Bandara Fransiskus Xaverius Seda : Maumere, Kota Wisata NTT

Ditulis oleh Teks dan Foto Rizki Indriyanah on . Posted in Domestic

Kualitas pelayanan dan fasilitas di Bandara Fransiskus Xaverius Seda kini semakin meningkat. Hal ini terbukti dengan berhasilnya Bandara Fransiskus Xaverius Seda masuk ke dalam nominasi Bandara Awards 2017 sebagai bandara dengan layanan terbaik kategori UPBU Kelas II.
Kepala Bandara Fransiskus Xaverius Seda Yohanes R. Keraf mengungkapkan, bahwa ia bangga dengan penghargaan tersebut.  Meskipun hanya sebagai nominasi, tapi ini merupakan suatu apresiasi untuk memotivasi dan memacu semangat pengelola bandara untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada pengguna jasa bandara. “Kami senang dan bangga. Tim survei Bandara Awards dari Majalah Bandara melakukan penilaian dengan objektif. Untuk ke depannya kami akan terus bekerja meningkatkan kualitas pelayanan dan fasilitas lebih baik lagi,” katanya.
Terkait dengan penghargaan nominasi yang diraih oleh bandara yang memiliki panjang landasan pacu 2.250 x 45 meter itu, Kabandara pun tak lupa mengucapkan terimakasih kepada Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Dirjen Perhubungan Udara Agus Santoso beserta jajarannya, Kepala Otban Wilayah IV Bali beserta jajarannya, seluruh staff dan operator maskapai yang beroperasi di Bandara Fransiskus Xaverius Seda, Pemda dan stakeholder yang telah banyak mendukung pengembangan bandara. “Penghargaan ini adalah hasil kerja keras dan kerjasama yang solid antara Kemenhub, seluruh staff, Pemda dan mitra kerja bandara,” lanjut Yohanes.
Yohanes juga menjelaskan, pergerakan pesawat di bandara yang terletak di Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur semakin meningkat. Ini dapat terlihat dari banyaknya maskapai yang terbang ke Maumere, yaitu Nam Air yang terbang empat kali seminggu pada hari Senin, Rabu, Jumat dan Minggu menggunakan pesawat jenis Boeing 737-500 dengan rute Denpasar – Maumere – Kupang PP, sedangkan pada hari Selasa, Kamis dan Sabtu menggunakan pesawat jenis ATR72-600 rute Kupang - Maumere PP. Wings Air jenis ATR 72-600 terbang setiap hari dengan rute Kupang – Maumere – Denpasar PP, Trans Nusa dengan rute Makassar – Maumere PP terbang setiap hari dan Garuda Indonesia menggunakan pesawat jenis ATR72-600  terbang empat kali dalam seminggu dengan rute Denpasar – Maumere.
Ramainya penerbangan ke Maumere, menurut Yohanes, karena Maumere kini menjadi daerah wisata. Dari wisata religi, wisata alam dan bahari, wisata budaya hingga berbelanja barang - barang unik yang merupakan ciri khas daerah setempat bisa ditemukan di Maumere seperti kain tenun dengan berbagai motif yang sangat indah. “Setiap hari selalu banyak wisatawan mancanegara yang datang ke Maumere untuk berwisata,” tutupnya. B

Bandara Tambolaka : Tetap Berikan Yang Terbaik

Ditulis oleh Teks Rizki Indriyanah, Foto Bandara Tambolaka on . Posted in Domestic

Jika tahun 2016 lalu Bandara Tambolaka berhasil meraih penghargaan Runner Up II (Juara III)dalam ajang bergengsi Bandara Awards, tahun ini prestasi Bandara Tambolaka meningkat, yakni berhasil meraih penghargaan Juara II dalam acara Bandara Awards 2017 sebagai bandara dengan layanan terbaik pada kategori UPBU Kelas II. Penghargaan tersebut diberikan langsung oleh Ketua Dewan Juri Bandara Awards 2017 Herry Bakti S. Gumay pada 14 November di Hotel Borobudur, Jakarta, dan disaksikan langsung oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.
Kepala Pelaksana Tugas Bandara Tambolaka Sigit Budiarto mengaku bangga dan senang dengan penghargaan tersebut. “Saya dan anggota tentu bangga dan senang sekali dengan perhargaan yang kami dapatkan ini. Penghargaan ini adalah hasil kerja keras dan kesolidan seluruh anggota. Tanpa tim yang solid, penghargaan ini belum tentu bisa kami raih,” katanya.
Menurut Sigit, memberikan pelayanan yang terbaik untuk pengguna jasa bandara bukan semata untuk sebuah penghargaan, melainkan  bagian dari pelayanan prima. “Tujuan kami bukan untuk penghargaan. Kami memberikan yang terbaik untuk pengguna jasa bandara karena itu adalah bentuk pelayanan prima,” ujarnya.
Sigit juga menambahkan, penghargaan yang didapatkan oleh bandara yang terletak di Kabupaten Sumba Barat Daya, Provinsi Nusa Tenggara Timur, adalah sebuah motivasi untuk dia dan seluruh anggotanya untuk bisa lebih baik lagi dalam memberikan pelayanan kepada pengguna jasa bandara. Dia juga berharap, seluruh anggotanya tidak cepat berpuas diri dengan apa yang sudah dicapai. “Jangan cepat berpuas diri. Karena tidak hanya sampai di sini saja, masih banyak yang harus kita benahi. Yang sudah baik dipertahankan, yang kurang harus  ditingkatkan dan yang sudah ada dioptimalkan. Terus berikan yang terbaik untuk pengguna jasa bandara,” tutup Sigit. B

