Pemda & Bandara Bersinergi Mendukung Pariwisata Gorontalo

Ditulis oleh Teks Yoyoh Sulastri, Foto Riska Rahayu, Pemda Gorontalo on . Posted in Destination

Provinsi Gorontalo resmi menjadi provinsi baru berpisah dengan Provinsi Sulawesi Utara pada tanggal 5 Desember 2000 melalui UU Nomor 38 Tahun 2000,  kini Gorontalo lebih maju dan tertata lebih baik. Apalagi kini Provinsi Gorontalo memiliki Gubernur yang berpengalaman 2 periode, yaitu Gubernur Rusli Habibie bersama Wakil Gubernur Idris Rahim telah memimpin Gorontalo pada periode I (2012 - 2017) dan berlanjut pada periode II (2017-2022). Dengan visi “Terwujudnya Masyarakat Gorontalo yang Unggul, Maju dan Sejahtera “ dan spirit untuk mensejajarkan Gorontalo dengan daerah lain yang lebih dahulu berkembang, maka pemerintahan Rusli Habibie dan Idris Rahim menyusun 8 program strategis yaitu pendidikan berkualitas, kesehatan prima, infrastruktur yang merata, ekonomi yang meningkat, pemerintah melayani, agama dan budaya, pariwisata yang mendunia, serta lingkungan yang lestari.
Untuk mendukung program unggulan pariwisata yang mendunia, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Gorontalo Jamal Nganro mengemukakan bahwa Provinsi Gorontalo memiliki potensi pariwisata yang cukup besar dan tidak kalah dengan destinasi wisata nasional lainnya. Data minat kunjungan wisatawan mancanegara di Indonesia menunjukkan bahwa minat wisatawan berkunjung pada wisata alam dan bahari sebanyak 35%, pada wisata budaya dan sejarah sebanyak 60%, serta pada wisata buatan sebanyak 5%. Dengan memperhatikan data tersebut, Gorontalo yang sangat populer sebagai daerah budaya memiliki peluang sangat besar karena selain potensi wisatanya, letaknya juga sangat strategis, diapit oleh Sulawesi Utara dan Sulawesi Tengah serta berhadapan langsung dengan negara tetangga seperti Filipina dan Malaysia. Gorontalo sendiri memiliki banyak destinasi wisata alam dan bahari yang terkenal yaitu Pulo Cinta, Pulau Saronde, Taman Laut Olele, Hiu Paus di Botubarani, Pemandian Lombongo, Pentadio Resort, Pohon Cinta dan Hutan Nantu serta Danau Limboto. Sedangkan destinasi wisata sejarah dan budaya yang dimiliki Gorontalo antara lain adalah Masjid Kubah Emas di Bubohu, Benteng Otanaha, Museum Pendaratan Soekarno, Desa Torosiaje dan lain sebagainya. “Dengan potensi wisata tersebut, diharapkan sektor pariwisata dapat menjadi primadona baru yang berkontribusi dalam mendorong pertumbuhan perekonomian Gorontalo, yang selama ini bertumpu pada sektor pertanian yaitu sebesar ±38%,” katanya.
Kadishub juga menambahkan, Pemda Gorontalo saling bersinergi dengan pihak Bandara untuk mendukung kemajuan pariwisata dengan mendorong pengembangan bandara Djalaluddin sebagai bandara Internasional alternatif dari Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado dan mendorong maskapai penerbangan untuk membuka rute baru dan menambah frekuensi penerbangan. Pemda juga melakukan pembebasan lahan untuk pengembangan bandara serta melakukan review masterplan Bandara Djalaluddin pada tahun 2018 untuk mendukung Bandara Djalaluddin menjadi Bandara Internasional.  “Hasil kerja keras antara Pemda dan bandara yang saling bersinergi kini sudah terlihat, salah satunya adalah movement pesawat di bandara ini yang meningkat menjadi 24 kali dalam sehari sejak diresmikannya terminal baru dimana sebelumnya hanya 14 kali dalam sehari ” pungkasnya.
Pemda juga bertujuan menjadikan Bandara Djalaluddin sebagai bandara embarkasi haji penuh karena Bandara Djalaluddin telah melaksanakan Embarkasi Haji Antara (EHA) selama 10 tahun berturut-turut dan pada tahun 2017 berhasil meraih penghargaan dari Kementerian Agama RI sebagai penyelenggara EHA terbaik I.
Selain menggenjot perkembangan Bandara Djalaluddin, Pemda Gorontalo juga saat ini sedang mendorong pembangunan bandara baru, yaitu Bandara Pohuwato di Kabupaten Pohuwato. “Selain bandara baru di Kabupaten Pohuwato, ada lima pelabuhan yang sedang kami kembangkan, yaitu Pelabuhan Pengumpul Nasional Anggrek yang fokus pada angkutan barang untuk kegiatan ekspor dan import dan Pelabuhan Gorontalo yang merupakan pelabuhan pengumpul dan pendistribusi di kawasan Teluk Temini. Tiga pelabuhan lainnya adalah Pelabuhan Kwandang, Pelabuhan Tilamuta dan Pelabuhan Bumbulan,” jelas Jamal. B