Menhub : Bandara Kertajati Layani Mudik

Ditulis oleh Zainal Arifin on . Posted in Domestic

Menhub Budi Karya Sumadi menyatakan Bandara Kertajati sudah bisa melayani arus mudik tahun ini. Menhub menyebutkan setidaknya akan ada lima hingga enam rute yang dilayani bandara yang nantinya akan dikelola PT Angkasa Pura II. Rencananya dalam satu hari akan terdapat 10 hingga 20 penerbangan melalui Bandara Kertajati.
“Direncanakan menuju ke kota Surabaya, Bali, Makassar, mungkin juga Banjarmasin atau Balikpapan dan Kualanamu. Ada enam,” ujar Menhub.
Selain mudik, lanjut Menhub,  terkait rencana penerbangan haji terus dimatangkan. Pihaknya berharap dalam waktu tiga bulan rencana ini dapat direalisasikan. Menhub menargetkan setidaknya ada lima flight yang melayani penerbangan haji dari Bandara Kertajati.
Data Kemenhub menyebutkan, Bandara Kertajati memiliki landas pacu atau runway berukuran 2.500 meter  x 60 meter dan akan diperpanjang menjadi 3.000 meter x 60 meter. Dengan runway ini bandara telah dapat didarati pesawat sejenis Boeing 777. Selain itu juga terdapat apron berukuran 576 meter x 151 meter sehingga dapat menampung sebanyak 10 pesawat berbadan lebar. Pada sisi darat Bandara Kertajati dilengkapi terminal penumpang berukuran 92.000 meter persegi.
Bandara Kertajati termasuk dalam deretan bandara terbesar setelah Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Bandara ini ditargetkan akan dapat menampung kurang lebih 5,6 juta penumpang per tahun. (*/B)

Demi Keselamatan, Ramp Check Ditingkatkan

Ditulis oleh Zainal Arifin on . Posted in Domestic

Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Agus Santoso menegaskan bahwa Direktorat Jenderal Perhubungan Udara akan melakukan ramp check terhadap semua pesawat dan personel yang akan melayani penerbangan angkutan Lebaran (angleb) tahun ini. Bahkan demi keselamatan penerbangan, ramp check akan ditingkatkan.
Menurut Dirjen Agus, persiapan ramp check dilaksanakan 30 April-12 Mei 2018. Sedangkan kegiatan ramp check periode angkutan lebaran akan dilakukan tanggal 7 hingga 24 Juni 2018.
“Ramp check dilaksanakan untuk memastikan keselamatan dan keamanan penerbangan,” kata  Agus di Jakarta, di sela Rakor Angleb, Jumat (13/4/2018). Seperti tahun-tahun sebelumnya, Ditjen Perhubungan Udara akan menerjunkan inspektor penerbangan di seluruh bandara untuk pelaksanaan ramp check. Bersama DKUPPU, seluruh pesawat akan diperiksa berikut dengan para personel penerbangan, agar angleb dapat berjalan dengan selamat, baik, lancar, dan aman.
Dirjen Agus menambahkan semakin banyak pengguna moda udara pada angkutan lebaran tahun ini, maka kian matang persiapan yang dilakukan. Selain bandara diperpanjang jam operasionalnya, maka terkait maskapai juga dipersiapkan secara bersama. “Agar pelayanan terhadap pemudik lebih bagus dibandingkan tahun lalu,” kata Dirjen. (*/B).

