir di semenanjung pantai ini membuat suasana menjadi terasa tenang. Ditambah, di pantai ini tersedia penginapan di atas laut, membawa Anda seperti berada di Maldives.
Coastal Area Tanjung Balai Karimun adalah salah satu tempat ‘nongkrong’ terbaik di Karimun yang populer dan jangan sampai  Anda lewati saat berkunjung ke Kabupaten Karimun. Di sini, selain berfoto ria, Anda juga bisa wisata kuliner di foodcourt yang tersedia di tempat tersebut. Selain itu, Anda juga bisa mencoba berbagai wahana permainan yang disediakan untuk pengunjung. Daratan hasil reklamasi ini sangat cocok untuk bersantai sambil menikmati pemandangan laut yang indah.
Dengan hadirnya Bandara Raja Haji Abdullah yang terletak di Kecamatan Tebing, Kabupaten Karimun, tentu memudahkan akses menuju destinasi wisata tersebut. Kehadiran bandara tidak saja sebagai moda transportasi semata di daerah tersebut. Tetapi juga untuk meningkatkan potensi wisata daerah melalui transportasi udara serta memudahkan akses wisatawan untuk berkunjung, selain itu bandara juga sebagai tempat yang tepat untuk promosi wisata daerah. B

Media Australia : Terpesona Keindahan Raja Ampat

Ditulis oleh Teks dan Foto Vianty Manullang on . Posted in Destination

Diundang oleh Kementerian Pariwisata, sebanyak 12 Media Diving dari Australia diajak keliling Kepulauan Raja Ampat, di Papua Barat. Media-media itu mengikuti program Familiarization Trip atau Fam Trip di Raja Ampat pada 26-30 November 2017.
Adapun 12 media itu adalah  Allways Dive, Niga Marsh Photography, Heather Sudton Exposures, Diveplanit Travel, Naked Hungry Traveller, Matt Krumins Photography, David Warth Production, Shellharbour Scuba, News Regional Media, Undersea Productions, Below H20 Productions dan Kluge Photography.
Dalam rangkaian acara Fam Trip Australia Media Diving dari Kementerian Pariwisata -- yang juga diikuti Majalah Bandara -- sejumlah aktifitas dilakukan peserta selama dari Minggu hingga Kamis (26-30/11/2017). Peserta famtrip  berkeliling banyak destinasi di Kepulauan Raja Ampat. Dari diving di beberapa lokasi hingga berkeliling di kampung Arborek pada sore hari.
Asisten Deputi Pengembangan Pasar Asia Pasifik Vinsensius Jemadu mengatakan Fam Trip merupakan salah satu program Kemenpar yang efektif untuk mempromosikan Indonesia dengan konsep seeing is believing.
Bagi awak media, mereka bisa membuat reportase kepada pembaca dan pemirsanya, melalui tulisan, foto-foto, dan gambar bergerak atau video. Mereka adalah influencers yang bisa memengaruhi orang lain yang membaca laporan kesaksian mereka dari Raja Ampat.
Pada hari pertama, Senin (27/11) pagi, 09.45 WIT, peserta Fam Trip ini singgah ke Sorong.  Dilanjutkan perjalanan menuju ke pelabuhan dan langsung menaiki kapal Sea Safari Cruises. Kapal inilah yang membawa peserta mengelilingi Kepulauan Raja Ampat hingga menginap pun di kapal tersebut.
Setelah kapal bergerak, tidak lama kemudian aktifitas dive mulai dilakukan. Dive pertama dan Dive kedua yang dilakukan adalah check dive di lokasi Sorong kemudian dilanjutkan kegiatan dive 3 hingga 8 yang mulai menyusuri keindahan bawah lautnya.
“Wow karangnya sangat bagus dan penuh warna-warni serta spesies ikannya juga sangat banyak,” ujar Lin Sutherland,  produser tv Below H20 ini.
“Amazing, bisa lihat ikan manta saling kejar-kejaran. Lihat...lihat...ada sekitar dua belas ekor. Ini baru pertama kali bagi saya,” ujar David Wort, pembuat film satwa liar.
Ya, peserta Fam Trip dari Australia ini tampak terpesona. Mata mereka seolah enggan berkedip. Laut yang mempesona sungguh menyuguhkan keindahan karang dan spesies ikan yang luar biasa indah.
“Bedanya dengan pulau lain Kepulauan Raja Ampat memiliki banyak keanekaragaman spesies dibanding pulau-pulau di dunia. Beberapa spesies biota laut langka yang belum pernah anda jumpai bahkan dapat anda temui di sini,” kata Andi, pemandu diving dari kapal Sea Safari Cruises.
Pada hari kedua dilanjutkan melihat keindahan Raja Ampat dari bukit Piaynemo Island. “Perspektif yang sangat bagus, bisa melihat pulaunya secara keseluruhan dari atas bukit,” kata  Lin turut memuji keindahan Raja Ampat.
Dilanjutkan hari ketiga menyusuri hutan untuk melihat langsung keberadaan burung Cendrawasih di Desa Sawinggrai Kecamatan Meos Mansar Kabupaten Raja Ampat. Perjalanan ke desa dan keluar hutan itu hebat. Lin  telah memfilmkan Birds of Paradise sebelum di New Guinea. Sungguh menakjubkan melihat tampilan kawin yang tinggi di puncak pohon.
Sore harinya peserta Fam Trip menuju sebuah pulau kecil di Raja Ampat, Arborek. Pulau ini tidak terlalu luas, berjalan kakipun bisa berkeliling pulau ini.
“Sambutan dari penduduk desa, tarian dan musiknya terasa indah, pasir pantainya putih nan halus, terasa begitu lembut saat disapu dengan kaki, kontur pantainya yang landai, cocok untuk tempat bersantai, serta air laut di depannya pun jernih, sempurna,” ujar Matt.
“Tujuan Fam Trip ini diharapkan bisa memperkenalkan dan mempromosikan destinasi Raja Ampat lewat media Australia yang diundang Kemenpar. Diharapkan kegiatan Fam Trip yang bekerjasama dengan VITO Melbourne Australia ini akan memberikan outcome berupa tulisan di media peserta famtrip”.  B

