Bandara Radin Inten II : Utamakan 3S + 1C

Ditulis oleh Teks dan Foto Rizki Indriyanah on . Posted in Domestic

Bandara Radin Inten II berhasil meraih penghargaan Juara III sebagai bandara dengan layanan terbaik pada ajang Bandara Awards 2017 dalam kategori UPBU Kelas I. Penghargaan tersebut diserahkan oleh Direktur Bandar Udara Bintang Hidayat dan disaksikan langsung Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi di Hotel Borobudur, Jakarta.
Kepala Bandara Radin Inten II Asep Kosasih mengungkapkan, bahwa ia dan jajarannya bangga dan senang dengan penghargaan yang berhasil diraih oleh bandara yang memiliki panjang runway 3.000 x 45 meter. “Alhamdulillah, pastinya senang bisa mendapatkan penghargaan tingkat nasional ini yang merupakan motivasi untuk ke depannya lebih baik lagi. Memacu semangat teman - teman untuk bekerja  meningkatkan kualitas pelayanan,” katanya.
 “Prestasi ini bukan hanya untuk dipertahankan, tapi harus ditingkatkan. Untuk meningkatkannya semua harus kerja, semangat dan ikhlas. Pejabat jangan hanya tahu di meja saja, tapi harus turun ke bawah dan monitor langsung. Jadi tahu apa saja kekurangan dari pelayanan dan fasilitas bandara. Yang rusak diperbaiki, yang kurang ditambah dan yang sudah ada dioptimalkan,” lanjut Kabandara.
Asep juga menambahkan, bahwa saat ini ia dan jajarannya sedang fokus terhadap perbaikan  cargo di bandara yang terletak di Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung. “Kita juga saat ini sedang fokus melakukan perbaikan pada cargo dan buat organisisasi sendiri, yaitu Cargo Terminal Operation,” tambahnya.
Menurut Asep, dengan adanya Cargo Terminal Operastion, kepercayaan masyarakat Lampung mengirim barang menggunakan transportasi udara kini semakin tinggi. Dalam sehari biasanya barang yang dikirim melalui transportasi udara sebanyak 2,5 Ton, kini meningkat sebanyak lima ton dalam sehari. “Semakin meningkatnya masyarakat yang mengirim barang melalui CTO, tentu berdampak pada income bandara menjadi meningkat,” ujar Asep.
Namun demikian, Asep dan jajarannya tetap mengutamakan 3S + 1C , yaitu Safety, Security, Service & Compliance. “Jam operasi Bandara Radin Inten II dari jam 06.00 – 21.00 dan rata-rata penumpang dalam sehari sebanyak 5.515 – 6.000. Meskipun pelayanan ditingkatkan, tapi 3S + 1 C tetap yang utama. Kita menjalani semua sesuai dengan regulasi dan peraturan yang berlaku, supaya semua aspek seimbang,” tutup Asep. B

3 Tahun BIJB : Ikut Membangun Perekonomian Jawa Barat

Ditulis oleh Teks dan Foto Rizki Indriyanah on . Posted in Domestic

Pada 24 November 2017 Bandar Udara Internasional Jawa Barat genap berusia tiga tahun. Dalam rangka memperingati hari jadinya yang ke-3 itu, Bandar Udara Internasional Jawa Barat menyelenggarakan pesta rakyat pada 25 November 2017. Pesta bertajuk Kertajati Festival diselenggarakan di halaman parkir BIJB. Acara ini juga dihadiri oleh seluruh jajaran Direksi PT Bandar Udara Internasional Jawa Barat (BIJB) dan staf, Pemda Jawa Barat, Pemkab Majalengka dan stakeholder.
Kertajati Festival memperoleh respon bagus dari masyarakat sekitar. Hal ini dapat terlihat dari tingginya animo masyarakat yang menghadiri acara tersebut. Apalagi manajemen BIJB juga membagikan berbagai hadiah menarik untuk masyarakat Kertajati dan sekitarnya yang menghadiri festival itu. Salah satunya hadiah itu adalah umroh gratis buat enam orang terpilih.
Direktur Utama Bandar Udara Internasional Jawa Barat Virda Dimas Ekaputra mengemukakan lewat Kertajati Festival itu diharapkan masyarakat dapat mengenal lebih dekat tentang bandara. Dulu,  awal pembangunan bandara tidaklah mudah. Masyarakat setempat banyak yang menolak pembangunan bandara dan juga banyak pihak yang meragukan  pembangunan bandara  dapat diselesaikan tepat waktu. Sekarang, kehadiran bandara itu dinantikan oleh masyarakat Jawa Barat dan sekitarnya dari berbagai kalangan serta investor.
“Perayaan ulang tahun yang ke-3 selain sebagai bentuk rasa syukur kami, juga untuk mengenalkan bandara ke masyarakat. Kehadiran BIJB semoga bisa memberikan manfaat dan dampak positif bagi masyarakat. Saat ini mungkin dampak positif itu belum terlihat, tetapi dampak positif itu akan terasa untuk jangka panjang,” kata Virda. B