Bandara Utarom : Motivasi Untuk Lebih Baik

Ditulis oleh Teks dan Foto Rizki Indriyanah on . Posted in Domestic

Bandara Utarom berhasil meraih penghargaan Juara III dalam ajang Bandara Awards 2017 sebagai bandara terbaik dalam kategori UPBU Kelas III yang melayani penerbangan komersil pada 14 November 2017, di Hotel Borobudur,  Jakarta. Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh dewan juri Bandara Awards Olivia Zaliaty dan disaksikan langsung oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Bupati Kaimana Matias Mairuma.
Kepala Bandara Utarom Yayat Suyatman mengemukakan, bahwa ia dan jajarannya merasa senang dengan penghargaan tersebut dan ini adalah perhargaan pertama yang berhasil diraih oleh Bandara Utarom dalam ajang Bandara Awards. “Penghargaan ini adalah motivasi untuk kami ke depannya bisa lebih baik lagi dalam peningkatan pelayanan. Tujuan kami adalah memberikan pelayanan terbaik untuk pengguna,” katanya.
Terkait penghargaan yang didapatkan, Yayat dan jajarannya akan terus meningkatkan pelayanan dan fasilitas serta kualitas bandara, apa yang kurang akan ditambahkan dan yang baik ditingkatkan. “Kita akan terus meningkatkan pelayanan semaksimal mungkin dan bandara ditata lebih baik lagi,” lanjut Kabandara.
Yayat juga berharap, apa yang disampaikan oleh Bupati Kaimana Matias Mairuma mengenai pengembangan Bandara Utarom dapat ditindaklanjuti oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan. “Bupati ingin Bandara Utarom bisa menjadi hub untuk Papua Barat dan Papua,” ujarnya.
Yayat juga menambahkan, rencananya akhir November atau awal Desember ini pesawat Nam Air menggunakan pesawat jenis ATR-72 akan terbang ke Kaimana. “Menunggu pesawat yang ke empat datang. Rencananya akan melayani rute penerbangan Kaimana – Fak Fak,” tambahnya.
Dengan meningkatnya frekuensi penerbangan di bandara yang terletak di Kabupaten Kaimana, Provinsi Papua Barat, pergerakan penumpang pun turut meningkat.
Selain peningkatan pelayanan terhadap pengguna jasa bandara, pengelola Bandara Utarom juga terus meningkatkan kualitas sisi udara. Tahun ini, pengelola bandara melakukan perbaikan permukaan runway yang terkelupas dan sudah selesai 100%, sehingga pesawat dapat mendarat dengan mulus di bandara yang memiliki panjang runway 2.000 meter.
Kabandara juga menambahkan program ke depan Bandara Utarom, yaitu PCN yang saat ini 25 akan ditingkatkan menjadi 35. Namun karena Tahun Anggaran 2018 terbatas, rencana tersebut pun ditunda. Tapi rencana peningkatan PCN ini sudah diajukan kembali ke Kementerian Perhubungan untuk Tahun Anggaran 2019. “Kami berharap dengan meningkatnya PCN, maka pesawat yang lebih besar dari ATR-72 yang selama ini beroperasi di Kaimana pun dapat mendarat di bandara ini,” tutup Yayat. B

