Peringkat 20 Besar UPBU

Ditulis oleh Teks Puti Nadhira on . Posted in Bandara Award

Salah satu hal yang spesial di Bandara Awards 2017 ini adalah bandara-bandara bisa mengetahui urutan mereka berdasarkan hasil penilaian penumpang yang telah dilakukan pada survei Bandara Awards 2017 bulan April hingga Agustus kemarin. Bandara-bandara di lingkungan Unit Pengelola Bandar Udara (UPBU) pun bisa mengetahui hal tersebut. Majalah Bandara telah membuat list urutan 20 besar bandara UPBU.
Di peringkat ke 20 ada Bandara Sultan M. Kaharuddin. Selanjutnya di urutan 19 ada Bandara Sentani. Di peringkat 18 ada Bandara Rembele. Bandara Fransiskus Xaverius Seda menempati peringkat 17. Setelahnya ada Bandara Pongtiku di peringkat 16, Bandara Utarom di peringkat 15, Bandara Abdulrachman Saleh di peringkat 14, Bandara Matahora di peringkat 13, Bandara Hang Nadim di peringkat 12, dan Bandara Mopah di peringkat 11. Untuk 10 besar dimulai dengan Bandara Komodo di peringkat 10, Bandara Umbu Mehang Kunda di peringkat 9, Bandara Tambolaka di peringkat 8, Bandara Juwata di peringkat 7, Bandara Betoambari di peringkat 6, Bandara Radin Inten II di peringkat 5, dan Bandara Djalaluddin di peringkat 4. Tiga terbaik bandara di lingkungan UPBU diraih oleh Bandara Kalimarau di peringkat 3, Bandara Dabo di peringkat 2, dan Bandara Mutiara SIS Al Jufri di peringkat 1.  B

Peringkat 50 Besar

Ditulis oleh Teks Puti Nadhira on . Posted in Bandara Award

Perhelatan akbar Bandara Awards 2017 kemarin berakhir dengan Bandara Soekarno Hatta Terminal 3 sebagai Best Airport of The Year 2017.
Salah satu hal spesial yang terjadi di Bandara Awards 2017 kali ini adalah adanya peringkat 50 besar bandara di Indonesia. Peringkat ini didapatkan dari hasil penilaian survei penumpang. Bandara-bandara dari Angkasa Pura I, Angkasa Pura II, UPBU Kelas I, UPBU Kelas II, dan UPBU Kelas III, berikut peringkat 50 besar dibawah ini. Siapa sajakah mereka? B

Bupati Kabupaten Kepulauan Anambas Abdul Haris : Bandara Adalah Cermin Suatu Daerah

