KA Bandara Soetta Cukup 55 Menit

Ditulis oleh Zainal Arifin on . Posted in airport-services

Kereta api Bandara Soekarno-Hatta yang baru diresmikan Presiden Joko Widodo nantinya akan melalui rute sejauh 37,6 km yang ditempuh dalam waktu 55  menit.
    Angka 37,6 km itu sepanjang 25,3 km merupakan jalur kereta api eksisting dari Stasiun Manggarai sampai Stasiun Batu Ceper, sedangkan 12,3 km dari Stasiun Batu Ceper ke Stasiun Bandara Soekarno – Hatta merupakan jalur  baru.
Pada awal pengoperasian, KA Bandara Soekarno-Hatta akan melayani penumpang dari Stasiun Sudirman Baru (BNI City), Stasiun Duri, Stasiun Batu Ceper, dan Stasiun Bandara Soekarno-Hatta. Setiap harinya disiapkan 42  perjalanan KA dengan headway 60 menit. Jadwal keberangkatan dari Stasiun Sudirman Baru mulai pukul 03.51 WIB dan keberangkatan akhir pukul 21.51 WIB.
“Naik kereta bandara lebih pasti waktu tempuhnya. Sedangkan kalau naik mobil pribadi atau bus ke bandara, butuh waktu lebih lama karena khawatir macet,” kata Sulastri, penumpang kereta Bandara Soetta. Apalagi ia tinggal di kawasan Tebet sehingga cukup ke stasiun BNI City, yang tidak terlalu jauh dari Tebet, untuk selanjutnya ke Bandara Soetta.
     Untuk mengangkut penumpang dari dan ke Bandara Soekarno-Hatta, pada awal pengoperasian disiapkan tiga train set kereta. Setiap train set terdiri dari enam kereta dengan 272 kursi pada setiap rangkaian, sehingga dalam  satu hari dapat diangkut ± 11.000 penumpang.
Dengan adanya kereta bandara, masyarakat Jakarta dan sekitarnya juga semakin mudah mengakses transportasi publik menuju bandara karena kedepannya di Stasiun Sudirman Baru tersedia fasilitas pejalan kaki yang menghubungkan Stasiun Sudirman Baru ke Stasiun Sudirman. Stasiun Sudirman Baru akan berfungsi sebagai area interchange (integrasi moda transportasi publik) yang menghubungkan masyarakat dengan keseluruhan kawasan Dukuh Atas mencakup Stasiun Sudirman (KRL), bus Transjakarta, MRT dan LRT.
Di setiap kereta juga dilengkapi priority seat bagi penyandang disabilitas, pendingin udara, layar TV LED untuk hiburan dan memberikan informasi posisi kereta. Dilengkapi bagasi khusus untuk menempatkan barang bawaan penumpang, di bangku penumpang juga terdapat pengisi daya ponsel (charging port), serta toilet terpisah antara pria dan wanita. Setibanya di Bandara Soekarno-Hatta, para pengguna jasa KA Bandara dapat dengan mudah melanjutkan perjalanan menuju Terminal 1, 2 dan 3 karena KA Bandara Soekarno-Hatta terkoneksi dengan Automated People Mover System (APMS) atau skytrain.
Pembangunan jalur KA menuju Bandara Soekarno Hatta merupakan upaya nyata Kementerian Perhubungan untuk melayani pengguna transportasi publik agar tercapai efisiensi pergerakan, biaya dan waktu. Beroperasinya KA Bandara Soekarno Hatta menjadi wujud realisasi salah satu Proyek Strategis Nasional. (*/B)

