Direktorat Navigasi Penerbangan Polana : SDM Masih Perlu Ditingkatkan

Ditulis oleh Zainal Arifin on . Posted in Domestic

Resmi menjabat sebagai Direktur Navigasi Penerbangan Ditjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan pada 14 Februari 2018 lalu, membuat Polana Banguningsih Pramesti terus berupaya meningkatkan kualitas dan mempertahankan prestasi yang berhasil diraih oleh Air Traffic Controller (ATC) yang sudah melaksanakan pekerjaannya dengan sangat baik. Hal ini dibuktikan dari hasil audit ICAO tahun 2017 untuk Indonesia, di mana compliance score untuk kategori Air Navigation Services meningkat dengan signifikan. Jika pada tahun 2016 lalu hanya berhasil memperoleh skor sebesar 51 sedangkan pada tahun 2017 meningkat menjadi 84 dan berada di atas rata-rata global dunia yang hanya meraih 60,7.
“Navigasi memiliki peran yang sangat penting terkait keselamatan penerbangan, oleh karena itu safety harus ditingkatkan jangan sampai menurun. Berdasarkan hasil audit ICAO tahun 2017 lalu, navigasi penerbangan Indonesia sudah bagus dan itu harus dipertahankan juga ditingkatkan,” kata Polana.
Selain meningkatkan safety untuk ke depannya, Polana juga sudah memiliki program dalam meningkatkan kualitas Navigasi Penerbangan Indonesia. Untuk meningkatkan kualitas, tentu harus didukung oleh SDM yang berkualitas pula. Saat audit ICAO, SDM adalah catatan utama. Terkait hal itu, Polana menegaskan bahwa seluruh SDM Navigasi Penerbangan harus memiliki lisensi, dari pengawas lalu lintas udara (Air Traffic Controller), teknisi maupun hingga inspektur navigasi penerbangan. Sesuai dengan regulasi semua personil jatus mempunya lisensi sesuai dengan kompetensinya tersebut. “SDM navigasi penerbangan masih perlu peningkatan baik kuantitas maupun kualitasnya, mengingat masih perlunya pemenuhan sesuai kebutuhan baik di tataran operasional maupun regulator,” ungkapnya.
Polana juga menambahkan, bahwa bukan hanya personil yg harus mendapatkan lisensi, demikian juga fasilitas pelayanan Navigasi penerbangan harus mempunyai sertifikasi. Dijelaskan pula bahwa belum lama ini Direktorat Navigasi Penerbangan menyerahkan 28 sertifikat AFIS  di AirNav Indonesia. Di samping itu, saat ini Direktorat Navigasi Penerbangan juga sedang fokus meningkatkan pelayanan navigasi di Papua, yaitu dengan antara lain mengembangkan remote AFIS yang saat ini masih dalam tahap uji coba.  “Selama ini pelayanan navigasi di Papua terhambat oleh infrastruktur yang sulit, dan di Papua saat ini menggunakan pelayanan komunikasi point to point. Dan masih banyak lagi program kerja strategis yg harus diselesaikan.
Walaupun kinerja Direktorat Navigasi Penerbangan sudah cukup bagus namun masih banyak yg harus diperbaiki dan ditingkatkan, dan itu tugas berat buat kami, buat saya khususnya yg baru bergabung di Direktorat ini. B

