AirNav Indonesia : Kelola 237 Bandara

Ditulis oleh Teks Rizki Indriyanah, Foto Dok AirNav Indonesia on . Posted in Domestic

Guna meningkatkan pertumbuhan ekonomi, khususnya di selatan Jawa, Perum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Indonesia (Perum LPPNPI) atau yang lebih dikenal AirNav Indonesia mendukung program pemerintah dalam mengoptimalkan bandara-bandara yang berada di jalur Selatan Jawa.
Direktur Utama AirNav Indonesia Novie Riyanto mengemukakan, bahwa layanan navigasi penerbangan pada sejumlah bandara di jalur selatan akan ditingkatkan guna mendorong multiplier effect yang berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut. “Ada tiga bandara yang menjadi perhatian kami untuk ditingkatkan level pelayanan navigasi penerbangannya, salah satunya adalah Bandara Wiriadinata di Tasikmalaya, kami akan merenovasi tower dan memperbaiki peralatan navigasinya. Selain itu, Bandara Wirasaba di Purbalingga juga akan dilakukan pengembangan bandara baru berkolaborasi dengan TNI AU, Pemda, pengelola bandar udara, yang rencananya akan mulai beroperasi pada bulan Desember 2019, serta Bandara New Yogyakarta International Airport di Kulonprogo,” kata Novie.
Sejak 12 Oktober 2017, AirNav Indonesia sudah membuka rute penerbangan selatan Jawa (Tango One) sebagai langkah strategis untuk mendukung pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut. Menurut Novie, rute tersebut merupakan rute penerbangan domestic pertama yang berbasis satelit. “Rute Tango One ini adalah rute domestik berbasis Performance Based Navigation (PBN) pertama di Indonesia. Selama ini, rute berbasis PBN baru mencakup rute internasional saja. Dengan menggunakan satelit sebagai basis utama navigasi, pengaturan lalu lintas penerbangan akan menjadi lebih presisi dan akurat,” terangnya.
Novie juga menjelaskan lebih lanjut, bahwa rute selatan Jawa ini perlu dibuat karena penerbangan di sisi utara pulau Jawa merupakan rute penerbangan domestik terpadat di Indonesia. Kurang lebih sebanyak 4000 penerbangan setiap bulannya melintasi jalur utara pulau Jawa. Jalur penerbangan Jakarta – Surabaya – Bali adalah rute penerbangan yang melintasi jalur utara Pulau Jawa, sehingga menjadi rute yang sangat padat. “Sudah menjadi tugas AirNav Indonesia untuk mengawal keselamatan penerbangan dengan meningkatkan kapasitas ruang udara dan efisiensi penerbangan, melalui optimalisasi alternatif jalur lain, yaitu dengan mengoptimalkan jalur selatan Jawa. Melalui konsep Flexible Used of Airspace (FUA) yakni membagi penggunaan ruang udara untuk kepentingan sipil dan militer, jalur selatan Jawa mulai akan dikembangkan untuk penerbangan komersil. Kami akan terus berkolaborasi antara sipil dengan militer untuk bisa memaksimalkan penggunaan ruang udara di selatan Jawa ini. Trial sudah beberapa kali dilakukan dan berjalan dengan baik” jelasnya.
Secara umum, optimalisasi dan peningkatan layanan navigasi di jalur penerbangan bagian selatan Pulau Jawa ini adalah salah satu upaya AirNav Indonesia untuk ikut mendukung Pemerintah dalam mendorong pusat-pusat potensi bisnis dan pengembangan ekonomi daerah yang merupakan implementasi Nawacita ketujuh Presiden Joko Widodo, yakni mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor-sektor strategis ekonomi domestik, khususnya di wilayah bagian selatan Pulau Jawa. Novie menjelaskan bahwa pengembangan jalur penerbangan di selatan Jawa sesuai dengan program Nawacita yang dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo untuk mengembangkan daerah-daerah yang potensial namun selama ini belum dikembangkan dengan maksimal.
Di samping mengoptimalkan jalur selatan Pulau Jawa, AirNav Indonesia juga sudah melayani navigasi penerbangan di 237 bandara Indonesia. “Dimana ada penerbangan, sudah menjadi tugas kami melayani navigasi penerbangan tersebut agar penerbangan berjalan lancar dan selamat dari take off hingga landing di bandara tujuan,” ujar Novie. B