Bandara Karel Sadsuitubun : Sriwijaya Terbang Seminggu Tiga Kali

Ditulis oleh Teks dan Foto Rizki Indriyanah on . Posted in Domestic

Perusahaan penerbangan nasional Sriwijaya Air terus melakukan ekspansi ke berbagai daerah di Indonesia dengan membuka rute penerbangan baru, yakni Makassar – Langgur yang terbang tiga kali dalam seminggu dengan menggunakan pesawat jenis Boeing 737-500, yaitu pada hari Senin, Rabu dan Jumat. Dengan dibukanya rute baru tersebut tidak hanya meningkatkan konektivitas daerah itu saja, tetapi juga sekaligus menghubungkan dua provinsi yang berada di lain pulau.
Pesawat yang terisi penuh oleh penumpang sebanyak 80% itu mendarat perdana dengan mulus di Bandara Karel Sadsuitubun yang terletak di Kabupaten Maluku Tenggara, Provinsi Maluku, pada hari Rabu, 27 Desember 2017.
“Alhamdulillah, akhirnya pesawat dengan mesin jet berhasil mendarat di Bandara Karel Sadsuitubun. Dengan bertambahnya maskapai yang terbang ke Langgur ini adalah untuk kepentingan masyarakat yang sangat membutuhkan transportasi udara untuk berbagai kegiatannya serta guna menekan harga tiket menjadi lebih murah, karena selama ini harga tiket pesawat terbilang sangat tinggi sehingga menyulitkan masyarakat untuk mendapatkan tiket pesawat, sedangkan transportasi udara di sini adalah kebutuhan. Dengan masuknya maskapai Sriwijaya Air ke Langgur juga membuat masyarakat menjadi lebih banyak pilihan untuk menggunakan maskapai apa yang diinginkan,” kata Kepala Bandara Karel Sadsuitubun Anwar Hamid.
Antusias masyarakat Kabupaten Maluku Tenggara dan Kota Tual terhadap penerbangan perdana Sriwijaya Air rute Makassar – Langgur sangatlah tinggi. Hal itu dapat terlihat dari penumpang yang memenuhi ruang tunggu keberangkatan bandara yang memiliki panjang landasan pacu  2.350 x 45 meter hingga antrian tersebut sampai keluar gedung terminal.
Tidak hanya membuka konektivitas antara Maluku dan Sulawesi saja, Anwar juga menambahkan, rencananya di bulan Januari 2018, pesawat Garuda Indonesia juga akan membuka lima rute penerbangan baru, salah satunya adalah membuka konektivitas rute Papua dan menghubungkannya ke Langgur, yakni Merauke – Timika – Fak Fak – Langgur. “Bagaimana pun juga masyarakat Papua harus bisa menikmati kemudahan menuju Langgur menggunakan transportasi udara. Selama ini masyarakat Papua menuju Langgur menggunakan transportasi laut yang memakan waktu hingga berhari-hari,” lanjut Kabandara.
Seiring dengan bertambahnya maskapai yang terbang ke Langgur, tentu pergerakan penumpang di bandara itu pun semakin meningkat, sehingga sarana dan prasarana bandara, dari gedung terminal hingga sisi udara pun lebih ditingkatkan lagi agar pengguna jasa pun merasa nyaman dengan pelayanan bandara, seperti terminal penumpang yang harus diperluas. “Transportasi udara di Langgur sudah dilayani oleh tiga maskapai nasional dan membuat masyarakat menjadi banyak pilihan. Namun demikian, kenyamanan pengguna pun harus lebih diperhatikan. Semakin banyaknya pilihan, seharusnya juga bisa menekan harga tiket pesawat menjadi lebih terjangkau” tutur Anwar.
Tidak hanya penambahan frekuensi penerbangan saja yang terus digenjot oleh pengelola Bandara Karel Sadsuitubun, tetapi juga sarana dan prasarana bandara terus ditingkatkan, seperti panjang landasan pacu yang akan dikembangkan dari 2.350 meter menjadi 2.500 meter agar dapat didarati pesawat berbadan besar lainnya, seperti Boeing 737-800 NG, serta peningkatan unit mobil PK-PPK dari kategori lima menjadi kategori enam guna keselamatan penerbangan. “Rencana perpanjangan landasan pacu di Tahun Anggaran 2019, sedangkan penambahan unit mobil PK-PPK sudah kami usulkan ke Direktorat Keamanan Penerbangan Kementerian Perhubungan,” tutupnya. B


