Bandara Rembele, Takengon : Garuda Jajaki Terbang, Wings Tambah Frekuensi

Ditulis oleh Teks Erwin Nurdin, Foto Erwin Nurdin, Bandara Rembele on . Posted in Domestic

Kabupaten Bener Meriah dan Kabupaten Aceh Tengah adalah dua kabupaten bertetangga yang merupakan cakupan utama dari pelayanan Bandara Rembele yang terletak di Desa Baleatu Kabupaten Bener Meriah, Provinsi Aceh. Selain dua kabupaten tersebut, Bandara Rembele juga melayani penerbangan untuk Kabupaten Gayo Lues yang berjarak 120 Km dari bandara.
Ketiga wilayah kabupaten ini disebut Dataran Tinggi Gayo atau Tanah Gayo yang letaknya  berada di tengah-tengah Provinsi Aceh dan memiliki pemandangan alam yang cukup indah serta menawan, salah satunya adalah panorama Danau Lut Tawar.
Selain itu, wilayah ini juga merupakan daerah pegunungan dan Bandara Rembele terletak pada ketinggian 1.413 meter dari permukaan laut, sehingga udara sejuk yang masih alami terhirup segar ketika turun dari pesawat dan menginjakkan kaki di wilayah ini. Selain menawarkan panorama alamnya yang indah, Kabupaten Gayo Lues adalah cikal bakal asal mula dari Tari Saman yang sekarang telah menjadi budaya yang mendunia, serta adanya pacuan kuda tradisional dan lain-lain. Sehingga daerah ini sangat tepat dijadikan sebagai daerah pariwisata walaupun saat ini potensi pariwisata di daerah tersebut belum dikembangkan secara optimal.
Dengan beroperasinya Bandara Rembele sebagai bandara komersil sejak 19 Agustus 2016 lalu, telah memberikan dampak positif terhadap jumlah penumpang pengguna transportasi udara yang sebelumnya hanya bandara perintis 2.105 orang per tahun,  pada tahun 2017 mengalami kenaikkan yang drastis, yakni sebanyak 34.385 penumpang.
Dalam meningkatkan peran bandara di daerah, Bandara Rembele terus berupaya meningkatkan jumlah frekuensi penerbangan dan menambah maskapai yang terbang ke daerah itu serta mendorong Pemerintah Daerah meningkatkan potensi pariwisata di daerah tersebut agar dikenal dunia. Dan dalam waktu dekat ini, rencananya Pemda Aceh juga akan menyelenggarakan acara Gayo Alas Mountien Internasional Festival (Gamifest) 2018 yang pelaksanaannya berkolaborasi dengan empat Pemerintah Kabupaten. Untuk mendukung acara tersebut,  Bandara Rembele pun akan memberikan peran nyata melalui pelayanan serta peningkatan frekuensi penebangan untuk memudahkan akses wisatawan yang akan berkunjung ke festival tersebut.
Selain wilayah pegunungan, wilayah ini juga merupakan daerah pertanian dan salah satu produknya adalah Kopi Gayo yang cukup terkenal karena memiliki cita rasa yang khas dan kopi ini juga sudah diekspor ke mancanegara. Tahun 2019, direncanakan pembangunan terminal kargo di Bandara Rembele guna mengangkut hasil pertanian. B

