Menhub Budi Karya Sumadi : Bandara Dorong Pertumbuhan Pariwisata

Ditulis oleh rizki Indriyanah on . Posted in Domestic

Kementerian Perhubungan selalu melakukan koordinasi dengan Kementerian Pariwisata dalam rangka pengembangan pariwisata Indonesia, apalagi Indonesia sudah menargetkan kunjungan wisatawan sebanyak 20 juta orang pada 2019.
Menurut Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, pembangunan bandar udara baru dapat meningkatkan arus kunjungan wisatawan domestik maupun wisatawan mancangera. “Paparan Kementerian Pariwisata soal kunjungan wisatawan baik domestik maupun mancanegara di 3 bandara utama itu sudah menunjukkan bahwa kehadiran bandara dapat meningkatkan kunjungan wisatawan, “katanya.
Menurut data statistik Kementerian Pariwisata, pada 2010, jumlah kunjungan wisatawan di Provinsi Sumatera Utara melalu bandara Polonia (Medan) baru tercatat sebanyak 177.530, sedangkan pada periode 2013-2014, jumlah kunjungan turis ke daerah itu melalui Bandara Kualanamu (Medan) meningkat menjadi 230.137. Artinya, terdapat kenaikan sekitar 30%.
Kunjungan wisatawan ke Nusa Tenggara Barat pada tahun 2009-2010 melalui bandara Selaparang Mataram baru tercatat 17.613, sedangkan pada tahun 2013-2014, jumlah kunjungan wisatawan ke daerah melalui Bandara Internasional Lombok Baru (BIL) meningkat pesat menjadi 55.130. Artinya, terdapat peningkatan luar biasa sebesar 213%.
Di Sulawesi Selatan, kunjungan wisatawan pada 2009-2010 melalui bandara di Makassar baru tercatat sebanyak 15.253, sedangkan kunjungan wisatawan pada tahun 2013-2014 ke daerah itu sudah mencapai sebanyak 16.721. Artinya, terjadi peningkatan kunjungan wisata 10%.
Fakta diatas, kata Menteri, menunjukkan bahwa pengembangan bandar udara berpengaruh kepada peningkatan jumlah kunjungan wisatawan ke suatu daerah. “Contohnya, Bandar Udara di Nusa Tenggara Barat terjadi peningkatan yang sangat fantastis setelah adanya bandara baru, “katanya.
Dengan adanya bandara baru, menurut Menhub, maka frekuensi penerbangan dan peningkatan jumlah penumpang pengguna jasa transportasi udara meningkat pesat karena kapasitas bandara baru tersebut dua kali lebih banyak bila dibandingkan dengan bandara sebelumnya. B

Dirjen Suprasetyo: 2017 Tingkatkan Pelayanan

Ditulis oleh Suwantin Oemar on . Posted in Domestic

Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Suprasetyo mengharapkan tahun 2017 lebih baik bila dibandingkan dengan tahun 2016. “Peningkatan perbaikan itu hanya bisa dicapai dengan bekerja keras, “katanya.
Dia meminta kepada pengelola bandar udara dan otoritas bandar udara untuk lebih meningkatkan kinerja dan mendorong peningkatan pelayanan kepada pengguna jasa kendaraan. “Tingkatkan pelayanan kepada maskapai karena dia adalah mitra kita, “tambahnya.
Menurut dia, perkembangan di jasa transportasi begitu cepat. “Jika ada suatu perkembangan, maka akan ada satu keseimbangan baru yang kadang-kadang membuat layanan yang diberika menjadi berkurang dan jikalau berkurang maka akan dipertanyakan, “katanya.
Jadi, menurut dia, tidak saatnya lagi berleha-leha, semua harus bekerja keras untuk memberikan yang terbaik demi meningkatkan pelayanan. “Industri transportasi ini berada di wilayah sektor jasa.  Kita harus melayani, berbuat yang terbaik untuk pelayanan.”
Suprasetyo mengemukakan bahwa otoritas bandar udara sangat berperan dalam hal ini. “Pihak swasta,  airlines itu adalah klien kita. Kantor Otoritas Bandar Udara harus kompak dengan airlines.” Katanya.
Dia menyarankan kepada Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah di selururh Indonesia untuk melakukan terobosan-terobosan bersama-sama  airlines dan bekerja sama dengan PT Angkasa Pura dalam memenangkan persaingan. B

Bandara Cakrabhuwana Bermanfaat untuk Masyarakat

Ditulis oleh Ihsan Saepul on . Posted in Domestic

Revolusi mental yang diterjemahkan dengan slogan “kerja, kerja, kerja ” diminta bisa dilakukan oleh semua instansi dan lapisan masyarakat. Begitu pula sikap yang diambil Bandar Udara (bandara) Cakrabhuwana dalam merespon itu.
Program CSR (Cakrabhuwana Social Responsibility) merupakan bentuk realisasi atas gerakan revolusi mental tersebut. Hal ini diungkapkan Kepala Bandara (Kabandara) Cakrabhuwana Denny Ariyanto.
“Cakra Creativiation merupakan wadah untuk berkreativitas, sedangkan CSR adalah bentuk programnya,” ujarnya saat ditemui baru-baru ini.
Lokasi Bandara Cakrabhuwana tidak jauh dari pusat Kota Cirebon. Saat awak redaksi majalah Bandara tiba di lingkungan bandara, terlihat lima sekolah penerbangan yang ada.
Pada kunjungan kali ini, ada suasana berbeda di sekitar bandara dengan tampaknya tenda, kursi, seolah sedang berlangsung kegiatan.
“Ini kelanjutan dari CSR, kali ini kegiatan keagamaan, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW,” jelas Agung Iswayudi selaku Koordinator tim Cakra Creativiation Bandara Cakrabhuwana.
Selanjutnya awak majalah Bandara menemui Kabandara Denny yang baru saja kedatangan tamu Presiden Joko Widodo dan Menteri Perhubungan Ignasius Jonan. Kabandara Denny lantas menjelaskan tentang CSR dan program lain yang ada di Bandara Cakrabhuwana.
“Sebenarnya semua berawal dari dibentuknya Tim Cakra Creativiation, dari situ lahir program-program, salah satunya ya CSR itu,” katanya.
Program kerja yang diterapkan Kabandara Denny bukan formalitas apalagi main – main. Keseriusan tersebut ditunjukkan dengan mengeluarkan Surat Perintah Pelaksanaan Kerja untuk tim ini. Dirinya menjelaskan tugas dan fungsi dari Cakra Creativiation, pertama; peran serta masyarakat dirasa penting guna mendukung program dan regulasi yang ditetapkan Kementerian Perhubungan.
“Masalahnya, dalam mengajak kita tidak bisa memaksa. Maka dari itu perlu kreativitas dan inovasi, jadi lahirlah Cakra Creativiation. Dengan kegiatan yang disukai masyarakat, kami sosialisasikan tentang kebandaraan, misalnya lewat pengajian kami sampaikan pohon di dekat bandara tidak boleh terlalu tinggi,” tukas Kabandara Denny.
Kreativitas dan inovasi Cakra Creativiation yang dibentuk Kabandara Denny berjalan baik dan berhasil. Cakra Creativiation mulai bekerja dan menghasilkan karya, mulai CSR bidang sosial, keagamaan, ide dan kreativitas (fotografi, audio visual dan lain–lain ).
Secara tegas dapat dinyatakan, inilah terjemahan Kabandara Denny Ariyanto terhadap revolusi mental dan slogan kerja, kerja, kerja. B