Kepulauan Togean Kabupaten Tojo Una-una : Surga Memancing Indonesia

Ditulis oleh Teks dan Foto Erwin Nurdin on . Posted in Domestic

Pulau-pulau kecil tampak terhampar di Teluk Tomini, Sulawesi Tengah. Gugusan pulau-pulau itu dikenal sebagai Kepulauan Togean.
Secara administrasi, Kepulauan Togean berada di bawah Pemerintah Kabupaten Tojo Una-una dan merupakan bagian dari Taman Laut Kepulau Togean. Gugusan itu terdiri dari sekitar 400 pulau. Sebut saja pulau besarnya macam  Pulau Una-una, Batudaka, Togean, Talatakoh, Waleakodi dan Waleabahi.
Kepulauan Togean memiliki vegetasi lebat sehingga menghadirkan keteduhan. Dulunya aktivitas vulkanis membentuk kepulauan ini menyebabkan tanah subur dan gampang ditumbuhi pepohonan.  Hal ini juga membuat Togean jadi bagian dari coral triangle - yang meliputi wilayah Indonesia, Filipina, Malaysia, Papua Nugini, Jepang, dan Australia -- dengan keanekaragaman berupa empat terumbu karang: karang tepi, karang penghalang, karang tompok, dan karang cincin.
Togean dikenal kaya akan keindahan alam bawah laut dan hamparan datarannya yang menakjubkan. Jika selama ini traveler dari seluruh dunia terpesona dengan keindahan Raja Ampat (Papua Barat) dan Derawan (Kalimantan Timur), kini mata dunia mulai menatap Togean sebagai destinasi wisata bahari yang mulai jadi favorit para pejalan -- baik dari mancanegara maupun domestik.
Ternyata Togean juga diidamkan oleh pemancing sebagai tempat memancing dengan beragam jenis ikan. Para pemancing dunia dan domestik kini menjadikan lebih 100-an titik memancing di Togean sebagai tempat yang perlu dikunjungi.
Salah satu spot memancing yang paling banyak dikunjungi adalah perairan Lindo Pulau Batudaka. Di sini ikan jenis dogtoot tuna big travealy dan ton dipong laut dengan berat 20-30 Kg dengan mudah dikail.
Kegiatan memancing ini acap dijadikan primadona dalam event wisata di antaranya Festival Pesona Lipuku, di Kabupaten Tojo Una-Una. Tahun lalu festival ini berlangsung meriah dan  mampu meningkatkan jumlah kunjungan wisatawannya sehingga memberikan dampak ekonomi kepada masyarakat.
Selain memancing, dalam festival itu juga menyelenggarakan lomba renang 100 meter gaya bebas, lomba perahu layar, lomba sepeda tour de Togean Touna, lomba video drone, lomba trail adventure, lomba jet sky, lomba rally foto, marathon Touna Togean, band competition, dan lomba kuliner. B

Bandara Tanjung Api : Jajaki Dua Rute Baru

Ditulis oleh Teks dan Foto Erwin Nurdin on . Posted in Domestic

Keinginan masyarakat Ampana Kabupaten Tojo Una-Una untuk mendapatkan angkutan udara dari dan ke daerah tersebut kini terwujud. Wings Air mewujudkan keinginan itu dengan menerbangi rute Palu ke Ampana ibukota Kabupaten Tojo Una-una tersebut. Kini tengah dijajaki dua rute baru, yakni Ampana-Makassar dan  Ampana – Manado
Kepala Bandara Tanjung Api Fitra Jaya Siwu mengatakan kini penerbangan ke Ampana sudah terwujud, dan selanjutnya mengupayakan meningkatkan frekuensi penerbangan dan membuka rute baru.
“Kami menjajaki dua rute baru, ” ujar Kabandara Fitra Jaya Siwu yang sebelumnya bertugas di Bandara Tanah Merah Boven Digoel, Papua.
Pengelola Bandara Tanjung Api di bawah kepemimpinan Kabandara Fitra Jaya Siwu sedang menjajaki  rute baru Ampana –Makassar & Ampana – Manado, menyusul tingginya permintaan moda angkutan udara dari dan ke wilayah tersebut.
Kabandara  mengatakan permintaan angkutan udara  dari Ampana ke berbagai kota di Sulawesi sangat tinggi menyusul telah dioperasinya bandara baru Tanjung Api sejak beberapa tahun yang lalu. Penjajakan rute baru itu, lanjut Kabandara, karena  semakin dikenalnya objek wisata Kepulauan Togean baik dari wisatawan domestik maupun internasional.
Untuk jangka panjang, kata Fitra,  pihaknya mengusahakan penerbangan dengan pesawat berbadan lebar.
Bandara Tanjung Api kini memiiki runway dengan ukuran panjang 2110 meter x 30 meter. Runway  ini mampu didarati pesawat badan lebar sejenis Boeing 737-500.  B