Market Intelligence Untuk Pengadaan Barang dan Jasa

Ditulis oleh Teks dan Foto Release INAMAR on . Posted in airport-services

Proses tender pada Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) untuk kebutuhan bandara  sebelumnya memakan waktu sebulan atau bahkan lebih. Kondisi proses administrasi berupa dokumen dalam jumlah yang cukup banyak serta harus dihadiri oleh perwakilan vendor membuat PBJ berjalan semakin lama.
Dewasa ini, perkembangan teknologi online dapat membawa manfaat yang sangat menguntungkan, termasuk dalam proses PBJ. Salah satunya  adalah INAMART ( www.inamart.co.id ) yang coba meluncurkan solusi berbasis teknologi online bagi pengadaan barang dan jasa khususnya pada dua BUMN pengelola bandara yaitu PT. Angkasa Pura I (Persero) dan PT.  Angkasa Pura II (Persero).
Bagaimana PBJ dapat direalisasikan efisien secara online? Karena INAMART menyediakan layanan platform Procure-to-Pay sebagai solusi menyeluruh bagi pelaksanaan siklus pengadaan mulai dari persiapan, sampai dengan monitoring proses PBJ.
Didirikan pada Februari 2015, INAMART dalam waktu singkat mengembangkan produk digital yang melayani proses tender online yaitu e-procurement dan pembelian secara online lewat e-catalogue. Produk-produk lain yang melengkapi solusi Procure-to-Pay diantaranya Data Analytics Platform, Business intelligence, e-Monev dan e-Payment yang memastikan pelaksanaan Good Corporate Governance, serta vendor management yang membangun hubungan strategis dengan penyedia.

Marketplace Sebagai Market Intelligence
Di sisi penyedia saat ini INAMART membangun pasar online berbasis teknologi  marketplace dimana penyedia dapat dengan mudah menawarkan produk yang dapat diakses lewat e-catalogue untuk pembelian langsung. Marketplace juga bertujuan untuk memberikan informasi yang sangat diperlukan dalam proses PBJ. Informasi tersebut antara lain berupa spesifikasi produk dalam bentuk gambar dan video yang selalu dapat diperbaharui, sehingga dapat memberikan rekomendasi sesuai kebutuhan pengadaan. Hal tersebut dimaksudkan agar produk rekanan dapat dengan mudah ditemukan. Sebagai contoh penyedia alat tulis kantor yaitu PT. Datascrip yang memasarkan produknya lewat e-catalogue Angkasa Pura I dan Angkasa Pura  II untuk pembelian ATK 26 bandara.
Adapun keunggulan teknologi yang ditawarkan adalah online sistem yang terintegrasi antara produk penyedia dengan sistem Procure-to-Pay. Keunggulan lainnya yang tidak kalah penting adalah market intelligence yang dapat dimanfaatkan bagi PBJ untuk melakukan reviu produk, pembandingan dan harga pasar dalam platform e-marketplace. Dengan harapan bahwa keuntungan dari market intelligence ini dapat dimanfaatkan oleh pengelola bandara diseluruh Indonesia. B

Direktorat Jenderal Perhubungan Udara : Sosialisasikan Pengendalian Gratifikasi

Ditulis oleh Teks dan Foto Rizki Indriyanah on . Posted in airport-services

Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan mengadakan sosialisasi Unit Pengendali Gratifikasi (UPG) pada Rabu, 15 November 2017 di Hotel Grand Mercure, Jakarta, yang bertajuk “Dengan Komitmen Pengendalian Gratifikasi Kita Tingkatkan Good and Clean Governance di Lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara”. Sosialisasi ini merupakan upaya menciptakan lingkungan kerja yang mampu mengendalikan gratifikasi serta peningkatan kepatuhan terhadap pelaporan gratifikasi sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Sosialisasi dibuka oleh Direktur Jenderal Perhubungan Udara Agus Santoso dan dihadiri oleh 366 Pejabat Struktural di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara. Sedangkan sebagai narasumber berasal dari  Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara Dan Reformasi Birokrasi, Badan Kepegawaian Negara (BKN), Inspektorat Jenderal Kemenhub serta Biro Kepegawaian dan Organisasi Setjen Kemenhub.
Dalam sambutannya, Direktur Jenderal Perhubungan Udara Agus Santoso menyatakan kegembiraannya atas terselenggaranya kegiatan sosialisasi yang berlangsung dengan baik, aman, tertib dan juga kondusif. Agus Santoso juga menyampaikan pesan dari Presiden Joko Widodo bahwa Tindak Korupsi adalah Kejahatan Luar Biasa bagi bangsa dan negara sehingga harus dicegah dan diberantas sedini mungkin.
“Kegiatan ini saya nilai penting, karena melalui kesempatan seperti ini bapak dan ibu sekalian dapat menyerap wawasan yang disampaikan oleh para narasumber dari KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi), Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB), Badan Kepegawaian Negara (BKN), Inspektorat Jenderal Kementerian Perhubungan dan dari Biro Kepegawaian dan Organisasi Sekretariat Jenderal Kementerian Perhubungan,” ujar Agus Santoso.
Menurut Agus Santoso, hal tersebut bertujuan demi terciptanya Good and Clean Governance di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara pada khususnya dan Kementerian Perhubungan pada umumnya. “Dengan adanya sosialisasi ini, secara bersama - sama kita bertindak mencegah akar dari Korupsi yaitu Gratifikasi melalui mekanisme Pengendalian Gratifikasi. Hal ini pasti akan berkontribusi pada peningkatan pelayanan transportasi udara di Indonesia,” lanjut Agus Santoso.
Agus Santoso juga menambahkan, ada beberapa cara dalam pengendalian gratifikasi yang dapat dilakukan, seperti  melakukan sosialisasi pengendalian gratifikasi, melakukan koordinasi dengan unit atau bagian terkait implementasi dan efektivitas pengendalian gratifikasi, melakukan identifikasi atau kajian atas titik rawan atau potensi gratifikasi, mengusulkan kebijakan pengelolaan, pembentukan lingkungan anti gratifikasi dan pencegahan korupsi di lingkungan instansi serta menerima laporan gratifikasi dari pihak internal dan mengkoordinasikan dengan KPK. B

