LAPORAN KETUA DEWAN JURI BANDARA AWARDS 2017

Ditulis oleh Teks dan Foto Rizki Indriyanah on . Posted in Bandara Award

Bandara Awards adalah penghargaan kepada para pengelola bandara di Indonesia yang telah bekerja keras dalam memberikan pelayanan terbaik kepada para pengguna bandara khususnya kepada penumpang pesawat ketika di bandara. Acara yang digelar setiap tahun ini bertujuan untuk mendorong para pengelola bandara semakin meningkatkan pelayanan jasa bandara, menjadi semakin baik dan kompetitif, menuju standar pelayanan bertaraf kelas dunia sehingga mampu meningkatkan citra penerbangan nasional dan mendorong pertumbuhan sektor pariwisata indonesia. Dalam jangka  panjang, ajang ini diharapkan mampu membangun secara perlahan budaya layanan prima dalam penyelenggaraan jasa bandara di Indonesia.
Penyelenggaraan Bandara Awards 2017 adalah  tahun ke-9 sejak diselenggarakan tahun 2009 oleh Majalah Bandara dan didukung oleh 3 kementrian terkait, yaitu Kementrian BUMN, Kementrian Pariwisata, dan Kementrian Perhubungan. Kegiatan utama Bandara Awards meliputi penilaian kualitas pelayanan bandara melalui survei penumpang pesawat di bandara, visitasi, panel review dan penetapan pemenang oleh Dewan Juri, dan pemberian penghargaan.
Penyelenggaraan Bandara Awards selalu terus ditingkatkan dari tahun ke tahun baik dari sisi jumlah peserta maupun dari sisi kualitas penyelenggaraan. Jumlah peserta tahun ini meningkat dari 83 menjadi 104 bandara (106 Terminal) yang terdiri dari 13 bandara PT. Angkasa Pura I (Persero), 13 bandara PT. Angkasa Pura II (Persero), dan 78 bandara UPBU (Unit Penyelenggara Bandar Udara) Kelas I, II, III Kementerian Perhubungan dan Bandara Perintis. Khusus Bandara Internasional Soekarno-Hatta (CGK) dinilai terpisah untuk masing-masing terminalnya, yaitu Terminal 1, Terminal 2, dan Terminal 3 karena mempertimbangkan jumlah pergerakan penumpang yang besar. Dari sisi penilaian, Dewan Juri terus meningkatkan metode dan akurasi penilaian mulai dari perencanaan, pelaksanaan survei, analisis data, visitasi, panel review, dan penentuan pemenang. Konsisten dengan tahun sebelumnya, terdapat 2 jenis predikat penghargaan yang diberikan kepada para pemenang, yaitu predikat penghargaan Bandara Terbaik (Best Airport) untuk 6 kategori pengelola (termasuk tahun ini ditambah 1 kategori Bandara Perintis), dan predikat penghargaan tertinggi Bandara Terbaik Indonesia Tahun 2017 (Indonesia’s Best Airport of The Year) berdasarkan urutan peringkat (Ranking) dari semua bandara yang dinilai. Penghargaan ini dimaksudkan untuk semakin mendorong kompetisi peningkatan yang merata dan terpadu di seluruh lingkungan pengelola bandara.
Kriteria utama penilaian terdiri dari 2 (dua) hal, yaitu KUALITAS dan PENINGKATAN 20 aspek pelayanan di terminal penumpang meliputi akses dan informasi, pelayanan keberangkatan dan kedatangan, kenyamanan terminal, fasilitas dan kemudahan. Untuk dapat meraih penghargaan bandara terbaik, bandara tidak cukup hanya memberikan pelayanan yang SANGAT BAIK saja, tetapi juga harus dirasakan MENINGKAT oleh penumpang dari tahun sebelumnya.
Penilaian dilakukan melalui survey kepuasan penumpang pesawat ketika di bandara. Sebelumnya, studi awal dan panel dewan juri dilakukan untuk menentukan kriteria penilaian yang benar dan selaras dengan standar nasional dan internasional serta rencana sampling sesuai kaidah akademik yang sahih. Alat yang digunakan adalah kuesioner yang disebarkan kepada para penumpang di ruang tunggu keberangkatan disertai dengan wawancara oleh tim survei independen dari Majalah Bandara yang terbebas dari segala bentuk keterlibatan dengan pihak pengelola bandara. Pengumpulan, pengolahan, dan analisis data dilakukan dengan mengacu pada kaidah ilmiah yang baik untuk menjamin kebenaran hasil.  
Ukuran penilaian yang digunakan sebagai dasar penentuan peraih penghargaan terdiri dari Indeks Kualitas Bandara (IKB), Indeks Peningkatan Bandara (IPB), dan Skor Kompetitif Bandara.(SKB). Indeks Kualitas Bandara (IKB) adalah ukuran persepsi penumpang terhadap kualitas 20 aspek pelayanan di terminal penumpang, tingkat kepuasan secara umum, dan tingkat rekomendasi penumpang (Net Promoting Score). Indeks Peningkatan Bandara (IPB) adalah ukuran persepsi penumpang terhadap peningkatan kualitas pelayanan terminal penumpang terhadap peningkatan seluruh bandara yang disurvei dalam setahun terakhir. Kemudian IKB dan IPB dipadukan secara berbobot menjadi Skor Kompetitif Bandara (SKB) yang menjadi dasar dalam menentukan pemenang. B