Bandara Sultan Bantilan : Segera Renovasi Terminal Penumpang

Ditulis oleh Teks dan Foto Rizki Indriyanah on . Posted in Domestic

Menuju Kabupaten Toli Toli di Provinsi Sulawesi Tengah, selain bisa menggunakan transportasi udara dari Palu juga bisa melalui jalur darat, hanya saja memakan waktu tempuh yang cukup lama yaitu memakan waktu hingga sepuluh jam perjalanan. Di mana sepanjang jalan tidaklah selalu mulus, ada beberapa jalan yang masih belum beraspal dan harus melalui jalan yang berkelok juga menanjak, sehingga transportasi udara di Toli Toli perlu ditingkatkan. Sedangkan dengan pesawat hanya 50 menit saja dari Bandara Mutiara SIS Al-Jufri di Palu, sudah sampai di Bandara Sultan Bantilan di Lalos, Kabupaten Toli Toli.
Kepala Bandara Sultan Bantilan Isdiyanto mengemukakan, sebelumnya penerbangan di Toli Toli hanya dilayani seminggu tiga kali oleh Wings Air. Namun kini, penerbangan di Toli Toli sudah dilayani setiap hari oleh Wings Air rute Palu – Toli Toli PP yang terbang satu kali sehari. “Antusias masyarakat terhadap transportasi udara di sini sangat tinggi. Setiap hari penumpang selalu penuh. Oleh karena itu, kami minta airlines agar menambah frekuensi penerbangannya ke Toli Toli,” katanya.
Selain menambah frekuensi penerbangan, Isdiyanto juga menambahkan, bahwa pengelola bandara berencana akan menambah rute penerbangan di Bandara Sultan Bantilan, yakni rute Toli Toli – Gorontalo – Manado. “Selain penambahan rute tersebut, kami juga ingin rute Makassar – Toli Toli bisa terhubung. Terkait hal tersebut kami juga sudah menyampaikan kepada pihak airlines dan saat ini sedang dipelajari oleh manajemen airlines,” ujarnya.
Di samping itu, tahun 2019 pengelola bandara juga akan merenovasi terminal penumpang agar pengguna jasa bandara pun menjadi lebih nyaman dan perataan landasan agar tidak ada genangan air saat hujan turun. “Selain penambahan rute dan frekuensi penerbangan, kami juga akan merenovasi terminal untuk kenyamanan penumpang,” sambung Kabandara.
Sedangkan tahun 2017 lalu, unit PK-PPK Bandara Sultan Bantilan mendapatkan satu mobil PK-PPK Scania terbaru. Dengan demikian, keamanan penerbangan di bandara ini pun semakin meningkat dengan bertambahnya armada baru PKP-PK. “Mobil PK-PPK Scania ini type empat dan dapat menampung 4.000 liter air, 400 liter foam dan 250 kg DCP. Unit PK-PPK Bandara Sultan Bantilan juga rutin melakukan latihan sebelum penerbangan, mereka latihan seminggu tiga kali, yaitu hari Selasa, Rabu, dan Kamis,” lanjut Isdiyanto.
Saat ini, Bandara Sultan Bantilan memiliki panjang runway 1.400 meter x 30 meter. Sesuai dengan masterplan, runway bandara ini bisa diperpanjang hingga 1.600 meter, namun sayangnya pengembangan bandara ini kurang mendapatkan respon dari Pemda setempat, sehingga pengembangan bandara pun menjadi terhambat. B

