Avsec

Ditulis oleh Teks Toto TIS Suparto on . Posted in airport-services

Beberapa waktu lalu ramai diberitakan seorang istri jenderal menampar petugas Avsec  bandar udara. Tindakan semena-mena itu membuat khalayak marah terhadap istri jenderal tadi. Bahkan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi merasa prihatin dan minta diproses hukum. Sayangnya proses hukum tidak berlanjut karena konon keduanya memilih penyelesaian kekeluargaan. Istri jenderal minta maaf dan korbanpun memaafkannya. Publik kecewa, tidak ada pembelajaran dari kasus itu.
Belum reda kasus istri jenderal, peristiwa serupa terjadi di bandara lain. Kali itu oknum dokter tentara giliran melakukan tindakan kekerasan terhadap petugas Avsec. Beritanya sempat mengemuka sejenak, tetapi kemudian menghilang tanpa ketahuan penyelesaiannya. Lagi-lagi publik kecewa.
Sebenarnya publik ingin ada penanganan secara hukum dalam rangka membangun efek  jera. Entahlah, barangkali karena pertimbangan lain maka kasus macam itu diselesaikan begitu saja. Tentu saja ke depan akan membahayakan bagi para petugas Avsec karena bisa saja melawan petugas dianggap biasa. Padahal tugas Avsec terhitung berat, keamanan bandara sangat tergantung mereka.
Di setiap bandara   terdapat personel-personel yang tugasnya menjaga keamanan, baik di sisi darat (landside) seperti terminal, maupun di sisi udara (airside), seperti landasan pacu (runway), apron dan taxiway. Personel ini dikenal sebagai Aviation Security (Avsec).
Terdapat tiga tingkatan personel Avsec. Satu Basic Avsec. Kedua, Junior Avsec. Dan ketiga Senior Avsec. Untuk Basic Avsec memiliki tugas yaitu untuk melihat profiling seseorang.  Mereka memeriksa orang secara manual. Memeriksa tubuh, melihat wajahnya, apakah ada sesuatu yang mencurigakan atau tidak, pemeriksaan dari kaki sampai ke atas.
 Junior Avsec memiliki tugas yaitu mengoperasikan perangkat X-Ray dan memantaunya di monitor. Minimal dia punya sertifikat Junior Avsec. Kemudian Senior Avsec bertugas sebagai supervisor, yaitu mengawasi cara kerja para avsec secara keseluruhan.
Tidak sembarangan untuk menjadi seorang Avsec. Harus dilihat secara signifikan background check-nya. Seperti apakah ada criminal record yang pernah dilakukan sebelumnya. Mereka kemudian ikut pendidikan kelembagaan training avsec yang sudah disertifikasi oleh Direktur Jenderal Perhubungan Udara.
Avsec itu harus memiliki lisensi / STKP (Surat Tanda Kecakapan Personal) dengan mengikuti Diklat terlebih dahulu. Tugas mereka berpedoman kepada Regulasi Internasional ICAO (International Civil Aviation Organitation).
Atas dasar tanggung jawab terhadap tugas, apalagi harus mengikuti standard internasional, wajar saja jika mereka meneliti setiap penumpang  secara ketat. Hal inilah yang seharusnya dipahami para penumpang. Jangan emosi jika diminta melepas ikat pinggang, arloji atau bahkan membuka koper. Kecuali Kepala Negara, semua harus melewati pemeriksaan itu.
Bilamana saling memahami atas tugas Avsec, rasanya tak perlu ada petugas yang ditampar. Apalagi jika disertai efek jera. Sayang, efek jera itu belum ada. ( tis )