Fia : Musik Bagaikan Udara

Ditulis oleh Teks dan Foto Rizki Indriyanah on . Posted in Bandara Award

Nama Fitria Anggraeni atau yang lebih dikenal dengan nama Fia di dunia industri musik Indonesia mungkin sudah tidak asing lagi. Perempuan cantik kelahiran 33 tahun silam ini sudah malang melintang di panggung musik Indonesia sejak tahun 2008.
Fia, selain vocalist, ibu satu orang anak ini juga seorang guitarist, music producer & music arranger. Sudah banyak karya musik yang ia ciptakan tidak saja untuk dirinya dan pecinta musik Fia, tetapi juga untuk beberapa musisi ternama seperti Anji dan Drive. Salah satu lagu karya cipta Fia yang terkenal adalah Resah Tanpamu yang dibawakan secara duet oleh Anji dan Titi Kamal pada tahun 2009 dan ia ciptakan berdua dengan Anji.
“Pada tahun 2012, saya menciptakan lagu bersama tERe untuk Audrey berjudul Tiada Maaf dan lagu ini ada di album GAC. Di tahun 2013 bersama tERe, saya juga menciptakan lagu untuk Astrid berjudul Addicted,” ujar anak ketiga dari tiga bersaudara usai acara Malam Penganugerahan Bandara Awards 2017 pada tanggal 14 November lalu di Hotel Borobudur, Jakarata.
Selain solois, Fia juga sempat beberapa kali terlibat dalam project music, seperti Pop The Disco, Thinkerbelle dengan lagu single berjudul Nol Besar, Immortal Legend, dan Five Girl Acoustical Jam (Album Gerakan 1000 Gitar untuk Anak Indonesia, Rolling Stone). Serta aktif dalam komunitas musisi perempuan Sisterhoodgigs Movement.
Bagi Fia, musik adalah hidupnya, seperti udara yang setiap hari ia hirup, menghidupkan hidup. “Karena musik adalah passion terbesar dalam hidup saya, terutama dalam menciptakan lagu, bernyanyi dan bermain gitar. Namun saya menyadari dalam musik itu perlu mengetahui secara dalam juga tentang bisnis dan hukumnya, jadi pada saat kuliah jurusan hukum dulu saya mengambil spesialisasi hukum bisnis dan saat skripsi saya memilih tema skripsi tentang Royalti Pencipta Lagu. Dan saya juga pernah bekerja di salah satu Law Firm bidang Hak Kekayaan Intelektual, lalu menjadi Legal Drafter di salah satu kantor Notaris. Jadi saya mempunyai modal dalam membuat dan memahami kontrak atau perjanjian kerjasama di bidang musik dan perjanjian lainnya,” jelas Fia.
Fia kini tengah sibuk mempromosikan karya musik terbarunya yang berjudul Menjemput Pagi. Lagu ini dibawakan secara duet bersama musisi ternama Duta Pamungkas. “Sekarang sedang sibuk rekaman album ke-2 yang akan rilis Februari 2018. Saya bisa sampai di titik ini karena keluarga dan suami saya yang juga partner bermusik sejak tahun 2008 sangat mendukung karir bermusik saya. Dulu waktu duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama, saya diajarkan gitar akustik oleh almarhum Ayah, lalu saat kuliah mulai manggung, Ayah dan Ibu saya selalu mendampingi dan menonton pertunjukkan saya,” tutupnya.  B

Bandara Mutiara SIS Al Jufri : Terbaik UPBU

Ditulis oleh Teks Puti Nadhira, Foto Rizki Indriyanah on . Posted in Bandara Award

Bandara Mutiara SIS Al Jufri yang terletak di Kota Palu, Provinsi Sulawesi Tengah, kembali mendapatkan penghargaan untuk yang ke empat kalinya sebagai Bandara Terbaik UPBU dari Bandara Awards 2017 yang diselenggarakan oleh Majalah Bandara di Hotel Borobudur, Jakarta.
Mempertahankan itu lebih sulit dari mendapatkannya. Tetapi, bandara yang memiliki panjang landasan pacu 2.500 meter mampu mendapatkan penghargaan tersebut secara berturut-turut, yakni dari tahun 2014.
Kepala Bandara Mutiara SIS Al Jufri Benyamin Noach Apituley mengemukakan, bahwa penghargaan yang didapatkan Bandara Mutiara SIS Al Jufri adalah hasil kerja keras para pegawai bandara dan penghargaan tersebut didedikasikan untuk seluruh anggota Bandara Mutiara SIS Al Jufri. “Ini semua bisa kami dapatkan karena kerja keras dan kerjasama tim yang solid. Kalau hanya kerja keras tapi tidak ada kerja tim yang solid, belum tentu bisa tercapai,” ucapnya usai Malam Penganugerahan Bandara Awards 2017.
Menurut Kabandara, selama ia bertugas tidak menempatkan dirinya sebagai pengelola bandara, melainkan sebagai pengguna jasa bandara. Dengan demikan, ia dapat merasakan juga mengetahui apa saja yang kurang dalam pelayanan dan fasilitas bandara. “Saya tidak menempatkan diri sebagai pengelola, tetapi sebagai pengguna jasa bandara. Bukan hanya pandangan saya saja yang merasa bahwa bandara ini sudah nyaman, tetapi seluruh pengguna pun dapat merasakan kenyamanan bandara, baik dari pelayanan maupun fasilitas,” ujar Benyamin Noach Apituley.
Bandara yang berada di bawah naungan Kementerian Perhubungan sebagai UPBU Kelas I itu meskipun tidak terlalu besar, namun tampak megah dengan tiga garbarata dan gedung terminal yang terdiri dari dua lantai. Bandara yang dibangun di atas lahan seluas 115 hektar itu juga sangat bersih dan modern. Sehingga pantas mendapatkan penghargaan sebagai Bandara Terbaik UPBU. B

