Bandara Stevanus Rumbewas : Penggerak Ekonomi di Pesisir Utara Papua

Ditulis oleh Teks dan Foto Rizki Indriyanah on . Posted in Domestic

Kehadiran Bandara Stevanus Rumbewas Serui di Kabupaten Kepulauan Yapen, Papua,  memudahkan akses keluar masuk ke pulau itu, sekaligus menjadi penggerak ekonomi di pesisir utara provinsi itu.
Kepala Bandara Stevanus Rumbewas Serui Fraun Hisage mengemukakan bahwa bandara yang memiliki panjang 1.400 meter itu juga menjadi hub untuk mensuplai barang ke pedalaman melalui transportasi udara dan lalu dilanjutkan menggunakan transportasi laut.
“Bandara ini melayani dua kabupaten, yaitu Kabupaten Kepulauan Yapen dan Kabupaten Waropen,” katanya saat bertemu dengan awak Majalah Bandara beberapa waktu lalu saat berkunjung ke Serui.
Bandara kebanggaan masyarakat Kabupaten Kepulauan Yapen ini sudah diterbangi oleh Trigana Air setiap hari dengan menggunakan pesawat jenis ATR-42 dengan rute Jayapura – Serui – Biak PP dan penerbangan perintis yang dilayani Susi Air seminggu tiga kali yakni hari Selasa, Kamis dan Sabtu, serta Dimonim Air setiap hari Jumat dengan rute Nabire - Botawa - Serui PP.  “Baru satu maskapai komersil dan dua maskapai penerbangan perintis yang terbang ke bandara ini. Tetapi animo masyarakat terhadap transportasi udara sangat tinggi. Setiap hari selalu antri untuk mendapatkan tiket,” ujar Kabandara.
Menurut Fraun, masyarakat berharap Bandara Stevanus Rumbewas dapat didarati oleh maskapai lainnya, sehingga terbang ke Serui menjadi banyak pilihan dan tidak lagi perlu antri untuk mendapatkan tiket. Selama ini, selain menggunakan transportasi udara menuju Serui juga dapat ditempuh menggunakan transportasi laut dari Biak selama enam jam perjalanan, sedangkan dengan pesawat hanya 20 menit saja. “Dengan adanya transportasi udara tentu dapat mempersingkat waktu perjalanan,” tuturnya.
Kabandara juga menambahkan, rencananya maskapai Garuda Indonesia dan NamAir akan terbang ke Serui. Namun penerbangan baru bisa dilakukan jika landasan pacu sudah diperpanjang. “Garuda Indonesia dan NamAir akan terbang ke sini, tapi menunggu landasan pacu diperpanjang dulu dan rencana akan diperpanjang menjadi 1.600 meter,” ungkap Fraun.
Selain terus meningkatkan fasilitas sisi udara, pengelola bandara juga terus berusaha meningkatkan pelayanan dan fasilitas sisi darat dengan memperluas terminal penumpang. Menurut Fraun, terminal penumpang yang digunakan saat ini sudah tidah bisa menampung penumpang pesawat ATR-42 sehingga diperlukan perluasan. “Untuk penumpang ATR-42 sudah tidak bisa ditampung lagi. Rencananya tahun anggaran 2018, kita akan memperluas terminal,” tutupnya. B

