Demo

Ditulis oleh Toto TIS Suparto on . Posted in airport-services

Sabtu, pertengahan Mei lalu, di Bandara Sam Ratulangi terjadi kegaduhan. Sekelompok orang masuk ke terminal kedatangan agak memaksa. Wajah mereka menunjukkan kemarahan. Ternyata mereka sedang berdemo untuk menolak kedatangan salah seorang  Wakil Ketua DPR yang  berkunjung ke kota Manado. Massa tidak bisa menyembunyikan keberingasan mereka. Bahkan pendemo sampai masuk ke apron, alias parkiran pesawat yang seharusnya adalah restricted area alias steril.
Sudah barang tentu demo itu menyusahkan pengguna jasa bandara. Kenyamanan penumpang terganggu.  Pengguna jasa bandara pun mulai khawatir, bandara sebagai fasilitas umum sudah dinodai “kegaduhan politik”. Kekhawatiran itu memang layak direspons oleh pembuat kebijakan. Selama ini, yang namanya demo selalu mengganggu kepentingan umum. Lihat saja, jalanan acap macet lantaran ada demo.
Beruntung Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi cepat tanggap. Menhub segera melayangkan Surat Edaran Nomor 15 Tahun 2017 yang dikeluarkan pada 18 Mei 2017. Inti dari surat edaran itu bahwa penyampaian pendapat di muka umum sebaiknya dilaksanakan di tempat-tempat terbuka untuk umum kecuali di lingkungan Istana Kepresidenan, tempat ibadah, instalasi militer, rumah sakit, pelabuhan udara atau laut, stasiun kereta api, terminal angkutan darat dan obyek vital nasional.
Dalam surat edaran, dijelaskan bahwa bandara, pelabuhan, stasiun kereta api dan terminal angkutan adalah obyek vital transportasi sehingga tempat tersebut harus dilindungi dari gangguan keamanan. Kemenhub menghargai dan menghormati hak masyarakat untuk menyampaikan pendapat di muka umum tapi tidak di tempat strategis yang dapat mengganggu pelayanan publik. Nantinya, pengelola bandara, stasiun kereta api dan terminal akan berkoordinasi dengan pihak TNI dan kepolisian terkait pengamanan.
Berikut poin penting surat edaran dari Menhub terkait larangan penyampaian pendapat di muka umum pada obyek vital transportasi nasional:
Bandar udara, pelabuhan dan stasiun kereta api dan terminal merupakan obyek vital yang strategis yang harus dilindungi dari gangguan keamanan guna menjamin ketertiban dan keamanan di wilayah obyek vital transportasi nasional dimaksud.
Sehubungan dengan hal tersebut, agar para pimpinan unit kerja yang terkait dengan obyek vital transportasi nasional, mengambil langkah sebagai berikut
a.     mengantisipasi kemungkinan terjadinya gangguan keamanan dan ketertiban di wilayahnya masing-masing dengan melakukan pengetatan pemeriksaan terhadap setiap orang dan/ atau barang yang masuk/ keluar dari/ ke wilayah obyek vital transportasi nasional sesuai ketentuan yang berlaku.
b.     melakukan koordinasi dengan instansi terkait termasuk dalam hal ini dengan pihak TNI dan Kepolisian Negara RI.
Surat edaran itu menjadi pegangan bagi operator bandara bilaman suatu waktu terjadi demo di lingkungan bandara. Setidaknya menangkal demo bukanlah melawan demokrasi. Hal terpenting dalam hal ini  antara lain melindungi tempat vital bagi masyarakat. Apa jadinya bila atas dasar dali demokrasi, lalu sejumlah pendemo mengganggu apron?
Semoga kasus di Bandara Sam Ratulangi tidak akan terulang lagi di bandara lain. Silakan menyampaikan pendapat, tetapi selayaknya dihormati fungsi bandara semustinya. Apalagi saat ini pemerintah sedang berupaya maksimal untuk membuat nyaman dan aman bandara bagi para pengguna jasanya. (tis)

