Rute Toraja - Poso Segera Dibuka

Ditulis oleh Teks dan Foto Erwin Nurdin on . Posted in Domestic

Kabandara Pongtiku Toraja Alek Rudi Nainggolan menginformasikan akan dibuka rute penerbangan baru tujuan Toraja-Poso dan Poso-Toraja. Rencana rute itu disosialisasikan di Poso pada Senin (23/4/2018). Sosialisasi ditujukan kepada pemerintah kabupaten, kecamatan, kelurahan/desa dan masyarakat Poso.
Sosialisasi dilakukan langsung Kepala Bandara Pongtiku Alek Rudi Nainggolan, Kepala Bandara Kasiguncu Poso Sutrisno dan Kepala Dinas Perhubungan Poso Octovianus Lebang. Kegiatan dihadiri Plt Sekkab Yoksan Lakukua.
Alek mengatakan penerbangan Toraja-Poso akan dibuka guna mengefisienkan waktu tempuh masyarakat yang hendak bepergian dari Toraja ke Poso dan atau sebaliknya. Jika dengan moda transportasi darat Toraja-Poso di tempuh dengan waktu 26 jam, maka dengan pesawat cukup hanya dengan waktu tak lebih dari satu jam.
“Efisiensi waktu sudah tentu berdampak pada efisiensi biaya,” ujarnya. Menurut Alek, rute penerbangan Toraja-Poso juga di buka untuk menghidupkan ekonomi masyarakat dua daerah. Mengingat Toraja dan Poso sama-sama memiliki potensi besar bidang pariwisata yang diminati banyak wisatawan.
“Dengan adanya penerbangan Toraja-Poso kami optimis kunjungan wisatawan dalam dan luar negeri ke Poso dan Toraja akan lebih ramai. Karena transportasinya lebih cepat dan mudah,” katanya. “Kalau pariwisata ramai, maka pasti perekonomian masyarakat akan bangkit dan hidup,” katanya menambahkan. B

Penerbangan Perintis Menumbuhkan Ekonomi Daerah

Ditulis oleh Teks dan Foto Erwin Nurdin on . Posted in Domestic

Kabandara Potingku Alek Rudi Nainggolan menyatakan rencana penerbangan perintis yang  disosialisasikan  di sembilan kota itu bertujuan agar masyarakat luas mengetahui manfaat program tersebut.
Saat sosialisasi di Morowali, Alek memaparkan tentang manfaat penerbangan perintis itu. Salah satunya diharapkan mampu mendongkrak perekonomian daerah. Misalnya dengan dibuka rute Toraja - Morowali maka nilai ekonomi kedua kabupaten - Morowali dan Toraja - akan meningkat.
“Maka dari itu rencana tersebut diharapkan memperoleh dukungan dari pemerintah daerah Morowali dan Toraja, DPRD, kepala dinas perhubungan setempat maupun kepala bandara bersangkutan,” kata Alek saat menjelaskan sosialisasi itu kepada Majalah Bandara belum lama ini. Tentu saja dukungan masyarakat sangat diharapkan. Dukungan masyarakat ini dilakukan dengan mengisi kuisioner yang disebarkan.
Adanya dukungan tersebut akan memperkuat realisasi penerbangan perintis itu. Rute Toraja - Morowali PP diharapkan bisa direalisasikan pada tahun 2019. Begitupun untuk rute Toraja - Rampi - Toraja bisa juga direalisasikan pada 2019. Sosialisasi di Rampi sudah dilakukan pada 12 April 2018. “Masyarakat antusias atas rencana penerbangan perintis ini,” kata Alek. Antusias serupa terlihat saat sosialisasi di Mamuju dan Tana Toraja. Sosialisasi di Tana Toraja yang berlangsung di Hotel Pantan juga melibatkan tim dari Otban Wilayah V Makassar.
Antusias itu bisa dimaklumi karena dari Toraja ke beberapa kota sekitarnya cukup memakan waktu. Jika angkutan perintis bisa diwujudkan maka waktu tempuh bisa dipersingkat. Sekadar contoh, Toraja ke Mamuju saja butuh waktu 14 jam via darat. Lalu Toraja - Morowali 24 jam (via darat), Toraja - Poso 26 jam (via darat), dan Toraja-Palu 28 jam (*/B)

Bandara Pongtiku Toraja : Sosialisasikan Penerbangan Perintis di Sembilan Kota

Ditulis oleh Teks dan Foto Erwin Nurdin on . Posted in Domestic

Kementerian Perhubungan melalui Kantor UPBU Pongtiku Toraja menggelar sosialisasi rencana penerbangan perintis di Sulawesi tahun anggaran 2019.
Kepala Bandara Pongtiku Alek Rudi Nainggolan menjelaskan sosialisasi angkutan perintis dilakukan di sembilan kota yakni Poso, Palu, Mamuju, Rampi, Morowali, Tana Toraja, Mamasa, Kolaka dan Bone.
“Penerbangan perintis ini direncanakan pada tahun anggaran 2019, namun sudah disosialisasikan lebih awal agar hasil bisa lebih maksimal, “ ujar Alek Rudi saat sosialisasi di Poso pada 23 April 2018.
Rute yang disosialisasikan antara lain penerbangan perintis Toraja-Mamasa-Mamuju-Mamasa-Toraja. Sosialisasi melibatkan Camat, Lurah, dan masyarakat untuk dapat memberikan informasi agar nantinya mau menggunakan jasa angkutan udara perintis.
Diharapkan pula melalui kegiatan sosialisasi dapat memberikan dampak yang besar terhadap masyarakat, terutama dalam mendorong meningkatkan perekonomian daerah. Menurut Alek, tujuan dari pembangunan infrastruktur adala meningkatkan pelayanan dan meningkatkan kesejahteraan. B

