Angkasa Pura I : Dukung Pengembangan Pariwisata NTT

Ditulis oleh Teks dan Foto Release Angkasa Pura I on . Posted in Domestic

Untuk mendukung pengembangan pariwisata di daerah Nusa Tenggara Timur (NTT), PT Angkasa Pura I (Persero) Cabang Bandara El Tari di Kupang menginisiasi kegiatan focus group discussion (FGD) yang bertajuk Collaborative Destination Development (CDD) Kupang dan mendukung kegiatan Komodo Travel Mart (KTM), dengan topik “Collaboration to Improve Tourism Industry in East Nusa Tenggara”. Selain itu, demi meningkatkan trafik penumpang ke NTT, PT Angkasa Pura I (Persero) juga memberikan insentif bagi maskapai yang membuka rute scheduled flight baru dari dan ke Kupang.
Kegiatan CDD yang diselenggarakan pada Kamis 19 Oktober di Hotel Swiss Belinn ini merupakan tindak lanjut dari CDD Kupang yang pernah diselenggarakan pada Februari 2016, di mana dalam setiap penyelenggaraannya melibatkan perwakilan pemerintah setempat dari Dinas Pariwisata, Pemerintah Provinsi, Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Association of Indonesian Tours and Travel Agent (ASITA), serta pelaku usaha di bidang pariwisata lainnya.
Direktur Utama PT. Angkasa Pura I (Persero) Danang S. Baskoro mengemukakan, bahwa penggabungan penyelenggaraan kegiatan CDD dan Komodo Travel Mart ini merupakan tindak lanjut dari CDD tahun 2016, di mana kolaborasi antara pemerintah, perusahaan, dan lembaga - lembaga pariwisata di NTT merupakan poin penting dalam pengembangan pariwisata. “Dengan digabungkannya penyelenggaraan dua kegiatan ini diharapkan dapat membantu para agen wisata domestik dan internasional untuk membawa lebih banyak wisatawan datang ke Nusa Tenggara Timur,” ujar Danang.
CDD merupakan forum kolaborasi berbagai pemangku kepentingan industri pariwisata di daerah yang diinisiasi oleh Angkasa Pura I sejak 2015. CDD bertujuan untuk mendukung pengembangan potensi pariwisata daerah di kawasan tengah dan timur Indonesia, sehingga sektor pariwisata dapat dijadikan sebagai motor pembangunan daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Sedangkan Komodo Travel Mart merupakan salah satu ajang tahunan ASITA dalam rangka mempertemukan para travel agent domestik dan internasional untuk dapat bekerja sama dan melakukan promosi paket perjalanan wisata di NTT.
Direktur Pemasaran dan Pelayanan PT Angkasa Pura I (Persero) Moch. Asrori menambahkan, guna menjaga pertumbuhan jumlah wisatawan yang tinggi ke NTT,  PT Angkasa Pura I memberikan berbagai insentif kepada maskapai seperti penggratisan landing fee selama 6 bulan bagai maskapai yang membuka rute scheduled flight baru ke dan dari Kupang. “Selain itu, pemasangan spanduk selama satu bulan di bandara untuk kepentingan promosi mereka dan inaugurasi gratis di bandara,” tuturnya.
Dengan kolaborasi yang baik antara operator bandara, maskapai penerbangan, agen wisata, dan pemerintah daerah, diharapkan pengembangan industri pariwisata NTT akan terakselerasi lebih cepat sehingga berdampak positif terhadap peningkatan pertumbuhan ekonomi NTT. B

Angkasa Pura I : Kembangkan Aplikasi Monitoring Ketinggian Air di Runway

Ditulis oleh Teks Rizki Indriyanah, Foto dok. Angkasa Pura I on . Posted in Domestic