Direktur Utama Angkasa Pura I : Bandara Maju Luar Biasa

Ditulis oleh Teks dan Foto Rizki Indriyanah on . Posted in Bandara Award

Direktur Utama PT. Angkasa Pura I Danang S. Baskoro mengemukakan dorongan sekaligus pengawasan dari pemerintah terhadap proyek- proyek infrastruktur memacu bandara-bandara untuk lebih maju lagi.
“Infrastruktur mendapat supporting sekaligus monitor dari pemerintah, ini memacu kita semua sehingga pembangunan bandara-bandara mengalami kemajuan luar biasa,” kata Danang ketika berbicara dalam penganugerahan Bandara Award 2017 di Jakarta, Selasa ( 14 November 2017) lalu.
Contohnya, lanjut Danang, Angkasa Pura  I membangun sembilan  bandara dalam waktu yang sama. “Pembangunan ini selalu dimonitor oleh Pak Menteri, dan kalau ada masalah beliau selalu memberi jalan keluar”.
Menurut Dirut Angkasa Pura I, Bandara Semarang dipindahkan terminalnya di atas laut. Kemudian Jogja dipindahkan ke Kulonprogo. Solo diperpanjang  dan diperluas. Begitupun di Surabaya dan Bali. Lalu Makassar, Lombok maupun Manado.
“ Jadi dua tahun lagi di Indonesia,  khususnya bandara-bandara yang dikelola AP I, semuanya baru. Dan  semua sudah bisa mengantisipasi untuk pelayanan,  baik penumpang maupun pesawat udara jadi yang terbaik, “ kata Danang.
Semua itu, lanjut Danang, adalah berkat dukungan Pak Menteri  dan sekaligus monitor yang luar biasa. “Dan harapan kami bisa segera dimanfaatkan untuk kepentingan  kita semua khususnya untuk menunjang pariwisata di Indonesia Timur”. B

Bandara Award 2017 Menhub: Perlu Iklim Persaingan Sehat

Ditulis oleh Teks dan Foto Rizki Indriyanah on . Posted in Bandara Award

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyatakan Bandara Award telah membangun kompetisi sehat sehingga terdorong untuk memperbaiki pelayanan di masing-masing bandara.
   Menurut Menhub, selama ini  pemerintah telah memberikan dorongan dan support kepada pada operator bandara agar mampu bersaing dalam iklim kompetisi yang sehat. Apalagi Bapak Presiden Joko Widodo selalu mengatakan  kita memang menjadi bagian dari negara-negara  di dunia ini sehingga harus memiliki daya saing.
“Oleh karenanya para rekan-rekan pemimpin bandara, maupun GM bandara jangan henti-hentinya melakukan improvisasi guna mendorong daya saing tersebut,” kata Menhub Budi Karya ketika memberikan sambutan pada acara penganugerahan penghargaan Bandara Award 2017 di Jakarta, Selasa ( 14 November 2017) lalu.
Kalau kita bisa membangun, lanjut Menhub, maka kita juga bisa merawat. Kalau kita bisa menampilkan bangunan yang cantik, maka kita juga harus memiliki kemampuan memberikan level of service yang baik.
Terkait kompetisi  ini, Menhub menghargai adanya kolaborasi pengelola bandara dan  bupati,  seperti yang disampaikan Bupati Kaimana. “Kita harus bersaing untuk menciptakan obyek-obyek wisata,” kata Menhub. Obyek wisata dan bandara tidak bisa dipisahkan untuk membangun daya saing. “Oleh karenanya saya juga minta kepada seluruh pengelola bandara, tentu didukung oleh Ditjen Perhubungan Udara,  untuk melakukan suatu supporting untuk daerah-daerah yang memiliki potensi wisata”. B