P e r i n g k a t

Ditulis oleh Teks Toto TIS Suparto, Foto Istimewa on . Posted in Domestic

Peringkat dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia diartikan tingkat atau pangkat. Namun jika ditelaah lebih jauh, peringkat itu mengandung makna perjuangan. Untuk mencapai tingkat tertinggi, atau tingkat lebih tinggi lagi, dibutuhkan perjuangan. Maka dari itu, ketika seseorang, atau institusi, lembaga, komunitas maupun kelompok apapun, memperoleh peringkat tertinggi, mereka akan mensyukuri bahwa perjuangan berbuah baik.
      Sebaliknya, jika peringkat yang diperolehnya di bawah ekspektasinya, maka perjuangan akan terus ditingkatkan. Di sini peringkat memberikan makna sebagai stimulus untuk berjuang lebih keras lagi. Target jelas : harus naik peringkat pada kesempatan lain.
Mari dilihat contoh di dunia kebandarudaraan. Bandara Award 2017 mengumumkan peringkat bandara-bandara yang disurvei dalam ajang tersebut. Peringkat pertama dinobatkan sebagai Bandara Terbaik di tahun ini. Sudah barang tentu bandara lain terpacu untuk berjuang agar di tahun depan bisa meraih predikat Bandara Terbaik, dan ini artinya harus menjadi peringkat pertama.
Jadi, adanya peringkat dalam Bandara Awards 2017 ini merupakan alat kontrol sejauh mana pelayanan bandara terhadap para penumpang. Peringkat ini tentu bertanggung jawab karena disusun berdasarkan survei langsung di bandara bersangkutan.
Ambil contoh lain dalam skala lebih luas. Misalnya belum lama ini diumumkan peringkat keamanan penerbangan Indonesia yang berada di  posisi 55 dari sebelumnya di level 151. Capaian yang bagus itu sekaligus membuat Indonesia menjadi negara nomor dua di Asean dengan penerbangan paling aman.
Apa arti peringkat ini? Inilah sebuah hasil perjuangan panjang untuk mewujudkan keselamatan penerbangan di Tanah Air. Lalu apa keuntungannya peringkat itu buat Indonesia ? Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan dengan naiknya peringkat Indonesia, maka maskapai-maskapai di Tanah Air bisa membuka penerbangan ke kawasan Eropa. Itu artinya, maskapai Indonesia bisa melakukan ekspansi bisnis yang lebih luas.
Selain itu, sektor pariwisata di dalam negeri juga akan terkena dampaknya. Sebab, akan semakin banyak turis asing yang mengunjungi Indonesia. “Dengan tingginya performance ini ada kepercayaan dunia terhadap penerbangan Indonesia. Akan menarik turis atau pebisnis  ke Indonesia. Ini yang kita harapkan. Sehingga bisnis jadi  berkembang,” kata Menhub.
Kini menjadi jelas bahwa peringkat mempunyai makna penting. Bukan sekadar pajangan bernomor, tetapi menjadi alat pengukur sekaligus pemicu untuk berbuat lebih baik lagi. Tinggal kini yang patut dilihat adalah kredibilitas lembaga pemberi peringkat tersebut. Berbagai kalangan bisa menilai kredibilitas itu dari rekam jejaknya. B

Hotel Horison Yogyakarta : SNOW WHITE CHRISTMAS

Ditulis oleh Teks Rizki Indriyanah, Foto Horison Yogyakarta on . Posted in Domestic

Dalam rangka menyambut Natal, Hotel Horison Yogyakarta memberikan penawaran dan paket - paket menarik untuk bulan Desember.
Hotel Horison Yogyakarta sebagai salah satu hotel bintang tiga terbaik di Yogyakarta hadir dengan promo Snow White Christmas Room Package. Promo ini berlaku dari tanggal 23 – 25 Desember 2017, harga kamar mulai dari harga Rp 799.999 nett/room saja. Paket ini sudah termasuk Santa Claus Welcome Drink, breakfast untuk 2 orang, Christmas dinner untuk 2 orang (all you can eat), Free voucher masuk ke De Arca, De Mata, De walik dan 21% pajak dan pelayanan.
Apabila Anda hanya ingin dinner bersama keluarga atau pun teman-teman Anda di malam natal dengan menarik, Paket Christmas Dinner adalah paket yang cocok

Bandara Letung : Setahun Beroperasi, Tahun ini Nominasi, Tahun Depan Lebih Baik Lagi

