Investor Korea Selatan Tertarik Garap Bandara

Ditulis oleh Zainal Arifin on . Posted in Domestic

Sekretaris Jenderal Kementerian Perhubungan Sugihardjo lewat siaran pers Kemenhub menyebutkan  dari Pertemuan ke-9 ASEAN-RoK Transport Cooperation Forum  di Seoul, Korea Selatan, belum lama ini, terungkap investor Korea Selatan tertarik untuk ikut menggarap pengembangan bandara di Indonesia.
Ketertarikan itu terungkap setelah Indonesia menyampaikan paparan terkait proyek-proyek transportasi dalam pertemuan tersebut. Delegasi Indonesia memaparkan antara lain Penjaminan Proyek-Proyek Infrastruktur Transportasi dalam Public Private Partnership, Perkembangan Light Rail Transit (LRT) Jakarta, Perkembangan Bandara Komodo dan Bandara Hang Nadim, dan Transit Oriented Developmet (TOD)  di Jabodetabek.
“Pada kesempatan ini sebanyak 19 perusahaan Korea tertarik untuk bertemu guna meminta penjelasan mengenai proyek-proyek infrastruktur transportasi di Indonesia,” kata Sekjen Sugihardjo yang juga merupakan STOM Leaders Indonesia, memimpin Delegasi Indonesia pada pertemuan ini.
Pertemuan tersebut dipimpin bersama (co-chair) oleh Sugihardjo dan Vice Minister of Ministry of Land, Infrastructure and Transport Korea Kyung-Hwan Kim. Pertemuan ini membahas kerja sama di bidang transportasi antara kedua negara yang meliputi berbagi pengalaman mengenai Public Private Partnership (PPP) dan peluang-peluang untuk kerja sama dan investasi di sektor transportasi darat, udara, dan perkeretaapian.
“Pihak Korea menyatakan ketertarikannya dan menunjuk Director Overseas Construction and Supporting Division untuk menindaklanjuti hal tersebut,” ujar Sugihardjo seusai acara.(*/B)

Bandara Tunggul Wulung : Base Operation Flying School

Ditulis oleh Teks dan Foto Rizki Indriyanah on . Posted in Domestic

Semakin meningkatnya antusias masyarakat Kabupaten Cilacap, Provinsi Jawa Tengah, terhadap transportasi udara membuat pengelola Bandara Tunggul Wulung terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan bandara yang terletak di Jalan Tritih Jeruk Legi, Kecamatan Jeruklegi, Kabupaten Cilacap.
“Pemda Kabupaten Cilacap sangat mendukung adanya moda transportasi udara karena dapat mempersingkat waktu tempuh yang dari Cilacap menuju kota besar lainnya, seperti Jakarta. Oleh karena itu, kami terus berupaya mengembangkan bandara ini,” kata Denny Ariyanto selaku Kepala Bandara Tunggul Wulung.
Selain melayani penerbangan komersil, Bandara Tunggul Wulung juga merupakan base operation dari lima Flying School, di antaranya adalah Deraya Flying School, Ganesha Flying School, Perkasa Flying School, Alfa Flying School, dan STPI. Berdasarkan catatan, pergerakan pesawat datang bukan niaga di bandara ini pada tahun 2016 sebanyak 8.450 dan pesawat berangkat bukan niaga sebanyak 8.489. Sedangkan tahun 2017, pergerakan pesawat datang bukan niaga sebanyak 7.776 dan pergerakan pesawat berangkat bukan niaga sebanyak 7.784. Di mana jumlah pergerakan pesawat bukan niaga ini di dalamnya juga termasuk dengan penerbangan Flying School. “Sebagai base operation dari lima flying school, tentu pergerakan pesawat di bandara ini setiap harinya pun selalu ramai,” ujar Denny.
Sedangkan penerbangan komersil di bandara yang memiliki panjang landasan pacu 1.400 meter x 30 meter saat ini dilayani oleh Susi Air yang terbang dari Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta – Cilacap PP setiap. Selain itu, bandara ini juga melayani penerbangan charter Pelita Air rute Bandara Halim Perdana Kusuma Jakarta – Cilacap PP dan terbang setiap hari Rabu dan Minggu. “Selain itu, juga sudah ada beberapa airlines yang melakukan survey ke Bandara Tunggul Wulung, yaitu Wings Air, Trans Nusa dan NAM Air untuk penerbangan dari Halim Perdanakusuma – Cilacap dan rute komersial lainnya,” ungkap Kabandara.
Oleh karena itu, fasilitas dan pelayanan di Bandara Tunggul Wulung pun terus dikembangkan. Menurut Denny, pengembangan bandara itu sangat berkiblat terhadap pemenuhan standar minimum operasional bandara dengan meningkatkan kapabilitas infrastruktur yang ada, khususnya adalah landasan pacu yang mampu untuk melayani pesawat komersil yang beroperasi, yakni ATR 72-500. “Sesuai dengan standar minimum operasional bandara, runway akan diperpanjang menjadi 1.600 meter x 30 meter, juga fasilitas pendukung operasional bandara lainnya pun akan ditingkatkan,” lanjut Denny.
Bertumbuhnya industry besar di Cilacap yang pembangunannya sudah dimulai sejak beberapa waktu lalu, seperti Pertamina Refinery dan Pembangkit Listrik Tenaga Uap, tentu akan menyerap tenaga kerja dari luar daerah dengan jumlah yang cukup besar. Dengan adanya trasnportasi udara di daerah itu, maka akan memudahkan pergerakan orang dari dan ke Cilacap.  B