Ditulis oleh Teks dan Foto Rizki Indriyanah on . Posted in Bandara Award

Kabupaten Kepulauan Anambas adalah salah satu kabupaten di Provinsi Kepulauan Riau yang berada di perairan laut China Selatan. Sejarah kabupaten ini tidak terlepas dari sejarah Kabupaten Kepulauan Riau yang sekarang menjadi Kabupaten Bintan. Sedangkan Kabupaten Kepulaun Riau dimekarkan menjadi enam kabupaten, yaitu Kabupaten Bintan, Kabupaten Karimun, Kabupaten Natuna, Kota Tanjung Pinang, Kabupaten Lingga dan Kabupaten Kepulauan Anambas. Tarempa adalah Ibukota dari Kabupaten Kepulauan Anambas.
Sektor pariwisata bahari di Anambas kini mulai berkembang. Sedikitnya ada tiga pulau yang sering dikunjungi oleh wisatawan dari berbagai negara, yaitu Pulau Bawah, Pulau Penjalin dan Pulau Ayah. Pulau Bawah adalah yang paling banyak dikunjungi oleh wisatawan. Keindahan alam di Pulau Bawah bisa dikatakan sebagai hidden gem atau banyak yang mengatakan bahwa Pulau Bawah adalah Maldives of Indonesia.
Bupati Kabupaten Kepulauan Anambas Abdul Haris dalam sambutannya pada acara Bandara Awards 2017 menyampaikan, bahwa dengan adanya Bandara Awards adalah suatu motivasi, baik untuk para pengelola bandara, juga untuk pemerintah. Salah satunya adalah motivasi untuk Kabupaten Kepulauan Anambas yang merupakan daerah kepulauan yang jaraknya dengan Ibukota Provinsi sangat jauh. “Menggunakan kapal cepat Fery saja ke Tanjung Pinang mencapai delapan jam perjalanan, sedangkan dengan kapal Pelni mencapai hingga belasan jam. Belum lagi jika ditambah dengan cuaca buruk, ombak bisa mencapai tiga hingga enam meter akan menambah waktu tempuh perjalanan menjadi lebih panjang,” katanya.
Hadirnya Bandara Letung di Kecamatan Jemaja, Kabupaten Kepulauan Anambas, menurut Abdul Haris sangat dinantikan oleh masyarakat Anambas. “Dengan adanya bandara merupakan suatu konektifitas yang dibutuhkan oleh masyarakat, Pemda dan khususnya untuk wisatawan. Tidak hanya itu saja. Bandara juga sangat dibutuhkan oleh kabupaten dan kota-kota lain yang berada di daerah kepulauan,” lanjut Bupati.
Abdul Haris juga berharap dengan adanya Bandara Awards dapat memotivasi bandara seluruh Indonesia untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan fasilitas agar para pengguna jasa bandara merasa nyaman, karena bandara adalah cermin dan gerbang utama suatu daerah. “Saya mendukung Bandara Awards ini terus ada sepanjang masa. Mudah-mudahan dengan Bandara Awards, daerah-daerah yang kota atau kabupatennya terdapat bandara juga dapat termotivasi,” tutup Bupati dalam sambutannya. B

Bupati Kabupaten Kepulauan Talaud Sri Wahyumi Manalip : Bandara Penggerak Perekonomian Daerah

Ditulis oleh Teks dan Foto Rizki Indriyanah on . Posted in Bandara Award

Kabupaten Kepulauan Talaud adalah salah satu kabupaten yang terdapat di Provinsi Sulawesi Utara. Kabupaten ini merupakan pemekaran dari Kabupaten Sangihe Talaud. Melonguane adalah Ibukota Kabupaten Kepulauan Talaud. Kabupaten ini merupakan kabupaten yang paling utara di timur Indonesia dan berbatasan langsung dengan Filipina.
Bupati Kabupaten Kepulauan Talaud Sri Wahyumi Manalip dalam sambutannya pada acara Malam Penganugerahan Bandara Awards 2017 mengemukakan, bahwa Talaud memiliki potensi pariwisata bahari yang tinggi, karena sebagian besar daerahnya dikelilingi oleh laut. “Talaud juga terkenal dengan pariwisata baharinya. Salah satunya adalah Pulau Sara yang merupakan pulau kecil dan kami biarkan kosong tak berpenghuni, karena atmosfer pulau terasa berbeda kalau tanpa penghuni. Namun demikian, di pulau ini juga telah dibangun beberapa cottage dan prasarana air bersih. Palau Sara memiliki pasir putih yang bersih dan hamparan birunya laut tentu menjadikan pulau ini semakin eksotis,” katanya.
Dengan hadirnya dua bandara di Kabupaten Kepulauan Talaud, yakni Bandara Melonguane dan Bandara Miangas yang baru dioperasikan ini tentu membantu dan memudahkan akses menuju Talaud. “Dengan adanya bandara, berbagai kegiatan masyarakat, Pemerintah dan wisatawan pun berjalan dengan baik dan kota-kota besar lainnya di Indonesia pun semakin mudah kami jangkau dengan transportasi udara,” lanjut Bupati.
Jika sebelumnya Indonesia terkenal dari Sabang sampai Merauke, namun kini juga terkenal dengan Miangas hingga Rote. Meskipun penerbangan di Bandara Miangas baru diterbangi satu maskapai yaitu Wings Air yang terbang seminggu sekali, namun menurut Sri Wahyumi Manalip, kehadirannya sangat dinantikan oleh masyarakat Miangas. “Kami berharap penerbangan di Miangas frekuensinya bisa terus bertambah. Adanya bandara ini memiliki banyak manfaat bagi masyarakat. Dengan transportasi udara, ikan hasil tangkapan nelayan pun segera sampai di pembeli tanpa harus menunggu lama dalam perjalanan dengan kapal perintis dan perekonomian daerah pun menjadi lebih hidup dan semakin meningkat. Bandara adalah penggerak perekonomian daerah,” ungkapnya.
Talaud kini  tak lagi tertinggal. Berbagai sarana dan prasarana yang menunjang kebutuhan public kini telah tersedia. Pembangunan infrastruktur yang merata dan nyata, menjadikan masyarakat di Kabupaten Kepulauan Talaud, khususnya masyarakat Miangas menjadi bangga sebagai Indonesia. B