Merawat Bandara

Di sini (event Bandara Award) memang ada suatu klasifikasi bandara- bandara. Yang tergolong besar, seperti T3, mampu meraih penghargaan utama. Tetapi banyak bandara-bandara perintis yang perlu diperhatikan seperti Miangas di utara Indonesia. “Kita harus merawat bandara-bandara yang jauh terluar, terpinggir itu menjadi bandara terdepan kita”.
   Lebih lanjut Menhub berkata, “Dan kepada teman-teman dari Kementerian Perhubungan saya minta untuk memberikan perhatian karena di situlah kita tunjukkan bahwa kita memiliki NKRI yang utuh, yang memiliki kesatuan”.
Menhub menambahkan untuk yang sudah dikelola dengan baik, tidak berhenti membangun daya saing, tetapi harus terus menerus bersaing meningkatkan kualitas. Terkait hal ini Menhub mengapresiasi AP I dan  AP2 begitu semangat membangun, mengelola, dan memberikan level of service yang semakin baik. “AP II menembus angka 100 juta penumpang memberikan suatu tantangan bagi kita karena satu sisi secara finansial memberi harapan bagi kita, namun harus diingat adalah insan-insan sebagai objek akan menjadi perhatian masyarakat Indonesia.
Diingatkan oleh Menhub, kalau membuat satu kesalahan saja di bandara dalam waktu setengah jam informasinya sudah kemana-mana.  Oleh karenanya ini suatu tantangan yang baik bahkan seorang mengatakan tumbuhnya, berkembangnya bandara-bandara karena kritik semua orang, semua orang berpendapat.
   Kemudian kepada  penerima anugerah, Menhub berharap bisa  jadi penyemangat untuk mengembangkan bandara. “Saya juga menghargai teman-teman yang sudah gigih membangun bandara- bandara ini”.
Pada akhirnya Menhub memberikan apresiasi kepada Majalah Bandara dan Dewan Juri, Bupati, Walikota, Operator Bandara, dan jajaran di perhubungan udara, bahwa apapun yang dilakukan adalah demi Indonesia lebih baik.
“Indonesia yang memiliki daya saing, apabila semangat kita pupuk seperti ini dan semangat  kita tingkatkan juga, saya yakin Insyaallah negara kita dikagumi dan menjadi destinasi wisata dunia”. B

