Bandara Larat Tanimbar Utara : Membangun Daerah Perbatasan

Ditulis oleh Teks dan foto Rizki Indriyanah on . Posted in Domestic

Pesawat perintis Dimonim Air terbang perdana ke Bandara Liwur Bunga atau yang lebih dikenal dengan nama Bandara Larat pada hari Selasa (4/4/2017). Maskapai penerbangan perintis tersebut terbang ke Larat seminggu satu kali dengan rute Langgur - Larat (PP).
Bandara Larat adalah salah satu bandara yang berada di bawah naungan Kementerian Perhubungan dan merupakan UPBU Kelas III yang melayani penerbangan perintis. Bandara tersebut berada dalam satu kabupaten dengan Bandara Mathilda Batlayeri Saumlaki.
Jarak tempuh dari Saumlaki ke Larat hanya 3-4 jam menggunakan jalur darat, lalu dilanjutkan dengan jalur laut menggunakan kapal kayu selama 15 menit untuk sampai ke pulau tersebut.
Kepala Bandara Larat, Sugeng Budiono, mengemukakan bahwa kehadiran bandara tersebut guna membangun daerah perbatasan di utara Kepulauan Tanimbar untuk Maluku Tenggara Barat serta memacu pertumbuhan ekonomi daerah tersebut.
“Bandara Larat ini tidak saja sebagai untuk transportasi udara, tetapi juga untuk membangun perbatasan di utara Kepulauan Tanimbar. Pemda sangat merespon kebutuhan Bandara Larat,” katanya pada awak Majalah Bandara beberapa waktu lalu di Saumlaki.
Bandara Larat saat ini masih menggunakan landasan pacu sepanjang 800x23 meter. Rencananya tahun 2019, bandara yang terletak di Pulau Larat, Kecamatan Tanimbar Utara, Kabupaten Maluku Tenggara Barat, Provinsi Maluku tersebut akan melakukan perpanjangan runway menjadi 1.200x30 meter.
“Sesuai dengan masterplan, tahun 2019 kita akan melakukan pengembangan bandara. Targetnya bisa didarati jenis pesawat ATR-42,” ujarnya. B