Bandara Lasikin : Gerbang Utama Pulau Simeulue

Ditulis oleh Teks dan Foto Erwin Nurdin on . Posted in Domestic

Peranan dan keberadaan Bandara Lasikin sangat strategis bagi  pertumbuhan ekonomi setempat. Bandara ini merupakan pintu gerbang utama dari dan menuju Pulau Simeulue.
Simeulue atau Simalur merupakan pulau yang berada di barat Sumatera. Berada kurang lebih 150 km dari lepas pantai barat Aceh. Pulau ini secara administratif  berupa pemerintahan Kabupaten Simeulue.
Berdasarkan data, luas wilayah Kabupaten Simeulue 2.310 km², terletak antara 02° 02’ 03’’- 03° 02’ 04’’ Lintang Utara dan 95° 22’ 15’’ – 96° 42’ 45’’ Bujur Timur. Merupakan daerah kepulauan terdiri dari ± 57 buah pulau besar dan kecil, Panjang Pulau Simeulue ± 100,2 km dan lebar antara   8 – 28 km. Dengan luas wilayah daratan pulau besar dan pulau-pulau kecil adalah 212.512 ha. Batas wilayah hanya Samudera Hindia.
Dari kondisi geografis itu maka Kepala Bandara Lasikin Taufik Adiguna menyadari betapa pentingnya keberadaan bandara tersebut untuk menyangga dan mendorong ekonomi Kabupaten Simeulue.
“ Karena peran Lasikin sangat vital, kami bekerja keras melayani dan menjalankan operasional bandara ini secara maksimal,” ujar Taufik Adiguna kepada Majalah Bandara belum lama ini.
Taufik  mengemukakan bahwa selama ini untuk keluar dari pulau ini, selain menggunakan transportasi udara, masyarakat juga dapat menggunakan kapal laut. “Hanya saja menggunakan kapal laut melalui penyeberangan ke Meulaboh, Labuhan Haji dan Singkil itu memakan waktu yang cukup lama 8 hingga 10 jam sedangkan dengan pesawat dari Medan hanya 50 menit,” katanya.
Bandara Lasikin adalah bandara yang berada di bawah naungan Kementerian Perhubungan dan merupakan UPBU Kelas III. Bandara ini terletak di Desa Lasikin, Sinabang, Kabupaten Simeulue, Provinsi Aceh. Bandara Lasikin juga merupakan salah satu bandara yang berada di pulau terluar.
Menurut Taufik, dengan adanya bandara tersebut telah  membantu mendongkrak perekonomian masyarakat setempat yang sebagian besar bekerja sebagai nelayan dan petani cengkeh. Di mana hasil tangkapan ikan dan hasil tani mereka dikirim ke pembeli yang berada di luar pulau menggunakan transportasi udara.
Bandara Lasikin memiliki panjang landasan pacu 1410 meter dan rencananya tahun ini akan diperpanjang menjadi 1710 meter. Saat ini, penerbangan ke Simeulue dilayani oleh satu maskapai komersil Wings Air saja yang terbang dengan rute Medan-Simeulue.
Wings Air terbang ke pulau itu setiap hari sebanyak satu kali dalam sehari. Rencananya, rute penerbangan akan ditambah dari Bandara Lasikin ke Bandara Sultan Iskanda Muda, Banda Aceh.
Selain Wings Air, maskapai Susi Air juga terbang ke Lasikin dari Banda Aceh - Blang Pidie-Sinabang PP dan Banda Aceh - Molaboh - Sinabang PP B

Sambut Pesawat Besar, Runway Diperpanjang menjadi 2.250 Meter

Ditulis oleh Teks dan Foto Erwin Nurdin on . Posted in Domestic

Kementerian Perhubungan akan memperpanjang landasan pacu Bandara Sultan M. Salahuddin dari 1.650 m x 30 m menjadi  2.250 m  × 45 m agar bisa didarati pesawat dengan kapasitas angkut lebih besar.
Kepala Bandara Sultan M. Salahuddin Taslim Badaruddin menjelaskan perpanjangan runway ini sudah masuk dalam  master plan pengembangan bandara yang menjadi pintu gerbang ke Bima dan Sumbawa Besar.
“Perpanjangan runway ini sudah masuk dalam rencana  Bandara Sultan M. Salahuddin,” ujar Kabandara.  Sekarang ini, runway Bandara Sultan M. Salahuddin 1.650 m × 30 m  hanya bisa didarati pesawat jenis ATR 52 dan ATR 72 serta Boeing 737 seri 500. Dengan ditambahnya panjang runway, diharapkan pesawat jenis B- 737-900 atau Airbus 320 bisa mendarat di bandara ini.
Taslim Badaruddin menyatakan  sesuai hasil RTT tahun 2017, pengembangan Bandara  Bima dimulai tahun ini. Pemda dan BWS mulai relokasi sungai di areal perpanjangan dan bangun jalan untuk petani tambak, sedangkan tahun 2019 mulai timbunan  tanah untuk perpanjangan runway dari 1.650 m menjadi 2.200 m
Selanjutnya tahun  2020 dilakukan pekerjaan konstruksi perpanjangan, termasuk pembangunan terminal baru. B

