ANGLEB

Ditulis oleh Teks Toto TIS Suparto, Foto Istimewa on . Posted in Domestic

Angleb adalah kependekan dari angkutan lebaran. Setiap tahun, angleb ini menyita perhatian publik. Angleb ini seolah identik dengan Kementerian Perhubungan. Angleb lancar, Kemenhub diacungi jempol. Angleb semrawut, Kemenhub dihujani kritik pedas.
Maka dari itu, Kemenhub total untuk mewujudkan angleb yang nyaman dan aman bagi pemudik. Jangan kaget jika jauh-jauh hari persiapan angleb sudah tampak. Hari H pada bulan Juni, tetapi saat ini sudah fokus ke angleb tersebut.
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan pihaknya menjadikan mudik lebaran 2018 sebagai salah satu fokus kerja yang dipersiapkan sejak jauh hari. Salah satu persiapan yang mesti dilakukan adalah ketersediaan angkutan umum cadangan, baik darat, laut, maupun udara. Soal ini dibahas dalam rapat koordinasi angleb. Kapan rakor itu dilaksanakan? Akhir bulan Januari lalu. Bayangkan masih kurang lima bulan, rakor sudah digelar. Rakor di Kemenhub tersebut turut dihadiri Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, serta pejabat Kementerian PUPR.
Jauh hari dipersiapkan karena Menhub melihat isu strategis yang perlu diamati untuk tahun 2018 adalah ketersediaan angkutan umum cadangan pada darat, laut, udara, kereta api (untuk) mengatasi lonjakan. Hal lain yang perlu dipersiapkan, di antaranya sarana-prasarana, pelayanan kesehatan, perbaikan fasilitas posko, serta uji kelaikan kendaraan.
Lantaran sebagai isu strategis maka Menhub merasa perlu  meningkatkan koordinasi antar kementerian dan lembaga yang terkait dalam pelaksanaan mudik lebaran. Pengalaman di tahun 2017, angleb lancar karena koordinasi bagus.
Keseriusan Kemenhub menyambut angkutan lebaran 2018 juga diperlihatkan dengan adanya jajak pendapat kepada masyarakat. Jajak pendapat itu meliputi kecenderungan berangkat hari apa, naik apa dan jumlahnya berapa.
Secara internal, Menhub juga menekankan kepada masing-masing Dirjen untuk mempersiapkan diri. Termasuk juga Dirjen Perhubungan Udara. Apalagi kecenderungan naik pesawat diperkirakan naik. Angleb 2017 pengguna moda udara naik 9,8% dibanding tahun 2016. Secara keseluruhan jumlah penumpang udara sekitar 5,5 juta orang. Angleb kali ini diperkirakan naik lagi.
Di balik kenaikan itu, sudah barang tentu harus ditingkatkan keselamatan, keamanan dan kenyamanan penerbangan tersebut. Ditjen Perhubungan Udara menyampaikan pihaknya sudah melakukan berbagai upaya. Baik itu terkait operasional penerbangan oleh maskapai, pelayanan oleh bandara maupun penyelenggaraan navigasi penerbangan oleh AirNav Indonesia.
Bentuk konkretnya adalah instruksi yang isinya antara lain mengawasi kesiapan operator penerbangan yang beroperasi di wilayahnya termasuk armada dan kru, mengecek kesiapan fasilitas peralatan dan personel bandar udara, meningkatkan terlaksananya keselamatan dan keamanan penerbangan, serta mengoptimalkan jam operasi penerbangan dan slot time.
Selain itu diinstruksikan pula untuk memberikan pelayanan kepada penumpang sesuai aturan yang ada, pembentukan posko 24 jam di seluruh bandar udara, dengan titik pengendalian di 35 bandar udara.
Melalui persiapan jauh hari ini, diharapkan angleb tahun ini akan lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya. Mudik nyaman dan aman, Kemenhub akan memperoleh pujian. (*/B)

