Bandara Lasikin : Gerbang Utama Pulau Simeulue

Ditulis oleh Teks dan Foto Erwin Nurdin on . Posted in Domestic

Peranan dan keberadaan Bandara Lasikin sangat strategis bagi  pertumbuhan ekonomi setempat. Bandara ini merupakan pintu gerbang utama dari dan menuju Pulau Simeulue.
Simeulue atau Simalur merupakan pulau yang berada di barat Sumatera. Berada kurang lebih 150 km dari lepas pantai barat Aceh. Pulau ini secara administratif  berupa pemerintahan Kabupaten Simeulue.
Berdasarkan data, luas wilayah Kabupaten Simeulue 2.310 km², terletak antara 02° 02’ 03’’- 03° 02’ 04’’ Lintang Utara dan 95° 22’ 15’’ – 96° 42’ 45’’ Bujur Timur. Merupakan daerah kepulauan terdiri dari ± 57 buah pulau besar dan kecil, Panjang Pulau Simeulue ± 100,2 km dan lebar antara   8 – 28 km. Dengan luas wilayah daratan pulau besar dan pulau-pulau kecil adalah 212.512 ha. Batas wilayah hanya Samudera Hindia.
Dari kondisi geografis itu maka Kepala Bandara Lasikin Taufik Adiguna menyadari betapa pentingnya keberadaan bandara tersebut untuk menyangga dan mendorong ekonomi Kabupaten Simeulue.
“ Karena peran Lasikin sangat vital, kami bekerja keras melayani dan menjalankan operasional bandara ini secara maksimal,” ujar Taufik Adiguna kepada Majalah Bandara belum lama ini.
Taufik  mengemukakan bahwa selama ini untuk keluar dari pulau ini, selain menggunakan transportasi udara, masyarakat juga dapat menggunakan kapal laut. “Hanya saja menggunakan kapal laut melalui penyeberangan ke Meulaboh, Labuhan Haji dan Singkil itu memakan waktu yang cukup lama 8 hingga 10 jam sedangkan dengan pesawat dari Medan hanya 50 menit,” katanya.
Bandara Lasikin adalah bandara yang berada di bawah naungan Kementerian Perhubungan dan merupakan UPBU Kelas III. Bandara ini terletak di Desa Lasikin, Sinabang, Kabupaten Simeulue, Provinsi Aceh. Bandara Lasikin juga merupakan salah satu bandara yang berada di pulau terluar.
Menurut Taufik, dengan adanya bandara tersebut telah  membantu mendongkrak perekonomian masyarakat setempat yang sebagian besar bekerja sebagai nelayan dan petani cengkeh. Di mana hasil tangkapan ikan dan hasil tani mereka dikirim ke pembeli yang berada di luar pulau menggunakan transportasi udara.
Bandara Lasikin memiliki panjang landasan pacu 1410 meter dan rencananya tahun ini akan diperpanjang menjadi 1710 meter. Saat ini, penerbangan ke Simeulue dilayani oleh satu maskapai komersil Wings Air saja yang terbang dengan rute Medan-Simeulue.
Wings Air terbang ke pulau itu setiap hari sebanyak satu kali dalam sehari. Rencananya, rute penerbangan akan ditambah dari Bandara Lasikin ke Bandara Sultan Iskanda Muda, Banda Aceh.
Selain Wings Air, maskapai Susi Air juga terbang ke Lasikin dari Banda Aceh - Blang Pidie-Sinabang PP dan Banda Aceh - Molaboh - Sinabang PP B