Bandara Sultan Bantilan : Wings Terbangi Tolitoli-Palu

Ditulis oleh Erwin Nurdin on . Posted in Domestic

Maskapai penerbangan Wings Air melayani penerbangan dari Tolitoli ke Palu setiap hari ditengah meningkatnya perekonomian di wilayah Kabupaten Tolitoli.
Kepala Bandara Sultan Bantilan, Isdiyanto, mengatakan dengan masuknya Wings Air ke wilayah utara Sulawesi Tengah tersebut sangat berpengaruh terhadap perekonomian dan pariwisata di daerah setempat.
“Dengan terbangnya Wings Air ke Tolitoli, perekonomian semakin menggeliat dan masyarakat memperoleh akses transportasi yang cepat dan nyaman,” ujar Isdiyanto kepada Majalah Bandara.
Isdiyanto menjelaskan sebelumnya Susi Air pernah terbang sebagai penerbangan perintis. Kalstar Aviation juga selama satu bulan melayani Tolitoli-Tarakan, namun penerbangan tersebut tidak berlanjut lagi.
Saat ini, Bandara Sultan Bantilan memiliki panjang landasan 1.400 meter x 30 meter. Kementerian Perhubungan berencana memperpanjang landasan bandara itu, namun menunggu pembebasan lahan oleh Pemda Kabupaten Tolitoli. B

Bandara Naha : Wings Air Terbangi Setiap Hari

Ditulis oleh rizki Indriyanah on . Posted in Domestic

Kehadiran maskapai Wings Air yang menerbangi rute Manado ke Naha setiap hari dinilai sangat mendorong roda perekonomian di kota Naha, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Provinsi Sulawesi Utara.
Kepala Bandara Naha, Indra Rohman, mengatakan saat ini penerbangan ke wilayah itu baru satu kali dalam sehari meski potensi dan pemintaan angkutan udara meningkat.
“Ada permintaan dan rencananya penerbangan akan ditingkatkan menjadi dua kali sehari, namun dengan penerbangan rutin setiap hari ini sudah sangat membantu menggerakkan perekonomian di Naha,” ujar Indra Rohman kepada majalah Bandara.
Kehadiran Bandara Naha, yang memiliki panjang runway 1.600 meter x 30 meter, dinilai oleh masyarakat sangat penting artinya, tidak saja sebagai sarana transportasi udara. Tapi, juga telah turut mengembangkan dan menggerakkan perekonomian di daerah setempat.
Untuk itulah, kini ada keinginan dari masyarakat setempat supaya Bandara Naha dikembangkan lagi guna mengantisipasi meningkatnya permintaan angkutan pesawat udara dari dan ke daerah tersebut. B

Bandara Samarinda Baru : Dijadwalkan Beroperasi 2018

Ditulis oleh Erwin Nurdin on . Posted in Domestic

Kementerian Perhubungan, Pemprov Kalimantan Timur dan pengelola bandara Temindung mengupayakan Bandara Samarinda Baru (BSB) bisa beroperasi pada 2018 guna melayani angkutan pesawat udara.
Kepala Bandara Temindung Samarinda, Usdek Luthermand yang mendapat penugasan dari Kemenhub untuk pengoperasian Bandara Samarinda Baru (BSB), mengatakan bahwa pembangunan bandara tersebut saat ini masih berlangsung, diharapkan bisa selesai pada akhir tahun 2017. “Sedang diupayakan Bandara Samarinda Baru bisa beroperasi pada 2018, “katanya.
Dia menjelaskan bahwa Bandara Samarinda Baru, yang terletak di Kelurahan Sungai Siring, Kecamatan Samarinda Utara memiliki panjang runway 2.250 meter dengan lebar 45 meter. “Perkiraan penyelesaian pembangunan runway paling cepat akhir tahun 2017, sehingga bisa dioperasikan pada tahun 2018, “ujarnya.
Menurut Usdek, Bandara Samarinda Baru pesawat ATR 42 milik maskapai Kalstar yang sudah menjadi langganan masuk ke Bandara Temindung bisa masuk ke bandara itu dengan panjang runway 1.200.
Pembangunan bandara tersebut kini terus dikebut untuk mengejar target penyelesaiannya, sehingga dapat beroperasi sesuai dengan jadwal untuk menggantikan Bandara Temindung.
Usdek mengemukakan bahwa dua maskapai nasional yaitu Garuda Indonesia dan Lion Air sudah menyatakan minatnya untuk terbang ke Bandara Samarinda Baru. Namun, belum bisa direalisasikan karena masih menunggu selesai perpanjangan runway.
“ Saat ini baru pesawat jenis ATR 42 Seri 400 yang bisa mendarat. Namun, maskapai Garuda Indonesia dan Lion Air juga berminat terbang ke Samarinda, “kata Usdek.
Dia mengemukakan bahwa Bandara Samarinda Baru sendiri bakal menjadi pusat operasi bagi maskapai Kaltim Airlines yang fokus melayani daerah-daerah di Kalimantan Timur.
Proyek bandara terbaru di ibukota Kalimantan Timur tersebut sudah mulai dikerjakan sejak 15 Desember 2014 . Bandara ini diharapkan segera beroperasi dan diprediksi mampu menampung 5 juta penumpang dan 16 ribu ton kargo per tahun.
Bandara Samarinda Baru tersebut ditargetkan menjadi bandara internasional, dan mengisi rute penerbangan dari Samarinda ke beberapa kota di negara tetangga Malaysia. B

