AIRPORT HANDLING OPERATION COURSE

Ditulis oleh Muhammad Resky* on . Posted in airport-services

Perkembangan dunia Penerbangan makin lama makin pesat ditandai dengan  makin bertambahnya pesawat yang beroperasi baik domestik maupun internasional. Selain itu dengan pembangunan bandara-bandara baru serta perluasan dari bandara-bandara yang sudah ada bertujuan untuk menampung jumlah pesawat dan penumpang yang  makin lama makin meningkat. Bandara Soekarno Hatta dari tahun 1985 yang hanya terdiri dari satu terminal, menjadi dua pada tahun 1992 dan tahun 2007, ditambah satu terminal lagi yaitu Terminal 3. Pada tahun 2015, bertambah satu lagi yaitu Terminal 3 Ultimate dan sekarang Terminal 3 dan 3 Ultimate digabung menjadi satu terminal.  Pada era 1970an sampai 1990an, terdapat 5 perusahaan penerbangan dalam negeri yang beroperasi,  tapi sekarang  sudah mencapai 20 perusahaan penerbangan yang menerbangi seluruh wilayah kepulauan nusantara. Perkembangan dunia penerbangan seyogyanya juga diimbangi dengan perkembangan SDM yang mana selama ini, perkembangan dunia penerbangan dan SDM tidak berbanding pararel dengan sarana pendidikannya dalam menyiapkan SDM yang trampil (skilled) dan professional untuk mengisi industri Transportasi Udara dan  Kebandarudaraan.
Kalau berbicara mengenai pendidikan penerbangan, orang awam  tahunya ialah sekolah-sekolah  yang mendidik pilot/penerbang, pramugari dan teknisi pesawat saja dan sekolah-sekolah ini muncul bak jamur yang banyak bertebaran baik di Jakarta, Surabaya, Pangkal Pinang, Bali dll. Pada era tahun 1960an sampat 1980an, di Indonesia hanya ada satu sekolah penerbangan saja yaitu PLP (Pendidikan Dan Latihan Penerbangan) yang sekarang jadi Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia (STPI) di Curug Tangerang, sedangkan untuk mendidik pramugari diserahkan ke Airlinesnya masing-masing. Sekarang ini sekolah Pendidikan Pilot dan Pramugari sudah mencapai titik jenuh karena di Indonesia saja, sudah terdapat ribuan pilot yang menganggur terutama yang baru tamat CPL (Comercial Pilot Licence). Ini sangat disayangkan karena pendidikan pilot sangat mahal yaitu biaya untuk mendidik sampai CPL saja minimal 800 Juta Rupiah, belum lagi biaya untuk Rating dan ATPL (Air Transport Pilot Licence)nya. Sebenarnya dengan berkembang pesatnya dunia penerbangan serta  dibangunnya 44 buah bandara baru baik di Jawa maupun di luar Jawa, kita membutuhkan ribuan Airport Operator. Selama ini pendidikan penerbangan yang ada selain pilot, pramugari dan teknisi pesawat ialah Passengers And Baggage Groundhandling, Flight Operation Officer (FOO), Ticketing and Reservation, Aviation Security, GSE And Ramp Handling, Aircraft Maintenance, Dangerous Good dll yang mengacu kepada Air Transportation sedangkan pendidikan Airport Handling Operation untuk menjadi Airport Operator (pengelola  bandara) sepertinya terabaikan.
Airport Handling Operation Course (AHOC) ini mencakup semua bidang profesi yang bertugas di operasional bandara (opsban) seperti Airport Information, Sentra Operasi Terminal (kalau di BSH), Apron Movement Controller (AMC), Terminal Inspection (TIS),  Officer In Charge (OIC), Airport Security, Cargo Officer dll. Pendidikan Airport Handling Operation Course ini sangat langka dan belum pernah diadakan sebelumnya sedangkan di STPI Curug pendidikan OBU (Operasi Bandar Udara) setingkat D3 membutuhkan waktu tiga tahun dan lulusannya pun terbatas tiap tahun. Adapun Kurikulum AHOC yang diajarkan antara lain ialah AMC And Airside Operation, Airport Terminal Operation, Airport Information System, Airport Facilitation, Aviation Security And Safety, Basic Air Traffic Operation, Basic Flops, Airport Authorities and CIQ (Custom, Immigration And Quarantine), GSE and Ramp Services, Passengers And Baggage Services, Cargo And Dangerous Good dll. Pendidikan AHOC ini sebenarnya merupakan “Crash Program” dalam menyongsong operasional BIJB (Bandara Internasional Jawa Barat) Kertajati Majalengka yang rencananya akan mulai “beroperasi” pada bulan Februari 2018, Oleh karena itu, lulusan AHOC ini diharapkan dapat mengisi posisi Airport Operator yang berjumlah ratusan karyawan antara lain petugas AMC, Airport Information, Avsec, Terminal Inspection, Cargo Officer, Airport Operation Supervisor, Officer In Charge dll. Kalau Pendidikan OBU di STPI Curug ditempuh selama 3 tahun, maka AHOC cukup 3 bulan saja yaitu 2 bulan Teori dan 1 bulan OJT (On The Job Training).
Sebaiknya setiap karyawan yang akan bekerja di Bandara  Kertajati  termasuk yang non operasional pun harus mengikuti AHOC ini karena mereka juga harus tahu bahwa fungsi utama dari setiap bandar udara ialah bidang operasional  dalam  menunjang  kegiatan penerbangan sedangkan bidang lain seperti teknik, SDM, keuangan, logistik dll  sifatnya  mendukung kegiatan  operasional.  
                                                                 *pengamat dan pengajar operasi bandara