Bandara Sultan M. Salahuddin : Nam Air Buka Rute Baru Bima - Lombok

Ditulis oleh Teks dan Foto Erwin Nurdin, Bandara Salahuddin on . Posted in Domestic

Setelah sukses menerbangi rute Denpasar – Bima PP sejak September 2017, maka sejak 7 Februari 2018 lalu Maskapai Nam Air membuka rute baru dari Bima - Lombok PP.
Kepala Bandara Sultan M. Salahuddin Taslim Badaruddin menjelaskan sebelumnya Nam Air membuka rute baru dari Denpasar ke Bima menggunakan pesawat jenis Boeing 737 seri 500 pada September 2017 lalu. Ternyata tingkat keterisian pesawat tinggi sehingga mendorong untuk membuka rute lainnya.
“Pembukaan rute baru Bima - Lombok ini merupakan kelanjutan dari pembukaan rute baru Nam Air dari Denpasar ke Bima,” ujar Taslim Badaruddin kepada Majalah Bandara belum lama ini. Rute penerbangan Lombok - Bima – Lombok terjadwal setiap hari, Nam Air menggunakan pesawat Boeing 737 - 500 memiliki kapasitas muat 120 orang penumpang yang terbagi delapan kursi bisnis dan 112 kursi ekonomi.
Dengan dibukanya rute baru Bima – Lombok, kini pergerakan pesawat datang dan pergi ke Bandara Sultan Salahuddin mencapai 18 kali sehari. Selain Nam Air, maskapai penerbangan yang terbang ke Bima adalah Wings Air tiga  kali sehari yakni Bima -Lombok - Bima, Bima - Denpasar -Bima, Bima - Makassar. Sementara Garuda Indonesia terbang dua kali sehari ke Bima yakni dari Bima - Lombok pada pagi hari dan sore.
Selama dua tahun kepemimpinan Taslim Badaruddin sebagai Kepala Bandara, movement pesawat di Bandara Sultan M. Salahuddin meningkat dari 12 kali menjadi 18 kali. Bima merupakan pintu gerbang ke wilayah Sumbawa dan Sumbawa Besar, selain bisa di tempuh melalui akses darat dan laut. Saat ini panjang runway Bandara Sultan M. Salahuddin 1.650 × 30 m. B

Gedung Parkir : Dilengkapi Tempat Parkir Khusus Wanita

Ditulis oleh Teks dan Foto Erwin Nurdin on . Posted in Domestic

Bandara Radin Inten II di Lampung tampil dengan wajah baru yang megah dan fasilitas lengkap. Bandara Kelas I di bawah pengelola UPBU Kementerian Perhubungan ini memang baru direnovasi. Salah satu fasilitas yang menuai kekaguman berbagai pihak adalah gedung parkir berlantai empat.
“Inilah bandara kelas satu tetapi tempat parkirnya empat lantai,” kata Asep Kosasih Samapta, Kepala Bandara Radin Inten II, menirukan pujian dari berbagai pihak. Sebenarnya bukan sekadar empat lantai, tetapi juga kian lengkap karena bangunan gedung parkir ini telah menyediakan area parkir Khusus Wanita dan Difabel.
“Parkir untuk wanita dan penyandang disabilitas ada di lantai satu dan dua. Sementara lantai tiga khusus untuk kendaraan yang menginap,” kata Asep. Sengaja di lantai rendah karena untuk memudahkan akses. Prosedur bagi kendaraan yang akan menginap, para pengguna diminta melapor terlebih dahulu di loket depan agar tarif yang dikenakan adalah tarif khusus menginap.
Luas gedung parkir yang dimiliki bandara kebanggaan masyarakat Lampung ini adalah 22.500 meter persegi dengan lantai e poxy. Berdasarkan data, dari daya tampung 700 mobil, rata-rata jumlah kendaraan parkir  per hari sebanyak 2.500 mobil dan 200 motor.
Asep juga menjelaskan Bandara Radin Inten II mendapat apresiasi dan ucapan terimakasih dari Direktur Keamanan Penerbangan, Ditjen Hubud Kementerian Perhubungan atas kinerja dan prestasi dalam hal Penataan dan Peningkatan Aspek Keamanan Penerbangan di Bandara Radin Inten II. B