Bandara Betoambari : Pertumbuhan Penumpang Mencapai 115%

Ditulis oleh Teks dan Foto Rizki Indriyanah on . Posted in Domestic

Pergerakan penumpang di Bandara Betoambari terus mengalami peningkatan yang signifikan. Tercatat pertumbuhan penumpang di bandara ini per tahunnya mencapai 115% dalam tiga tahun terakhir, yakni sejak  tahun 2014.
Kepala Bandara Betoambari Agus Sugeng Widodo mengemukakan, bahwa selain masyarakat setempat yang menggunakan transportasi udara, penumpang juga didominasi oleh pengusaha yang singgah di Pulau Buton. “Mereka adalah pengusaha yang singgah di Buton. Barang-barang yang mereka bawa diangkut menggunakan kapal laut dan mereka sendiri menggunakan transportasi udara ke Bau Bau,” katanya.
Menurut Agus, rata-rata pelaku bisnis yang menggunakan transportasi udara adalah penumpang pesawat tujuan Surabaya, sedangkan pesawat tujuan Jakarta didominasi oleh penumpang yang merupakan pegawai pemerintah. “Inflasi di Bau Bau stabil karena harga tiket pesawat yang terjangkau dan transportasi udara yang lancar. Sehingga membuat Pemkot percaya diri untuk membuat event apapun karena aksesibilitas sangat mendukung,” lanjutnya.
Seiring dengan semakin meningkatnya pertumbuhan pergerakan penumpang di bandara yang terletak di Kecamatan Betoambari, Kota Bau Bau, Provinsi Sulawesi Tenggara, Kabandara pun menambahkan, bahwa pengelola bandara akan terus meningkatkan kualitas pelayanan dan fasilitas bandara, baik dari sisi udara maupun sisi darat.
Untuk sisi udara, rencananya landasan pacu sepanjang 1.800 meter yang dimiliki oleh Bandara Betoambari akan diperpanjang menjadi 2.500 meter dan apron diperluas, sehingga dapat menampung lima pesawat pada tahun 2018. Sedangkan dari sisi darat, terminal penumpang seluas 1.160 meter pun akan diperluas menjadi 1.500 meter. “Tahun 2018 kita akan melakukan review masterplan pengembangan bandara dan pembebasan lahan dilakukan oleh Pemkot,” ujar Kabandara.
Di samping pengembangan bandara, Agus juga menjelaskan, bahwa rute Bau Bau - Wakatobi sebagai daerah penyangga pariwisata memiliki peran penting dalam meningkatkan kunjungan wisatawan dan promosi wisata. Selain itu, frekuensi penerbangan di Bandara Betoambari pun akan ditambah. Rencananya, maskapai Garuda Indonesia dengan menggunakan pesawat jenis ATR-72 akan menambah rute penerbangan baru, yaitu Ambon - Bau Bau PP.
Dengan demikian, pergerakan pesawat dan penumpang di Bandara Betoambari pun semakin meningkat. “Iya, rencananya Garuda Indonesia akan membuka rute penerbangan baru, Ambon - Bau Bau PP,” tutup Agus. B