Kemenhub Prioritaskan Konektivitas di Indonesia

Ditulis oleh Zainal Arifin on . Posted in Domestic

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menjadi narasumber dalam Dialog Nasional 10: Indonesia Maju di Gedung Korpri Slawi Kabupaten Tegal pada Rabu (25/4/2018). Dalam dialog itu Menhub Budi Karya menegaskan Kementerian Perhubungan terus melaksanakan pembangunan fasilitas transportasi untuk mendukung konektivitas di Indonesia.
Konektivitas itu, menurut Menhub sebagaimana dikutip dari dephub.go.id,  diwujudkan melalui pembangunan bandara serta pelabuhan untuk mempersatukan Indonesia dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Pulau Rote.
“Indonesia adalah Negara Kesatuan Republik Indonesia dari Sabang sampai Merauke dan kita ingin mempersatukan semua. Kita membangun fasilitas negara seperti bandara dan pelabuhan. Seperti di Miangas Sulawesi Utara dibangun bandara. Ini merupakan kebanggaan bagi kita,” jelas Menhub. “Kita juga membangun Bandara Soekarno Hatta yang sama baiknya dengan negara lain. Hal ini tentunya menjadi kebanggaan bagi Indonesia.”
Dalam kesempatan tersebut, Menhub juga memberikan sedikit penjelasan terkait mudik lebaran tahun 2018. Menhub mengingatkan masyarakat Slawi untuk tidak menggunakan sepeda motor untuk menempuh jarak jauh. “Untuk masyarakat Slawi mudik jangan menggunakan motor, itu bahaya. Kita mengajak masyarakat untuk mendukung Kepolisian, Pemda, serta Dandim mensukseskan mudik tahun ini karena ini harus kita lakukan bersama,” ujar Menhub.
Turut hadir dalam Dialog diantaranya Kepala Badan BPSDM Perhubungan Djoko Sasono, Kapolres Tegal Dwi Agus Prianto, Dandim 0712 Tegal Letkol Infanteri Kaveleri Kristiyanto, PJS Bupati Tegal Sinung Nugroho, Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial Kemensos Hari Hikmat, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Tegal Nurhayati. (*/B)

Membuka Akses Jateng bagian Barat

Ditulis oleh Zainal Arifin on . Posted in Domestic

Kemenhub memproyeksikan Bandara Jenderal Besar (JB) Soedirman di Purbalingga akan membuka akses ke wilayah Jawa Tengah bagian barat yang mencakup sembilan kabupaten/kota.
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan bandara akan dibangun di atas lahan seluas 125 hektare (ha) di Kecamatan Bakuteja, Kabupaten Purbalingga. “Jadi, kami mulai groundbreaking karena kami tidak mau terlalu lama. Ini akan selesai pada 2019,” ujar Menhub selepas groundbreaking Bandara JB Soedirman di Purbalingga, Senin (23/4/2018).
Keberadaan bandara di Purbalingga, menurut Menhub Budi Karya, akan memangkas waktu tempuh ke wilayah tersebut. Dia menyebut waktu tempuh ke Purbalingga dari Semarang, ibu kota Jawa Tengah, sekira lima jam. Sementara itu, waktu tempuh dari dari Yogyakarta sekitar empat jam.
Bandara JB Soedirman semula merupakan Pangkalan Udara TNI Angkatan Udara (AU) tipe C. Landasan pacu saat ini masih berupa rumput sepanjang 850 meter. Lanud kemudian dikembangkan menjadi bandara enclave sipil atau fasilitas militer yang digunakan untuk kepentingan sipil. Landasan pacu akan dibangun sepanjang 1.600 meter dan diharapkan bisa rampung pada Desember 2019. Dengan landasan sepanjang 1.600 meter, Bandara JB Soedirman bisa didarati pesawat tipe ATR. Selanjutnya, landasan pacu akan diperpanjang menjadi 2.500 meter sehingga bisa didarati pesawat jenis Boeing 737.
Menhub menuturkan Bandara JB Soedirman juga akan menambah geliat industri di Purbalingga dan delapan kabupaten lainnya. Seperti dijelaskan Bupati Purbalingga H. Tasdi, saat ini sudah berdiri 300 perusahaan berorientasi ekspor di Purbalingga. Sebagian besar memproduksi produk imitasi rambut, seperti bulu mata dan rambut palsu. Perusahaan tersebut didirikan investor asal Korea Selatan dan kini sudah menyerap 66.000 tenaga kerja.
Selain di Purbalingga, Jateng juga akan menambah bandara di  Ngloram di Blora. “Kalau Blora tanahnya sudah ada, sedang proses desain. Blora dan Purbalingga sebelum lebaran dibangun,” kata Menhub saat berkunjung ke Bandara Ahmad Yani Semarang beberapa waktu lalu.
Menhub mengatakan meningkatnya investasi dan perekonomian Provinsi Jawa Tengah menuntut adanya sarana transportasi udara yang banyak dan permintaan pembangunan bandara di provinsi sudah banyak disampaikan ke Kementerian Perhubungan. “Secara teoritis, pembangunan bandara itu ada dalam jangkauan 150 kilometer hingga 200 kilometer dari kota yang ada bandaranya,” ujarnya. (*/B)