Nominasi dan Pemenang : UPBU Kelas III Perintis

Ditulis oleh Teks Puti Nadhira, Foto Rizki Indriyanah on . Posted in Bandara Award

Keberadaan bandara semakin dibutuhkan untuk menunjang transportasi udara di wilayah Indonesia. Kerja keras pengelola bandara ini pula yang diapresiasi oleh Majalah melalui Bandara Awards 2017. Pada 14 November lalu, telah diselenggarakan Bandara Awards 2017 dan telah diketahui pula nominasi dan pemenang dari setiap kategori, tidak terkecuali bandara UBPU Kelas III yang melayani penerbangan perintis.
Pada Bandara Awards tahun ini ada lima bandara yang masuk sebagai nominasi yaitu Bandara Letung di terletak di kabupaten kepulauan Anambas. Selanjutnya dari kabupaten Sumenep ada Bandara Trunojoyo. Nominasi ketiga adalah Bandara Harun Thohir di pulau Bawean. Nominasi yang berikutnya adalah Bandara Tanjung Api, Ampana. Dan nominasi terakhir adalah Bandara Dabo di Singkep, Kepulauan Riau.
Berdasarkan penilaian penumpang, Bandara Harun Thohir menjadi juara ketiga, Bandara Tanjung Api di peringkat kedua dan Bandara Dabo meraih Bandara Terbaik di kategori UPBU Kelas III Perintis. B

Nominasi dan Pemenang : UPBU Kelas III Komersil

Ditulis oleh Teks Puti Nadhira, Foto Rizki Indriyanah on . Posted in Bandara Award

Banyak hal spesial yang terjadi pada Bandara Awards tahun ini. Salah satunya adalah dibaginya kategori UPBU Kelas III menjadi UPBU Kelas III Komersial dan UPBU Kelas III Perintis. Sesuai dengan namanya, penghargaan bandara terbaik UPBU Kelas III Komersial ditujukan kepada bandara-bandara di lingkungan UPBU Kelas III yang melayani penerbangan komersial. Ada tujuh nominasi yang dibacakan pada malam penganugrahaannya 14 November lalu.
Tujuh bandara yang dimaksud adalah Bandara Mathilda Batlayeri, Bandara Sultan M. Kaharuddin, Bandara Rembel, Bandara Pongtiku, Bandara Utarom, Bandara Betoambari, dan Bandara Matahora.
Satu hal yang spesial lagi dari bandara di kategori ini adalah adanya lima pemenang. Hal ini karena ada tiga bandara yang memiliki hasil survei yang sama sehingga diputuskan tiga bandara yang meraih peringkat ketiga. Tiga bandara itu adalah Bandara Rembele di Takengon, Bandara Pongtiku di Tana Toraja dan Bandara Utarom di Kaimana. Sementara, Bandara Matahora di Wakatobi berhasil menempati peringkat kedua. Nilai tertinggi didapatkan oleh Bandara Betoambari, Bau Bau yang menjadi bandara dengan pelayanan terbaik berdasarkan penilaian penumpang di kategori UPBU Kelas III Komersial ini. B

Nominasi dan Pemenang : UPBU Kelas II

Ditulis oleh Teks Puti Nadhira, Foto Rizki Indriyanah on . Posted in Bandara Award

Kategori lain yang juga diberikan apresiasi di malam penganugerahaan Bandara Awards 2017 adalah bandara-bandara UPBU Kelas II. Survei terhadap penumpang yang telah dilakukan oleh tim Majalah Bandara dari April hingga Agustus 2017 membuahkan tujuh nominasi untuk di kategori ini.
Tujuh nominasi tersebut adalah Bandara Fansiskus Xaverius Seda di Maumere, Bandara Pangsuma di Putussibau, Bandara Abdulrachman Saleh di Malang, Bandara Komodo di Labuan Bajo, Bandara Umbu Mehang Kunda di Waingapu, Bandara Tambolaka di Sumba Barat Daya, dan Bandara Kalimarau di Berau.
Ada satu hal yang spesial dari pemenang di kategori ini. Berdasarkan survei penumpang, ada tiga bandara yang memiliki hasil yang sama sehingga tiga bandara ini pantas menjadi bandara terbaik ketiga di kategori UPBU Kelas II. Ketiga bandara yang dimaksud adalah Bandara Abdulrachman Saleh, Bandara Komodo, dan Bandara Umbu Mehang Kunda. Bandara Tambolaka menempati peringkat kedua dan Bandara Terbaik UPBU Kelas II diraih oleh Bandara Kalimarau. B