Terminal

Ditulis oleh Toto TIS Suparto on . Posted in airport-services

Suatu pagi, pertengahan April  2017, terminal di sebuah bandara internasional di Jawa tampak padat. Masuk ke terminal keberangkatan saja harus antre panjang. Beberapa penumpang tampak panik. Mereka yang datang ke bandara dengan jeda waktu pendek dari jam keberangkatan adalah yang tampak panik. Kemudian mereka ambil jalan pintas, menerobos antrean. “Aduh maaf....saya terlambat,” katanya sembari memotong antrean dan kemudian meyakinkan petugas agar bisa masuk.
Begitulah cuplikan aktivitas di terminal bandara. Tatkala kondisi terminal terbatas, sementara jumlah penumpang membludak, maka berubahlah terminal bandara menjadi “pasar”. Berjubel dan sangat tidak nyaman. Inilah fenomena di sejumlah bandara besar. Ketika transportasi moda udara bukan lagi sesuatu yang mewah, maka pengelola bandara dituntut untuk menyediakan terminal yang layak. Tanpa ada pembenahan, pengguna jasa akan komplain.
Terminal merupakan sarana pertama yang besentuhan dengan penumpang. Sesuai dengan fungsinya, terminal bandara merupakan prasarana transportasi di kawasan lapangan terbang dengan batas-batas tertentu yang digunakan sebagai tempat naik turun penumpang, bongkar muat barang dan/atau pos, dan tempat perpindahan intra dan antarmoda transportasi, yang dilengkapi dengan fasilitas keselamatan dan keamanan  penerbangan, serta fasilitas pokok dan fasilitas penunjang lainnya.
Di terminal, penumpang mengurus tiket, menitipkan bagasinya, dan diperiksa pihak keamanan. Bandara kecil memiliki sebuah terminal, sementara bandara besar memiliki beberapa terminal dan/atau concourse. Di bandara kecil, bangunan terminal tunggal melayani semua fungsi sebuah terminal dan concourse. Beberapa bandara besar memiliki lebih dari satu terminal, masing-masing dengan satu concourse atau lebih. Bandara Soekarno-Hatta, misalkan, memiliki lebih dari satu terminal. Terbaru adalah Terminal 3.
Terminal yang memiliki panjang sekitar 1 kilometer dan luas bangunan‎ 422.804 m2 ini memang tergolong megah. Terminal ini berkonsep modern dan menerapkan beberapa teknologi yang mumpuni. Contoh saja dari segi keamanan para penumpang. Dalam terminal ini  dilengkapi puluhan CCTV yang siap memantau pergerakan setiap penumpang.
Kemegahan dan kecanggihan Terminal  3 itu bukan sekadar membuat penumpang nyaman. Namun ada sisi lain, bahwa kemegahan terminal itu sekaligus menjadi etalase negara. Tatkala orang asing masuk ke terminal, mereka akan bisa segera menilai suatu bangsa. Oleh karena itu, ada benarnya jika Terminal 3 dibuat megah dan canggih karena sekaligus menampakkan wajah depan Indonesia.
Demikian pula di daerah. Terminal bandara menjadi wajah daerah bersangkutan. Ketika penumpang disuguhi terminal yang sesak, kumuh dan tidak aman, maka akan membuat pengguna jasa enggan datang lagi ke bandara tersebut. “Ah bandaranya kurang memadai, rasanya kurang nyaman datang ke kota ini,” begitu komentar pengguna jasa bandara ketika pertama kali mendarat di sebuah bandara dengan terminal seadanya.
Memang, masih tarik ulur dalam pengembangan bandara, bikin bagus terminalnya atau memperpanjang landas pacu? Ada yang berpandangan perpanjang runway dulu, agar pesawat besar bisa mendarat. Ketika pesawat berbadan besar mendarat, berarti jumlah penumpang yang terangkut lebih banyak. Namun jika penumpang bertambah, sedangkan kapasitas terminal  tetap, maka penumpang itu akan melebihi kapasitas.
Idealnya, pengembangan sisi udara dan sisi darat memang berbarengan. Namun kendala anggaran sering menjadi rintangan. Apapun pilihan prioritas pengembangan, setidaknya Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta bisa menjadi inspirasi bahwa terminal bandara selayaknya menjadi kebanggaan daerah. Terminal adalah etalase daerah bersangkutan. ( tis )