3 Tahun BIJB : Ikut Membangun Perekonomian Jawa Barat

Ditulis oleh Teks dan Foto Rizki Indriyanah on . Posted in airport-services

Pada 24 November 2017 Bandar Udara Internasional Jawa Barat genap berusia tiga tahun. Dalam rangka memperingati hari jadinya yang ke-3 itu, Bandar Udara Internasional Jawa Barat menyelenggarakan pesta rakyat pada 25 November 2017. Pesta bertajuk Kertajati Festival diselenggarakan di halaman parkir BIJB. Acara ini juga dihadiri oleh seluruh jajaran Direksi PT Bandar Udara Internasional Jawa Barat (BIJB) dan staf, Pemda Jawa Barat, Pemkab Majalengka dan stakeholder.
Kertajati Festival memperoleh respon bagus dari masyarakat sekitar. Hal ini dapat terlihat dari tingginya animo masyarakat yang menghadiri acara tersebut. Apalagi manajemen BIJB juga membagikan berbagai hadiah menarik untuk masyarakat Kertajati dan sekitarnya yang menghadiri festival itu. Salah satunya hadiah itu adalah umroh gratis buat enam orang terpilih.
Direktur Utama Bandar Udara Internasional Jawa Barat Virda Dimas Ekaputra mengemukakan lewat Kertajati Festival itu diharapkan masyarakat dapat mengenal lebih dekat tentang bandara. Dulu,  awal pembangunan bandara tidaklah mudah. Masyarakat setempat banyak yang menolak pembangunan bandara dan juga banyak pihak yang meragukan  pembangunan bandara  dapat diselesaikan tepat waktu. Sekarang, kehadiran bandara itu dinantikan oleh masyarakat Jawa Barat dan sekitarnya dari berbagai kalangan serta investor.
“Perayaan ulang tahun yang ke-3 selain sebagai bentuk rasa syukur kami, juga untuk mengenalkan bandara ke masyarakat. Kehadiran BIJB semoga bisa memberikan manfaat dan dampak positif bagi masyarakat. Saat ini mungkin dampak positif itu belum terlihat, tetapi dampak positif itu akan terasa untuk jangka panjang,” kata Virda. B

 

Mencapai 70%

Ia juga memaparkan secara keseluruhan pembangunan bandara yang rencananya akan dilengkapi dengan dua buah runway sepanjang 3.500 meter x 60 meter dan 3.000 meter x 60 meter itu sudah mencapai 70%.
“Secara keseluruhan pembangunan bandara sudah mencapai 70%. Bagian dalam gedung terminal terutama lantai 1 proses pembangunannya sudah mencapai 95% dan sedang dalam tahap finishing,” kata Virda.
Virda juga optimis pembangunan bandara kebanggaan masyarakat Jawa Barat itu dapat selesai tepat waktu dan soft launching  BIJB pada 1 April 2018 pun dapat terwujud.
Jika sudah operasional, lanjut Virda, kehadiran bandara di tengah-tengah masyarakat Kertajati pun diharapkan dapat meningkatkan  perekonomian daerah setempat. “Di dalam pembangunan bandara ini ada investasi dari pihak lain. Kami sangat optimis pembangunan BIJB dapat selesai tepat waktu dan dapat menghasilkan income  yang baik untuk membangun perekonomian di timur Jawa Barat,” ujar Virda.
Selain menggenjot pembangunan bandara agar selesai tepat waktu, saat ini pengelola bandara pun sedang membangun akses jalan utama menuju BIJB, yaitu membangun jalan tol bandara. “Bandara ini harus ada. Keinginan pemerintah, BIJB bisa menjadi penyangga Bandara Soekarno – Hatta. Jalan utama menuju bandara sedang dalam proses pembangunan, salah satunya adalah jalan tol bandara. Adanya Tol Cipali saat ini juga memudahkan akses menuju BIJB,”  katanya. B