Untuk semakin meningkatkan keselamatan dan keamanan penerbangan, PT Angkasa Pura I melakukan inovasi berbasis teknologi informasi melalui pengembangan aplikasi alat pengukur ketinggian air di permukaan landasan pacu.
Dalam mengembangkan aplikasi ini, PT Angkasa Pura I menggandeng Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) dan Universitas Diponegoro (Undip) Semarang yang ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (memorandum of understanding) pada 03 November 2017 di Hotel Crowne, Semarang.
Direktur Utama PT Angkasa Pura I Danang S. Baskoro mengemukakan, bahwa Angkasa Pura I bersama KNKT dan Undip berkomitmen untuk merancang dan membuat sistem peralatan monitoring ketinggian genangan air pada runway di Bandara Ahmad Yani Semarang sebagai upaya peningkatan keselamatan dan keamanan penerbangan. “Sebagai upaya untuk memberikan informasi akurat, cepat, otomatis, dan real time terkait kondisi landas pacu, khususnya pada saat hujan ke pihak Air Traffic Control (ATC) dan pilot, maka diperlukan suatu sistem peralatan monitoring yang dapat memantau kondisi tingkat ketinggian genangan air di permukaan runway secara real time dan dapat memberikan sinyal keamanan untuk lepas landas maupun pendaratan pesawat,” jelas Danang dikutip dari siaran persnya.
Pengembangan aplikasi monitoring ini terkait dengan aktivitas pemeriksaan keberadaan air di runway, termasuk pada saat hujan, sebagai bagian dari kegiatan pemeliharaan. Lebih spesifik, pemeriksaan keberadaan air ini bertujuan untuk mendapatkan informasi yang akurat dalam melakukan perencanaan dan pelaksanaan kegiatan pemeliharaan yang diperlukan ke depannya. Sementara itu, kegiatan pemeliharaan atau program pemeliharaan fasilitas sisi udara (runway, taxiway, dan apron) merupakan kewajiban operator bandar udara yang diatur dalam Peraturan Dirjen Perhubungan Udara Nomor KP 94 Tahun 2015.
Kegiatan pemeliharaan ini meliputi inspeksi rutin, pengujian kinerja perkerasan, perbaikan kerusakan, rehabilitasi, dan pembuatan laporan ke regulator. Sementara inspeksi bertujuan untuk memeriksa kondisi permukaan perkerasan terutama pada area pergerakan (movement area) agar layak dan aman digunakan bagi operasional penerbangan. Kegiatan inspeksi meliputi pemeriksaan material asing berbahaya atau Foreign Object Debris (FOD), pemeriksaan kerusakan struktur perkerasan, termasuk di dalamnya pemeriksaan keberadaan air di runway.  
Pemeriksaan keberadaan air di runway merupakan salah satu hal penting yang perlu dilakukan untuk menjaga keselamatan dan kemanan penerbangan. Runway yang tergenang air pada saat hujan memiiki efek hydroplaning, yaitu kondisi di mana pada saat pendaratan, roda pesawat mengambang di permukaan air yang mengakibatkan rem pesawat tidak bekerja secara efektif dan tidak mampu mengurangi kecepatan pesawat serta kemudian dapat mengakibatkan pesawat kehilangan kendali sehingga dapat mengakibatkan pesawat keluar dari badan runway. B

Angkasa Pura I : Berikan Apresiasi Kepada Petugas Avsec

Ditulis oleh Teks Rizki Indriyanah, Foto dok. Angkasa Pura I on . Posted in Domestic

Manajemen PT Angkasa Pura I (Persero) memberikan apresiasi kepada lima anggota Aviation Security (Avsec) yang berhasil menggagalkan upaya penyelundupan sabu - sabu melalui Bandara Adisutjipto Yogyakarta. Sabu - sabu seberat 3 kilogram senilai Rp 4,5 miliar tersebut dibawa oleh tiga tersangka yang akan terbang menggunakan pesawat Sriwijaya Air SJ 230 rute Pekanbaru - Yogyakarta - Balikpapan pada Jumat, 20 Oktober 2017 lalu.
“Kami mengapresiasi keberhasilan tim avsec Angkasa Pura I yang dengan sigap berhasil menggagalkan upaya penyelundupan sabu - sabu tersebut. Penggagalan upaya penyelundupan narkotika ini merupakan yang terbesar di Bandara Adisutjipto dengan nilai Rp 4,5 miliar. Manajemen berharap tim avsec tetap mempertahankan kinerja yang baik dalam upaya melakukan pencegahan penyelundupan barang ilegal melalui pesawat udara, selain membantu menjaga keselamatan dan keamanan penerbangan udara,” ungkap Direktur Utama PT Angkasa Pura I (Persero) Danang S. Baskoro.
Bentuk apresiasi yang diberikan manajemen PT Angkasa Pura I (Persero) adalah berupa pemberian sertifikat penghargaan langsung oleh Direktur Utama, hadiah uang sebesar lima kali gaji, dan beberapa hadiah lainnya. Pemberian apresiasi dilakukan di kantor pusat PT Angkasa Pura I (Persero), Jakarta.
Seperti diketahui sebelumnya, penggagalan penyelundupan sabu - sabu pada 20 Oktober 2017 pukul 13.06 WIB di Bandara Adisutjipto, Yogyakarta bermula ketika petugas avsec mendapati tiga orang yang dianggap mencurigakan saat memasuki Screening Check Point (SCP) 2 Terminal B. Petugas kemudian melakukan body screening, dan ternyata ditemukan empat bungkus sabu - sabu, masing - masing seberat 750 gram.
Selanjutnya petugas mengamankan ketiga orang tersebut. Pihak Angkasa Pura I lantas mengkoordinasikan temuan ini ke Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan POM AU. Sejumlah barang bukti juga diserahkan ke BNNP DIY.  B

Angkasa Pura II : Raih Penghargaan Contact Center World 2017

Ditulis oleh Teks Rizki Indriyanah. Foto dok. Angkasa Pura II on . Posted in Domestic

