Nam Air : Penghubung Indonesia Timur

Ditulis oleh Teks Rizky Indriyanah, Foto Rizky Indriyanah, Istimewa on . Posted in Domestic

Maskapai NAM Air terus melakukan ekspansi dengan membuka rute baru di timur Indonesia yang menghubungkan Nabire – Biak – Jayapura sebanyak satu kali sehari menggunakan pasawat jenis ATR-72.
NAM Air hadir tidak saja untuk memenuhi kebutuhan transportasi udara di kota-kota besar, tetapi juga untuk membuka konektivitas transportasi udara di wilayah Provinsi Papua.
President Director NAM Air Jefferson Jauwena mengemukakan Indonesia memiliki potensi yang cukup besar, dengan kehadiran transportasi udara tentu dapat memperkuat daerah tersebut.
“Kemudahan transportasi udara memperlancar investor datang ke daerah tersebut. Investasi dari mereka  dapat membantu meningkatkan perekonomian daerah itu. Indonesia Timur memiliki potensi yang besar dan layak dikembangkan,” kata Jefferson saat bertemu dengan awak Majalah Bandara belum lama ini.
Di samping itu, NAM Air juga akan melayani penerbangan di secondary airport serta rute penerbangan yang tidak dilayani oleh Sriwijaya. “NAM Air ini berada di bawah bendera Sriwijaya Group. Namun demikian, kita saling mengisi,” ujarnya.
NAM Air kini memiliki 10 armada pesawat jenis Boeing 737-500 dan 1 pesawat jenis ATR-72. Menurut Jefferson, target hingga akhir tahun ini rencananya 6 unit pesawat jenis ATR-72 akan beroperasi di wilayah timur Indonesia.
“Saat ini masih banyak bandara yang tidak dapat didarati oleh pesawat jenis Boeing 737-500. Dengan pesawat jenis ATR-72, sehingga kita bisa masuk ke bandara dengan runway yang sesuai dan bisa menjadi penghubung antar wilayah yang bandaranya yang tidak dapat didarati oleh pesawat berbadan besar,” tuturnya.
Untuk beberapa tahun ke depan NAM Air masih akan menggunakan Boeing 737-500 dan ATR72, dan perusahaan memiliki rencana untuk melakukan pembaharuan terhadap kabin pesawat untuk meningkatkan kenyamanan penumpang.
Selain  itu, katanya, pada hari-hari tertentu rute Maumere-Kupang dan Waingapu-Kupang diterbangi oleh Trans Nusa sehubungan dengan kerja sama yang telah terjalin selama ini antara NAM Air dan Trans Nusa.
“Ada beberapa wilayah di Provinsi Nusa Tenggara Timur yang rute penerbangannya menggunakan armada pesawat Trans Nusa, setelah itu melanjutkan penerbangan dengan pesawat Sriwijaya Group, “katanya. B