Ditulis oleh Teks dan Foto Rizki Indriyanah on . Posted in Domestic

Sejak resmi beroperasi pada 22 November 2016, pelayanan dan fasilitas di Bandara Letung terus ditingkatkan. Kehadiran bandara yang terletak di Kabupaten Kepulauan Anambas, Provinsi Kepri, tidak saja memudahkan akses masyarakat untuk menuju dan menghubungkan ke kota besar lainnya, tetapi juga membantu meningkatkan pertumbuhan perekonomian daerah.
Bandara ini berhasil dibangun karena kerjasama Pemda Kabupaten Kepulauan Anambas, Pemda Provinsi Kepulauan Riau dan Kementerian Perhubungan. Di mana sisi udara Bandara Letung dikerjakan oleh Kementerian Perhubungan yang dimulai sejak bulan Juli 2014.
Bandara Letung, meskipun status bandara ini masih satpel dan berada di bawah wilayah kerja Bandara Dabo yang terletak di Singkep, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepri, tetapi kerja keras pengelola bandara kebanggaan masyarakat Kabupaten Kepulauan Anambas itu patut diacungi jempol. Baru satu tahun beroperasi, Bandara Letung berhasil masuk nominasi Bandara Awards 2017 dalam kategori UPBU Kelas III Penerbangan Perintis bersanding dengan bandara-bandara lainnya yang sudah lebih dulu hadir melayani penerbangan perintis seperti Bandara Dabo.
Kepala Satuan Pelayanan Bandara Letung Ariadi Widiawan mengemukakan, meskipun hanya masuk sebagai nominasi di Bandara Awards 2017, tapi baginya itu merupakan sebuah kebanggaan. Karena kerja keras pengelola Bandara Letung mendapatkan apresiasi. “Kami bersyukur, meskipun hanya sebagai nominasi. Dengan adanya Bandara Awards ini menjadi pacuan kami untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan fasilitas agar penumpang pun merasa nyaman dan puas menggunakan jasa Bandara Letung,” katanya saat ditemui dalam acara Malam Penganugerahan Bandara Awards 2017.
Tahun ini adalah tahun pertama Bandara Letung masuk sebagai peserta Bandara Awards 2017. Meskipun baru pertama kali, tetapi Bandara Letung mampu bersanding dengan bandara besar lainnya.
Bandara Awards merupakan event bergengsi yang diselenggarakan oleh Majalah Bandara setiap tahun. Tahun 2017 adalah tahun ke-9 digelarnya Bandara Awards. Penilaian Bandara Awards dilakukan melalui survei langsung ke penumpang yang akan berangkat juga melalui penilaian dari tim juri yang berkompeten dalam bidangnya, seperti Herry Bakti S. Gumay selaku Ketua Dewan Juri. Saat tim survei Bandara Awards 2017 melakukan survei di Bandara Letung, tampak terlihat antusias penumpang di Bandara Letung saat mengisi kuesioner yang dibagikan oleh tim survei. “Tahun ini sebagai nominasi, tahun depan dan seterusnya akan menjadi yang terbaik. Kami akan terus meningkatkan kualitas dan pelayanan, tidak hanya untuk Bandara Awards semata, tetapi juga untuk masyarakat luas yang menggunakan jasa Bandara Letung,” tutup Ariadi. B

Bandara Dabo : Kesolidan Tim Harus Terjaga

Ditulis oleh Teks Rizki Indriyanah, Foto Bandara Dabo on . Posted in Domestic

Bandara Dabo kembali meraih penghargaan dalam ajang bergengsi Bandara Awards 2017. Kalau pada tahun 2016 lalu berhasil meraih Juara II, tapi tahun ini prestasi bandara yang terletak di Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau, meningkat sebagai Juara I bandara dengan layanan terbaik dalam kategori UPBU Kelas III yang melayani penerbangan perintis.
Kepala Bandara Dabo Andy Hendra Suryaka mengungkapkan, ia bersama jajarannya cukup surprise dengan penghargaan tersebut. Selama ini, Andy dan jajarannya berusaha semaksimal mungkin melakukan yang terbaik dalam melaksanakan tugas melayani pengguna jasa bandara tanpa mengharapkan apapun. Kalau pun mendapatkan penghargaan, itu adalah untuk memotivasi agar bisa lebih baik lagi. “Secara pribadi, kami cukup suprise. Kami hanya ingin melakukan yang terbaik dalam melayani pengguna jasa bandara. Meskipun kami berada di Kepulauan Riau, tapi tidak menghalangi kami untuk selalu memberikan pelayanan prima untuk para pengguna jasa bandara,” katanya.
Terkait penghargaan yang diraih Bandara Dabo, Kabandara pun menyampaikan rasa terimakasih sebesar-besarnya kepada seluruh staff dan stakeholder di Bandara Dabo. Menurutnya, prestasi ini dapat diraih karena kerja keras dan kerja ikhlas dari semuanya, sehingga kualitas pelayanan dan fasilitas selalu terjaga kehandalannya. “Kami akan terus selalu berupaya meningkatkan kualitas dan pelayanan, minimal mempertahankan yang ada. Pengembangan SDM dan fasilitas terus menjadi prioritas kami dalam memberikan pelayanan. Petugas yang ramah, santun dan cekatan menjadi andalan kami dalam memberikan pelayanan serta fasilitas yang nyaman dan layak juga terus kita upayakan,” jelas Kabandara.
Andy juga menambahkan, bahwa prestasi yang didapatkan ini adalah hasil kerja tim dan itu artinya kesolidan tim harus tetap terjaga. “Harus tetap terjaga kesolidan tim. Membiasakan bekerja dari hati bukan hanya sekedar rutinitas, itu yang harus kita tanamkan. Sehingga semua tanggungjawab akan terasa lebih ringan dan hasilnya lebih nyata,” ujarnya.
Menurut Andy, penghargaan ini merupakan motivasi untuk memacu ia dan jajarannya untuk memberikan pelayanan yang terbaik. Bukan sekedar penghargaan, tetapi juga menjadi tolak ukur dan semangat dalam melaksanakan tugas serta tanggungjawab sebagai pengelola bandara. “Ini untuk memotivasi kita sebagai pengelola bandara untuk memberikan pelayanan yang terbaik,” tutupnya. B