Pemda Maluku Tenggara : Kehadiran Bandara Dorong Perekonomian & Pariwisata

Ditulis oleh Teks Rizki Indriyanah, Foto Rizki Indriyanah, Istimewa on . Posted in Destination

Rabu, 27 Desember 2017, pesawat Sriwijaya Air jenis Boeing 737-500 mendarat dengan mulus di Bandara Karel Sadsuitubun. Sriwijaya Air terbang dari Makassar pukul 03.30 waktu setempat dan tiba di Langgur pukul 06.38 pagi waktu setempat. Dengan mendaratnya pesawat tersebut menandakan bahwa Sriwijaya Air resmi melayani rute penerbangan Makassar - Langgur.
Dalam penerbangan perdana tersebut juga turut hadir Bupati Maluku Tenggara, Ketua DRPD Maluku Tenggara S. Thedeus A. Welerubun, serta para ketua Forpimda Maluku Tenggara, serta Walikota Tual.
Dengan dibukanya rute penerbangan Makassar - Langgur seminggu tiga kali itu tentu menambah kemudahan akses menuju Langgur yang selama ini harus melalui Bandara Pattimura terlebih dahulu.
Bupati Maluku Tenggara Anderias Rentanubun mengemukakan, dengan kehadiran penerbangan Sriwijaya Air dengan rute Makassar - Langgur diharapkan dapat menekan harga tiket menjadi lebih murah dan terjangkau. “Selama ini untuk keluar dari Langgur, masyarakat harus keluar uang yang begitu banyak untuk menikmati kemudahan transportasi udara,” kata Bupati yang akrab disapa Andre.
Dengan adanya penerbangan tersebut juga menurut Andre menjawab permasalahan pariwisata di Maluku Tenggara yang terhambat di konektivitas, hunian dan kuliner yang masih kurang. “Untuk konektivitas kini sudah ada Bandara Karel Sadsuitubun dan beberapa maskapai nasional seperti Garuda Indonesia, Wings Air dan Sriwijaya Air yang melayani penerbangan ke Langgur. Garuda Indonesia dan Wings Air terbangnya dari Langgur - Ambon PP, sedangkan Sriwijaya dari Makassar - Langgur PP, sehingga memudahkan akses wisatawan baik domestik maupun mancanegara berkunjung ke Maluku Tenggara. Dengan demikian kunjungan wisatawan pun akan semakin meningkat,” lanjutnya.
Di samping dapat menekan harga tiket menjadi lebih murah, dengan adanya penerbangan tersebut juga lebih hemat dan dapat mengangkut penumpang lebih banyak  serta barang bagasi yang dibawa pun menjadi lebih banyak pula. Karena selama ini masyarakat tidak hanya menggunakan transportasi udara untuk sekedar keluar Langgur dan berkunjung ke kota besar, tetapi juga untuk membawa hasil tangkapan ikan serta rumput laut untuk dijual di luar Langgur, seperti di Pulau Jawa.
Bupati juga menambahkan, bahwa sudah dua tahun terakhir ini Pemda Maluku Tenggara menyelenggarakan Festival Meti Kei, salah satu kegiatan yang diselenggarakan setiap tahun guna mengenalkan potensi pariwisata Maluku Tenggara kepada dunia yang merupakan surga tersembunyi di Indonesia. “Maluku Tenggara memiliki         potensi wisata yang tinggi. Seperti     Pantai Panjang yang memiliki pasir putih yang halus dan merupakan pantai dengan pasir putih terhalus kedua di dunia. Selain itu juga ada Pulau Bair yang merupakan Raja Ampat-nya Maluku Tenggara,” tambahnya.
Pertumbuhan pariwisata di Maluku Tenggara cukup meningkat dalam tiga bulan terakhir ini.  Hal ini dapat terlihat dari penerbangan Garuda Indonesia dan Wings Air yang dipenuhi oleh wisatawan. “Dengan penerbangan ini, diharapkan selain dapat meningkatkan pergerakan pertumbuhan ekonomi masyarakat, juga dapat meningkatkan kunjungan wisatawan,” ujar Bupati.
Di samping itu Ketua DPRD Maluku Tenggara S. Thedeus A. Welerubun mengungkapkan, kehadiran penerbangan Sriwijaya Air dengan rute tersebut sangat membantu masyarakat dan Pemda juga putra daerah yang banyak melanjutkan pendidikan perguruan tinggi di Makassar. “Pemda sangat mengapresiasi penerbangan ini. Karena kegiatan masyarakat dan Pemda pun menjadi lebih mudah. Penerbangan ini dapat terwujudnya karena kerjasama yang baik antara Pemda, Dirjen Perhubungan Udara, Kepala Bandara Karel Sadsuitubun dan crew Sriwijaya,” katanya.
Menurut Thedeus, dengan penerbangan ini tentu dapat memperlancar arus penumpang dari barat ke timur, dan dari timur ke barat. “Banyak wisatawan yang ingin berkunjung tapi terhambat pada transportasi. Tapi dengan adanya penerbangan Sriwajaya Air dengan rute Makassar - Langgur, tentu menjadi lebih mudah dan cepat,” ujarnya. B

