Bandara Morowali : TransNusa Terbang Seminggu Tiga Kali

Ditulis oleh Teks Rizki Indriyanah, Foto Dok. Bandara Morowali on . Posted in Domestic

Kabupaten Morowali di Provinsi Sulawesi Tengah  kini memiliki bandara yang siap melayani masyarakat menuju kota-kota besar di Indonesia. Salah satunya adalah menuju Makassar, Ibu Kota Sulawesi Selatan.

Bandara Morowali merupakan Satpel dari Bandara Mutiara SIS Al Jufri, Palu. Bandara ini memiliki panjang landasan pacu 1.050 meter dan rencananya akan diperpanjang menjadi 1.500 m. Bandara ini juga sudah diterbangi oleh maskapai Trans Nusa dengan rute Makassar – Morowali tiga kali dalam seminggu, yaitu hari Selasa, Kamis dan Sabtu menggunakan pesawat jenis ATR-42.
“Saat ini baru ATR-42 yang mendarat di bandara ini. Harapan kami, bandara ini bisa dikembangkan dan pesawat berbadan besar pun dapat mendarat di Morowali. Target terdekat kami, minimal ATR-72 bisa mendarat di sini. Untuk perpanjangan landasan pacu saat ini sedang dalam proses,” kata Kepala Satuan Pelayanan Bandara Morowali Rizky Wahyudianto.
Menurut Rizky, dengan beroperasinya Bandara Morowali, animo masyarakat terhadap transportasi udara kini sangat tinggi, hal tersebut dapat terlihat dari antrian tiket yang selalu habis terjual. “Untuk mendapatkan tiket, masyarakat harus antri. Malah ada yang tidak bisa mendapatkan tiket karena sudah habis terjual,” tuturnya.
Rizky juga menjelaskan bahwa Pemda sangat mendukung pengembangan Bandara Morowali. Selain pembebasan lahan yang dilakukan oleh Pemda untuk pembangunan bandara, penerbangan yang ada di Morowali saat ini adalah subsidi dari Pemda. “Penerbangan yang ada saat ini di Morowali adalah subsidi dari Pemda. Keinginan kami untuk menambah frekuensi penerbangan menjadi setiap hari itu ada, tetapi armada yang dimiliki oleh maskapai terbatas,” jelas Kasatpel.
Kabupaten Morowali memiliki destinasi wisata yang menarik dan belum banyak diketahui masyarakat luas, yaitu Kepulauan Sombori yang merupakan ‘Raja Ampat-nya Morowali’.
“Morowali memiliki potensi wisata yang tinggi dan belum digali dengan maksimal. Seperti Kepulauan Sombori yang merupakan Raja Ampat-nya Morowali. Dengan adanya bandara ini, diharapkan dapat menjadi tempat promosi pariwisata Morowali dan wisatawan pun banyak yang berkunjung ke sini menggunakan transportasi udara,” tutup Rizky. B

Bandara Raja Haji Abdullah : Mendorong Pergerakan Ekonomi Daerah

Ditulis oleh Teks Rizki Indriyanah, Foto Dok. Bandara Raja Haji Abdullah on . Posted in Domestic