Dirjen Agus Santoso: Penerbangan Perdana Kertajati Dijadwalkan Mei

Ditulis oleh Zainal Arifin on . Posted in Domestic

Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Agus Santoso menginformasikan  penerbangan perdana di Bandara Kertajati, Majalengka, dijadwalkan pada 24 Mei 2018. Saat itu akan ada penerbangan tambahan atau extra flight yang diberangkatkan dari Bandara Kertajati sebagai alternatif akibat kepadatan di Bandara Soekarno-Hatta.
Menurut Agus, saat ini beberapa maskapai tengah menyiapkan penerbangan tambahan untuk angkutan Lebaran. “Kita ketahui penerbangan di Bandara Soekarno Hatta sudah sangat padat dan nantinya dapat dialihkan sebagian ke Bandara Kertajati,” kata Agus di Kertajati, Majalengka, Sabtu (28/4/2018). Dirjen berada di Bandara Kertajati, menurut siaran pers Kemenhub, untuk meninjau sejumlah fasilitas di bandara tersebut, termasuk tower bandara.
Maskapai yang akan mengajukan extra flight di antaranya Citilink Indonesia dan Garuda Indonesia. Keduanya menurut rencana juga akan melakukan uji coba sebelum 24 Mei 2018 dari Bandara Soekarno Hatta. “Nantinya akan ditawarkan kepada para calon pengguna jasa di wilayah terdekat Kertajati untuk dapat memilih penerbangan dari bandara ini,” kata Dirjen menjelaskan.
Dirjen Agus menambahkan bahwa pesawat kalibrasi dari Curug, Tangerang, telah melakukan kalibrasi di Bandara Kertajati pada akhir Maret 2018. Saat ini, dari sisi udara dan sisi darat hampir rampung 100 persen. “Runway, taxiway, dan pengatur lalu lintas sudah oke dan siap melayani penerbangan,” katanya. (*/B)

Menhub di Bandara JB Soedirman: Akhir 2019 Diharapkan Rampung

Ditulis oleh Zainal Arifin on . Posted in Domestic

Selain meninjau Bandara Kertajati, selama April lalu Menhub Budi Karya Sumadi juga mendampingi Presiden Joko Widodo melihat persiapan pembangunan  Bandara Jenderal Besar (JB) Soedirman di Purbalingga, Jawa Tengah.
Dalam lawatannya hari Senin (23/4/2019) ke Bandara Jenderal Besar Soedirman, Presiden Joko Widodo bersama Menteri Perhubungan, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, dan Bupati Purbalingga H. Tasdi, menyatakan pemerintah telah berkomitmen dapat menyelesaikan bandara ini dalam waktu 1,5 tahun. Artinya pada akhir 2019 sudah bisa dirampungkan karena tahun ini pembangunannya dimulai.
“Jateng bagian barat dan selatan tidak ada bandara, karenanya untuk masyarakat hari ini sudah dimulai pembangunan bandara JB Soedirman di Kabupaten Purbalingga. Kita harapkan nantinya bandara ini bisa memberikan manfaat tidak hanya Purbalingga, tapi juga enbilab kabupaten lain. Dan kita harapkan muncul pertumbuhan ekonomi baru di Purbalingga dan sekitarnya,” kata Presiden Jokowi sebagaimana dikutip dari siaran pers yang dirilis Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenhub pada Senin (23 April 2018).
Menurut Menhub, Bandara JB Soedirman memiliki luas lahan 125 hektare. Lahannya berasal dari TNI AU 115 hektare dan 10 hektare dari Pemerintah Daerah. Untuk runway tahap pertama akan diselesaikan sepanjang 1.600 meter dan tahap kedua sepanjang 2.500 meter. Untuk terminal penumpang seluas 3.000 meter persegi yang bisa menampung 300.000 penumpang per tahun.
“Untuk perpanjangan hingga 2.500 meter, mungkin dua tahun setelah tahap pertama selesai,” ujar Menhub. Ditambahkan oleh Menhub, pembangunan dan pengelolaan bandara ini akan diserahkan kepada PT Angkasa Pura II. Sudah ada maskapai yang menyatakan minat ke bandara ini. “Banyak yang minat dari Citilink, Lion Air dan Sriwijaya. Dengan runway 1.600 meter pesawat yang digunakan adalah ATR,” kata Menhub. (*/B)