Bandara Mutiara SIS Al-Jufri : Standar dan Peningkatan Harus Ada

Ditulis oleh Teks dan Foto Rizki Indriyanah on . Posted in Domestic

Bandara Mutiara SIS Al-Jufri di Kota Palu, Provinsi Sulawesi Tengah, tidak hanya megah dan besar saja, tetapi bandara ini pun terlihat bersih sehingga membuat pengguna jasa bandara pun merasa nyaman berada di bandara ini. Tak heran, jika berbagai penghargaan berhasil diraih oleh bandara yang memiliki panjang runway 2.510 meter x 45 meter itu.
Kepala Bandara Mutiaras SIS Al-Jufri Benyamin Noach Apituley mengemukakan, meskipun tidak ada peninjauan atau penilaian lagi terhadap bandara itu, namun standar serta peningkatan harus tetap ada dan harus dipertahankan karena pelayanan pengguna jasa kapan saja harus dijaga, jika kurang maka harus ditambah. “Semua penghargaan yang sudah kami raih harus bisa dipertahankan. Meskipun orientasi kami bukanlah penghargaan. Peningkatan pelayanan yang kami berikan adalah untuk kepuasan pengguna jasa bandara,” katanya.
Bandara Mutiara SIS Al-Jufri kini beroperasi hingga jam 24.00 WITA. Pergerakan penumpang datang dan pergi di bandara itu pun mencapai 3.600 – 4.500 penumpang per hari, serta pergerakan pesawat dalam sehari mencapai 44 kali. Sehingga membuat bandara ini menjadi bandara tersibuk di Sulawesi Tengah, namun standar pelayanan dan kebersihan bandara tetap menjadi prioritas utama pengelola bandara. “Setiap kabupaten di Sulawesi Tengah ini bisa dilalui darat, sehingga Bandara Mutiara SIS Al-Jufri menjadi satu-satunya bandara yang digunakan oleh masyarakat yang ingin melakukan perjalanan jauh menggunakan transportai udara. Ada beberapa bandara di Sulawesi Tengah, namun itu hanya bandara pengumpan saja,” ujar Benyamin.
Selain mempertahankan dan meningkatkan pelayanan, saat ini pengelola bandara juga sedang melakukan pekerjaan penambahan kanopi untuk shelter bagi penumpang yang datang dan berangkat agar depan terminal tidak macet dan membangun kantor administasi baru yang sudah siap ditempati. Dengan dibangunnya kantor baru, selain membuat pegawai lebih nyaman dan semangat dalam bekerja.  
Di samping itu, pengelola Bandara Mutiara SIS Al-Jufri pun tetap mempertahankan kearifan lokal dengan menampilkan alat musik gamelan di terminal kedatangan dan ke depannya akan ada musisi daerah yang memainkan alat musik tersebut untuk menunjukkan budaya Palu. “Kami tidak hanya menampilkan kemegahan bandara yang modern saja, tapi kami juga menunjukkan budaya Palu melalui musik tradisional gamelan, sehingga para pengunjung pun dapat mengenal budaya Palu. Kami juga bersyukur Pemda Palu sangat mendukung pengembangan bandara, sehingga memiliki banyak pilihan transportasi udara. Meskipun daratnya bagus, tapi transportasi udara juga dibutuhkan untuk mempercepat waktu tempuh,” tutup Benyamin. B

Otban VI Padang : Resmikan Mushola Al-Fatih

Ditulis oleh Teks dan Foto Erwin Nurdin on . Posted in Domestic

Kepala Otoritas Bandara Wilayah VI Padang Agoes Soebagio meresmikan Mushola Al-Fatih pada April lalu.
Mushola Al-Fatih dibangun di komplek Perumahan Otban VI Padang, yang bersebelahan dengan lokasi Bandara Internasional Minangkabau.
Agoes Soebagio mengatakan dengan diresmikan mushola Al-Fatih bisa digunakan oleh warga komplek untuk beribadah sehari-hari. “Kami berusaha melengkapi fasilitas di komplek Otban VI ini , termasuk fasilitas olahraga,”ujar Agoes Soebagio didampingi Kasubag TU Erwin Zain.
Terkait Otban VI, Agoes menjelaskan ada lima bandara besar di bawah Otban VI di antaranya Padang (Minangkabau), Palembang, Jambi, Bangka Belitung, dan Bengkulu. “Tiga diantaranya juga melayani penerbangan internasional,” kata Agoes. Selain lima bandara dimaksud, Otban Wilayah VI juga terdapat 26 bandara UPBU.
Pihaknya juga akan memberikan asesmen kepada bandara-bandara di wilayahnya untuk program peningkatan 3S+1C (Safety, Security, Services dan Compliance). B