Jumlah Penumpang Pesawat Naik 10 Persen

Ditulis oleh Zainal Arifin on . Posted in Domestic

Ditjen Perhubungan Udara memprediksikan jumlah penumpang dengan moda transportasi udara pada mudik Lebaran 2018 naik 10 persen pada libur dibandingkan tahun sebelumnya. Prediksi selama periode H-7 sampai H+7 mencapai 5.870.823 penumpang. Terdiri dari penumpang domestik 5.001.286 orang dan untuk penumpang internasional sebanyak 869.537 penumpang.
Jumlah ini meningkat dibanding lebaran tahun 2017 dimana total penumpang 5.299.513 orang, di mana domestik sebanyak 4.578.204 penumpang dan 721.309 penumpang.
 Dirjen Perhubungan Udara Agus Santoso pada Rapat Koordinasi Persiapan Penyelenggaraan Angkutan Lebaran Tahun 2018 di Ruang Nanggala Kantor Pusat Kementerian Perhubungan, Jumat (13/4/2818), menjelaskan meski ada prediksi kenaikan jumlah penumpang, masyarakat tidak perlu cemas. Hal itu karena kapasitas tempat duduk pesawat yang disediakan dalam kurun waktu dua minggu masa angkutan lebaran (angleb) melebihi jumlah prediksi dari kenaikan total penumpang.
“Untuk memberikan pelayanan yang baik terhadap penumpang, maka kapasitas tempat duduk yang disediakan maskapai penerbangan melebihi prediksi total jumlah penumpang. Kami menambah 5% kursi dari total penerbangan reguler domestik dan internasional. Untuk penerbangan reguler domestik, kapasitas tempat duduk yang disediakan sebanyak 5.996.342 kursi. Sedangkan untuk penerbangan internasional kapasitas tempat duduk yang disediakan sebanyak 1.212.670 kursi, “ kata Dirjen Agus.
Kapasitas tempat duduk tersebut akan dilayani oleh 541 pesawat dari maskapai nasional dan internasional yang beroperasi di Indonesia. Untuk menunjang hal itu, pihaknya mempermudah pemberian izin ekstra flight untuk maskapai, sehingga kapasitas kursi pada peak season ini akan terpenuhi. Maskapai disilahkan mengajukan ekstra flight, semakin cepat semakin baik.
“Jika permintaan melonjak, biasanya harga tiket juga akan ikut naik. Kami akan terus mengawasi sehingga harga tiket sesuai dengan PM 185 Tahun 2015 tentang Standar Pelayanan Penumpang Kelas Ekonomi Angkutan Udara Niaga Berjadwal Dalam Negeri. Jika ada maskapai yang melanggar, kami tidak segan-segan untuk memberikan sanksi,” tutur Agus. (*/B)

Rakor Angkutan Lebaran 2018 Menhub: Jam Operasional Bandara Ditambah

Ditulis oleh Zainal Arifin on . Posted in Domestic

Jelang kesibukan angkutan lebaran, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi pada  hari Jumat (13/4/2018) memimpin Rapat Koordinasi terkait penyelenggaraan Angkutan Lebaran Tahun 2018 bersama sejumlah instansi dan stakeholder sektor transportasi. Rapat koordinasi ini dihadiri oleh perwakilan dari instansi-instansi terkait. Di antaranya Kementerian Perhubungan, Kementerian Tenaga Kerja, Kementerian PUPR, Kemendikbud, Kepolisian RI, TNI, Ombudsman, Jasa Marga, BPJT, Bina Marga, Aprindo, Organda, Pelni, dan Angkasa Pura.
Pada Rakor itu Menhub Budi Karya meminta Ditjen Perhubungan Udara mempersiapkan arus mudik melalui jalur udara. Salah satunya yang patut dipertimbangkan adalah penambahan jam operasional bandara. “Saya minta menambah jam operasi bandara. Tak hanya di Jawa, jadi bandar udara yang ada di NTT, di Sumatera, Kalimantan, juga Sulawesi,” ujar Budi Karya di Kemenhub, Jalan Medan Merdeka Barat, Gambir, Jakarta.
Menhub juga meminta agar maskapai penerbangan komersial menggunakan pesawat berbadan besar. Maskapai juga diminta mengoptimalkan slot penerbangan malam. “Diharapkan airline tidak keep slot, jadi banyak airline-airline itu keep slot, bahkan saat prime time. Saya minta ada ketegasan dari Dirjen Udara  jangan terjadi keep slot itu dan stakeholder yang ada di sini yang biasanya keep slot,” kata Menhub.
Pada bagian lain Budi Karya mengimbau untuk diberi kemudahan persetujuan penerbitan tujuan terbang dan meniadakan tujuan terbang. Selain itu, pengoperasian terminal bandar udara baru diminta dipercepat. “Saya minta Dirjen Udara 24 jam. Berikan insentif kepada airline. AP 1 dan AP 2 memberikan insentif dalam pelaksanaan extra flight,” ujarnya. Tak hanya itu, persiapan lain yang ditekankan oleh Budi Karya terkait dengan pengecekan kelaikan pesawat. “Karena kita tahu udara harus cukup safe karena risikonya tinggi sekali”. (B)

