Amaris Hotel Setiabudhi Bandung : Lokasi Dekat Dengan Tujuan Wisata

Ditulis oleh Teks Rizki Indriyanah, Foto Amaris Hotel Setiabudhi Bandung on . Posted in Hotel

Tepat September 2017, Amaris Hotels merayakan hari jadi ke-10. Hotel yang berada di bawah payung bendera Santika Indonesia Hotel dan Resort ini merupakan hotel budget bintang dua yang tetap konsisten dengan pelayanan dan kualitas produknya.
Amaris Hotel Setiabudhi Bandung adalah salah satu hotel jaringan Amaris yang berada di Bandung. Sesuai dengan slogan Amaris yakni “Hospitality From the Heart” yang berarti memberikan pelayanan ramah dari hati yang tulus ini merupakan keunggulan yang ditonjolkan dari hotel itu.
Amaris Hotel Setiabudhi Bandung meiliki 102 Smart Room seluas 20 m3 yang dilengkapi LED TV, Save Deposit Box, Free WiFi internet di setiap kamar, serta memiliki empat ruang meeting.
Hotel Manager Amaris Setiabudhi Bandung Willy Hizkia Mambat mengemukakan, jika ingin melihat pemandangan Gunung Tangkuban Perahu dari jendela kamar, tamu bisa meminta kamar di lantai 7 – 9. “Kalau ingin menikmati pemandangan pegunungan, tamu bisa minta kamar dari lantai 7 – 9. Dari lantai tersebut dapat terlihat pemandangan Gunung Tangkuban Perahu,” ujarnya.
Berdasarkan hasil survey dari tamu repeater, alasan mereka kembali menginap di Amaris Hotel Setiabudhi Bandung  adalah karena lokasi yang sangat strategis serta untuk menuju lokasi wisata di Lembang, tidak berada jauh dari pintu tol Pasteur, menuju rumah mode factory dan wisata belanja Cihampelas pun sangat dekat, dikeliling tiga universitas negeri ternama dan bagi pemegang kartu Santika Important Person (SIP) akan mendapatkan potongan harga khusus.
Selain fasilitas yang lengkap, Amaris Hotel Setiabudhi juga menonjolkan ciri khas daerah Jawa Barat dari menu sarapan pagi yang terdiri dari berbagai aneka pilihan. Anggun, Sales Executive Amaris Hotel Setiabudhi Bandung menambahkan, bahwa hal tersebut didapatkan dari data yang diungkapkan tamu yang mengisi guest comment.
Untuk kemudahan pemesanan kamar serta mendapatkan harga discount yang lebih besar, klik langsung website resmi Amaris Hotel Setiabudhi Bandung  www.amarishotel.com. B

H Sovereign Bali : Berikan Beasiswa Untuk Murid Berprestasi

Ditulis oleh Teks Rizki Indriyanah, Foto Release H Sovereign Bali on . Posted in Hotel

Dalam rangka program Corporate Social Responsibility (CSR) yang sudah direncanakan setiap 6 bulan sekali, kali ini H Sovereign Bali mengadakan Corporate Social Responsibility di dua tempat yang berbeda secara bersamaan yakni di SDN 1 Tuban dan SDN 4 Tuban. Kegiatan CSR ini dimulai pukul  8 pagi dengan para staff yang sudah dibagi ke masing - masing tempat.
Kegiatan kali ini bertajuk “Penampilan yang Bersih untuk Kesehatan yang Lebih Baik” dan bekerja sama dengan RSIA Puri Bunda. Dalam kegiatan tersebut pihak RSIA Puri Bunda mempresentasikan bagaimana cara mencuci tangan yang benar, menggosok gigi yang baik dengan cara yang unik dan mengundang gelak tawa sehingga murid - murid dari SDN 1 Tuban dan SDN 4 Tuban dapat memahami dengan baik.
Kemudian setelah itu, H Sovereign Bali pun melakukan presentasi dan diakhiri dengan penyerahan Beasiswa kepada siswa berprestasi di SDN 1 Tuban dan SDN 4 Tuban, serta memberikan souvenir.
Kegiatan CSR kali ini diharapkan dapat membangkitkan semangat anak - anak dalam menjaga kerbersihan yang dapat dimulai dari diri sendiri terlebih dahulu untuk terciptanya kesehatan yang lebih baik.
H Sovereign Bali adalah hotel bintang 4 yang memiliki keunikan dari konsepnya, yakni Contemporary Balinese Elegance. Lokasi hotel yang memiliki 198 kamar dan suites yang dilengkapi dengan high end amenities serta fasilitas modern dan  pelayanan bertaraf international ini berada sangat dekat dengan Bandara Internasional Ngurah Rai di daerah Tuban, dekat dengan akses jalan utama termasuk Bypass dan Tol Bali Mandara, juga dekat dengan pusat oleh - oleh Krisna. Sehingga sangat strategis untuk bisnis dan liburan. B