Bandara Betoambari : Kerja Bagus

Ditulis oleh Teks dan Foto Rizki Indriyanah on . Posted in Domestic

Bandara Betoambari kembali meraih penghargaan sebagai bandara dengan layanan terbaik dalam ajang Bandara Awards 2017 pada kategori UPBU Kelas III yang melayani penerbangan komersil. Kali ini Bandara Betoambari berhasil menyabet Juara I dalam ajang bergengsi Bandara Awards yang diselenggarakan pada tanggal 14 November 2017, di Hotel Borobudur, Jakarta.
Kepala Bandara Betoambari Agus Sugeng Widodo mengungkapkan, bahwa ia dan seluruh staf bandara yang memiliki panjang landasan pacu 1.800 meter itu sangat bersyukur atas dicapainya prestasi tersebut. “Kami sangat bersyukur sekali dengan prestasi yang berhasil diraih oleh Bandara Betoambari. Penghargaan ini adalah berkah dari Allah SWT setelah kami melakukan usaha dan upaya untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan fasilitas bandara,” katanya.
Untuk mempertahankan prestasi yang sudah diraih dan meningkatkannya, Agus menambahkan, bahwa ada tiga hal yang harus dilakukan. Pertama yaitu perbaikan sistem regulasi, seperti pembuatan SOP, ASP (Airport Security Programme), dan                       minimal service level, yaitu di mana dalam memberikan pelayanan terdapat ukuran. Kedua yaitu meningkatkan kualitas SDM dengan mengikut sertakan pelatihan atau diklat atau in house training yang diselenggarakan oleh manajemen Bandara Betoambari. Dan yang ketiga adalah mengikuti perkembangan teknologi yang berkaitan dengan sarana dan prasarana bandara, seperti sistem keamanan dan Wifi yang kini menjadi kebutuhan pengguna jasa bandara.
“Selain tiga hal tersebut, fasilitas lainnya juga harus diperhatikan. Dengan penghargaan yang sudah didapatkan ini jangan membuat kita berpuas diri. Penghargaan ini adalah untuk memacu semangat seluruh anggota Bandara Betoambari dalam memberikan pelayanan yang terbaik,” lanjut Kabandara.
Menurut Agus, juara itu adalah membuat pengguna jasa bandara merasa puas dan nyaman dengan pelayanan yang diberikan oleh Bandara Betoambari. Karena kalau pengguna jasa sudah merasa puas, maka prestasi itu akan ikut dengan sendirinya. “Yang penting kerja saja yang bagus. Kerja bagus itu ada tiga kriteria, yaitu motivasi kerja dengan niat dan ikhlas, berpikir cerdas, serta bekerja keras. Dengan demikian, maka prestasi itu akan mengikuti dengan sendirinya,” ujarnya. B

Kemenhub : Serahkan Pengelolaan Bandara Banyuwangi ke PT. Angkasa Pura II

Ditulis oleh Teks dan Foto Erwin Nurdin on . Posted in Domestic

Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara  memberikan hak pengelolaan Bandara Banyuwangi dari Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Ditjen Perhubungan Udara kepada Angkasa Pura II mulai Jumat 22 Desember 2017.
Penandatanganan pemberian hak pengelolaan tersebut dilakukan Dirjen Perhubungan Udara Agus Santoso kepada Direktur Utama Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin disaksikan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas dan Kabandara Banyuwangi Dodi Dharma Cahyadi.  
“Saya berharap dengan pemberian hak operasional  kepada Angkasa Pura II dapat menjadi titik awal  peningkatan kualitas pelayanan jasa kebandarudaraan kepada penumpang dalam rangka menunjang pertumbuhan ekonomi dan pariwisata di wilayah Banyuwangi dan sekitarnya,” ujar Dirjen Agus Santoso.
Proses pembangunan dan pengembangan serta operasional Bandar Udara Blimbingsari, kini berganti nama Bandara Banyuwangi, telah dipersiapkan sejak tahun 2005 secara bertahap oleh Pemerintah Daerah Banyuwangi dan Ditjen Perhubungan Udara.
Bandara Banyuwangi  saat ini telah memiliki fasilitas yang lengkap, yaitu jalur empat taxiway dan tiga apron pada sisi udara. Untuk sisi darat telah memiliki terminal penumpang, terminal barang (kargo) serta fasilitas pokok dan penunjang lainnya, seperti fasilitas komunikasi dan navigasi serta keselamatan dan keamanan penerbangan.  
Saat ini sedikitnya tiga maskapai penerbangan melayani penerbangan ke Bandara Banyuwangi yakni Garuda Indonesia, Nam Air dan Wings Air. Bandara Banyuwangi tidak hanya melayani penumpang dari Kabupaten Banyuwangi, tetapi tujuh kabupaten di sekitarnya. Bandara ini dipersiapkan sebagai bandara penyangga untuk Bandara Ngurah Rai Bali. B