Bandara Umbu Mehang Kunda : Optimalkan Yang Ada

Ditulis oleh Teks dan Foto Rizki Indriyanah on . Posted in Bandara Award

Selasa, 14 November, Bandara Umbu Mehang Kunda berhasil meraih penghargaan Juara III sebagai bandara dengan layanan terbaik pada kategori UPBU Kelas II dalam ajang Bandara Awards 2017 yang diselenggarakan di Hotel Borobudur, Jakarta. Penghargaan tersebut diberikan langsung oleh Ketua Dewan Juri Herry Bakti S. Gumay dan disaksikan langsung oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan jajaran Kementerian Perhubungan.
Kepala Bandara Umbu Mehang Kunda Lamro P. Sihombing mengemukakan, bahwa ia merasa bangga dengan prestasi yang diraih oleh bandara yang terletak di Kabupaten Sumba Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur. “Tentu kami bangga dengan prestasi ini. Tapi kami juga tidak ingin berpuas diri begitu saja, karena masih banyak yang harus kami benahi dan tingkatkan lagi untuk pelayanan yang lebih baik,” katanya.
Menurut Lamro, penghargaan ini merupakan hasil kerja keras seluruh staff serta stakeholder bandara yang tak pernah lelah untuk memberikan yang terbaik untuk pengguna jasa bandara. Tanpa kerja keras dan kekompakan tim, penghargaan ini tentu tidak akan bisa diraih. “Saya sangat berterimakasih kepada seluruh staff dan stakeholder serta pihak terkait dan Pemda yang telah banyak membantu dan mendukung pengembangan Bandara Umbu Mehang Kunda,” ujar Kabandara.
Lamro juga menjelaskan lebih lanjut, bahwa saat ini frekuensi penerbangan di Bandara Umbu Mehang Kunda bertambah. Maskapai Nam Air yang sebelumnya terbang tiga kali seminggu dengan rute Denpasar – Waingapu – Denpasar, kini menjadi enam kali dalam seminggu dengan jumlah penumpang sebanyak 80%. “Frekuensi penerbangan Nam Air kini bertambah. Dengan bertambahnya frekuensi penerbangan, maka movement dan pergerakan penumpang pun turut meningkat,” ujarnya.
Bandara Umbu Mehang Kunda secara fisik memiliki runway sepanjang 2.000 x 30 meter, namun yang efektif digunakan hanya sepanjang 1.950 x 30 meter. Hal ini disebabkan karena terdapat obstacle di ujung kedua runway sehingga tidak dapat digunakan dengan maksimal dan runway pun tidak dapat diperpanjang. “Oleh karena itu, kami berusaha mengoptimalkan dan meningkatkan yang ada saat ini. Salah satunya adalah dengan penambahan frekuensi penerbangan pesawat sejenis,” tutup Lamro. B

Wakil Bupati Agus Tantomo : Berau Memiliki Potensi Pariwisata

Ditulis oleh Teks dan Foto Rizki Indriyanah on . Posted in Bandara Award

Berau adalah salah satu kabupaten yang terdapat di Provinsi Kalimantan Timur yang memiliki luas 3,4 juta hektar atau 66 kali lebih luas dari wilayah Jakarta. Kabupaten Berau terdiri dari 52 pulau besar dan kecil, sehingga potensi wisata bahari di kabupaten tersebut sangatlah besar.
Wakil Bupati Kabupaten Berau Agus Tantomo dalam sambutannya di acara Bandara Awards 2017 mengemukakan, bahwa Berau memiliki empat bandara, namun yang berfungsi hanya dua bandara yakni Bandara Kalimarau dengan panjang runway 2.250 meter dan Bandara Maratua dengan panjang runway 1.600 meter. “Wilayah seluas Berau sangat tidak mungkin jika tidak memiliki bandara. Dengan adanya bandara, berbagai kegiatan masyarakat, Pemda dan wisatawan pun dapat berjalan dengan baik,” katanya.
Menurut Agus, saat ini Pemda sedang giat-giatnya menggalakkan pariwisata Berau. Dalam satu tahun terakhir tercatat pertumbuhan wisatawan meningkat di atas 24%. “Wisatawan yang berkunjung ke Berau dalam satu tahun ini semakin meningkat. Bandara Maratua sudah ada penerbangan Susi Air seminggu sekali dan penerbangan carter Garuda Indonesia seminggu sekali dengan rute Balikpapan – Maratua,” ujarnya.
Agus juga menambahkan, dalam waktu dekat ini rencananya akan ada penerbangan langsung ke Maratua, tapi tidak bisa mendarat di Bandara Maratua karena runway yang tidak mendukung. “Rencananya Citilink akan terbang langsung dari Hongkong ke Maratua membawa wisatawan. Selain itu, rencananya bulan Januari 2018 pesawat Sriwijaya pun akan terbang dari Guangzhou, China, ke Maratua dan sudah kontrak dengan travelnya. Tapi karena runway tidak mendukung, akhirnya mendarat di Bandara Juwata, Tarakan, lalu lanjut naik speedboat ke Maratua,” jelas Wakil Bupati Agus Tantomo.
Dalam sambutannya, Agus berharap kepada instansi terkait dan stakeholder agar berkenan membantu meningkatkan kualitas pelayanan dan fasilitas kedua bandara kebanggaan masyarakat Berau, mengingat potensi pariwisata yang dimiliki oleh Kabupaten Berau sangat luar biasa. “Pariwisata di Berau sangatlah luar biasa. Saya berharap kepada pihak-pihak terkait untuk membantu meningkatkan fasilitas Bandara Kalimarau dan Bandara Maratua,” tutupnya. B