Bandara Supadio : Peningkatan Pelayanan Semakin Nyata

Ditulis oleh Teks dan Foto Rizki Indriyanah on . Posted in Domestic

Bandara Supadio berhasil menduduki posisi lima besar dalam ajang Bandara Awards 2017 dari 106 bandara atau 106 terminal yang tersebar di seluruh Indonesia, dari bandara yang berada di bawah naungan Kementerian Perhubungan, Angkasa Pura I dan Angkasa Pura II. Dan berhasil meraih Juara III dalam kelasnya, yakni bandara terbaik Angkasa Pura II.
Executive General Manager Bandara Supadio Bayuh Iswantoro mengungkapkan, bahwa ia dan jajarannya merasa senang dan bangga dengan prestasi yang berhasil diraih oleh Bandara Supadio. “Ini merupakan penghargaan yang pertama kali kami raih dari Bandara Awards. Tentu kami sangat bangga dengan penghargaan tingkat nasional ini,” katanya.
Menurut Bayuh, bandara dibangun dengan sistem continuous improvement. Jadi pembangunan bandara tidak hanya sampai pada satu titik saja. Melainkan terus dilakukan perbaikan dan pengembangan bandara untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan fasilitas bandara agar pengguna jasa bandara pun merasa nyaman dan puas. “Bandara dibangun untuk terus di-update, baik pembangunannya, maupun fasilitasnya tidak hanya sampai di sini. Tujuan pembangunan dan peningkatan layanan bandara bukan untuk sebuah awarding, melainkan untuk pelayanan agar penumpang merasa nyaman dan puas,” lanjutnya.
Kursi penumpang di gedung terminal Bandara Supadio terdapat sebanyak 2.050, sedangkan jumlah penumpang dalam satu hari sebanyak kurang lebih 10.000. Pergerakan penumpang di bandara yang terletak di Pontianak, Kalimantan Barat ini terbilang semakin meningkat. Tercatat pada tahun 2016 pergerakan penumpang di bandara itu sebanyak 3,4 juta. “Jumlah penumpang dari tahun ke tahun semakin meningkat. Meskipun demikian Angkasa Pura II berkomitmen untuk selalu mengoptimalkan sistem pelayanan dan fasilitas bandara untuk kenyamanan penumpang,” ujar Bayuh.
Peningkatan pelayanan di Bandara Supadio terlihat jelas dari check in counter yang disiapkan oleh manajemen bandara yang berada di bawah naungan PT Angkasa Pura II. Sebelumnya di bandara ini terdapat 20 counter check in, kini meningkat menjadi 40 counter check in dan terdapat juga self check in counter, sehingga dapat mengurai antrian saat check in.
Rencananya, tahun 2017 ini, pergerakan penumpang di bandara yang memiliki panjang runway 2.250 meter itu ditargetkan naik menjadi 4 juta penumpang per tahun. Bayuh menambahkan, tingginya antusias pengguna jasa bandara ini dikarenakan Pontianak merupakan daerah yang kental dengan budaya dan ciri khas Tionghoa, seperti Imlek dan Cap Go Meh. Sehingga banyak warga Tionghoa yang melakukan perjalanan ke Pontianak dengan transportasi udara. “Selain kental dengan Budaya Tionghoa, di Pontianak juga banyak pelaku bisnis yang menggunakan transportasi udara,” tambahnya.
Peningkatan pelayanan dan fasilitas Bandara Supadio tidak saja hanya dari sisi darat. Tetapi juga pelayanan sisi udara terus ditingkatkan. Rencananya, tahun 2018 runway dari 2.250 meter akan diperpanjang menjadi 3.000 meter serta akan dilakukan overlay. “Peningkatan fasilitas tersebut merupakan bukti dan komitmen PT Angkasa Pura II dalam memberikan pelayanan terbaik kepada para pengguna jasa khususnya di Bandara Supadio,” tutup Bayuh Iswantoro. B