Family Gathering UPBU Banyuwangi : A Night to Remember

Ditulis oleh Teks dan Foto Erwin Nurdin on . Posted in Domestic

Dari sebuah lagu terkenal... yang dibawakan ... : malam yang tak terlupakan.
Malam itu, Kamis 21 Desember 2017, di Ballroom Hotel El Royale Banyuwangi memang tak bisa terlupakan bagi keluarga besar Bandara Banyuwangi.
Kenapa tak terlupakan ?
Inilah hari terakhir keluarga besar ini harus mengakhiri kebersamaan yang sudah terjalin sejak 2008, sembilan tahun lalu.
“Besok ada momen besar yang tak bisa dilupakan,” ujar Kabandara Banyuwangi Dodi Dharma Cahyadi dihadapan ratusan karyawan dan keluarga besar Banyuwangi.
Jumat 22 Desember 2017 UPBU Banyuwangi diserahkan pengelolaannya ke PT Angkasa Pura II. Sejarah berubah. Tidak mudah bagi keluarga besar UPBU Banyuwangi mengikuti perubahan ini.
Namun, berkat tangan dingin Dodi --yang mendapat penghargaan dari bupati Abdullah Azwar Annas pada hari jadi Banyuwangi ke 246 --, kini karyawan UPBU Banyuwangi lebih siap menghadapi perubahan dengan tegar dan semangat.
Pada malam tak terlupakan itu, Dodi sengaja  mendatangkan Aris Ahmad Jaya, motivator terkenal, membangun semangat karyawan dan keluarga untuk menghadapi perubahan itu.
Perubahan ini, kata Aris Ahmad Jaya, apakah akan dihadapi dengan semangat atau loyo?
“Jawabannya kembali ke diri kita masing-masing,” ujar motivator kondang  ini . B

Bandara Rendani : Perpanjangan Runway Ditargetkan Rampung Tahun 2019

Ditulis oleh Teks Rizki Indriyanah, Foto Istimewa on . Posted in Domestic

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menargetkan tahun 2019 Bandara Rendani dapat didarati pesawat berbadan lebar.
 Hal itu disampaikan oleh Menhub usai meninjau langsung bandara yang terletak di Kabupaten Manokwari, Provinsi Papua Barat, pada hari Kamis, 21 Desember 2017.
“Saya ingin memastikan pengembangan Bandara Rendani terkait perpanjangan landasan pacu  yang akan diperpanjang menjadi 2.400 meter.  Kalau tahun 2018 pembebasan lahan dapat selesai, maka perpanjangan landasan pacu ditargetkan bisa selesai di tahun 2019,” kata Menhub.  Dengan demikian, lanjut Menhub, maka tidak hanya pesawat tipe Boeing 737 series yang dapat mendarat di sini, tetapi juga pesawat tipe wide body bisa mendarat di Bandara Rendani.
Terkait dengan rencana tersebut, Menhub juga meminta kesediaan masyarakat di sekitar bandara yang terdampak pembebasan lahan bersedia melepaskan tanahnya sesuai dengan kesepakatan pergantian.
 Kepala Bandara Rendani Wahyu Anwar mengungkapkan bahwa Menhub sangat mendukung pengembangan Bandara Rendani. Karena dengan dikembangkannya bandara tesebut akan membantu meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah setempat dan pesawat yang terbang ke Manokwari pun semakin banyak pilihan, sehingga memudahkan masyarakat, investor dan wisatawan yang ingin berkunjung ke Manokwari.
“Kementerian Perhubungan sangat mendukung sekali pengembangan bandara ini. Dengan dikembangkannya bandara ini melalui perpanjangan landasan pacu, maka maskapai berbadan lebar seperti pesawat tipe wide body pun dapat mendarat di sini. Semakin banyaknya maskapai yang akan terbang ke Manokwari, maka semakin banyak pula pilihan masyarakat dalam memilih maskapai apa yang akan menemani perjalanan udaranya,” kata Wahyu.
Terkait perpanjangan landasan pacu, Wahyu juga menambahkan, bahwa pengembangan bandara akan dilakukan setelah selesai pembebasan lahan yang rencananya akan dilakukan secara bertahap. “Rencananya pembebasan lahan ini tidak dilakukan secara serentak karena berkaitan dengan anggaran yang terbatas. Oleh karena itu, pembebasan lahan dilakukan secara bertahap,” lanjut Kabandara.
Dari sisi udara, saat ini Bandara Rendani  memiliki panjang landasan pacu 2.000 meter  x 45 meter, serta  memiliki dua apron dengan luas 323 meter x 100 meter dan 181 meter x 68 meter. Sedangkan dari sisi darat, bandara ini memiliki terminal penumpang seluas 1.920 meter persegi. B