Palembang Kerja Keras : Persiapkan Asian Games 2018

Ditulis oleh Teks Puti Nadhira, Foto dok Pemda Sumsel on . Posted in Domestic

Asian Games 2018 akan berlangsung dalam kurang satu tahun lagi. Palembang ditunjuk sebagai co-host city menemani Jakarta dalam penyelenggaraan ajang olahraga bergengsi ini. Berbagai persiapan dilakukan untuk mengakomodir lebih dari 10.000 atlet dari 45 negara yang akan berlaga nanti.
Dari Palembang sendiri, pembangunan arena olahraga telah berjalan. Jakabaring Sport City akan menjadi kawasan olahraga dimana beberapa pertandingan seperti di cabang akuatik, voli pantai, panahan, dayung, panjat tembok, tenis, softball, baseball, dan roller skate. Pembangunan sport hall, convention hall,  kampung atlit, dan fasilitas penunjang lainnya juga dikebut oleh pemerintah.
Moda transportasi LRT(Light Railway Transit) yang rencananya memiliki rute bandara-pusat kota-Jakabaring ini diharapkan dapat mempermudah seluruh pihak dalam pelaksanaan Asian Games nanti.
“Selain itu, LRT yang sedang dibangun ini nantinya akan melewati Sungai Musi. Jadi, LRT pertama yang lewat sungai di Asia ya adanya di Palembang,” ujar Gubernur Sumsel Alex Noerdin kepada majalah Bandara. B

Bandara SMB II : Dukung Asian Games 2018

Ditulis oleh Teks Puti Nadhira, Foto Istimewa on . Posted in Domestic

Indonesia akan menyelenggarakan salah satu perhelatan akbarnya yaitu Asian Games. Jakarta dan Palembang dipilih untuk menjadi tuan rumah kompetisi olahraga antara negara-negara di Asia. Segala fasilitas untuk menunjang kegiatan tersebut diperbaiki dan dibangun secara besar-besaran, tidak terkecuali bandara.
Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II pun ikut berbenah dalam rangka Asian Games yang akan diselenggarakan pada Agustus 2018, dimana sebagiannya akan dilangsungkan di Palembang, Sumatera Selatan. Salah satu yang dilakukan adalah melakukan perluasan di bandara internasional ini.
Ada beberapa hal yang akan masuk dalam prioritas, seperti pembangunan Sky Bridge, Fix Bridge, dan Re-Layout hingga penebalan kekuatan landasan.  
Gubernur Sumsel Alex Noerdin pun menyambut baik progres yang telah dilakukan oleh pihak pengelola Angkasa Pura II. “Yang jelas bandara akan semakin bagus sehingga ribuan tamu yang datang akan nyaman,” ujar Alex Noerdin kepada Majalah Bandara.  
Gubernur Alex mengatakan dengan dibangunnya LRT dari bandara ke pusat kota juga menambah lengkap sarana transportasi. Bahkan peserta Asian Games mendatang diharapkan bisa menuju kawasan olahraga Jakabaring Palembang. B

Bandara Karel Sadsuitubun : Dukung Penuh Festival Meti Kei 2017

Ditulis oleh Teks Rizki Indriyanah, Foto Rizki Indriyanah dok. Bandara Karel Sadsuitubun on . Posted in Domestic

Pemkab Maluku Tenggara kembali menggelar Festival Meti Kei untuk yang kedua kalinya. Festival Meti Kei 2017 digelar selama satu minggu, dari tanggal 25 Oktober hingga 01 November 2017 yang dibuka secara resmi oleh Sekjend Kementerian Pariwisata Ukus Kuswara dan acara puncaknya diselenggarakan di Pantai Pasir Panjang pada 22 Oktober. Pantai ini  merupakan salah satu destinasi wisata di Maluku Tenggara yang terkenal dengan pasir putihnya yang lembut dan halus juga dijuluki sebagai surga tersembunyi.
Terselenggaranya Festival Meti Kei 2017 pun tak lepas dari dukungan penuh pengelola Bandara Karel Sadsuitubun yang terletak di Langgur, Maluku Tenggara, melalui penambahan slot time penerbangan di bandara yang memiliki panjang landasan pacu 2.350 meter selama festival berlangsung.
Kepala Bandara Karel Sadsuitubun Anwar Hamid mengemukakan, bahwa pengelola bandara optimis dan mendukung penuh festival yang merupakan adat istiadat masyarakat setempat, sehingga sangat dihormati dan menjadi event tahunan daerah tersebut. “Apa yang harus disiapkan, kami menyiapkannya. Seperti airlines. Selama Festival Meti Kei 2017 berlangsung, pengelola bandara bekerjasama dengan maskapai Garuda Indonesia menambah slot time, dari dua kali penerbangan dalam sehari menjadi tiga kali dalam sehari. Penambahan slot time ini untuk menunjang transportasi udara selama festival tersebut diselenggarakan,” katanya.
Menurut Anwar, dukungan penuh yang diberikan pengelola Bandara Karel Sadsuitubun terhadap Festival Meti Kei tidak hanya tahun ini saja. Tetapi sejak diselenggarakannya tahun 2016 lalu,  pengelola Bandara Karel Sadsuitubun telah memberikan dukungan penuh terhadap festival tersebut. “Dalam festival ini menampilkan budaya Maluku Tenggara yang unik dan menarik, sehingga banyak turis yang menyaksikan festival ini. Dengan adanya festival ini juga memberikan dampak positif untuk bandara, yaitu bandara menjadi semakin ramai penumpang, sehingga pendapatan pun menjadi naik. Tidak hanya itu saja, selama festival berlangsung pun fasilitas keamanan dan pelayanan bandara lebih ditingkatkan lagi,”tutupnya. B
 