Bandara Karubaga : Membuka Keterisoliran

Ditulis oleh Teks dan Foto Rizki Indriyanah on . Posted in Domestic

Kabupaten Tolikara adalah salah satu kabupaten yang berada di Provinsi Papua dan terletak di Lembah Toli. Berada pada ketinggian 3.000 meter di atas permukaan laut, Tolikara dikelilingi oleh pegunungan hijau dan terjal serta jurang-jurang sempit yang membentengi Lembah Toli.
Akses menuju Tolikara bisa ditempuh dengan menggunakan transportasi darat, yakni dari Wamena yang memakan waktu tempuh selama 3 – 4 jam perjalanan dengan melewati jalan yang berliku tajam dan terjal. Namun, untuk sampai di Wamena harus melalui Bandara Sentani di Jayapura terlebih dahulu dengan menggunakan transportasi udara yang ditempuh selama 40 menit. Dengan menggunakan transportasi darat, selain memakan waktu yang cukup lama juga menjadi berputar.
Kini, menuju Tolikara juga dapat ditempuh dengan menggunakan transportasi udara. Hadirnya Bandara Karubaga di Kabupaten Tolikara, Provinsi Papua, membuat berbagai kegiatan masyarakat dan Pemda pun menjadi lebih mudah untuk keluar dan masuk dari daerah tersebut. Bandara yang dibangun di atas pegunungan itu memiliki panjang landasan pacu 750 meter x 23 meter, sehingga hanya dapat didarati oleh pesawat perintis saja. Namun demikian, transportasi udara di Tolikara adalah kebutuhan.
Kepala Bandara Karubaga Markus Roni mengemukakan, bahwa saat ini penerbangan di bandara itu sudah dilayani oleh Dimonim Air dengan rute Jayapura – Karubaga PP dan Wamena – Karubaga PP. “Penerbangan perintis di sini sudah jalan dan terbang seminggu dua kali. Untuk rute Wamena – Karubaga adalah subsidi dari APBD Pemda, namun subsidi tersebut belum jalan dan masih menggunakan APBD dari Pemerintah Pusat. Adanya penerbangan ini membuka keterisoliran masyarakat Tolikara,” katanya.
Menurut Markus, meskipun antusias masyarakat terhadap transportasi udara tinggi, namun sayangnya landasan pacu di Bandara Karubaga tidak dapat dikembangkan. Hal ini disebabkan karena di ujung landasan pacu sebelah kanan  berbatasan langsung dengan pemukiman masyarakat, dan ujung landasan pacu sebelah kiri berbatasan langsung dengan pemukiman masyarakat, Pasar Muara Giling Batu serta jurang yang dalam. “Bandara ini tidak dapat dikembangkan. Karena di ujung runway, selain ada pemukiman juga terdapat jurang,” ujarnya.
Selain penerbangan perintis, Bandara Karubaga juga melayani penerbangan charter Susi Air, AMA dan MAF. B

Bandara FL. Tobing : Fasilitas Ditingkatkan, Penerbangan Berkembang

Ditulis oleh Teks Erwin Nurdin, Foto Erwin Nurdin & dok Bandara FL Tobing on . Posted in Domestic

Pergerakan pesawat datang dan pergi di Bandara FL. Tobing kini terus berkembang menyusul ditingkatkannya fasilitas dan infrastruktur di bandara yang menjadi pintu gerbang ke wilayah Tapanuli Tengah itu.
Selain faktor di atas, geliat ekonomi di delapan kabupaten di sekitar Tapanuli Tengah ikut mendorong perkembangan penerbangan tersebut. Masyarakat di delapan kabupaten itu kerap bepergian menggunakan moda udara melalui Bandara FL. Tobing.
Perkembangan penerbangan itu bisa dilihat dari pergerakan pesawat datang dan pergi di Bandara FL. Tobing yang mencapai 24 kali per hari. Atau ada 12 penerbangan yang melayani ke bandara tersebut.
Penerbangan rutin dari Kualanamu, Medan, ke Bandara  FL. Tobing menggunakan pesawat Wings Air dan Garuda Indonesia. Potensi pasar cukup tinggi karena penumpang FL Tobing berasal dari delapan Kabupaten di sekitar Tapanuli Tengah.
Apalagi setelah dibuka penerbangan langsung dari Jakarta – Sibolga yang diterbangi Garuda Indonesia sejak Juli 2014, menggunakan pesawat jenis Bombardir CR-100 kapasitas 98 seat, penumpang meningkat tajam.
Penerbangan langsung Jakarta-Sibolga dan sebaliknya diminati masyarakat. “Hampir setiap penerbangan penuh”, ujar Ambar Suryoko yang kini dipercaya mengemban tugas baru Kabandara Iskandar Pangkalan Bun. Diganti-kan oleh Tipriyanto selaku Plt Kabandara.
Selama empat tahun memimpin FL. Tobing, Ambar tidak hanya berhasil meningkatkan  jumlah pesawat yang terbang, tetapi juga memperluas apron dari 120 m x 80 m menjadi 132 m x 80 m, taxiway dan  merenovasi terminal dari 733 m2 menjadi 1.000m2 sehingga penumpang lebih lega dan nyaman. B