Bandara Juwata Tarakan : Runway Akan Diperpanjang Jadi 2.650

Ditulis oleh Erwin Nurdin on . Posted in Domestic

Landasan pacu Bandara Internasional Juwata, Tarakan, Kalimantan Utara akan diperpanjang 400 meter untuk menggenjot penerbangan internasional yang saat ini frekuensinya masih sangat rendah.
Kepala Bandara Juwata, Hemi Pamurahardjo, dalam diskusi di Tarakan, Jumat, mengatakan, saat ini panjang landasan 2.250 meter, nantinya akan menjadi 2.650 meter.
“Sekarang ini untuk pesawat berbadan sempit sudah bisa, tapi sekelas Boeing B-737. Untuk Airbus belum bisa karena belum mencukupi, masih tergolong pendek. Karena itu kita ada rencana pengembangan 400 meter,” katanya.
Selain itu, dia menambahkan, untuk penerbangan kargo belum mampu mencapai 10 ton, baru delapan ton.
Perpanjangan landasan pacu itu, kata Hemi, akan dilakukan ke arah pantai dengan melakukan reklamasi.
Bandara Juwata Tarakan, Kalimantan Utara kini terus berbenah dengan melakukan pembangunan perpanjangan run way dari 2.250 m x 45 m menjadi 2.650 m x 45 m guna mengantisipasi supaya bisa didarati oleh pesawat berbadan lebar.
Kepala Bandara Juwata, Hemi Pamurahardjo, mengemukakan bahwa pembangunan perpanjangan landasan pacu tersebut sesuai dengan instruksi presiden. “Perpanjangan run way itu antara lain dimaksudkan supaya bisa didarati oleh pesawat berbadan lebar, “katanya.
Hemi menjelaskan bahwa saat ini Bandara Juwata masih memiliki panjang runway 2.250 x 45 m, hanya bisa didarati oleh pesawat jenis Boeing. “Denga perpanjangan landasan pacu mejadi 2.650 m, maka bandar tersebut bisa didarati oleh pesawat dengan ukuran yang lebih besar, “katanya.
Landasan pacu Bandara Internasional Juwata, Tarakan, Kalimantan Utara akan diperpanjang 400 meter untuk menggenjot penerbangan internasional yang saat ini frekuensinya masih sangat rendah. “Proyek perpanjangan run way itu bisa dimulia tahun 2018, “katnya.
Dia menjelaskan bahwa saat ini untuk pesawat berbadan sempit sudah bisa mendarat, tapi sekelas Boeing B-737. Sedangakn untuk pesawat jenis Airbus belum bisa karena belum mencukupi, masih tergolong pendek. “Karena itulah kita ada rencana penambahan run way 400 meter,” katanya.
Hemi mengemukakan bahwa movement pesawat di bandara Juwata relatif cukup tinggi mencapai 45 sampai 48 kali setiap hari. “Movement itu cukup tinggi untuk ukuran Bandara Juwata, “ katanya. B

Bandara Mutiara SIS Al-Jufri : Movement 40 Kali Setiap Hari

Ditulis oleh Erwin Nurdin on . Posted in Domestic

Bandara Mutiara SIS Al-Jufri, Palu kini semakin ramai seiring dengan menggeliatnya pertumbuhan ekonomi dan perkembangan pariwisata di daerah setempat, sehingga movement (pergerakan pesawat) mencapai 40 kali dalam sehari.
Kepala Bandara Mutiara SIS Al-Jufri, Benyamin Noach Apituley, mengemukakan bahwa perkembangan ekonomi di Provinsi Sulawesi Tengah ini terus meningkat dan industri pariwisatanya pun turut berkembang.
Perkembangan ekonomi itu, menurut dia, turut memberi andil terhadap pergerakan pesawat terbang setiap hari di Bandara Mutiara SIS Al-Jufri. “Movement sebanyak 40 kali dalam sehari itu relatif cukup tinggi untuk daerah Palu, “katanya.
Dia mengungkapkan bahwa maskapai yang melayani rute ke Bandara SIS Al-Jufri adalah Lion Air, Garuda Indonesia, Sriwijaya Air, Wings Air, Susi Air dan pesawat carteran. “Rencananya kita akan membuka rute baru yaitu Poso-Morowali, sedangkan rute yang suda ada sekarang adalah Palu-Jakarta-Makassar-Toli toli- Buol- Ampenan dan Luwuk, “katanya.
Bandar Udara Mutiara SIS Al Jufri di Palu sangat bersih dan modern. Bandara ini terletak di Jalan Abdul Rahman Saleh, Palu Selatan, Sulawesi Tengah. Begitu masuk kawasan bandara, mata langsung dimanjakan dengan bangunan terminal yang modern.
Areal bandara seluas 115 hektar ini dikelilingi barisan perbukitan, menciptakan lanskap yang cantik meski hanya dilihat dari dalam bangunan. Bandara ini sebenarnya tidak terlalu besar, justru tergolong kecil. Namun, bandara ini memiliki fasilitas yang tak kalah jika bersanding dengan bandara lainnya di Tanah Air. B