Kabupaten Karimun adalah salah satu kabupaten yang terletak di Provinsi Kepulauan Riau. Kabupaten ini terletak di lokasi yang sangat strategis. Tepatnya berada di kawasan segitiga pertumbuhan Sijori. Luas kabupaten ini adalah 7.984 meter persegi yang terdiri dari 189 pulau. Tercatat 80% luas wilayah tersebut adalah perairan, sehingga menjadikan Karimun sebagai kabupaten kepulauan yang memiliki potensi maritim serta menjadi tumpuan untuk menggerakan sektor-sektor perekonomian di bagian barat Indonesia di masa mendatang.
Seiring dengan penerapan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Batam, Bintan dan Karimun, maka aksesibilitas di daerah tersebut harus didukung oleh fasilitas sarana prasarana infrastruktur bandar udara yang memadai.
Kehadiran Bandara Raja Haji Abdullah atau yang sebelumnya dikenal dengan nama Bandara Sei Bati di Kabupaten Karimun berhasil membuka konektivitas daerah yang selama ini belum terhubung dengan transportasi udara, sehingga masyarakat menjadi lebih mudah melakukan perjalanan dari dan keluar Karimun menuju kota besar lainnya di Indonesia. Keberadaan bandara juga membantu mendorong meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah, salah satunya adalah melalui sektor pariwisata.
Kepala Bandara Raja Haji Abdullah, Saptono mengemukakan dengan adanya bandara dan dibukanya rute penerbangan di bandara itu, maka arus perpindahan orang pun menjadi semakin lancar, juga sebagai wujud nyata perhatian Pemerintah Pusat terhadap wilayah perbatasan. “Ke depannya, kami akan menjadikan Bandara Raja Haji Abdullah sebagai bandara yang representatif dan siap bersaing. Dengan hadirnya bandara ini di wilayah perbatasan adalah untuk mendorong pengembangan nasional dan membangun NKRI dari pinggiran, sesuai dengan Program Nawa Cita Presiden Jokowi,” katanya.
Bandara Raja Haji Abdullah terletak pada posisi 0° 3’ LU dan 103° 23’ BT. Bandara ini dibangun oleh Kantor Wilayah II Bea Cukai Tanjung Balai Karimun dan PT Timah (Persero) dan pembangunannya selesai pada tanggal 23 Juli 1978. Lalu pada tanggal 14 Agustus 1978, bandara yang dibangun di atas lahan seluas 81 hektar itu diserahkan kepengelolaannya pada Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perhubungan Udara.
Bandara Raja Haji Abdullah adalah UPBU Kelas III dan berada di bawah naungan Kementerian Perhubungan. Bandara ini memiliki panjang landasan pacu 1.400 meter  x 30 meter dan dapat didarati oleh pesawat jenis CN-212, ATR-42 dan ATR-72, apron seluas 72,5 meter x 60 meter yang dapat menampung tiga pesawat jenis Cassa 212 dan terminal penumpang seluas 200 meter persegi.  Selain itu, Bandara Raja Haji Abdullah juga sudah dilengkapi dengan fasilitas keamanan yang memadai sesuai dengan standar operasional bandara. B

Menhub Dianugerahi Bintang Bhayangkara Utama

Ditulis oleh Zainal Arifin on . Posted in Domestic

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menerima penghargaan Bintang Bhayangkara Utama atas keberhasilan menyelenggarakan Angkutan Lebaran 2017.
Penghargaan diserahkan langsung oleh Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jenderal Tito Karnavian bertempat di Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian di Jakarta, Rabu (13/12/2017).
“Saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Kapolri dan Pak Presiden Joko Widodo yang telah memberikan apresiasi atas penghargaan tertinggi. Saya nyatakan bahwasanya ini adalah hasil kerja seluruh jajaran Kemenhub semuanya, bukan saya sendiri,” kata Menhub Budi Karya.
Keberhasilan Kementerian Perhubungan menyelenggarakan angkutan umum khususnya Mudik Lebaran 2017 yang lancar serta menekan angka kecelakaan dan korban jiwa mendapatkan apresiasi dari pemerintah. Atas usulan Kapolri, Presiden Jokowi memberikan penghargaan Bintang Bhayangkara Utama kepada Menhub Budi Karya Sumadi.
Kapolri Jenderal Tito Karnavian dalam sambutannya mengatakan salah satu indikator keberhasilan Menhub Budi Karya adalah tidak adanya kemacetan panjang saat arus mudik Lebaran 2017 dan jumlah korban kecelakaan menurun.
Kerja sama Kemenhub dan Polri khususnya Korlantas Polri, menurut Jenderal Tito akan terus ditingkatkan. “Polri dan Kemenhub berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” jelas Kapolri.
Menhub mengungkapkan penghargaan ini adalah suatu amanah bagi Kemenhub, tapi sekaligus sebagai tantangan untuk berbuat lebih baik. “Saya bersama seluruh jajaran Kemenhub di sini berniat untuk membuat suatu lompatan baru,” tambah Menhub.
Lebih lanjut Menhub menyatakan penghargaan ini menjadi titik awal bagi Kemenhub yang ingin terus berbuat lebih baik untuk bangsa. Kemenhub memang banyak amanah dan secara tidak langsung banyak bersentuhan dengan kepolisian.
“Oleh karenanya, saya merasa bahwasanya seperti yang disampaikan oleh Kapolri, ini suatu koordinasi yang smooth, chemistry-nya yang nyambung sekali, tapi kita juga ingin selain memang chemistry nyambung, kita semua insan perhubungan harus memberikan suatu layananan yang terbaik bagi masyarakat,” jelas Menhub.
“Tantangan ke depan bagaimana kerja sama Kemenhub dan Polri makin baik dan mampu memberikan pelayanan terbaik ke masyarakat,” kata Menhub. (dephub.go.id/*/B)