Bandara Kalimarau : Tiga Kali Juara I Berturut-Turut

Ditulis oleh Teks dan Foto Rizki Indriyanah on . Posted in Domestic

Lagi, Bandara Kalimarau kembali meraih penghargaan Bandara Awards untuk yang ketiga kalinya secara berturut-turut, dari tahun 2015, 2016 dan 2017 sebagai juara I dalam kategori UPBU Kelas II dengan layanan terbaik pada tanggal 14 November di Hotel Borobudur, Jakarta.
Kepala Bandara Kalimarau Bambang Hartato mengemukakan, bahwa penghargaan yang diterima oleh bandara itu merupakan kado akhir tahun untuk Kabupaten Berau. “Alhamdulillah, malam ini kami kembali mendapatkan perhargaan sebagai bandara terbaik di kelasnya. Penghargaan yang kami terima ini juga tidak lepas dari dukungan serta doa dari Bupati, Wakil Bupati dan seluruh masyarakat Berau, serta seluruh mitra kerja Bandara Kalimarau,” ujarnya usai Malam Penganugerahan Bandara Awards 2017.
Menurut Bambang, pelayanan terbaik merupakan keniscayaan yang wajib dilakukan bagi penyedia jasa publik. Dalam melakukan pelayanan publik, Bambang dan anggotanya tidak bertujuan untuk mendapatkan penghargaan apapun. “Kalaupun Bandara Kalimarau mendapatkan penghargaan, itu semata hanya bagian dari bonus saja. Pelayanan terbaik yang berikan terhadap pengguna jasa bandara bukan untuk mengejar award, tapi itu merupakan kewajiban,” tutur Kabandara.
Tahun 2018, Bambang juga menambahkan, bahwa Bandara Kalimarau akan naik status dari UPBU Kelas II menjadi Kelas I. “Tahun 2018 mendatang bandara ini akan naik kelas. Tentu menjadi tantangan tersendiri bagi kami selaku pengelola untuk tetap bisa mempertahankan prestasi yang sudah didapatkan,” lanjutnya.
Dengan naik kelasnya bandara kebanggaan masyarakat Berau tersebut juga membuat semangat pengelola bandara untuk masuk dalam kategori UPBU Kelas I dengan layanan terbaik. “Doakan kami agar dapat meraih prestasi yang membanggakan lagi untuk Berau tercinta,” tutupnya. B

Garuda Indonesia : Jakarta - Mumbai Tiga Kali Seminggu

Ditulis oleh Teks dan Foto Erwin Nurdin on . Posted in Domestic

Maskapai penerbangan Garuda Indonesia menerbangi Jakarta ke Mumbai India tiga kali seminggu ditengah semakin tingginya minat calon wisatawan dari negeri  berpenduduk 1,3 miliar nomor dua terbanyak dunia itu.
Station and Services Manager Garuda Indonesia untuk Mumbai Sampiriyanto mengatakan perusahaan Flight Carrier Indonesia ini terbang melalui Bangkok sejak 12 Desember 2016.
“Kami sudah terbang tiga kali dalam seminggu, sekarang sedang dijajaki penerbangan setiap hari karena permintaan tinggi,” ujar Sampiriyanto.
Saat ini penerbangan dari India ke Indonesia dilayani Garuda Indonesia, Batik Air, AirAsia dan sejumlah penerbangan lain dengan transit di Kuala Lumpur, Bangkok atau Singapura.
Sampiriyanto mengatakan perusahaan sedang mempelajari penerbangan langsung dari sejumlah kota di India ke Jakarta atau Bali.
Konjen Saut Siringoringo menjelaskan dengan jumlah penduduk India mencapai 1,3 milliar, setiap tahunnya sebanyak 11 juta melakukan perjalanan wisata (outbond). Thailand paling banyak dikunjungi mencapai 1,2 juta, kemudian Malaysia 700 ribu dan Indonesia sebesar 370 ribu pada tahun 2016.
 “Strategi Kementerian Pariwisata melakukan Consumer Selling sangat tepat yakni promosi kepada warga India yang memang sangat potensial berkunjung ke berbagai obyek wisata  Indonesia,” ujar Saut Siringoringo seperti dilaporkan wartawan Bandara Erwin Nurdin dari Mumbai. B