Nilai Keselamatan 81,15%

Ditulis oleh Teks Rizki Indriyanah, Foto Istimewa on . Posted in airport-services

Dari hasil On Site Visit ICAO Coordinated Validation Mission (ICVM) Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO) yang dilakukan pada tanggal 10-18 Oktober 2017 lalu, nilai efektivitas  implementasi Indonesia mencapai  81,15%.  Jauh di atas rata-rata efektivitas implementasi negara-negara lain di dunia yang 62%.
Dengan hasil ini, jika dibandingkan dengan negara-negara di Asean, Indonesia menduduki peringkat  ke-2 di bawah Singapura. Sedangkan kalau di antara negara-negara Asia Pasifik, Indonesia masuk dalam peringkat ke- 55 yang sebelumnya berada pada peringkat 151.
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengungkapkan rasa syukur dan kegembiraan atas capaian keselamatan penerbangan hingga 81,15 persen dari hasil audit USOAP. “Capaian ini merupakan kegembiraan sekaligus tantangan untuk mempertahankannya,” kata Menhub Budi Karya  di Jakarta, Selasa (21/11/2017).
Untuk itu Menhub  meminta kepada seluruh stakeholder agar jangan sombong dan tetap melaksanakan evaluasi, pertahanan, dan peningkatan kualitas keselamatan penerbangan. “Saya juga berterimakasih kepada seluruh stake holder, baik pengelola bandara, airline, BKMG, Basarnas, dan imigrasi, yang telah bahu membahu dalam memperoleh capaian ini,” kata  Menhub. B

Optimis Dapat Dipertahankan

Kementerian Perhubungan optimistis capaian keselamatan penerbangan 81, 15 %  dapat dipertahankan.
Dirjen Perhubungan Udara Agus Santoso mengemukakan upaya untuk mempertahankannya melalui  berbagai cara. Misalnya melalui pertemuan rutin untuk evaluasi dan peningkatan.
Keyakinan Dirjen  cukup beralasan, mengingat langkah-langkah perbaikan sudah dilakukan oleh jajaran Ditjen Perhubungan Udara sejak awal tahun 2017 lalu hingga saat ini.
Dirjen Agus Santoso menyatakan saat penilaian ada delapan area yang menjadi fokus ICVM dari ICAO, yaitu Legislation (LEG), Organization (ORG), Personnel Licensing (PEL), Airworthiness (AIR), Operations (OPS), Air Navigation (ANS), Aircraft Investigation (AIG) dan Aerodromes (AGA).
“Pada tahap off site, hingga 10 September lalu kita sudah berhasil menjawab 417 dari 421 (hampir 100 %) temuan atau finding Protocol Questions (PQs). Hasilnya telah dikirimkan oleh NCMC (National Continous Monitoring Coordinator) pada ICAO HQ  melalui OLF (Online Frame Work) CMA. Untuk itulah saya optimis hasil dari on site juga akan tinggi karena apa yang kita laporkan (offsite) sama dengan apa yang kita kerjakan (onsite),” kata Dirjen di Jakarta, Selasa (21/11/2017).
ICAO telah beberapa kali melakukan  audit USOAP pada Indonesia dengan hasil kurang meyakinkan. Pada tahun 2007, hasil  audit ICAO hanya Compliance 54%.  Tahun 2014, hasil Audit ICAO justru turun menjadi Compliance 45%. Pada tahun 2016 hasilnya naik sedikit menjadi  Compliance 51% (offsite Validation). Skor compliance ini masih di bawah  rata-rata dunia dengan  passing grade 63%.
Namun berbagai langkah koreksi dan perbaikan segera dilakukan dengan kerja keras dan kerjasama yang apik antara regulator, operator dan segenap pemangku kepentingan penerbangan di Indonesia. Dan hasil yang sangat baik akhirnya diperoleh pada saat dilakukan ICVM di mana Indonesia berhasil mencapai implementasi sebesar 81, 15%. B