Kinerja Kemenhub : Daya Saing Infrastruktur Transportasi Membaik

Ditulis oleh Zainal Arifin on . Posted in Domestic

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengemukakan untuk tahun 2017 daya saing infrastruktur transportasi Indonesia naik 10 peringkat dibandingkan tahun 2015.
Hal tersebut dikemukakan oleh  Menhub saat menyampaikan capaian kinerja dan outlook Kementerian Perhubungan, di Jakarta, Kamis (14/12/2017).
“World Economic Forum mencatat peringkat daya saing infrastruktur transportasi Indonesia mengalami peningkatan sejak tahun 2015, dari peringkat 62 menjadi 52 dengan nilai akhir 4.5,” kata Menhub Budi Karya.
Kenaikkan peringkat itu, lanjut Menhub, tidak lepas dari keseriusan Kementerian Perhubungan membangun berbagai sarana dan prasarana infrastruktur transportasi seperti terminal bus, pelabuhan laut dan penyeberangan, bandara, hingga fasilitas perkeretaapian.
“Ini dilakukan Kementerian Perhubungan untuk memastikan konektivitas orang dan logistik nasional berjalan efektif,” kata Menhub.
Capaian yang dikemukakan  Menhub, antara lain  pada sektor perkeretaapian sampai dengan tahun 2017 Kemenhub  telah membangun jalur kereta api sepanjang 388,3 kilometer. Selain itu, telah merehabilitasi terminal bus di 30 lokasi, pembangunan pelabuhan laut di 104 lokasi dan pembangunan 7 bandara baru.
Terkait  moda transportasi udara,  Kementerian Perhubungan hingga Desember 2017 memproyeksikan jumlah penumpang domestik angkutan udara mencapai 96.050.330 orang dan 12.816.701 penumpang internasional. ( dephub.go.id/*/B)

15 Bandara Selesai Dibangun

Ditulis oleh Zainal Arifin on . Posted in Domestic

Ditjen Perhubungan Udara mengemukakan Kementerian Perhubungan  telah menyelesaikan pembangunan 15 bandara selama periode 2015-2017.
Empat diantaranya telah beroperasi yakni Bandara Letung, Namniwel, Miangas, dan Morowali. Sementara ada beberapa segera dioperasikan.
Menurut Direktur Bandar Udara Bintang Hidayat - yang mewakili Dirjen Perhubungan Udara Agus Santoso - capaian itu merupakan bagian dari kinerja Kemenhub, khususnya Ditjen Perhubungan Udara.
Selain pembangunan bandara tersebut, capaian positif lainnya adalah keselamatan penerbangan yang memperoleh nilai 81,15 persen hasil audit ICAO USOAP Oktober 2017.
Menurut Bintang, nilai keselamatan yang tinggi itu memberikan  rasa tenang terhadap penumpang. Hingga Oktober 2017, jumlah penumpang pesawat udara domestik mencapai 96.050. 330 orang dan internasional 12.816.701 orang.
Dari sisi keamanan, sepanjang tahun 2017, Ditjen Perhubungan Udara melakukan pemenuhan standar keamanan dengan menambah peralatan body inspection machine (body scanner) sebanyak 10 unit yang digunakan di sembilan bandara.
“Mesin x-ray dan peralatan pendeteksi logam sebanyak 638 unit di 173 lokasi,”  Bintang dalam pemaparan kinerja 2017 di Jakarta, Kamis (14/12/2017).
Ditjen Perhubungan Udara juga melakukan pemenuhan kuantitas dan kualitas personel penerbangan. Terdapat tiga lembaga diklat yakni avsec training center di 39 lokasi, dangerous goods training center di 20 lokasi, dan PKP-PK training center di enam lokasi. “Total avsec 6.928 orang, dangerous goods personil 1.500 orang, dan PKP-PK 3.061 orang,” kata Bintang. (*/B)