Bandara Awards 2017 : Survei di 100 Bandara

Ditulis oleh Teks dan foto Rizki Indriyanah on . Posted in airport-services

Majalah Bandara kembali menggelar event bergengsi Bandara Awards 2017 untuk yang ke-9 kalinya Acara bergengsi tersebut dimulai dengan survey di 100 bandara yang berada di bawah naungan PT. Angkasa Pura II, PT. Angkasa Pura II, serta di bawah Kementerian Perhubungan.
Survey yang dilakukan oleh Tim Majalah Bandara adalah dengan cara membagikan kuesioner kepada pengguna jasa bandara yang akan berangkat. Mereka diberikan kebebasan untu menilai pelayanan dan fasilitas bandara tersebut dengan mengisi kuesioner yang diberikan oleh surveyor.
Survey Bandara Awards 2017 sudah berlangsung sejak 4 April 2017. Survey di mulai dari bandara yang berada di wilayah Sumatera. Untuk melakukan survey Bandara Awards 2017, tim survey dibagi menjadi 4 tim. Tim 1, berangkat dari Jakarta menggunakan mobil menuju Pulau Sumatera. Dari jalur darat dengan keadaan jalan yang berliku dan naik turun, dilalui oleh tim Sumatera.
Lalu, tim kedua melakukan survey di tiga bandara yang berada wilayah Maluku. Dimulai dari Bandara Mathilda Batlayeri di Saumlaki, Maluku Tenggara Barat, Bandara Pattimura di Ambon, dan Bandara Karel Sadsuitubun di Langgur, Maluku Tenggara.
Sedangkan tim ketiga melakukan survey di wilayah Kepri dan berlanjut tim ke empat melakukan survey di Sumatera melanjutkan perjalanan tim 1. Survey Bandara Awards 2017 akan dilakukan hingga bulan Agustus 2017. Saat ini, bandara yang sudah disurvey sebanyak 30. B

Perbatasan

Ditulis oleh Toto TIS Suparto on . Posted in airport-services

Cerita pilu saudara kita di daerah perbatasan sering terdengar lewat media. Ada pula warga yang emosional dengan melontarkan ancaman : “Lebih baik mengibarkan bendera lain, bukan Merah Putih”. Tentu mudah saja untuk menafsirkan ancaman itu. Mereka ingin “menyeberang” ke negara lain. Namun ancaman ini lebih banyak terjadi di perbatasan Indonesia dan negara lain yang dianggapnya lebih makmur.
Sebenarnya, jika mengacu kepada pengalaman menembus daerah perbatasan, kemakmuran itu tercipta karena infrastruktur di wilayah negara tetangga lebih memadai, khususnya bisa dilihat di wilayah Malaysia. Sementara perbatasan yang masuk wilayah Kalimantan masih banyak yang terisolir. Atas dasar kondisi itu, warga pun lebih sering belanja ke wilayah Malaysia karena mudah ditempuh.
Bukan berarti pemerintah menutup mata atas kondisi itu. Sejatinya pemerintah memberi perhatian serius terhadap pengembangan daerah perbatasan. Pemerintah Indonesia giat membangun infrastruktur bandara di daerah perbatasan, pulau terluar, pulau terisolir dan daerah terdalam dalam rangka memperkuat konektivitas, pertahanan, serta distribusi pangan dan jasa.
Memang, membangun bandara di perbatasan terkadang tidak feasible. Penduduk sedikit belum masuk hitungan yang layak bagi pembangunan bandara. Namun sisi lain, kehadiran bandara akan menggeliatkan perekonomian setempat. Dari sini justru infrastruktur lain ikut tumbuh dan pelan-pelan membangun kemakmuran bagi warga perbatasan. Bilamana kemudahan akses sama dengan wilayah tetangga, maka warga pun tidak lagi menyeberang perbatasan untuk berbelanja kebutuhan mereka. Mata uang rupiah kembali digdaya.
Oleh karena itulah layak diapresiasi manakala Oesman Sapta Odang, Wakil Ketua MPR, mengingatkan pemerintah agar daerah perbatasan memperoleh perhatian serius dalam pembangunan bandara. Di perbatasan Kalimantan dan Malaysia selayaknya sejumlah bandara dibangun atau yang sudah ada diperbesar lagi.
Walau begitu, langkah pemerintah membangun salah satu wilayah terluar Indonesia, yakni Pulau Miangas, patut diapresiasi. Setelah dibangun Bandara Miangas, 2012-2015, arti strategis bandara itu kian nyata.
Kementerian Perhubungan mengemukakan pembangunan bandara ini sangat strategis, sebab berada di perbatasan paling utara di Indonesia dan berbatasan langsung dengan Filipina.
Bandara ini akan berfungsi sebagai sarana pertahanan dan keamanan. Serta sebagai sarana distribusi bahan pangan. “Dengan hadirnya pesawat komersial yang masuk ke daerah ini, diharapkan perekonomian masyarakat Pulau Miangas akan meningkat. Dengan dibangun bandara, harapannya infrastruktur lain seperti untuk pariwisata dan telekomunikasi akan marak. Investor juga mau melirik,” papar presentasi seorang Dirjen.
Dalam presentasi itu muncul harapan dengan pembangunan bandara ini maka distribusi logistik bisa dengan cepat sampai ke wilayah ini. Dengan demikian, bisa menekan harga jual barang dan jasa yang didistribusikan ke masyarakat.
Program pembangunan bandara di wilayah terpencil maupun perbatasan ini sesuai dengan semangat Nawacita dalam pemerintahan Joko Widodo. Selama 2015-2017 ada 15 bandara di daerah terluar, terdalam dan terisolasi yang dibangun pemerintah dengan total investasi Rp 200 miliar-Rp 300 miliar per bandar udara. Jadi, sudah ada langkah nyata dari pemerintah untuk membangun bandara di daerah perbatasan. Kita tunggu saja kemantapan langkah tersebut. B

