Bandara Radin Inten II : Kini Dilengkapi 2 Unit Garbarata

Ditulis oleh Teks dan Foto Erwin Nurdin, Radin Inten II on . Posted in Domestic

Bandara Radin Inten II di Lampung sekarang dilengkapi dua unit garbarata yang memudahkan akses penumpang dari ruang tunggu ke pesawat maupun sebaliknya.
Kepala Bandara Radin Inten II Asep Kosasih Samapta mengemukakan garbarata yang dipasang sejak Juli 2017 itu sudah selesai dilakukan uji coba (commisioning).
“Uji coba baru saja selesai akhir Desember lalu,” kata Asep di Lampung pertengahan Februari 2018 lalu.
Operasional garbarata yang ada di pintu kedatangan dan keberangkatan itu, lanjut Asep,  tentu mengikuti mekanisme yang ada karena terkait erat dengan keamanan pesawat (safety aircraft).
Adanya garbarata akan memudahkan akses penumpang dari ruang tunggu ke pesawat maupun dari pesawat ke terminal kedatangan. Jika sebelumnya menggunakan shuttle bus, sekarang bisa menggunakan garbarata tanpa kepanasan atau kehujanan. B

Bandara Kamur : Lengkapi Kebutuhan Transportasi Kabupaten Asmat

Ditulis oleh Teks Rizki Indriyanah, Foto Fb Bandara Kamur on . Posted in Domestic

Transportasi udara di Papua, khususnya di daerah terdalam di provinsi tersebut tentu menjadi kebutuhan utama. Selain membuka keterisoliran, juga memudahkan akses keluar dan masuk masyarakat ke daerah itu. Dengan adanya transportasi udara juga dapat membantu meningkatkan pertumbuhan perekonomian daerah.
Kabupaten Asmat adalah salah satu kabupaten yang berada di Provinsi Papua. Transportasi di Asmat bisa dikatakan masih jauh tertinggal dari daerah lainnya, sehingga akses menuju Asmat pun sangat sulit. Menuju Asmat memang bisa ditempuh melalui jalur laut menggunakan kapal kayu yang jadwalnya tidak pasti kapan akan berlayar ke daerah tersebut, sehingga kehadiran transportasi udara di Kabupaten Asmat sangat dinantikan.
Di Kabupaten Asmat, tepatnya di Distrik Pantai Kasuari terdapat sebuah bandara, yaitu Bandara Kamur. Bandara ini memiliki panjang landasan pacu 600 meter x 18 meter dan merupakan UPBU Kelas III. Saat ini, Bandara Kamur hanya bisa didarati oleh pesawat perintis saja, seperti pesawat jenis Pilatus dan Caravan. Namun demikian, kehadiran Bandara Kamur menjawab semua kebutuhan masyarakat Asmat akan transportasi.
Kepala Bandara Kamur Sigit Buntara mengemukakan, bahwa saat ini penerbangan perintis di Papua sudah mulai berjalan sejak bulan April 2017 dan dilayani oleh maskapai Susi Air yang terbang seminggu sekali menggunakan pesawat jenis Pilatus. Lalu, pada 23 Januari 2018 frekuensi penerbangan perintis pun bertambah menjadi dua kali dalam seminggu. “Alhamdulillah, penerbangan perintis di wilayah ini sudah terbang seminggu dua kali, yakni hari Selasa dan Jumat dengan rute Merauke - Kamur - Ewer PP,” katanya.
Menurut Sigit, dengan adanya penerbangan ini melengkapi kebutuhan transportasi masyarakat Kabupaten Asmat yang terisolir. Ia dan anggotanya terus melakukan pengembangan bandara sesuai dengan masterplan, salah satunya adalah menambah panjang landasan pacu menjadi 900 meter x 23 meter, sehingga penerbangan dengan pesawat Cessna Caravan atau Twin Otter bisa dengan masikmum load. “Saat ini kami juga sedang membuat perencanaan pengembangan bandara, tapi semua perencanaan itu bisa berjalan atau tidak yang memutuskan kantor pusat (kemenhub), serta dukungan dari Pemda setempat (Kab. Asmat),” ujarnya.
Kabandara juga menjelaskan, bahwa untuk pengembangan bandara masih membutuhkan lahan. Sigit pun sudah melakukan koordinasi dengan Bupati dan Pemda Kabupaten Asmat terkait hal itu, namun hingga saat ini belum mendapatkan kepastian dari pihak Pemda setempat. “Kami sudah berkoordinasi dengan Pemda, tapi belum dapat kepastian. Apa lagi hingga saat ini Bandara Kamur masih menggunakan genset. Kami berharap setidaknya bisa mendapatkan tambahan suply catu daya listrik melalui pengadaan PLTS (tenaga surya),” tutup Sigit. B