Pulau Kei : Surga Tersembunyi Indonesia

Ditulis oleh Teks Rizki Indriyanah, Foto Istimewa on . Posted in Destination

Pulau Kei di Provinsi Maluku memiliki keindahan alam yang eksotis, hamparan biru laut yang terbentang luas dan diselimuti pasir putihnya yang halus juga dedaunan rimbun yang berada di tepi pantai di Pulau Kei, membuat mata tak henti memandang dan takjub akan keindahannya.
Pulau Kei memiliki potensi wisata bahari yang sangat luar biasa indahnya, seperti Pantai Pasir Panjang yang merupakan tempat diselenggarakannya Festival Meti Kei dan pasir putih di pantai ini mendapatkan predikat sebagai pasir putih terhalus kedua di dunia. Selain wisata bahari, di Pulau Kei juga terdapat Gua Hawang yang memiliki kolam air berwarna biru dan bening bagaikan kaca. Lokasi gua ini tidak terlalu jauh dari Bandara Karel Sadsuitubun.
Kepala Dinas Pariwisata Maluku Tenggara Roy Rahajaan mengemukakan, bahwa Pulau Kei ini merupakan surga yang tersembunyi di Indonesia. Oleh karena itu, untuk terus menggenjot kunjungan wisatawan baik domestik maupun mancanegara, Pemkab Maluku Tenggara akan terus melakukan berbagai upaya untuk mengenalkan potensi wisata yang dimiliki oleh Pulau Kei ke dunia, salah satunya adalah dengan menyelenggarakan Festival Meti Kei dan festival ini ditetapkan sebagai event tahunan. “Kei memiliki potensi wisata yang tinggi dan belum semua dikembangkan karena keterbatasan anggaran. Namun demikian, pariwisata ditetapkan oleh Pemkab Maluku Tenggara sebagai leading sector,” kata Roy.
Selain memiliki Pantai Panjang yang merupakan icon wisata Maluku Tenggara, di Kei juga terdapat Pulau Bair yang keindahan alamnya tak kalah dari Raja Ampat. Banyak yang mengatakan, bahwa Pulau Bair adalah Raja Ampat-nya Pulau Kei. Keberadaan pulau tak berpenghuni belum banyak diketahui oleh wisatawan mancanegara, namun masyarakat lokal sudah menyadari potensi wisata yang dimiliki Pulau Bair. Keindahan alamnya yang memukau, ditambah dengan air lautnya yang biru kehijauan dan tenang membuat siapapun yang berkunjung ke Pulau Bair akan merasa kedamaian berada di pulau tersebut.
“Di Papua Barat ada Raja Ampat, tapi di Maluku ada Pulau Bair yang keindahan alamnya tidak kalah Raja Ampat. Meskipun secara administratif pulau ini berada di Kota Tual, tapi Pemkab Maluku Tenggara yang selama ini bekerja keras mempromosikan Pulau Bair,” ujar Kadispar.
