Tjilik Riwut Hub Kalimantan Tengah

Ditulis oleh Teks dan Foto Erwin Nurdin on . Posted in Domestic

Bandara Tjilik Riwut, Palangka Raya,  kini muncul sebagai pusat distribusi angkutan udara (hub) di tengah semakin meningkatnya pergerakan pesawat di wilayah Kalimantan Tengah. Untuk mengantisipasi pertambahan pergerakan pesawat maka bandara pun terus dikembangkan.
     Kepala Bandara Tjilik Riwut Paryono menjelaskan sekarang ini pergerakan pesawat datang dan pergi melalui Bandara Tjilik Riwut lumayan tinggi. Tercatat 24 kali per hari.
“Di masa mendatang akan meningkat lagi, seiring perekonomian Kalimantan Tengah yang terus tumbuh,” kata Paryono belum lama ini.
Akses terdekat untuk menjangkau kota Palangka Raya adalah melalui udara. Bandara Tjilik Riwut menjadi satu-satunya pintu gerbang udara yang ada di kota ini. Hal tersebut membuat keberadaan bandara ini  vital bagi lalu lintas orang yang ingin datang dan keluar dari Palangka Raya.
Bandara ini terletak di atas ketinggian 40 meter di atas permukaan laut. Bandara ini mulai beroperasi pada tahun 1973, sejak diserahterimakan pengelolaannya dari Pemerintah Daerah Kalimantan Tengah kepada Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan.
Selain terminal, Paryono mengemukakan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah juga telah mengusulkan perpanjangan landasan pacu (runway) di Bandara Tjilik Riwut. Pemprov Kalteng mengusulkan hal itu, menurut dia, agar pesawat berbadan besar dapat mendarat di bandara yang terletak di Kota Palangka Raya, dan selama ini menjadi salah satu pintu masuk ke Kalteng dan wilayah sekitarnya.
Percepatan pembangunan Bandara Tjilik Riwut terus dilakukan dengan perkembangan yang menunjukkan bahwa Pemerintah Provinsi Kalteng sangat serius untuk mengembangkan sekaligus mengenalkan potensi daerahnya. B