Bandara Abdulrachman Saleh : Fasilitas Terminal Harus Representatif

Ditulis oleh Teks dan Foto Rizki Indriyanah on . Posted in Domestic

Pelayanan di Bandara Abdulrachman Saleh semakin meningkat. Hal ini dapat terlihat dari prestasi yang dicapai oleh bandara yang terletak di Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur, melalui penghargaan yang didapatkan sebagai Juara III bandara dengan layanan terbaik dalam ajang bergengsi Bandara Awards 2017 pada kategori UPBU Kelas II yang diselenggarakan di Hotel Borobudur, Jakarta. Penghargaan tersebut diserahkan oleh Ketua Dewan Juri Herry Bakti S. Gumay dan disaksikan langsung oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.
Kepala Bandara Abdulrachman Saleh Suharno mengemukakan, bahwa ia dan seluruh staffnya bangga dengan penghargaan yang dicapai oleh Bandara Abdulrachman Saleh. “Pasti ini sangat membanggakan. Saya dan seluruh staff akan terus meningkatkan kualitas pelayanan, penghargaan ini untuk memacu semangat kami dalam memberikan pelayanan yang lebih baik lagi,” katanya.
Untuk meningkatkan prestasi yang sudah dicapai dan kualitas pelayanan, pengelola Bandara Abdulrachman Saleh akan terus melakukan inovasi baru, selain keamanan dan keselamatan, kenyamanan pengguna jasa bandara juga menjadi prioritas utama. “Fasilitas dalam terminal harus bisa menunjang kebutuhan pengguna jasa bandara agar mereka tak merasa jenuh saat sedang menunggu waktu boarding. Fasilitas terminal harus representatif,” lanjut Kabandara.
Menurut Suharno, selain meningkatkan kualitas fasilitas bandara, pelayanan juga harus terbuka. Seperti menerima kritik dan pesan dari pengguna jasa, mendengarkan apa yang mereka keluhkan dan butuhkan. Karena kritik tersebut adalah untuk membangun bandara menjadi lebih baik. “Kita juga harus terbuka dalam memberikan pelayanan. Kalau ada kritik dari pengguna jasa atau masyarakat luas harus diterima dan didengarkan dengan baik. Kita benahi semua sesuai dengan kemampuan dan semaksimal mungkin,” ujarnya.
Suharno juga menambahkan, saat ini penerbangan di Bandara Abdulrachman Saleh sebanyak 12 kali dalam sehari. Rencananya, 29 November pesawat Lion Air akan melayani penerbangan dengan rute Jakarta – Malang sebanyak dua kali dalam sehari. “Dengan bertambahnya maskapai yang terbang ke Malang, maka movement pun bertambah menjadi 14 kali dalam sehari,” tambah Kabandara.
Wajar saja, jika penerbangan ke Malang kian hari semakin ramai. Malang, selain terkenal sebagai Kota Wisata, juga terkenal sebagai Kota Pelajar. B

Bandara Djalaluddin : Harus Bisa Dipertahankan

Ditulis oleh Teks dan Foto Rizki Indriyanah on . Posted in Domestic

Bandara Djalaluddin kembali meraih penghargaan dalam ajang Bandara Awards 2017 dalam kategori UPBU Kelas I dengan layanan terbaik sebagai Juara II. Penghargaan yang diterima oleh Bandara Djalaluddin sebagai Juara II bukanlah yang pertama. Tahun 2016 lalu, bandara yang terletak di Kabupaten Gorontalo ini juga mendapatkan penghargaan yang sama dalam ajang Bandara Awards sebagai Juara II atau runner up. Dua kali berturut-turut mendapatkan penghargaan bandara terbaik, tentu ini adalah sebuah prestasi yang patut diacungi jempol, karena Bandara Djalaluddin mampu mempertahankan prestasi tersebut di tengah gencar-gencarnya peningkatan kualitas pelayanan dan fasilitas bandara di seluruh Indonesia.
Kepala Bandara Djalaluddin Power A.S Sihaloho menyatakan, bahwa ia merasa bangga dan sangat senang dengan didapatkannya penghargaan ini. Namun dibalik rasa senang itu, Power juga mengingatkan kepada seluruh pegawai Bandara Djalaluddin tidak berpuas diri dengan penghargaan yang sudah diraih. “Meskipun kami mendapatkan penghargaan sebagai Juara II dalam kategori UPBU Kelas I, tapi masih banyak yang harus kami benahi, salah satunya adalah SDM. Karena SDM ini sangat penting untuk operasional bandara. SDM cukup banyak, tapi belum cukup secara kualitas karena Bandara Djalaluddin saat ini sudah menjadi BLU,” katanya.
Untuk meningkatkan pengembangan bandara, Power juga terus melakukan koordinasi dengan Pemda Provinsi Gorontalo dan seluruh stakeholder. Menurutnya, bandara adalah icon daerah. Oleh karena itu pengembangan bandara dilakukan dari berbagai lini. “Bandara adalah icon yang menjadi cermin daerah tersebut.  Secara infrastruktur sudah memadai. Landasan sudah lebar dan baru di overlay, terminal, gedung pendukung lain seperti PKP-PK, Power House dan lain-lain juga baru. Pembangunan gedung kantor juga dalam proses finishing, baik kantor administrasi, kantor operasi dan kantor keamanan. Rencana akan diresmikan dan kami tempati awal tahun 2018. Prestasi yang sudah didapatkan harus bisa dipertahankan,” ujarnya.
Tidak hanya itu saja. Power juga menambahkan, bahwa kargo, parkir dan ground handling pun akan dibenahi agar bandara lebih tertata dengan baik. “Bandara Djalaluddin kan Kelas I, tapi kargo dan ground handling belum sesuai dengan kelas bandara, oleh karena itu kita akan benahi agar lebih tertata. Kita akan mengoptimalkan yang ada,” tambah Kabandara.
Bandara Djalaluddin saat ini sudah memiliki landasan pacu sepanjang 2.500 x 45 meter dan movement sebanyak 24 kali dalam sehari. Gedung terminal bandara dapat menampung penumpang sebanyak 3.000 dalam sehari. B