Angkasa Pura I : Terima Penghargaan ACI

Ditulis oleh Teks dan Foto Release Angkasa Pura I on . Posted in Domestic

Dua bandara PT. Angkasa Pura I (Persero) yakni Bandara I Gusti Ngurah Rai di Bali dan Bandara Sultan Hasanuddin di Makassar mendapatkan penghargaan prestisius tingkat dunia Airport Service Quality (ASQ) Awards 2017 dari Airport Council Internasional (ACI) pada kegiatan “27th Airport Council International Africa/World yang bertajuk Annual General Assembly Conference & Exhibition” 17-18 Oktober 2017 di Mauritius, Afrika.
Capaian prestisius dua bandara PT Angkasa Pura I (Persero) di tingkat dunia ini sebelumnya sudah diumumkan pada Maret 2017 lalu oleh Airport Council International (ACI). Di mana Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali berhasil meraih gelar “The 3rd World Best Airport 2016” untuk kategori bandara dengan 15 - 25 juta penumpang per tahun dan Bandara Sultan Hasanuddin Makassar yang menjadi “The Most Improved Airport in Asia - Pacific 2016”.
Penghargaan tersebut diserahkan oleh Director General ACI Angela Gittens kepada Direktur Utama PT Angkasa Pura I (Persero) Danang S. Baskoro yang didampingi oleh General Manager Bandara Sultan Hasanuddin Makassar Cecep Marga Sonjaya dan perwakilan manajemen Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali I Made Sutiwa pada 17 Oktober 2017.
Direktur Utama PT. Angkasa Pura I (Persero) Danang S. Baskoro mengemukakan, bahwa penghargaan yang didapatkan ini merupakan bukti nyata atas kerja keras yang terus dilakukan oleh PT. Angkasa Pura I (Persero).  “ASQ sendiri merupakan satu - satunya program benchmarking global yang mengukur tingkat kepuasan penumpang di bandara yang dilakukan oleh ACI. Penghargaan yang kami terima ini adalah pengakuan sebagai bukti nyata, bahwa kami terus kerja keras dan fokus untuk selalu meningkatkan pelayanan kepada para pengguna jasa bandara, sekaligus sebagai perwujudan visi perusahaan. Kami selalu berupaya untuk memberikan pelayanan pelanggan yang berkualitas, sehingga tercipta pengalaman pelanggan yang baik,” katanya.
Di samping itu, Director General ACI Angela Gittens dalam sambutan pembukaan kegiatan tersebut mengemukakan, bahwa bandara itu memainkan peran penting dalam perekonomian dan kehidupan sosial masyarakat di tingkat negara, regional dan dunia pada umumnya. “Bandara - bandara ini telah mendedikasikan diri untuk memberikan pengalaman pelanggan yang luar biasa. ACI dengan bangga mengakui pencapaian ini dan kami berharap dapat mencari cara yang lebih efektif, efisien, dan menguntungkan untuk melayani perjalanan udara masyarakat,” ujar Angela Gittens. B