Bandara Long Apung : Runway Akan Diperpanjang Jadi 1.400 M

Ditulis oleh Teks & foto Joni on . Posted in International

Pengelola Bandara Long Apung yang terletak di Desa Long Ampung Kecamatan Kayan Selatan Kabupaten Malinau Provinsi Kalimantan Utara berencana memperpanjang Runway menjadi 1.400 m x 30 m supaya bisa didarati oleh pesawat jenis ATR 42.
Kepala Bandara Long Apung Djarot Nugroho, mengemukakan bahwa saat ini Bandara tersebut masih menggunakan runway dibawah 1000 meter, yakni 790 x 23 meter dan taxiway 75 x 15 meter dengan Apron seluas 130 x 40 meter. Tetapi untuk perpanjangan runway kita masih mendapati kendala-kendala, “katanya.
Dia jelaskan bahwa saat ini, penerbangan ke Bandara Long Apung sementara ini dilayani oleh penerbangan perintis yaitu Dimonim Air dengan rute Samarinda – Long Apung PP, “Dimonim terbang hampir setiap hari, hanya saja tergantung cuaca kalau cuacanya sedang buruk, ya tidak bisa terbang,” ujarnya, sementara penerbangan dari Malinau – Long Apung PP dan Tanjung Selor Long Apung PP rencananya akan dimulai tanggal 5 Juni nanti oleh Susi Air.
Djarot berharap, Badara Long Apung bisa dadarati oleh pesawat jenis ATR agar dapat membawa penumpang dan barang lebih banyak lagi. “Minimal bandara ini bisa didarati pesawat yang lebih besar seperti ATR 42,” tutupnya.
Bandara Long Apung mulai ada sejak tahun 1975 awalnya sebagai lapangan terbang perintis yang melayani masyarakat perbatasan di Kab. Bulungan. Pada tahun 2014 berdasarkan PM 40 menjadi Kantor UPBU Kelas III Long Apung. B

Indonesia dan AS Sepakat : Tingkatkan Kerjasama Penerbangan

Ditulis oleh dephub.go.id on . Posted in International

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi membuka pertemuan kelompok kerja Indonesia –Amerika Serikat untuk mendiskusikan kerjasama penerbangan sipil antara kedua negara. Kerjasama tersebut merupakan bagian dari kelanjutan program U.S - Indonesia Aviation Working Group.
Dalam pertemuan yang bertajuk “Indonesia-U.S. Cooperating For Aviation Growth,” yang diselenggarakan 17 Januari 2017 tersebut hadir pula duta besar AS untuk Indonesia Joseph R. Donovan.
Menurut Menteri Budi Karya Sumadi, pertemuan Indonesia-U.S Aviation Working Group ini akan meningkatkan hubungan antara Indonesia dan AS lebih dekat. “Dengan kerjasama ini banyak manfaat yang diperoleh kedua negara terutama dalam meningkatkan masyarakat transportasi udara di Indonesia,” jelas Menhub.
Menhub meminta agar working group ini dapat membahas strategi mempertahankan capaian FAA category 1, bagaimana memfasilitasi Garuda Indonesia dan Maskapai US agar penerbangan Garuda Indonesia ke Los Angeles dan New York serta Maskapai US ke Indonesia, khususnya Jakarta dan Bali bisa berjalan.
Selain itu, katanya, juga dapat dilakukan pengembangan kerjasama pengelolaan Bandara Kualanamu dan Bandara Balikpapan serta bandara-bandara kecil khususnya Papua dengan skema PPP. “Peningkatan kerjasama ini diharapkan dapat membantu Indonesia untuk modernisasi dan peningkatan kapasitas dalam pengelolaan FIR”.
U.S - Indonesia Aviation Working Group merupakan wadah bagi Pemerintah, BUMN dan sektor swasta Amerika Serikat serta Indonesia guna melakukan pertukaran informasi dan pengalaman kerjasama yang telah dilakukan dengan negara mitra lain di seluruh dunia untuk mendukung pertumbuhan sektor penerbangan sipil di Indonesia. B