Movement 14 Kali Sehari : FL Tobing Kembangkan Fasilitas

Ditulis oleh Teks dan Foto Erwin Nurdin on . Posted in Domestic

Kemajuan angkutan udara melalui Bandara FL Tobing, Pinangsori, Kabupaten Tapanuli Tengah selama tiga tahun ini berkembang pesat.
Saat ini pergerakan pesawat datang dan pergi  di Bandara FL Tobing itu mencapai  14 kali setiap hari, yakni Garuda Indonesia dua kali sehari, Wings Air tiga kali dan Susi Air dua kali seminggu.
Kabandara FL Tobing Ambar Suryoko menjelaskan potensi pasar cukup tinggi karena penumpang FL Tobing berasal dari delapan kabupaten di sekitar Tapanuli Tengah.
Apalagi setelah dibuka penerbangan langsung dari Jakarta – Sibolga yang diterbangi Garuda Indonesia sejak Juli 2014, menggunakan pesawat jenis Bombardir CR-100 kapasitas 98 seat, penumpang meningkat tajam.
Penerbangan langsung Jakarta-Sibolga dan sebaliknya diminati masyarakat. “Hampir setiap penerbangan penuh”, ujar Ambar Suryoko yang kini dipercaya mengemban tugas baru Kabandara Iskandar Pangkalan Bun.
Selain menambah jumlah penumpang, Ambar Suryoko juga  meningkatkan fasilitas sisi udara dan sisi darat di bandara FL Tobing, terbaru di tahun 2017 salah satunya di sisi darat meningkatkan kapasitas terminal dari 733 m2 menjadi 1000 m2 untuk tujuan kenyamanan bagi penumpang yang semakin meningkat setiap tahunnya serta peningkatan sisi udara sperti overlay runway, apron dan taxiway untuk meningkatkan PCN dengan tujuan agar pesawat boeing atau berbadan besar dapat mendarat di bandara ini, pembuatan pagar pengaman sisi udara untuk menjamin keamanan penerbangan di bandara FL Tobing serta peningkatan fasilitas lainya untuk menunjang kegiatan penerbangan bahkan di tahun 2018 telah tertampung anggaran untuk memperluas apron dikarenakan eksisting apron sudah tidak memadai untuk pergerakan pesawat demi kenyamanan bagi pilot untuk manuver di sisi darat maka sangat diperlukan perluasan apron eksisting demi keamanan dan keselamatan penerbangan. B

Jokowi ke Sibolga & Tapteng, Bandara FL. Tobing Makin Dikenal

Ditulis oleh Teks dan Foto Erwin Nurdin, Istimewa on . Posted in Domestic

Kunjungan Presiden Joko Widodo ke suatu tempat biasanya membawa berkah dan akan mempercepat perkembangan wilayah tersebut. Ternyata hal ini terjadi di Tapanuli Tengah atau Sibolga dan  tepatnya adalah  Bandara FL. Tobing, Pinangsori Tapanuli Tengah. Setelah Presiden Jokowi berkunjung ke bandara tersebut, wilayah itu berkembang pesat di semua bidang dan bandara juga semakin terkenal.
Presiden Jokowi sudah dua kali berkunjung ke wilayah ini. Pertama kali saat meresmikan proyek infrastruktur pelabuhan Pelindo I di Sibolga pada tahun lalu. Ketika itu, Kabandara Ambar menyapa penuh hormat Kepala Negara: “Selamat sore dan Assalamu’alaikum Bapak Presiden, saya Kabandara di sini (FL. Tobing)”.
Presiden menoleh dan mendengar pembicaraan Kabandara FL. Tobing tersebut. Lalu Presiden bertanya,”Berapa kali frekuensi penerbangan?”
Ambar lalu menjelaskan Bandara FL. Tobing diterbangi maskapai penerbangan Garuda Indonesia dua kali sehari yakni satu kali direct Jakarta-Sibolga dan satunya dari Medan. Maskapai lain Wings Air tiga kali sehari dan Susi Air dua kali seminggu.
Presiden Jokowi menghitung dengan jari- jari sambil manggut-manggut.
Sembari jalan, Presiden Jokowi memberi arahan agar Kabandara FL. Tobing Ambar Suryoko meningkatkan pelayanan di bandara yang menjadi gerbang utama ke wilayah Kabupaten Tapanuli Tengah dan delapan Kabupaten di sekitarnya. B