Bandara Iskandar Pangkalan Bun : Hub Baru Kalimantan

Ditulis oleh Teks dan Foto Erwin Nurdin on . Posted in Domestic

Bandara Iskandar kini memiliki peran strategis dan vital. Fungsinya tidak hanya sekedar pintu gerbang penumpang keluar masuk dari Pangkalan Bun, Ibukota Kabupaten Kotawaringin Barat di Kalimantan Tengah namun juga menjadi pusat distribusi (hub) angkutan di Pulau Kalimantan.
Kepala Bandara Iskandar Ambar Suryoko menyadari peran bandaranya kini sangat strategis menyusul berkembangnya kota Pangkalan Bun sebagai pusat ekonomi baru di wilayah Kalimantan Tengah dan sekitarnya.
Dibandingkan kota-kota disekitarnya, Pangkalan Bun muncul sebagai pusat ekonomi dan distribusi di Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan dan Kalimantan Barat.
“Saya dan jajaran akan bekerja keras memberikan layanan terbaik kepada pengguna jasa Bandara Iskandar sembari membangun dan melengkapi infrastruktur agar penumpang merasa nyaman dalam bepergian dan datang via bandara ini,” ujar Ambar Suryoko, mantan Kabandara FL Tobing yang dinilai sukses,  yang sejak bulan lalu ditunjuk Kementerian Perhubungan sebagai Kabandara baru.  
Pergerakan pesawat datang dan pergi ke Bandara Iskandar kini mencapai 30 movement per hari. Penerbangan dari Jakarta – Pangkalan Bun dilayani antara lain Garuda Indonesia, Nam Air, Trigana dan Wings Air.
Dari Pangkalan Bun, sejumlah kota di Kalimantan terhubung antara lain Ketapang, Pontianak, Sampit, Banjarmasin, Kota Baru dan Palangkaraya. Sementara dari Pangkalan Bun kini calon penumpang bisa terbang langsung ke kota utama di Pulau Jawa seperti Semarang dan Surabaya.
Bandara Iskandar Pangkalan Bun kini memiliki landasan pacu sepanjang 2.250 x 45 meter yang mampu didarati pesawat jenis jet widebody seperti Boeing 737 seri 500. B

Bandara Lasikin : Runway Diperpanjang Jadi 1.710 Meter

Ditulis oleh Teks dan Foto Erwin Nurdin on . Posted in Domestic

Kementerian Perhubungan akan memperpanjang landasan pacu Bandara Lasikin ditengah meningkatnya arus penumpang dan pergerakan ekonomi di Kepulauan Simeulue
Kepala Bandara Lasikin, Taufik Adiguna mengatakan perpanjangan runway ini sudah termasuk dalam rencana induk (masterplan) bandara yang menjadi pintu gerbang utama ke Kabupaten Kepulauan Simeulue tersebut.
“Runway Lasikin memang akan diperpanjang dari sebelumnya 1.410 m ditambah 300 m, menjadi  1.710 m”, ujar Kabandara Lasikin Taufik Adiguna didampingi Kasi Operasional dan Keamanan Denny Sidabutar.
Terkait rencana itu, Pemda Kabupaten Simeulue sangat mendukung pengembangan Bandara Lasikin dengan memberikan lahan guna pengembangan runway tersebut.
Saat ini penerbangan dari Medan - Lasikin (PP) di layani oleh Wings Air setiap hari. Sedangkan rute Lasikin - Blangpidie - Banda Aceh dan Lasikin - Meulaboh - Banda Aceh dilayani Susi Air.
Bandara Lasikin adalah bandara yang berada di bawah naungan Kementerian Perhubungan dan merupakan UPBU Kelas III. Bandara ini terletak di Desa Lasikin, Sinabang, Kabupaten Simeulue, Provinsi Aceh. Bandara Lasikin juga merupakan salah satu bandara yang berada di pulau terluar. B