Media Australia : Terpesona Keindahan Raja Ampat

Ditulis oleh Teks dan Foto Vianty Manullang on . Posted in Destination

Diundang oleh Kementerian Pariwisata, sebanyak 12 Media Diving dari Australia diajak keliling Kepulauan Raja Ampat, di Papua Barat. Media-media itu mengikuti program Familiarization Trip atau Fam Trip di Raja Ampat pada 26-30 November 2017.
Adapun 12 media itu adalah  Allways Dive, Niga Marsh Photography, Heather Sudton Exposures, Diveplanit Travel, Naked Hungry Traveller, Matt Krumins Photography, David Warth Production, Shellharbour Scuba, News Regional Media, Undersea Productions, Below H20 Productions dan Kluge Photography.
Dalam rangkaian acara Fam Trip Australia Media Diving dari Kementerian Pariwisata -- yang juga diikuti Majalah Bandara -- sejumlah aktifitas dilakukan peserta selama dari Minggu hingga Kamis (26-30/11/2017). Peserta famtrip  berkeliling banyak destinasi di Kepulauan Raja Ampat. Dari diving di beberapa lokasi hingga berkeliling di kampung Arborek pada sore hari.
Asisten Deputi Pengembangan Pasar Asia Pasifik Vinsensius Jemadu mengatakan Fam Trip merupakan salah satu program Kemenpar yang efektif untuk mempromosikan Indonesia dengan konsep seeing is believing.
Bagi awak media, mereka bisa membuat reportase kepada pembaca dan pemirsanya, melalui tulisan, foto-foto, dan gambar bergerak atau video. Mereka adalah influencers yang bisa memengaruhi orang lain yang membaca laporan kesaksian mereka dari Raja Ampat.
Pada hari pertama, Senin (27/11) pagi, 09.45 WIT, peserta Fam Trip ini singgah ke Sorong.  Dilanjutkan perjalanan menuju ke pelabuhan dan langsung menaiki kapal Sea Safari Cruises. Kapal inilah yang membawa peserta mengelilingi Kepulauan Raja Ampat hingga menginap pun di kapal tersebut.
Setelah kapal bergerak, tidak lama kemudian aktifitas dive mulai dilakukan. Dive pertama dan Dive kedua yang dilakukan adalah check dive di lokasi Sorong kemudian dilanjutkan kegiatan dive 3 hingga 8 yang mulai menyusuri keindahan bawah lautnya.
“Wow karangnya sangat bagus dan penuh warna-warni serta spesies ikannya juga sangat banyak,” ujar Lin Sutherland,  produser tv Below H20 ini.
“Amazing, bisa lihat ikan manta saling kejar-kejaran. Lihat...lihat...ada sekitar dua belas ekor. Ini baru pertama kali bagi saya,” ujar David Wort, pembuat film satwa liar.
Ya, peserta Fam Trip dari Australia ini tampak terpesona. Mata mereka seolah enggan berkedip. Laut yang mempesona sungguh menyuguhkan keindahan karang dan spesies ikan yang luar biasa indah.
“Bedanya dengan pulau lain Kepulauan Raja Ampat memiliki banyak keanekaragaman spesies dibanding pulau-pulau di dunia. Beberapa spesies biota laut langka yang belum pernah anda jumpai bahkan dapat anda temui di sini,” kata Andi, pemandu diving dari kapal Sea Safari Cruises.
Pada hari kedua dilanjutkan melihat keindahan Raja Ampat dari bukit Piaynemo Island. “Perspektif yang sangat bagus, bisa melihat pulaunya secara keseluruhan dari atas bukit,” kata  Lin turut memuji keindahan Raja Ampat.
Dilanjutkan hari ketiga menyusuri hutan untuk melihat langsung keberadaan burung Cendrawasih di Desa Sawinggrai Kecamatan Meos Mansar Kabupaten Raja Ampat. Perjalanan ke desa dan keluar hutan itu hebat. Lin  telah memfilmkan Birds of Paradise sebelum di New Guinea. Sungguh menakjubkan melihat tampilan kawin yang tinggi di puncak pohon.
Sore harinya peserta Fam Trip menuju sebuah pulau kecil di Raja Ampat, Arborek. Pulau ini tidak terlalu luas, berjalan kakipun bisa berkeliling pulau ini.
“Sambutan dari penduduk desa, tarian dan musiknya terasa indah, pasir pantainya putih nan halus, terasa begitu lembut saat disapu dengan kaki, kontur pantainya yang landai, cocok untuk tempat bersantai, serta air laut di depannya pun jernih, sempurna,” ujar Matt.
“Tujuan Fam Trip ini diharapkan bisa memperkenalkan dan mempromosikan destinasi Raja Ampat lewat media Australia yang diundang Kemenpar. Diharapkan kegiatan Fam Trip yang bekerjasama dengan VITO Melbourne Australia ini akan memberikan outcome berupa tulisan di media peserta famtrip”.  B