Bandara Djalaluddin : Terminal Baru, Penumpang Semakin Nyaman

Ditulis oleh Teks Yoyoh Sulastri, Foto Riska Rahayu on . Posted in Domestic

Peningkatan pelayanan di Bandara Djalaluddin terus mengalami kemajuan yang signifikan, sehingga membuat calon penumpang pesawat pun merasa nyaman berada di bandara. Peningkatan ini dapat terlihat dari terminal baru bandara kebanggaan masyarakat Gorontalo yang dibangun lebih luas dan megah.
Sebelumnya, terminal penumpang Bandara Djalaluddin hanya dapat menampung 250-400 penumpang per hari. Tapi kini terminal penumpang yang dibangun di atas lahan seluas 11.300 meter persegi itu dapat menampung 1.600-2.000 penumpang per hari. “Sejak diresmikan pada 01 Mei 2016 lalu oleh Ignasius Jonan yang saat itu menjabat sebagai Menteri Perhubungan, tentu dengan terminal baru yang lebih luas ini membuat pengguna jasa bandara menjadi lebih nyaman. Pergerakan perpindahan penumpang dan barang pun menjadi lebih mudah,” ungkap Kepala Bandara Djalaluddin Kolonel Power A.S. Sihaloho.
Power juga menambahkan, meskipun terminal baru sudah beroperasi, terminal lama seluas 1.700 meter persegi hingga saat ini masih digunakan untuk penerbangan penerbangan tidak berjadwal, seperti pesawat charter, pesawat TNI, Polri dan VIP lainnya. Sedangkan terminal baru digunakan untuk penerbangan komersil. “Terminal lama masih digunakan untuk penerbangan non schedule,” ujar Kabandara.
Selain memiliki terminal baru penumpang, bandara yang memiliki panjang landasan pacu 2.500 meter x 45 meter itu juga memiliki dua apron, yaitu apron pertama yang berada di terminal lama yang digunakan untuk penerbangan haji dan non schedule, serta apron kedua yang berada di terminal baru dan digunakan untuk penerbangan umum komersil.
Meningkatnya kualitas pelayanan bandara yang terletak di Kecamatan Isimu, Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo, juga diiringi dengan penghargaan yang berhasil diraih oleh Bandara Djalaluddin, yaitu meraih Juara II dalam ajang Bandara Awards 2017 pada kategori UPBU Kelas I dengan layanan terbaik. Tidak hanya itu saja. Semenjak di bawah kepemimpinan Kolonel Power A.S. Sihaloho, di tahun 2018 ini Bandara Djalaluddin juga telah resmi menempati kantor baru, seperti kantor administrasi, kantor teknik dan operasi, gedung keamanan, gedung alat berat dan kantor PKP-PK baru. “Kantor baru, semangat baru,” ujar Power sambil tersenyum.
Di samping peningkatan pelayanan, penerbangan di bandara itu juga sudah semakin ramai. Hal ini dapat terlihat dari jumlah movement pesawat di bandara itu yang mencapai 24 kali per hari, serta banyaknya maskapai nasional yang menerbangi bandara itu, seperti Batik Air, Lion Air, Wings Air, Garuda Indonesia, Citilink dan Sriwijaya. Selain itu, Kabandara juga telah membenahi parkir kendaraan, ground handling dan kargo yang kini pengelolaanya oleh  Angkasa Pura logistik, untuk meningkatkan pelayanan demi tercapainya keamanan dan keselamatan penerbangan dari dan ke Bandara Djalaluddin, Gorontalo. B