PT Angkasa Pura II kembali berhasil mendapatkan penghargaan bergengsi dari Contact Center World tingkat dunia tahun 2017. Dari lima kategori yang diikuti oleh PT Angkasa Pura II berhasil meraih tiga Gold Medal dan dua Silver Medal. Penghargaan bergengsi itu diberikan di Grange City Hotel, London, pada 23 – 27 Oktober 2017.
Director Airport Service  & Facility PT Angkasa Pura II Ituk Herarindri mengemukakan, ajang bergengsi Contact Center World 2017 itu diikuti oleh 15 negara dari 5 benua. Yaitu Australia, Canada, Hongkong, India, Indonesia, Jepang, Malaysia, New Zealand, Portugal, Rusia, Saudi Arabia, Afrika Selatan, Turki, UK dan USA. “Peserta dari Indonesia ada empat, yaitu BCA, Bank Indonesia, Telkom dan Angkasa Pura II. Dalam acara ini kami, PT Angkasa Pura II berhasil mendapatkan tiga Gold Medal dan dua Silve Medal,” ujarnya saat bertemu dengan tim Majalah Bandara di kantornya.
Dari lima kategori tersebut berhasil meraih tiga Gold Medal adalah The Best Technology Innovation (Airport Baggage Mobile Aps) atas nama Rully Rinaldi, The Best Self Service Technology (Indonesia Airport Mobile Apps) atas nama Robby Saputra dan The Best Incentive Scheme atas nama Rahman Sujati. Sedangkan dua kategori berikutnya yang berhasil meraih dua Silver Medal adalah The Best Use of Social Media atas nama M. Yaser Khalek dan The Best Direct Response Campaign atas nama Erik Purwadi.
Dengan didapatkannya penghargaan ini, tentu menambah sederet prestasi yang sudah berhasil diraih PT Angkasa Pura II di tahun 2017 ini. Para pelanggan bandara AP II bisa mengakses contact center PT Angkasa Pura II melalui Airport 138 24 hours, email Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya., FB Fanpage @airport138, twitter @angkasapura_2, instagram @angkasapura2 dan website www.angkasapura2.co.id B

BIJB Kebanggaan Masyarakat Jawa Barat

Ditulis oleh Teks Erwin Nurdin, Foto Erwin Nurdin, dok. BIJB on . Posted in Domestic

Pada tanggal 24 November 2017  PT. Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) merayakan ulang tahunnya yang ketiga sejak dikeluarkannya keputusan Gubernur mengenai pendirian PT. BIJB.
Dalam usia ketiga tahun ini, BIJB sudah terkenal walau belum beroperasi. Maklum saja, BIJB  yang tengah dibangun di Kertajati di Kabupaten Majalengka, Provinsi Jawa Barat,  akan menjelma menjadi bandara besar yang menjadi kebanggaan masyarakat di provinsi itu.
Pembangunan bandara ini dilakukan oleh Kemenhub bersama-sama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat sejak tahun 2013 sebagai alternatif Bandara Husein Sastranegara Bandung.
Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Agus Santoso mengemukakan  Bandara Kertajati dibangun di atas lahan sekitar 1.800 ha.  Sesuai dengan rencana induk, bandara ini nantinya akan dilengkapi dengan dua buah runway berukuran 3.500 meter x 60 meter dan 3.000 meter  x 60 meter yang mampu menampung pesawat sekelas Boeing 747 atau Boeing 777.
“Bandara Internasional Kertajati yang runway, taxiway, apron dan seluruh fasilitas sisi udaranya dibangun oleh Pemerintah pusat melalui DIPA Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub tersebut akan mulai beroperasi pada pertengahan tahun depan 2018. Bandara yang berlokasi di Kabupaten Majalengka ini setelah beroperasi akan dapat mengurangi kepadatan arus penumpang di Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng yang saat ini aktivitasnya luar biasa sibuknya,” ungkap Agus.
Demi memberikan kemudahan para jamaah haji Provinsi Jawa Barat, Agus menjelaskan, Presiden Joko Widodo memerintahkan kepada Kementerian Perhubungan untuk memperpanjang runway Bandara Kertajati dari 2.500 meter yang telah dirampungkan tahun 2017 menjadi 3.000 meter x 60 meter pada tahun berikutnya. Dengan dimensi runway tersebut, pesawat penumpang terbesar di dunia Airbus A380 saja akan bisa mendarat di Kertajati. Pesawat dua lantai ini bisa menampung 850 penumpang.
“Untuk mengantisipasi melonjaknya penumpang, luas terminal Kertajati didesain 96 ribu m2 sehingga sanggup menampung sampai 10 juta orang per tahun. Maka Bandara Kertajati sanggup menekan kepadatan Bandara Soekarno Hatta dan memberikan kemudahan dalam ibadah Haji dan Umroh bagi masyarakat Jawa Barat. B