Bandara Nusawiru : Susi Air Terbangi Jakarta - Pangandaran

Ditulis oleh Teks dan Foto Erwin Nurdin on . Posted in Domestic

Maskapai penerbangan melayani Jakarta-Pangandaran ditengah meningkatnya minat wisatawan berkunjung ke Destinasi Utama wisata di Provinsi Jawa Barat tersebut.
Kepala Bandara Nusawiru Hendra Gunawan menjelaskan saat ini penerbangan komersial ke Pangandaran satu-satunya dilayani maskapai Susi Air, sementara penerbangan lainnya adalah penerbangan carteran atau private.
“Sebenarnya permintaan angkutan udara ke Pangandaran ini lumayan tinggi, namun saat ini baru dilayani Susi Air,” ujar Hendra Gunawan yang pernah bertugas di kawasan Pangandaran ini.
Karena Susi Air satu-satunya maskapai komersial yang melayani ke Pangandaran tidak mengherankan harga tiket Jakarta – Pangandaran lumayan mahal untuk penerbangan sekitar satu jam yakni diatas Rp. 1 Juta.
Bandara Nusawiru memiliki landasan pacu 1400 x 30 m dengan kategori PKP-PK 2, selain didarati Susi Air, Nusawiru menjadi base camp empat sekolah penerbangan. Keempat sekolah penerbangan itu adalah Bandung Pilot Academy, Genesa Flight Academy, Perkasa Flight School, dan Nusawiru Paracenter. B

Bandara Lasikin : Susi Terbangi Banda Aceh-Simeuleu

Ditulis oleh Teks dan Foto Erwin Nurdin on . Posted in Domestic

Maskapai penerbangan Susi Air setia menerbangi Banda Aceh ke Pulau Simeuleu lima kali seminggu ke wilayah Kepulauan di Indonesia Bagian Barat tersebut.
Kepala Bandara Lasikin Taufik Adiguna mengatakan saat ini ada empat pilihan untuk ke pulau Simeuleu yakni angkutan kapal dari Singkil dan Blang Pidie.
Selain moda laut, ke Pulau Simeuleu bisa dilakukan dari Medan – Simeuleu dengan maskapai penerbangan Wings Air yang dilakukan  setiap hari .
Moda lain udara, kata Taufik Adiguna yakni dari Banda Aceh lima kali seminggu mengggunakan Susi Air dengan rute Banda Aceh – Simeuleu via Kuala Batee  atau Nagan Raya.
Pulau Simeuleu merupakan kabupaten dengan hasil utama cengkeh dan ikan. B

Bandara Sanggu : Meningkatkan Pelayanan

Ditulis oleh Teks dan Foto Erwin Nurdin on . Posted in Domestic

Kabandara Agus Priyatmono dan jajarannya bertekad meningkatkan pelayanan di bandara tersebut sejajar dengan bandara kelas I meski Bandara Sanggu merupakan unit pelayanan bandara kelas III.
“Kami bertekad memberikan pelayanan yang terbaik, Bandara Sanggu memang levelnya di kelas III, namun di dalam pelayanan kami usahakan setingkat kelas I, ibarat ikon D’Cost harga kaki lima  layanan bintang lima, “ ujar Agus Priyatmono.
Keinginan Agus ini tidak sekedar umbar janji. Buktinya sejak enam bulan Agus memimpin Bandara Sanggu, kini tampilan di dalam terminal maupun di sisi darat serta dan sisi udara bandara kebanggaan Barito Selatan kini semakin hidup. Apalagi setelah adanya penerbangan perdana Susi Air pada 12 Maret lalu, semangat jajaran Bandara Sanggu untuk melakukan yang terbaik semakin meningkat. B