PT. Avatar Express Indonesia : Menjadi Yang Terbaik (Be The Best)

Ditulis oleh rizki Indriyanah on . Posted in airport-services

PT. Avatar Express Indonesia merupakan perusahaan regulated agent yang telah beroperasi sejak tahun 2015. Perusahaan pemeriksaan keamanan kargo itu memiliki berbagai keunggulan dari segi fasilitas, prosedur, dan Sumber Daya Manusia (SDM) yang mendapatkan bimbingan dari senior yang ahli di bidangnya.
Direktur PT. Avatar Express Indonesia, M. Sidabutar mengemukakan, bahwa pihaknya berusaha menjadi yang terbaik (Be the Best) dalam memberikan pelayanan pemeriksaan keamanan kargo dan pos dengan tingkat keamanan tertinggi di Indonesia. “Kita berusaha untuk terus meningkatkan keamanan dalam pemeriksaan kargo,” katanya saat bertemu dengan awak Majalah Bandara beberapa waktu lalu.
Sidabutar menjelaskan lebih lanjut, PT. Avatar Express Indonesia memiliki peralatan pemeriksaan keamanan yang tercanggih, yaitu dua unit mesin X-Ray merk Smith Detection type Hi-Scan 145180-2is, satu unit mesin X-Ray merk Smith Detection type Hi-Scan 100100T-2is. Mesin X-Ray dual view yang baru dimiliki oleh regulated agent PT. Avatar Express Indonesia adalah satu-satunya di Indonesia. Di samping itu juga dilengkapi dengan satu unit mesin X-Ray merk Smith Detection type Hi-Scan 145180 (single view) dan satu unit Explosive Trade Detector (ETD) merk Smith Detection type IONSCAN500DT yang merupakan peralatan canggih yang dapat mendeteksi bahan peledak dan narkoba secara stimultan. “Alat tersebut mampu mendeteksi lebih dari 40 zat dan dapat diidentifikasi dalam waktu 8 detik,” katanya.
Selain itu, menurut Sidabutar, keunggulan PT. Avatar Express Indonesia juga memiliki K-9 unit yaitu tiga ekor anjing pelacak “Belgian Melanois” yang khusus memeriksa barang-barang kargo ukuran besar dan kecil sehingga sangat ideal dalam melakukan pemindaian bahan peledak. “K-9 unit ini juga merupakan keandalan dan keunggulan yang hanya dimiliki oleh regulated agent PT. Avatar Express Indonesia. K-9 unit ini ditangani oleh empat orang pawang (attendant) yang terlatih secara resmi,” jelas Sidabutar.
Keunggulan regulated agent PT. Avatar Express Indonesia tidak hanya itu saja. Keunggulan lainnya dari regulated agent ini adalah setiap unit truk sebagai alat pengangkut kargo dan pos yang dimiliki PT. Avatar Express Indonesia dilengkapi dengan kamera CCTV. Gudang regulated agent PT. Avatar Express Indonesia juga dilengkapi dengan 32 kamera CCTV web base yang dapat diakses di mana saja. Semua kegiatan dan pengoperasian fasilitas serta peralatan keamanan yang ada dilakukan sesuai dengan prosedur (SOP) mengikuti ketentuan dan peraturan Nasional juga Internasional.
Keunggulan PT. Avatar Express Indonesia juga tidak hanya fasilitas dan peralatan saja. Sidabutar mengatakan, bahwa Sumber Daya Manusia (SDM) di regulated agent PT. Avatar Express Indonesia, dari petugas Aviation Security (Avsec) dan petugas khusus DG Expert memiliki Surat Kecakapan Personil (SKP) yang diterbitkan dari Direktur Keamanan Penerbangan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan. B