Movement Capai 116 Kali

Ditulis oleh Teks dan Foto Erwin Nurdin, dok SMB II on . Posted in Domestic

Manajemen Bandara SMB II memprediksikan jumlah pergerakan pesawat di bandara itu akan bertambah. Bukan saja geliat  perekonomian yang terus berkembang, gelaran pesta olahraga Asian Games 2018 diyakini akan meningkatkan lalu lintas pesawat.
     Saat ini saja, menurut Bayuh, movement mencapai 116 kali per hari.  Saat peak season bisa bertambah menjadi 126 kali. Terdapat kecenderungan movement  ini terus naik. Sebagai bandingan akhir tahun 2016 pergerakan satu hari terjadwal  masih 108 (jadwal penerbangan). Diperkirakan movement  terus naik, tujuh hingga sepuluh persen, saat Asian Games nanti.
Berdasarkan data yang dipublikasikan manajemen Bandara SMB II, dari total 116 kali pergerakan pesawat itu, terbanyak adalah maskapai Garuda Indonesia tercatat 17 kali per hari. Kemudian Lion Air 13 kali, Wings Air tujuh kali, NAM Air tujuh kali, Sriwijaya Air dua kali, Citilink delapan kali, Air Asia dua kali, Xpress Air empat kali, Jetstar tiga kali, dan selebihnya beberapa maskapai lain.
Terkait antisipasi kenaikan movement itu, menurut Bayuh, maka penyelenggara bandara akan memperbaiki sejumlah fasilitas. Bandara yang memiliki runway 3.000 meter x 45 meter itu akan membenahi apron dan menambah garbarata. Saat Asian Games diharapkan sudah beroperasi delapan garbarata.
“Selain itu Apron juga akan kita tambah dari daya tampung 11 menjadi 13 pesawat. Sementara itu untuk ruang tunggu sendiri juga akan kita perluas tetapi progresnya nanti setelah event Asian Games berlangsung, karena butuh proses,” kata Bayuh. Begitu juga dengan perluasan terminal dari 34.000 m2 menjadi 46.000 m2. B

Bandara SMB II : Tambah Fasilitas Sambut Asian Games 2018

Ditulis oleh Teks dan Foto Erwin Nurdin , dok SMB II on . Posted in Domestic

Bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II di Palembang terus melakukan berbagai pembenahan menjelang pelaksanaan Asian Games 2018. Pesta Olahraga Musim Panas Asia ke-18 ini akan diselenggarakan di Indonesia pada tanggal 18 Agustus 2018 - 2 September 2018, di dua tempat yaitu Jakarta dan Palembang. Ribuan atlet, official, penonton, hingga jurnalis akan membanjiri kota Palembang. Maka dari itu, bandara sebagai pintu gerbang Palembang terus berbenah diri, termasuk menambah beberapa fasilitas dan infrastrukturnya.
“Pembangunan infrastruktur dan penambahan fasilitas bandara untuk penumpang menjadi prioritas kami. Apalagi movement penumpang yang akan tinggi pada Asian Games nanti,” ujar Bayuh Iswantoro, Executive General Manager SMB II, ketika berbincang dengan Majalah Bandara di Palembang akhir Maret lalu. Sembari memberikan data-data yang pernah Bayuh paparkan di berbagai kesempatan, ia menjelaskan berbagai upaya untuk mempersiapkan bandara agar nyaman dan aman bagi para tamu Asian Games tersebut.
Misalnya, Bayuh menunjukkan rancangan pintu gerbang bandara dengan nuansa etnik Palembang. Dalam gambar itu tampak modifikasi topi tanjak khas Palembang di kedua sisi pintu masuk ke kawasan bandara. Tinggi modifikasi tanjak dengan motif songket berwarna merah dan dipadu biru tersebut mencapai 25 meter dari tanah. Agar kuat maka konstruksi menggunakan ACP rangka baja dan kombinasi pipa besi ukuran 10,20 dan 30. Pembangunan sudah berlangsung sejak Februari 2018. Tentu saja saat Asian Games nanti sudah berdiri megah dan menjadi ciri utama Bandara SMB II.
Pembangunan pintu gerbang itu merupakan bagian dari strategi non-aero. Pada dasarnya, menurut Bayuh, pada tahun 2018 ini  menempuh dua strategi untuk pengembangan bandara, yakni strategi aero dan strategi non aero. Adapun bagian dari strategi aero antara lain penambahan rute baru PLM-PNK pada April ini dan PLM-JED yang masih dalam negosiasi slot. Sementara untuk strategi non aero antara lain menyelesaikan skybridge ini nantinya akan menghubungkan terminal Bandara SMB II menuju Stasiun Light Rail Transit (LRT). Kemudian segera mengoperasikan penambahan garbarata. Saat ini terdapat delapan garbarata dari sebelumnya lima garbarata. “Strategi itulah diharapkan membuat bandara siap menyambut Asian Games.” B