Selain Pulau Bair, Roy juga menambahkan bahwa di Kei Besar terdapat sebuah laguna yang merupakan gugusan pulau karang yang lebih indah dari Pulau Bair. Menurut kepercayaan masyarakat setempat, laguna ini adalah awal terbentuknya desa sehingga tidak diserahkan ke Pemkab untuk dikelola dan dikembangkan. Padahal laguna ini memiliki potensi wisata yang luar biasa yang dapat mendongkrak pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat melalui sektor pariwisata. “Laguna hingga saat ini belum dikembangkan karena laguna ini dipercaya oleh masyarakat setempat sebagai awal terbentuknya desa,” lanjutnya.
Saat bincang-bincang dengan awak Majalah Bandara, Roy juga menyelipkan harapannya agar Pemerintah Pusat dalam hal ini Kementerian Pariwisata agar dapat memberikan perhatiannya kepada Pulau Kei yang memiliki potensi wisata yang sangat tinggi dan belum dikembangkan secara maksimal karena anggaran yang terbatas. “Semoga Pemerintah Pusat bisa memberikan perhartiannya terhadap potensi wisata Pulau Kei,” tuturnya.
Untuk mengunjungi destinasi wisata yang berada di Pulau Kei, kita akan melalui Bandara Karel Sadsuitubun yang terletak di Langgur, Kabupaten Maluku Tenggara. Penerbangan ke Langgur dilayani oleh Garuda Indonesia, Wings Air dan Sriwijaya Air. Kini menuju Kei semakin mudah karena transportasi udara di daerah tersebut semakin lancar, sehingga memudahkan wisatawan. B

Adelaide Surga Anggur di Australia

Ditulis oleh Teks Puti Nadhira & Foto Istimewa on . Posted in Destination

Waktu libur telah tiba! Masih bingung mau liburan kemana? Adelaide bisa menjadi pilihan destinasi selanjutnya untuk Anda.
Adelaide adalah ibu kota dan kota terbesar di negara bagian Australia Selatan, Australia. Kota pesisir ini memiliki penduduk dengan jumlah sekitar 1.500.000 jiwa.
Ketika berada di Adelaide, Anda dapat menikmati kuliner yang luar biasa, pameran seni dan acara kelas dunia. Anda juga dapat berbelanja lalu bersantai di bar yang ramai dan minum anggur khas Adelaide. Apa bedanya minuman anggur di Indonesia dengan Adelaide?
 Jangan salah, Adelaide dikenal sebagai ibukota anggur dunia. Tidak peduli musim apa liburannya, berada di Adelaide memungkinkan Anda  untuk mencicipi yang terbaik di Australia.
Jika Anda penasaran untuk datang langsung ke kebun anggurnya, Anda bisa mengunjungi Adelaide Hills. Perbukitan ini bukan hanya bagus untuk selfie dengan latar kota Adelaide, tetapi tempat tersebut merupakan penghasil sebagian besar makanan kota dan distrik perkebunan anggur utama dengan sekitar 50 tempat untuk mencicipi anggur.
Selain itu, tidak lengkap jika tidak melihat binatang khas Australia ketika berada di Adelaide. Anda bisa melihat berbagai satwa liar di Kebun Binatang Adelaide, hanya 10 menit berjalan kaki dari pusat kota, rumah bagi lebih dari 1800 binatang, termasuk kanguru, koala dan spesies asli lainnya.
Jadi tunggu apa lagi? Kunjungi Adelaide secepatnya! B