Nilai Keselamatan 81,15%

Ditulis oleh Teks Rizki Indriyanah, Foto Istimewa on . Posted in airport-services

Dari hasil On Site Visit ICAO Coordinated Validation Mission (ICVM) Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO) yang dilakukan pada tanggal 10-18 Oktober 2017 lalu, nilai efektivitas  implementasi Indonesia mencapai  81,15%.  Jauh di atas rata-rata efektivitas implementasi negara-negara lain di dunia yang 62%.
Dengan hasil ini, jika dibandingkan dengan negara-negara di Asean, Indonesia menduduki peringkat  ke-2 di bawah Singapura. Sedangkan kalau di antara negara-negara Asia Pasifik, Indonesia masuk dalam peringkat ke- 55 yang sebelumnya berada pada peringkat 151.
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengungkapkan rasa syukur dan kegembiraan atas capaian keselamatan penerbangan hingga 81,15 persen dari hasil audit USOAP. “Capaian ini merupakan kegembiraan sekaligus tantangan untuk mempertahankannya,” kata Menhub Budi Karya  di Jakarta, Selasa (21/11/2017).
Untuk itu Menhub  meminta kepada seluruh stakeholder agar jangan sombong dan tetap melaksanakan evaluasi, pertahanan, dan peningkatan kualitas keselamatan penerbangan. “Saya juga berterimakasih kepada seluruh stake holder, baik pengelola bandara, airline, BKMG, Basarnas, dan imigrasi, yang telah bahu membahu dalam memperoleh capaian ini,” kata  Menhub. B

Optimis Dapat Dipertahankan

Kementerian Perhubungan optimistis capaian keselamatan penerbangan 81, 15 %  dapat dipertahankan.
Dirjen Perhubungan Udara Agus Santoso mengemukakan upaya untuk mempertahankannya melalui  berbagai cara. Misalnya melalui pertemuan rutin untuk evaluasi dan peningkatan.
Keyakinan Dirjen  cukup beralasan, mengingat langkah-langkah perbaikan sudah dilakukan oleh jajaran Ditjen Perhubungan Udara sejak awal tahun 2017 lalu hingga saat ini.
Dirjen Agus Santoso menyatakan saat penilaian ada delapan area yang menjadi fokus ICVM dari ICAO, yaitu Legislation (LEG), Organization (ORG), Personnel Licensing (PEL), Airworthiness (AIR), Operations (OPS), Air Navigation (ANS), Aircraft Investigation (AIG) dan Aerodromes (AGA).
“Pada tahap off site, hingga 10 September lalu kita sudah berhasil menjawab 417 dari 421 (hampir 100 %) temuan atau finding Protocol Questions (PQs). Hasilnya telah dikirimkan oleh NCMC (National Continous Monitoring Coordinator) pada ICAO HQ  melalui OLF (Online Frame Work) CMA. Untuk itulah saya optimis hasil dari on site juga akan tinggi karena apa yang kita laporkan (offsite) sama dengan apa yang kita kerjakan (onsite),” kata Dirjen di Jakarta, Selasa (21/11/2017).
ICAO telah beberapa kali melakukan  audit USOAP pada Indonesia dengan hasil kurang meyakinkan. Pada tahun 2007, hasil  audit ICAO hanya Compliance 54%.  Tahun 2014, hasil Audit ICAO justru turun menjadi Compliance 45%. Pada tahun 2016 hasilnya naik sedikit menjadi  Compliance 51% (offsite Validation). Skor compliance ini masih di bawah  rata-rata dunia dengan  passing grade 63%.
Namun berbagai langkah koreksi dan perbaikan segera dilakukan dengan kerja keras dan kerjasama yang apik antara regulator, operator dan segenap pemangku kepentingan penerbangan di Indonesia. Dan hasil yang sangat baik akhirnya diperoleh pada saat dilakukan ICVM di mana Indonesia berhasil mencapai implementasi sebesar 81, 15%. B