Hotel Rio City Palembang : Strategis di Jantung Kota

Ditulis oleh Teks Puti Nadhira dan Foto Istimewa on . Posted in Hotel

Siapa yang tidak kenal asal pempek? Makanan dengan bahan utama ikan ini merupakan salah satu kuliner khas Palembang. Ingin mencoba pempek langsung di tempat asalnya? Jangan lupa untuk memilih Hotel Rio City sebagai akomodasi Anda selama bersinggah.
Selain harganya yang kompetitif, lokasi Hotel Riso City yang sangat strategis bisa menjadi pertimbangan Anda. Dekat dengan beberapa tempat wisata andalan seperti Jembatan Ampera dan Benteng Kuto Besak. Hotel ini juga dekat dengan Pasar 16 Ilir dimana merupakan salah satu pasar terbesar di Palembang. Lokasinya yang berada di pusat kota tentu memudahkan Anda untuk melaksanakan aktifitas selama berada di Palembang.
Memiliki 78 kamar, 2 ruang pertemuan, dan Emilio restoran, hotel berbintang tiga ini memiliki bangunan dengan corak klasik yang indah. Fasilitas lengkap, harga yang bersahabat, dan lokasi yang strategis, segala yang Anda butuhkan untuk melengkapi pengalaman berkunjung ke Palembang. B

Bambang Pramusinto : Kesempatan Tidak Datang Dua Kali

Ditulis oleh Teks Rizki Indriyanah, Foto dok. Bambang Pramusinto on . Posted in Hotel

Bambang Pramusinto, pria kelahiran Semarang yang besar di Jakarta ini sudah malang melintang bekerja di dunia perhotelan. Baginya, bekerja di dunia perhotelan itu menyenangkan dan tidak membosankan karena bisa bertemu dan berinteraksi dengan banyak orang.
Pria yang memulai karirnya sejak tahun 1994 di salah satu hotel berbintang lima sebagai casual banquet ini mengemukakan, sebelum ia mendapatkan posisi terbaik seperti saat ini sabagai General Manager di Hotel Kyriad Muraya Aceh, ia juga pernah bekerja sebagai tenaga harian di hotel berbintang lima Grand Hyatt. “Untuk sampai di posisi ini tidak mudah. Banyak suka dan duka yang dilewati, tapi semua itu dapat dilalui dengan mudah karena ini adalah dunia saya,” kata Bambang, ayah dari dua orang anak.
Menurutnya, suka duka bekerja di perhotelan adalah di mana harus menghadapi tantangan - tantangan yang sulit ditaklukan, seperti permasalahan ekonomi yang membuat nilai rupiah melemah dan berdampak terhadap bisnis perhotelan. “Saat menghadapi masalah itu dan menaklukannya, saya mengatasinya dengan melakukan hal - hal di luar kebiasaan sehingga bisa menarik perhatian customer atau market,” ujar pria yang menamatkan pendidikan diplomanya di Universitas Sahid.
Sebelum bergabung di Kyriad Muraya Aceh, Bambang sudah bekerja di berbagai hotel berbintang seperti Hotel Pandanaran di Semarang, Hotel Oak Tree dan beberapa hotel berbintang lainnya. “Kesempatan emas tidak akan datang dua kali. Kalau ada kesempatan emas, langsung diambil. Karena itu adalah untuk kehidupan yang lebih baik, jangan sampai dilewati,” tutupnya. B

Soedjoko : 15 Tahun di Padang

Ditulis oleh Teks Erwin Nurdin, Foto dok. Pangeran Beach Hotel on . Posted in Hotel

Waktu berlalu, kesibukan bekerja di lingkungan hotel dan saat ini menjabat sebagai General Manager Pangeran Beach Hotel di Padang membuat Soedjoko atau pria yang kerap disapa Joko ini melewati lima belas tahun di Tanah Minang itu tanpa terasa. “Iya ya, lima belas tahu sudah saya di Padang, ndak taraso,” ujar Joko, orang Sunda yang kini sudah mulai lancar berbicara bahasa urang awak ini.
Joko, ayah empat anak kelahiran Palembang, 01 Desember 1958 ini memulai karirnya di Jawa Barat, tepatnya di Bandung, yaitu di Hotel Panghegar dan Hotel Savoy Homann. Selain itu, ia juga pernah bergabung di sejumlah hotel besar lainnya, yaitu Summit Hotel, Pisita Anyer dan Hotel Dyan Graha di Pekanbaru. “Bekerja di hotel, membuat saya mendapatkan banyak pengalaman dan bertemu dengan orang - orang baru,” katanya.
Selain dipercaya untuk memimpin hotel, Joko juga diberikan kesempatan untuk menghandle acara besar sekelas KTT Nonblok di Bandung dan Kongres Oki. “Dipercaya untuk menghandle acara besar berkelas Internasional, bagi saya itu sangat membanggakan. Di Padang, juga ada beberap event besar yang saya handle. Dua di antaranya itu adalah United Nation dan Comodo Shile yang dihadiri oleh 37 negara,” ujar pria yang hobi membaca.
Setelah sepuluh tahun lebih Joko meniti karir di kota kembang, ketika ia mendapatkan tawaran ke Padang, ia pun langsung mengangguk dan menerimanya dengan senang hati. “Ambo suka Padang, rancak bana,” tutupnya. B