Bandara Bua : Bangun Guest House

Ditulis oleh Teks dan Foto Rizki Indriyanah on . Posted in Domestic

Pengelola Bandara Bua terus berusaha meningkatkan kualitas pelayanan bandara agar para calon penumpang menjadi lebih nyaman berada di bandara. Hal itu dapat terlihat dari pembangunan terminal baru penumpang yang dibangun lebih megah dan luas sehingga dapat menampung penumpang lebih banyak lagi.
Terminal penumpang yang saat ini digunakan oleh Bandara Bua luasnya hanya 250 meter persegi, sedangkan terminal baru bandara yang terletak di Kecamatan Bua, Kabupaten Luwu Raya, Provinsi Sulawesi Selatan, dibangun di atas lahan seluas 1.200 meter. “Rencana terminal baru ini dapat beroperasi sebelum Idul Fitri tahun ini dan masyarakat pun bisa merasakan pelayanan terminal baru Bandara Bua saat arus mudik tiba,” ujar Syarifuddin selaku Kepala Bandara Bua.
Selain membangun terminal baru yang lebih megah dan besar, pengelola Bandara Bua juga membangun sebuah guest house yang berjarak tidak jauh dari terminal penumpang. Menurut Syarifuddin, pembangunan guest house ini awalnya adalah agar dapat digunakan oleh tamu-tamu bandara yang datang berkunjung ke Bua dan sulit mendapatkan penginapan yang dekat dengan bandara. “Karena hotel atau penginapan lokasinya jauh dari bandara. Jadi, kami berinisiatif membangun guest house ini untuk tamu bandara,” katanya.
Guest house yang dibangun oleh pengelola Bandara Bua ini memiliki fasilitas yang lengkap. Meskipun baru memiliki tiga kamar, namun setiap kamar ini dilengkapi oleh AC, TV LED 32 Inch, kamar mandi yang dilengkapi dengan shower serta air hangat dan dingin. Selain itu, terdapat juga pantry yang dilengkapi dengan kulkas dan mini bar serta meja makan. “Guest house ini dibangun tahun 2017. Meskipun konsepnya guest house, tapi fasilitas guest house ini setara dengan hotel berbintang. Konsep kami tidak muluk-muluk, meskipun kecil tapi bermanfaat untuk orang banyak,” ujar Syarifuddin.
Kabandara juga menambahkan, bahwa untuk ke depannya tidak menutup kemungkinan guest house ini pun akan disewakan kepada umum sehingga menambah pendapatan bandara dan bisa menjadi inspirasi bagi pengelola bandara yang daerahnya tidak ada penginapan atau jauh dari penginapan. B

Bandara Bua : Tahun Ini, Perpanjang Jadi 1.600 Meter

Ditulis oleh Teks dan Foto Rizki Indriyanah on . Posted in Domestic

Berjarak 10 km dari Kota Palopo, Bandara Bua di Kecamatan Bua, Kabupaten Luwu Raya, Provinsi Sulawesi Selatan, kini semakin ramai oleh pengguna jasa bandara. Selain berada di lokasi yang strategis, kehadiran bandara ini juga dapat mendukung destinasi wisata Toraja hingga transportasi udara di daerah tersebut berjalan maksimal. Dari Luwu Raya menuju Toraja hanya menempuh waktu dua jam saja melalui jalur darat.
Kepala Bandara Bua Syarifuddin mengemukakan, tingginya animo masyarakat terhadap transportasi udara membuat pengelola bandara terus meningkatkan kualitas pelayanan di bandara itu. Salah satunya adalah berupaya menambah frekuensi penerbangan di bandara yang memiliki panjang landasan pacu 1.400 meter x 30 meter. “Sambil menyiapkan dan meningkatkan fasilitas pelayanan bandara, kami juga berusaha untuk menambah frekuensi penerbangan di bandara ini agar masyarakat memiliki banyak pilihan dalam menggunakan transportasi udara,” katanya.
Saat ini penerbangan di Bandara Bua sudah dilayani oleh maskapai Wings Air yang terbang setiap hari dengan rute Makassar – Palopo PP sebanyak satu kali dalam sehari dan Garuda Indonesia rute Makassar – Polopo PP yang terbang seminggu tiga kali, yakni hari Senin, Rabu, dan Minggu. “Penumpang pesawat di bandara ini penuh terus hingga load factor rata-rata diatas 90%. Kami juga sudah bicara dengan pihak airlines untuk menambah frekuensi penerbangannya ke Palopo, namun masih terkendala oleh armada yang dimilikinya saat ini masih terbatas,” sambung Syarifuddin.
Tahun ini, landasan pacu Bandara Bua akan diperpanjang menjadi 1.600 meter dan apron seluas 80 meter x 60 meter pun akan diperluas menjadi 120 meter x 90 meter. Pengembangan bandara ini selain untuk meningkatkan fasilitas bandara juga untuk mempersiapkan diri  ke depannya menjadi bandara alternative dari Bandara Sultan Hasanuddin di Makassar. “Lahan yang tersedia dan dikuasai bandara saat ini bisa untuk memperpanjang landasan sampai 2.000 meter, namun kalau dibutuhkan masih tersedia lahan yang dapat dibebaskan untuk perpanjangan landasan sampai 2.500 meter. Bulan Januari lalu juga ada kunjungan dari Komisi V DPR RI ke Bua. Mereka minta bandara ini dapat didarati pesawat CRJ,” ujar Kabandara. B