Bupati Kabupaten Kaimana Matias Mairuma : Surga Wisata Bahari Papua

Ditulis oleh Teks dan Foto Rizki Indriyanah on . Posted in Bandara Award

Berbicara tentang Kaimana, tentu akan mengingatkan kita pada sebuah lagu yang berjudul Senja di Kaimana. Kalimat di atas adalah sepenggal lyric dari lagu tersebut. Senja di Kaimana memang indah, keindahannya sulit untuk dilukiskan.
Kabupaten Kaimana adalah salah satu kabupaten di Provinsi Papua Barat dan merupakan hasil pemekaran dari Kabupaten Fak Fak. Jika dilihat dari letak geografis dan bentuk wilayahnya, Kaimana memang terlihat indah dan masih memiliki banyak potensi pariwisata yang belum tergali.
Bupati Kabupaten Kaimana Matias Mairuma dalam sambutannya di acara Bandara Awards 2017 mengemukakan, jika di Kaimana tidak ada bandara, tentu masyarakat Kaimana akan tertinggal jauh ke belakang. Dengan hadirnya Bandara Utarom di Kabupaten Kaimana memiliki banyak manfaat untuk perkembangan daerah, salah satunya adalah mempercepat waktu perjalanan dengan transportasi udara dan meningkatkan mobilitas. “Meningkatkan sektor pariwisata adalah salah satu planning kami. Oleh karena itu, kami butuh bandara dan pelabuhan untuk meminimalisir biaya,” katanya.
Matias juga menambahkan, bahwa saat ini sudah ada dua maskapai yang melayani penerbangan di Bandara Utarom, yaitu Garuda Indonesia dan Wings Air, rencananya dalam waktu dekat maskapai Nam Air pun akan terbang ke Kaimana. “Dengan transportasi udara dapat mempercepat waktu. Sebelumnya dari Ambon ke Kaimana ditempuh selama 2,5 jam perjalanan via Fak Fak. Tapi kini dengan adanya penerbangan langsung Garuda Indonesia rute Ambon - Kaimana, waktu tempuh perjalanan pun menjadi singkat, yaitu hanya 1,5 jam saja,” lanjut Bupati.
Dalam sambutannya, Matias juga berharap dengan beroperasinya Bandara Utarom, masyarakat Kaimana juga bisa merasakan impact dan keuntungan dari pembangunan tersebut. Salah satunya adalah pesawat dapat mendarat dengan baik dan situasi bandara tetap kondusif. “Kaimana memiliki Teluk Triton yang merupakan icon wisata di sini. Dengan transportasi udara juga memudahkan akses wisatawan untuk melihat Teluk Triton. Kami butuh bandara untuk promosi pariwisata. Kalau Raja Ampat ada slogan ‘Jangan Dulu Mati Sebelum ke Raja Ampat’, Kaimana juga punya slogan ‘Kaimana Surga Wisata Bahari                      Papua’,” tutupnya. B