Bandara Malikussaleh : Pemda Aceh Utara Akan Serahkan Pengelolaan Malikussaleh ke Kemenhub

Ditulis oleh Teks dan Foto Erwin Nurdin on . Posted in Domestic

Masyarakat Lhokseumawe dan Aceh Utara sekitarnya akan bisa menikmati bandara yang nyaman dengan naik pesawat sejenis Jet Boeing 737 atau Airbus 310, bilamana  pengelolaan Bandara Malikussaleh diserahkan dari Pemda Aceh Utara ke Ditjen Perhubungan Udara Kemenhub.
Proses penyerahan ini memasuki tahap verifikasi. Saat ini intensif dilakukan proses verifikasi oleh Ditjen Perhubungan Udara Kemenhub baik menyangkut aset yang dimiliki bandara tersebut maupun sumber daya manusia dan kelengkapan infrastruktur bandara.
Pemerintah pusat melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub) bersedia mengelola Bandara Malikussaleh yang berada di Kecamatan Muara Batu untuk pengembangan ke depan. Namun, Kemenhub baru dapat mengembangkan bandara tersebut jika sudah diserahterimakan.
Sebelumnya, pada Mei 2015 lalu, Presiden Joko Widodo menyebutkan akan memperpanjang landasan Bandara Malikussaleh. Namun Kemenhub sulit membangun landasan pacu dan mengelola bandara itu jika belum diserahkan ke pemerintah pusat.
Kemenhub sudah tiga kali menerima surat permohonan dari Bupati Aceh Utara yang meminta agar bandara itu dikelola kementerian. Kemenhub sudah siap mengelola bandara tersebut, tapi harus diserahterimakan dulu. Sebab bandara itu belum bisa dikelola jika belum diserahkan, karena terkait dengan keuangan. Jadi tak bisa dianggarkan dana jika belum menjadi aset pemerintah pusat.
Maka dari itu satu tim yang beranggotakan lintas bidang dari Ditjen Perhubungan Udara di bawah koordinasi Kabag Keuangan Syafruddin pada minggu ketiga bulan lalu berkunjung ke Malikussaleh di Lhokseumawe dan Bandara Rembele Takengon. Tahap awal Malikussaleh akan setingkat Satuan Pelaksana (Satpel) di bawah Bandara Rembele.
”Tim Kemenhub sedang melakukan verifikasi baik segi aset, infrastruktur, SDM sebelum Bandara Malikussaleh diserahkan pengelolaannya ke DJU,” ujar Kabandara Rembele Yan Budianto didampingi Kabag Keuangan Syafruddin dan Kasie Organisasi Bagian Kepegawaian DJU Khaironi kepada Majalah Bandara di Bandara Rembele.
Syafruddin dan tim melakukan pertemuan dengan Bupati Aceh Utara H Muhammad Thaib di Pendopo Bupati Aceh Utara pada Rabu (21/2/2018) malam. Pertemuan tersebut juga dihadiri anggota DPD RI asal Aceh, Sudirman alias Haji Uma.
Gerbang Utama
Di Lhokseumawe dikenal memiliki lima industri besar yakni Arun, Mobil Oil, KKA, PIM, dan Pupuk ASEAN. Seiring redupnya kejayaan lima industri tersebut, Malikussaleh diserahkan ke Pemda Aceh Utara sejak 2008 lalu. Saat ini dua maskapai terbang ke Malikussaleh yaitu Wings Air setiap hari dan Garuda Indonesia tiga kali seminggu. Bandara Malikussaleh memiliki runway dengan ukuran 1.850 m x 30 m dan luas apron 150 m x 60 m.
Wakil Bupati Aceh Utara Fauzi Yusuf berharap dengan diserahkannya pengelolaan Malikussaleh kepada lembaga yang ahli di bidangnya yakni DJU maka bandara ini akan berkembang dan menjadi gerbang utama ke Aceh Utara dan sekitarnya.
“Malikussaleh memiliki aset lahan 210 ha, jadi bila runway diperpanjang agar pesawat Boeing bisa mendarat di sini tidak ada masalah dengan ketersediaan lahan,” ujar Fauzi Yusuf di Bandara Malikussaleh. B