Skor ATC Indonesia Naik

Ditulis oleh Zainal Arifin on . Posted in Domestic


Audit Dewan Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO) di tahun 2017 menyatakan Air Traffic Controller (ATC) Indonesia berkinerja sangat baik. Hal itu dibuktikan dengan skor dari dewan tersebut.
Pada 2016 skor ATC Indonesia menyentuh angka 56 persen. Lalu, pada 2017 mencapai 86 persen, berada di atas rata–rata global yakni 60,7 persen. Selain itu, ATC juga turut mendukung keselamatan penerbangan di Indonesia sehingga pada 2017 lalu tidak terdapat kecelakaan penerbangan yang menelan korban jiwa (zerro accident).
“Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya masih ada saja kecelakaan yang menelan korban jiwa,” kata Dirjen Perhubungan Udara, Agus Santoso, saat menutup Rakernas ke–9 Asosiasi ATC Indonesia (IATCA) di Yogyakarta, seperti dalam rilis yang diterima Majalah Bandara, Senin (12/3/2018).
Rakernas IATCA yang berlangsung 7-8 Maret 2018 bertema “Year of Members Association” diikuti perwakilan dari 39 cabang IATCA di seluruh Indonesia. Saat ini IATCA mempunyai 2.020 anggota ATC.
Agus menyampaikan terima kasih kepada ATC yang berkontribusi besar memajukan penerbangan Indonesia. Menurut dia, pencapaian tersebut merupakan hasil kerja bersama yang luar biasa antar pemangku kepentingan.
Dalam pencapaian Indonesia tersebut peranan ATC tidak hanya pada satu kategori Air Navigation Services saja, tetapi juga termasuk beberapa kategori lain yang pencapaiannya  sangat baik.
Dirjen juga meminta seluruh personil Air Traffic Controller Indonesia untuk tetap berupaya meningkatkan profesionalitas dan kompetensinya dengan selalu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan kemampuan komunikasi. Bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar operasional perlu dikuasai petugas ATC. (*/B)

Dirjen Agus Santoso: Penumpang Udara Naik 9,6 Persen

Ditulis oleh Zainal Arifin on . Posted in Domestic

Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Agus Santoso, memaparkan jumlah penumpang angkutan udara yang dilayani maskapai nasional pada tahun 2017 mencapai 109.385.106 orang atau naik 9,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Tahun 2016 tercatat 99.762.611 penumpang.
“Market share penumpang domestik terbanyak masih dipegang oleh Lion Air,” kata Dirjen Agus Santoso dalam pemaparannya di Jakarta, Jumat (16/3/2018).
Lion Air, lanjut Dirjen, mengangkut  33.131.053 penumpang atau 34 persen dan disusul Garuda Indonesia 19.601.133 penumpang atau 20 persen. Sedangkan market share penumpang internasional terbanyak dipegang Garuda Indonesia dengan 4.833.194 penumpang atau 39 persen dan disusul oleh Indonesia AirAsia dengan 3.273.758 penumpang atau 26 persen.
Total penumpang domestik pada tahun 2017 sebanyak 96.890.664 orang. Jumlah ini meningkat 8,4 persen dibanding tahun 2016 sebanyak 89.385.365 penumpang. Sedangkan penumpang internasional tahun 2017 berjumlah 12.494.442 orang  atau meningkat 20,4 persen dibanding tahun 2016 yang berjumlah 10.377.246 penumpang.
Sementara untuk kargo udara, sebagaimana dikutip dari hubud.dephub.go.id, pada tahun 2017 tercatat  729.194 ton atau meningkat 1,8 persen dibanding tahun 2016 sebanyak  715.936 ton.
Selain  maskapai nasional, Direktorat Angkutan Udara juga mencatat kinerja maskapai internasional yang melakukan penerbangan ke Indonesia selama tahun 2017. Jumlah penumpang yang diangkut maskapai asing tersebut berjumlah 19.061.737 orang dengan jumlah kargo mencapai 384.936 ton. (*/B)

“Arus Mudik Harus Lebih Baik”

Ditulis oleh Zainal Arifin on . Posted in Domestic

Selain memaparkan konektivitas dan pembangunan infrastruktur transportasi, Menteri Perhubungan  juga berbicara tentang persiapan arus mudik dan arus balik lebaran tahun ini.
Menurut Menhub,  arus mudik tahun ini diharapkan berjalan lebih baik dibanding tahun sebelumnya. “Arus mudik itu kan ada udara, darat dan sebagainya, tapi yang penting ada tambahan (transportasi) laut,” kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi di Yogyakarta belum lama ini.
Pada kesempatan lain, Menhub menegaskan lagi kesiapan angkutan lebaran tersebut. Misalnya dalam Rapat Koordinasi Teknis Ditjen Perhubungan Darat 2018 di Jakarta Selatan, Rabu (14/3/2018), Menhub ingin mudik 2018 bisa berjalan lancar seperti tahun lalu.
“Apa yang dilakukan dalam angkutan lebaran ini memang ada kereta api, udara, laut, tapi sektor darat itu yang paling melekat, bahkan paling seksi. Tapi kita ingin beritanya baik-baik. Dan alhamdulillah tahun lalu kita jalani dengan baik, saya sampaikan terimakasih pada Polri, kita akan mengulangi pekerjaan itu,” kata Menhub Budi Karya dalam sambutannya.
Selain itu, Menhub Budi Karya juga mewanti-wanti jajarannya untuk mengantisipasi membludaknya kendaraan pribadi karena difungsikannya jalur tol yang menghubungkan Jakarta hingga ke Surabaya. Hal itu menurut dia menjadi tantangan tersendiri bagi Kemenhub.
“Kita tahu Jakarta-Surabaya akan terhubungkan, dengan terhubungnya itu bukan berarti lebih mudah pekerjaan kita, tapi tantangannya lebih besar, ada kecenderungan masyarakat pakai kendaraan pribadi. Oleh karena itu kita harus mengatur manajemen waktu dan kuota,” kata Menhub. (*/B)9