ANGLEB

Ditulis oleh Teks Toto TIS Suparto, Foto Istimewa on . Posted in Domestic

Angleb adalah kependekan dari angkutan lebaran. Setiap tahun, angleb ini menyita perhatian publik. Angleb ini seolah identik dengan Kementerian Perhubungan. Angleb lancar, Kemenhub diacungi jempol. Angleb semrawut, Kemenhub dihujani kritik pedas.
Maka dari itu, Kemenhub total untuk mewujudkan angleb yang nyaman dan aman bagi pemudik. Jangan kaget jika jauh-jauh hari persiapan angleb sudah tampak. Hari H pada bulan Juni, tetapi saat ini sudah fokus ke angleb tersebut.
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan pihaknya menjadikan mudik lebaran 2018 sebagai salah satu fokus kerja yang dipersiapkan sejak jauh hari. Salah satu persiapan yang mesti dilakukan adalah ketersediaan angkutan umum cadangan, baik darat, laut, maupun udara. Soal ini dibahas dalam rapat koordinasi angleb. Kapan rakor itu dilaksanakan? Akhir bulan Januari lalu. Bayangkan masih kurang lima bulan, rakor sudah digelar. Rakor di Kemenhub tersebut turut dihadiri Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, serta pejabat Kementerian PUPR.
Jauh hari dipersiapkan karena Menhub melihat isu strategis yang perlu diamati untuk tahun 2018 adalah ketersediaan angkutan umum cadangan pada darat, laut, udara, kereta api (untuk) mengatasi lonjakan. Hal lain yang perlu dipersiapkan, di antaranya sarana-prasarana, pelayanan kesehatan, perbaikan fasilitas posko, serta uji kelaikan kendaraan.
Lantaran sebagai isu strategis maka Menhub merasa perlu  meningkatkan koordinasi antar kementerian dan lembaga yang terkait dalam pelaksanaan mudik lebaran. Pengalaman di tahun 2017, angleb lancar karena koordinasi bagus.
Keseriusan Kemenhub menyambut angkutan lebaran 2018 juga diperlihatkan dengan adanya jajak pendapat kepada masyarakat. Jajak pendapat itu meliputi kecenderungan berangkat hari apa, naik apa dan jumlahnya berapa.
Secara internal, Menhub juga menekankan kepada masing-masing Dirjen untuk mempersiapkan diri. Termasuk juga Dirjen Perhubungan Udara. Apalagi kecenderungan naik pesawat diperkirakan naik. Angleb 2017 pengguna moda udara naik 9,8% dibanding tahun 2016. Secara keseluruhan jumlah penumpang udara sekitar 5,5 juta orang. Angleb kali ini diperkirakan naik lagi.
Di balik kenaikan itu, sudah barang tentu harus ditingkatkan keselamatan, keamanan dan kenyamanan penerbangan tersebut. Ditjen Perhubungan Udara menyampaikan pihaknya sudah melakukan berbagai upaya. Baik itu terkait operasional penerbangan oleh maskapai, pelayanan oleh bandara maupun penyelenggaraan navigasi penerbangan oleh AirNav Indonesia.
Bentuk konkretnya adalah instruksi yang isinya antara lain mengawasi kesiapan operator penerbangan yang beroperasi di wilayahnya termasuk armada dan kru, mengecek kesiapan fasilitas peralatan dan personel bandar udara, meningkatkan terlaksananya keselamatan dan keamanan penerbangan, serta mengoptimalkan jam operasi penerbangan dan slot time.
Selain itu diinstruksikan pula untuk memberikan pelayanan kepada penumpang sesuai aturan yang ada, pembentukan posko 24 jam di seluruh bandar udara, dengan titik pengendalian di 35 bandar udara.
Melalui persiapan jauh hari ini, diharapkan angleb tahun ini akan lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya. Mudik nyaman dan aman, Kemenhub akan memperoleh pujian. (*/B)